Israel Kembali Serang Gaza : 3 Orang Tewas dan Gedung Hamas TV Hancur

Serangan yang dilakukan Israel ke jalur gaza pada dini hari tadi, Selasa(13/11) menewaskan 3 orang warfa palestina

(Gaza) wahdahjakarta.com, – Israel kembali meluncurkan serangan udara di Jalur Gaza dan menewaskan 3 orang warga Palestina pada Selasa dini hari (13/11). Serentetan tembakan roket ini juga menghancurkan studio stasiun televisi Hamas.

Dilansir AFP dan Reuters, Selasa (13/11/2018), militer Israel menyatakan serangan tersebut mengenai 70 titik militan.

Pesawat-pesawat tempur Israel membom studio TV Hamas. Tak ada keterangan soal korban dalam serangan udara di Al-Aqsa televisi.

Al-Aqsa Televisi–dinamai dari masjid bersejarah di Yerusalem–mengatakan akan segera melanjutkan siaran.

Serangan ini juga menghancurkan bangunan di sekitar studio. Banyak penduduk setempat melarikan diri setelah Israel mengeluarkan peringatan.

Serangan udara Israel ini dilakukan setelah 200 roket ditembakkan dari wilayah Hamas pada Senin (12/11) sore hingga malam hari.

Sebanyak 60 roket dicegat pertahanan rudal dan kebanyakan jatuh di daerah terbuka. Meski begitu ada permukiman yang terkena. Petugas medis melaporkan setidaknya tujuh warga Israel terbuka.

Militer Israel juga mengatakan sebuah bus dihantam rudal anti-tank di Jalur Gaza di wilayah Kfar Aza Kibbutz. Akibatnya beberapa orang terluka dan seorang tentara terluka parah.

Kelompok-kelompok militan Palestina di Gaza, termasuk Hamas, mengaku bertanggung jawab atas serangan roket dan rudal di bus. Mereka menyebut bus tersebut digunakan tentara Israel.

Serangan ini dilakukan kelompok tersebut sebagai balasan operasi mematikan Israel yang dilakukan Minggu (11/11). Saat itu bentrokan meletus selama operasi rahasia di Jalur Gaza yang menewaskan tujuh militan Palestina termasuk seorang komandan lokal Hamas. Seorang perwira Israel juga tewas dalam peristiwa tersebut.

PM Israel Benjamin Netanyahu mempersingkat perjalanan ke Paris dan bergegas pulang ketika ketegangan meningkat. Pada Senin (12/11) dia langsung mengadakan pertemuan dengan kepala keamanan Israel.

Sumber : detik.com

Buku Nikah Diganti Jadi Kartu Nikah, Ini Tanggapan MUI

Buku Nikah

Buku Nikah

(Jakarta) wahdahjakarta.com-, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan dan kemudahan untuk masyarakat. Termasuk inovasi pemerintah mengganti buku nikah menjadi kartu nikah yang berbasis website.

“Sepanjang hal tersebut dimaksudkan untuk memudahkan, memberikan nilai manfaat dan utamanya adalah dapat mencegah praktik penipuan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Wakil Ketua MUI Zainuttauhid di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Menurutnya, tujuan utama dari adanya buku nikah atau kartu nikah itu adalah untuk mendokumentasikan tentang informasi pernikahan yang bersangkutan seperti nama, nomor akta nikah, nomor perforasi buku nikah, tempat dan tanggal nikah.

“Jadi sepanjang hal tersebut sudah dilaksanakan dengan baik, maka tidak ada masalah apakah bentuknya itu buku atau kartu. Apalagi kalau hal itu dinilai lebih praktis, ekonomis, efektif dan efisien, maka inovasi tersebut patut didukung,” ujarnya.

Ia mengatakan, kalau dengan model kartu nikah dengan berbasis website sudah berjalan baik dan diterapkan di seluruh Indonesia, maka buku nikah tidak diperlukan lagi. “Jadi bisa dihapuskan,” imbuhnya.

Memang menurutnya ada pemikiran kalau misalnya di samping pasangan suami istri memiliki kartu nikah, juga diberikan semacam piagam atau sertifikat pernikahan akan lebih bagus.

Diketahui, Kementerian Agama secara resmi meluncurkan kartu nikah sebagai pengganti buku nikah pada 8 November 2018.

Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, kartu nikah dibuat agar dokumen administrasi pernikahan bisa lebih simpel disimpan, jika dibandingkan buku nikah yang tebal.

Pihaknya ingin lebih simpel seperti KTP atau ATM yang lain, sehingga bisa dimasukkan ke dalam saku bisa disimpan di dalam dompet, kata Lukman di Bekasi, Jawa Barat, Ahad (11/11/2018).

Menurut Lukman, kartu nikah itu juga dapat memudahkan masyarakat jika ingin mendaftarkan sesuatu yang diperlukan dalam catatan pernikahan. Menurut dia, model kartu nikah bisa dibawa ke mana-mana dibanding buku nikah.

Kementerian Agama menargetkan satu juta kartu nikah bisa disebarkan untuk pasangan yang baru menikah pada tahun 2018. Untuk pasangan yang sudah menikah, suplai kartu nikah dilakukan bertahap.

(Sumber: Hidayatullah.com)

Di Hijrah Fest 2018, Tere Pardede Bercerita Soal Hidayah

Pengunjung Hijrah Fest 2018

(JAKARTA) wahdahjakarta.com — Perjalanan menemukan hidayah cukup panjang bagi penyanyi, Tere Pardede. Tere lahir dan tumbuh dalam keluarga non-Muslim.

Hanya sebagian kecil keluarga jauhnya beragama Islam. Keluarga inti menyebut mereka sebagai saudara yang tersesat.

“Itu yang ditanamkan sejak kecil pada saya, mereka (keluarga yang beragama Islam) adalah domba tersesat,” kata dia dalam acara Hijrah Fest 2018 di Senayan JCC, Jakarta, Ahad (11/11).

Muslimah bernama bernama lengkap Theresia Ebenna Ezeria Pardede ini mulai terbuka ketika duduk di jenjang SMA. Dia tidak lagi menempuh pendidikan di sekolah homogen. “Pas SMA saya lihat manusia macem-macam. Ada pelajaran Islam, dan yang non-Muslim dipersilahkan keluar,” kata Tere.

Saat duduk di bangku kuliah, dia berada di masa kebebasan berpendapat mulai menjadi hal awam. Dia berbincang dengan nenek teman dekatnya, yang mana seorang mualaf. Pembahasan berbagai topik dilakukan mulai dari ideologi hingga agama.

Dari pembahasan itu, dia mengetahui bahwa Islam juga mengenal Isa Al-Masih. Namun, Islam menganggapnya bukan Tuhan, melainkan nabi. Kemudian, Tere mulai tertarik membaca Alquran.

Tere mengaku beruntung karena mengambil jurusan komunikasi. Salah satu mata pelajarannya, yakni ilmu cek info sebagai hoaks atau bukan. Dia mempertanyakan ihwal adanya tiga agama yang mengaku pewaris Ibrahim AS.

Menurur Tere, tidak mungkin ada tiga, pasti ada satu yang paling utama. Kemudian Tere kembali mempelajar Alkitab dan Alquran lagi. Hingga akhirnya menemukan hidayah dari Alquran.

“Saya sempat agnostik 1,5 tahun. Banyak info yang saya pertanyakan tentang ajaran agama saya sebelumnya. Tapi kalau tanya dibilang kurang beriman. Namun jelas sekali tak ada keraguan di Alquran,” tutur dia.

Menurur Tere proses mendapatkan hidayah tidaklah mudah. Sebab, Tere harus berjihad dengan diri sendiri dari keraguan menjadi tak ada keraguan sama sekali.

“Proses hanya proses kalau tak ada effort (upaya). Jangan berubah. Tetap istiqamah dengan kalimat tauhid,” kata Tere.

Sumber:Republika.co.id

Longsor Terjang NTT, 5 Rumah Tertimbun dan 3 Orang Meninggal Dunia

Beberapa rumah rusak parah oleh terjangan tanah longsor di Selalejo Timur Kec. Maponggo Kab. Negekeo, NTT pada 12/11/2018.

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Bencana longsor kembali terjadi di Selalejo Timur Kecamatan Maponggo Kabupaten Negekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 12/11/2018 pukul 07.00 WITA.

Hujan deras yang berlangsung sejak Minggu malam hingga Senin pagi telah menyebabkan longsor menimbun 5 unit rumah. Tiga orang meninggal dunia akibat tertimbun longsor yaitu Paulus Loi (70), Paulina Makmuku (45) dan Damanus Labo (25). Sebanyak 5 KK atau 22 jiwa terdampak longsor.

“BPBD Kabupaten Nagekeo dan aparat setelah kejadian telah mengevakuasi korban. Bantuan terus disalurkan untuk korban yang terdampak.” Ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi & Humas BNPB.

Sementara itu pencarian korban longsor di Desa Sukamayu Mohili Kecamatan Gomo Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara yang terjadi pada 10/11/2018 pukul 08.45 WIB masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Dari 7 orang yang tertimbun longsor, satu orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sedangkan enam orang diduga masih tertimbun longsor.

“Tim SAR gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat masih melakukan pencarian. Kendala di lapangan adalah jalan yang berlumpur, berbatuan dan bergelombang menyulitkan akses ke lokasi kejadian. Areal longsoran juga luas dan tebal. Alat berat diperlukan untuk membantu mencari korban.” Jelasnya.

Masyarakat dan Pemda dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi longsor. Peta daerah rawan longsor dapat diunduh di website Badan Geologi.

Terakhir, beliau berpesan bahwa bahaya longsor juga akan meningkat akibat intensitas hujan yang juga terus meningkat.

“Bencana longsor terus mengancam masyarakat seiring meningkatnya curah hujan. Pada tahun 2015-2017 longsor adalah bencana yang paling mematikan. Artinya bencana longsor adalah bencana yang paling banyak menimbulkan korban jiwa. Jutaan masyarakat terpapar dari bahaya longsor dengan kemampuan mitigasi yang sangat minim. Itulah yang terjadi, saat hujan deras terjadi longsor dan akhirnya menimbulkan korban jiwa.” Pungkas Sutopo.

DIROSA, Metode Milenial Berantas Buta Aksara Al-Qur’an

DIROSA

Tabligh Akbar Pengukuhan Pengurus DIROSA yang dirangkaikan dengan Tasyakuran alumni DIROSA, Ahad (11/11/2018)

(Makassar) wahdahjakarta.com-, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah (WI) menggelara tasyakuran alumni DIROSA (Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa), di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar, Ahad (11/11/2018).

Program pembelajaran Al-Qur’an dengan metode DIROSA telah dijalankan oleh Wahdah Islamiyah sejak bertahun-tahun. Sudah tidak terhitung jumlah orang dewasa yang merasakan manfaatnya. Mereka yang belum pernah belajar Alquran sejak kecil, akhirnya bisa lancar membaca kitab suci.

Metodenya yang mudah dan hanya dalam 20 kali pertemuan membuat program ini sangat menarik. Orang dewasa bahkan orang tua sekalipun tidak kesulitan mengikuti proses pembelajaran.

Banyak di antara peserta yang merasa sudah lancar mengaji. Setelah ikut Dirosa, mereka baru sadar bahwa cara mengaji mereka selama ini belum sesuai tajwid. Bukan hanya pahalanya yang tidak sempurna, maka ayat yang dibaca bisa salah jika cara penyebutan hurufnya salah.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia  (RI), AM Iqbal Parewangi memuji program ini.  Menurutnya program ini nyata telah membantu banyak orang untuk melek Alquran.

“Salut saya dengan Wahdah Islamiyah. Program Dirosa bagi masyarakat masyaa Allah. Ada orang menggunakan metode milenial untuk membebaskan buta huruf Alquran,” kata Iqbal saat menghadiri tasyakuran 130 peserta Dirosa yang dirangkaikan pengukuhan pengurus DPD Wahdah Islamiyah Makassar periode 2018-2023 di Masjid Al Markaz Al Islami, Makassar, Minggu (11/11/2018).

Dalam acara ini, pengurus DPD dan DPC Muslimah Wahdah Islamiyah Makassar turut dikukuhkan. Selain Iqbal Parewangi, acara ini juga dihadiri Kepala Bagian Kesra Kota Makassar Azis Badwi yang mewakili wali kota, Ketua Harian DPP Wahdah Islamiyah Dr Rahmat Abdul Rahman dan Kepala Bank Muamalat Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, Ahmad Safril Ilham.

DPD Wahdah Islamiyah Makassar periode 2018-2023 dipimpin Ustaz Gishar Hamka didampingi Sekretaris Ustaz Zulkifli.

Sementara Ketua Harian DPP Wahdah Islamiyah, Ustaz Rahmat Abdul Rahman berharap DPD Makassar menjadi lokomotif untuk mengembangkan dakwah Islam. Mereka diminta membuat strategi baru agar bisa menyentuh semua segmen mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. (Sym).

Sumber: rakyatku.com

Tiga Cara Musuh Islam dalam Menghalangi Da’wah Islamiyah

Tiga Cara Musuh Islam dalam Menghalangi Da’wah Islamiyah

Sudah menjadi sunnatullah, bahwa musuh-musuh Islam tidak akan pernah berhenti berusaha membungkam da’wah. Lewat berbagai usaha super maksimal dilakukan guna memalingkan dan menjauahkan serta menghalangi manusia dari Agama Yang Mulia ini.

Sejak masa-masa awal da’wah Islam yang diusung oleh Nabi dan para sahabat, orang-orang kafir telah melancarkan konspirasi dan manuver-manuver jahat dan dzalim untuk membungkam siapa saja yang komitmen dengan Islam. Mereka selalu berupaya melemahkan semangat orang-orang yang berusaha komitmen terhadap agama Islam. Salah satunya adalah dengan celaan, cacian, dan penghinaan terhadap da’wah dan para pengusungnya.

Syekh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri rahimahullah merekam dengan jelas bahwa diantara cara yang ditempuh oleh kaum Musyrikin Quraysy dalam menghalangi da’wah Islamiyah ada tiga, yakni;

(1) Menyindir, menghina, mengejek, mendustakan dan menertawakan,

(2) Mencemarkan citra ajaran-ajaran yang dibawanya, menebarkan syubhat-syubhat,menebarkan tuduhan-tuduhan dusta, menyiarkan statement-statement yang keliru seputar ajaran-ajaran, diri dan pribadi beliau serta membesar-besarkan tentang hal itu, dan

(3) Menghalangi orang-orang Agar Tidak Dapat Mendengarkan al-Qur’an, dan mengimbanginya dengan dongeng-dongengan orang-orang terdahulu serta menyibukkan mereka dengan hal itu. Untuk lebih jelasnya, mari simak kutipan lengkap dari kitab ar-Rahiq al-Makhtum, hlm. 123-125.

Manakala kaum Quraisy telah menyelesaikan ritual haji,mereka segera memikirkan metode-metode yang digunakan dalam menghabisi dakwah islamiyah di sarangnya,lalu mereka memilih beberapa metode berikut;

Menyindir dan Menghina (as-Sukhriyah wat Tahqir), Serta Mengejek (Istihza’), Mendustakan (Takdzib) dan Menertawakan (Tadh-hik)

Target mereka adalah menghina kaum muslimin dan melemahkan semangat juang mereka. Mereka munuduh Nabi dengan tuduhan-tuduhan yang kerdil dan celaan-celaan yang nista. Diantara dengan menjuluki beliau sebagai orang gila sebagaimana dalam FirmanNya,

وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ [١٥:٦

Mereka berkata: “Hai orang yang diturunkan Al Quran kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila. [Al-Hijr:6]

Mereka juga menuduh beliau sebagai tukang sihir dan pendusta, dalam FirmanNya

وَعَجِبُوا أَن جَاءَهُم مُّنذِرٌ مِّنْهُمْ ۖ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ [٣٨

Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (Rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: “Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta”.[Shad:4].

Mereka berjalan di belakang beliau dan berpapasan dengan beliau dengan pandangan mata panuh kebencian, rasa dendam dan gemuruh kemarahan,sebagaimana dala FirmanNya,

وَإِن يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ [٦٨:٥١

Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila”. [Al-Qalam:51].

Bila beliau sedang duduk-duduk dan disekitarnya para sahabat beliau yang terdiri dari kalangan al-mustadh’afun[kaum lemah];mereka mengejek seraya berkata,”[semacam]mereka itulah teman-teman duduk bercengkramamya,sebagaimana dalam firmanNya[artinya],”orang-orang semacam itukah diantara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?”[al-an’am:53],lalu Allah membantah ucapan mereka tersebut,

أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِين

Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?” [Al-An’am:53].

Kondisi mereka sebenarnya persis sebagaimana yang dikisahkan Allah kepada kita, dalam FirmanNya[artinya]

Sesungguhnya orang-orang yang berdusta ,adalah mereka yang dahulunya[di dunia]menertawakan orang-orang yang beriman.Dan apabila orang-orang beriman berlalu di hadapan mereka,mereka saling mengedipkan matanya.Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya,mereka kembali mengatakan,’sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat.’padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim sebagai penjaga bagi orang-orang mukmin.”[terj. Qs. Al-muththaffifin:29-33]

Mencemarkan citra ajaran-ajaran yang dibawanya, Menebarkan Syubhat-syubhat, Menebarkan Tuduhan-tuduhan Dusta, Menyiarkan Statement-statement Yang Keliru Seputar Ajaran, Diri dan Pribadi Beliau serta Membesar-besarkan Hal itu.

Tindakan tersebut mereka maksudkan untuk tidak memberi kesempatan kepada orang-orang awam merenungi dakwahnya.Mereka selalu berkata tentang al-Qur’an,sebagaimana dalam firman-Nya,

أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ اكْتَتَبَهَا فَهِيَ تُمْلَىٰ عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا [٢٥

“Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang“. [Al-Furqan:5].

Di dalam al-Qur’an terdapat banyak contoh-contoh bantahan terhadap statemen-statemen mereka, baik setelah menukilnya atau tanpa menukilnya.

Menghalangi Orang-orang Agar Tidak Dapat Mendengarkan al-Qur’an, dan Mengimbanginya dengan Dongeng-dongengan Orang-orang Terdahulu serta Menyibukkan Mereka dengan Hal Itu

Disebutkan bahwa an-Nadhr bin al-Harits pergi ke Hirrah. Di sana dia belajara cerita-cerita tentang raja-jaraa persia, cerita-cerita tentang Rustum dan Asvandiar (tokoh penting bangsa Persia). Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk-duduk di suatu majelis dalam rangka berwasiat tentang Allah dan mengingatkan manusia akan pembalasannya, maka seusai itu an-Nadhr berkata kepada orang-orang, “Demi Allah, ucapan Muhammad itu tidaklah lebih baik dari ucapanku”. Kemudian dia menceritakan kepada mereka kisah raja-raja persia, Rustum dan Asvandiar. Setelah itu dia berceloteh, “Jadi, atas dasar apa Ucapan Muhammad bisa lebih bagus dari ucapanku ini?”.

Ibnu Abbas meriwayatkan pula bahwa An-Nadhr membeli seorang budak perempuan. Maka, setiap dia mendengar ada seseorang yang tertarik terhadap Islam, dia segera menggandengnya menuju budak perempuan tersebut, lalu berkata (kepada budak perempuannya), “hidangkan makanan untuknya dan bernyanyilah. Ini lebih baik dari apa yang ditawarkan Muhammad kepadamu”. Maka turunlah ayat mengenai dirinya, Allah berfirman;

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan.

Penutup

Dari uraian di atas nampak beragam usaha dan cara yang ditempuh musuh-musuh Islam untuk melemahkan kaum Musliin serta menghalangi manusia dari da’wah Islam telah terjadi sejak dulu. Apa yang terjadi hari ini berupa penyebaran opini dan citra buruk tentang Islam bukanlah sesuatu yang baru. Tapi hanya merupaka pengulangan dan pengembangan dari apa yang terjadi pada masa lalu. Demikian pula dengan upaya pembunuhan karakter terhadap para da’i dan aktivis Islam, bukan hal baru. Stigma negatif terhadap da’wah Islamiyah dan aktivis da’wah pun merupakan bagian dari agenda besar melemahkan kaum Muslimin dan menjauhkan manusia dari Islam. Semuanya bermuara pada satu tujuan, yakni Deislamisasi.

Sumber: Ar-Rahiq al-Makhtum; Bahtsun Fi as- Sirah an-Nabawiyah Li asy-Syaikh Shafiyy ar-Rahman al-Mubarak Furiy, Dar as-Salam Li An-Nasyr wa at-Tauzi’, Riyadh.

Bolehkah Tidak Memberi Maaf Pada Orang Lain

Pertanyaan:

“Assalamu Alaikum, Ustadz, saya punya masalah dengan teman beberapa waktu lalu. Saya sangat kecewa dan marah kepadanya. Berkali-kali dia datang minta maaf tapi tidak saya ladeni. Apakah sikap saya ini benar?”

Jawaban:

Wa’alaikum Salam.

Perbuatan yang saudara(i) lakukan ini tidak pantas dan tidak dibolehkan oleh syariat. Karena ciri seorang Muslim itu adalah lapang dada dan saling memberi maaf.

Kita boleh marah dan mendiamkan jika saudara muslim kita berlaku tidak adil atau menzalimi kita. Akan tetapi, hal itu hanya diizinkan selama tiga hari. Lebih dari itu, maka hukumnya tidak boleh.

Dalam hal ini, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melarang seseorang memboikot saudaranya lebih dari 3 hari. Dalam sebuah hadits disebutkan, Rasulullah bersabda:

لاَيَحِلُّ لِمُسلِمٍ أَن يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ، يَلْتَقِيَانِ، فَيَعْرِضُ هَذَاوَيَعْرِضُ هَذَا، وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ”. متفق عليه.

“Tidak halal bagi seorang Muslim untuk memboikot (tidak menyapa) saudaranya lebih dari 3 hari, saling bertemu lalu yang satu berpaling dan lainnya juga berpaling. Yang terbaik di antara keduanya adalah yang memulai mengucapkan salam”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Bahkan, dalam riwayat lain sikap tidak memaafkan kesalahan sesama Muslim sementara yang bersalah sudah berusaha minta maaf, diancam amalnya akan ditangguhkan (tidak diterima) hingga bersedia memberi maaf dan berdamai.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menceritakan:

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ فِى كُلِّ يَوْمِ خَمِيسٍ وَاثْنَيْنِ فَيَغْفِرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِى ذَلِكَ الْيَوْمِ لِكُلِّ امْرِئٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ امْرَأً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ ارْكُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا اترْكُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

Pintu-pintu surga dibuka setiap hari senin dan hari kamis, lalu orang-orang yang tidak berbuat syirik diampuni dosa-dosanya, kecuali orang yang memiliki rasa kebencian terhadap suadaranya. Lalu dikatakan, “Tangguhkanlah kedua orang ini hingga kembali berdamai. Tangguhkanlah kedua orang ini hingga kembali berdamai”. (HR.Muslim).

Wallahu A’lam.

Sumber: Akun Facebook  Ustadz Rappung Samuddin,Lc, MA

Meraih Kemuliaan dengan Sifat Jujur

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menghiasi diri dengan akhlaqul karimah, dan sangat mewanti-wanti dari akhlaq yang tercela. Rasulullah –shallahu alaihi wasallam– bersabda;

إِنَّ الرَّجُلَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ الْخُلُقِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ

Sesungguhnya seseorang dapat mencapai derajat [hamba] yang banyak berpuasa dan shalat dengan akhlaq yang mulia.[HR. Ahmad].

Bahkan dalam Islam akhlaqul karimah merupakan salah satu cermin dari kesempurnaan iman, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

Orang yang paling sempurna imannya adalah yang paling mulia akhlaqnya.[HR. Abu Dawud].

Hadits diatas menunjukkan bahwa akhlaq yang mulia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari iman, barang siapa yang berkomitmen dengan akhlaq yang mulia dalam berinteraksi maka hal tersebut menunjukan kesempurnaan imannya, dan barang siapa yang berinterkasi dengan akhlaq yang buruk, maka hal tersebut menunjukkan kelemahan imannya.

Keutamaan Akhlaq Jujur

Diantara akhlaq mulia yang sangat dianjurkan oleh Islam adalah ash-shidqu, yang dimaksud dengan kalimat ini adalah sifat jujur, makna lainnya adalah menyampaikan sesuatu sesuai dengan realita dan kenyataan tanpa ada penambahan dan pengurangan, atau antonim [lawan kata] dari alkadzib atau sifat dusta.

Puncak Akhlaq Mulia

Kejujuran merupakan puncak akhlaq yang mulia, dan tidaklah seseorang berhias dengannya kecuali dia akan beruntung di dunia dan di akhirat, dan sifat ini merupakan jalan yang dititi oleh orang-orang sholeh dari kalangan para Nabi dan Rasul, Allah berfirman:

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقاً نَبِيّاً

Ceritakanlah (wahai Muhammad) kisah Ibrahim dalam kitab (alqur’an) sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan dan juga seorang nabi.[Maryam 41].

Sifat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

Jujur merupakan salah satu sifat utama Nabi Muhammad –shallallhu alaihi wa sallam– yang sangat menonjol sehingga masyhurlah dari beliau julukan al-Amin [yang dipercaya], Abdullah bin Mas’ud mengatakan:

حدثنا رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو الصادق المصدوق

“Rasulullah mengatakan kepada kami –sedangkan beliau adalah orang yang jujur dan dipercaya-.[HR. Bukhari&Muslim].

Allah Menyuruh Untuk Jujur

Diantara keutamaan lain dari sifat ini adalah Allah memerintahkan memerintahkan kepada sifat ini. Allah Ta’ala berfirman:

يا أيها الذين أمنوا أتقوا الله وكونوا مع الصادقين

“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah, hendaknya kamu bersama orang-orang yang benar [jujur]. [Qs. At-Taubah 119].

Jujur Mmbawa Kepada Kebaikan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقاً وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّاباً

Sesungguhnya sifat jujur membawa kepada kebaikan, dan kebaikan memasukkan ke surga, dan sesungguhnya sesorang berusaha untuk bersifat jujur sampai menjadi orang yang jujur, sesungguhnya sifat dusta membawa kepada perbuatan keji, dan perbuatan keji memasukkan [seseorang] ke neraka, dan seseorang berusaha untuk berdusta sampai menjadi pendusta.[HR. Bukhari&Muslim].

Hadits ini menunjukkan keutamaan dan kemuliaan sifat jujur, bahwa sifat ini merupakan salah satu amalan yang dapat membawa seseorang melaksanakan kebaikan-kebaikan dengan mudah, dan ini sesuai dengan ucapan sebagian ulama kita:

جزاء الحسنة حسنات التي بعدها وجزاء السيئة سيئات التي بعدها

Ganjaran bagi [pelaku] kebaikan adalah [mudahnya baginya] melaksanakan kebaikan setelahnya, dan ganjaran bagi [pelaku] keburukan adalah [mudahnya bagi] melaksanakan keburukan setelahnya.[syarh kitabut tauhid karya Abdullah alghaniman].

Rumah di Surga Bagi Orang Jujur

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjanjikan rumah di tengah surga bagi orang yang jujur dan menjauhi dusta. Beliau bersabda:

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُق

Saya menjamin rumah di dalam surge bagi yang meninggalkan debat meskipun [dia] dalam keadaan benar, dan [menjamin] rumah di tengah surga bagi yang meninggalkan sifat dusta meskipun dalam keadaan bergurau, dan [menjamin] rumah di surga yang tertinggi bagi yang memperbaiki akhlaqnya.[HR. Abu Dawud].

Jujur Membawa Kepada Keberuntungan

Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan:

أربع من كن فيه فقد ربح‏:‏ الصدق والحياء وحسن الخلق والشكر‏

“Empat sifat bila berkumpul pada seseorang maka dia akan beruntung: sifat jujur, sifat malu, [berhias dengan] akhlaq yang mulia, dan sifat syukur.

Penulis : Ustad. Lukman Hakim, Lc, MA
Artikel : wahdah.or.id

Amalan Berbalas Rumah di Surga

Amalan Berbalas Rumah di Surga

Dalam kehidupan di dunia, rumah menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi manusia. Seseorang terkadang harus bekerja keras siang dan malam hanya untuk membangun rumah impiannya. Itupun suatu saat rumahnya akan menjadi tua dan rusak. Dan pastinya ia akan meninggalkan rumah tersebut untuk selama-lamanya.

Kehidupan akhirat, tak satu pun manusia bisa mengelak darinya. Akhirat adalah kehidupan yang lebih kekal dan abadi. Maka kenapa kita tidak lebih serius dan sungguh-sungguh berusaha mencari jalan dan mengupayakan sebab untuk memiliki rumah di sana?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan  tentang sifat-sifat rumah di surga:

Bangunannya dari batu bata berupa perak dan emas, adukannya dari minyak wangi kesturi Al-Adzfar, kerikilnya dari mutiara dan permata, kerikilnya dari za’faron. Siapa yang memasukinya akan merasa nikmat dan tidak akan meninggalkannya, kekal tidak akan mati, pakaiannya tidak kotor dan senantiasa muda tidak akan tua.” (HR. Al-Tirmidzi & Ahmad. Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami’: 3116)

Amalan Berpahala  Rumah di Surga

Ada beberapa amalan yang berbalas rumah di suraga sebagaimana dikabarkan   oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, diantaranya:

 Membangun Masjid dengan Niat Lillahi Ta’ala

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda tentang hal ini

مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّه لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّة

“Siapa yang membangun satu masjid (dengan niat ikhlas karena) Allah maka Allah akan membangunkan untuknya satu rumah di surga.” (Muttafaq ‘alaih)

 Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

“Siapa membangun masjid karena Allah walaupun seperti sarang burung atau lebih kecil dari itu maka Allah akan membangunkan untuknya satu rumah di surga.” (HR. Ibnu Majah, al-Bazzar dan Ibnu Hibban. Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 6128)

 Membaca Surat Al-Ikhlas Sepuluh Kali

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حَتَّى يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ

“Siapa yang membaca Qul Huwallaahu Ahad (Surat Al-Ikhlash) sampai menghatamkannya sebanyak sepuluh kali niscaya Allah bangunkan untuknya intana di surga.” (HR Ahmad dari Mu’adz bin Anas al-Juhani & dihassankan Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah, no. 589

Memuji Allah dan Beristirja’ Saat Diuji dengan Kematian Anak

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إِذَا مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلَائِكَتِهِ قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ مَاذَا قَالَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ فَيَقُولُ اللَّهُ ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ

“Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, Allah berfirman kepada MalaikatNya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?” Mereka berkata, “Benar.” Allah berfirman, “kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?” Mereka menjawab, “Benar.” Allah berfirman, “Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku?” Mereka berkata, “Ia memuji-Mu dan mengucapkan istirja’ (Innaa Lilaahi Wa Innaa Ilaihi Raaji’uun).” Allah berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku rumah di surga dan namai ia Rumah Pujian.” (HR. Al-Tirmidzi dan beliau menghassankannya , juga dihasankan oleh Syaikh Al AlBani di Shahih al-Jami’)

 Berdo’a Ketika Masuk Pasar

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa masuk pasar lalu ia mengucapkan, “Laa Ilaaha Illallaahu wahdahu Laa Syariikalahu, Lahul Mulku Walahul Hamdu, Yuhyii, Wayumiitu, Wahuwa Hayyun Laa Yamuutu, Biyadihil Khairu, Wahuwa ‘alaa Kulli Syai-in Qadiir” niscaya Allah menuliskan baginya sejuta kebaikan, menghapuskan darinya sejuta kejelekan, mengangkat derajatnya hingga sejuta derajat, dan membangunkan untuknya rumah di surga”.” ( HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Hakim. Syaikh Al-Albani menyatakan, hadits tersebut hasan)

Menutup Celah Barisan Shaf Shalat

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ سَدَّ فُرْجَةً بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتاً فِي الْجَنَّةِ وَ رَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً

“Siapa menutup celah (pada barisan shalat) niscaya Allah bangunkan untuknya rumah di surga dan mengangkat derajatnya dengan perbuatannya itu.” (HR. Al-Muhamili dalam Amaalinya dan dishahihkan Al-Albani dalam Silsilah Shahihah, no. 1892)

Menjaga 12 Raka’at Shalat Sunah Rawatib

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

Siapa yang shalat 12 rakaat dalam sehari semalam niscaya dibangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Muslim)

Shalat 12 raka’at itu adalah empat rakaat sebelum Dzuhur & dua rakaat sesudahnya, dua raka’at sesudah maghrib, dua rakaat setelah ‘Isya, dan dua rakaat sebelum Shubuh sebagaimana yang terdapat dalam hadits ‘Aisyah dalam Sunan al-Tirmidzi dan Ibnu majah.

 Iman, Islam, Hijrah dan Berjihad fi Sabilillah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنَا زَعِيمٌ وَالزَّعِيمُ الْحَمِيلُ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَهَاجَرَ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ وَأَنَا زَعِيمٌ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى غُرَفِ الْجَنَّةِ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلَمْ يَدَعْ لِلْخَيْرِ مَطْلَبًا وَلَا مِنْ الشَّرِّ مَهْرَبًا يَمُوتُ حَيْثُ شَاءَ أَنْ يَمُوتَ

Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berhijrah dengan sebuah rumah di pinggir surga, di tengah surga, dan surga yang paling tinggi. Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk Islam dan berjihad dengan rumah di pinggir surga, di tengah surga dan di surga yang paling tinggi. Barangsiapa yang melakukan itu, ia tidak membiarkan satupun kebaikan, dan lari dari semua keburukan, ia meninggal, di mana saja Dia kehendaki untuk meninggal.” (HR. Al-Nasai, Ibnu Hibban dan Al-Hakim. Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani rahimahullah).

Meninggalkan perdebatan walaupun berada dalam kebenaran

Meninggalkan dusta dalam becanda

Berakhlak mulia

Ketiga amalan terakhir diatas terangkum dalam sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَه

Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam posisi yang benar, juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa saja yang meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa saja yang berakhlak mulia.” (HR. Abu Dawud, al-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. di hasankan oleh syaikh Al Bani rahimahullah)

Inilah beberapa amalan-amalan yang dijanjikan surga, semoga kita semakin semangat dan berusaha untuk istiqamah dalam mengamalkannya untuk kehidupan kita di akhirat yang kekal.

Mari membangun rumah di surga!

Wallahu a’lam bishshowab. (Muhammad Ode Wahyu/wahdah.or.id)

Tadabbur Al-Qur’an, Surat Fathir Ayat 10

Tadabbur Al-Qur’an, Surat Fathir Ayat 10

Allah Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman:

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْعِزَّةَ فَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ جَمِيْعًا   ۗ  اِلَيْهِ يَصْعَدُ الْـكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهٗ   ۗ  وَ الَّذِيْنَ يَمْكُرُوْنَ السَّيِّاٰتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ   ۗ  وَمَكْرُ اُولٰٓئِكَ هُوَ يَبُوْرُ

“Barang siapa menghendaki kemuliaan, maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah. Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya. Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan mereka akan mendapat azab yang sangat keras, dan rencana jahat mereka akan hancur.” (QS. Fatir 35: Ayat 10)

 

Hikmah dan Pelajaran

Salah satu hal yang penting dalam perbuatan apapun juga, tergantung dengan niatnya.

Betapa banyak amal-amal perbuatan yang tampaknya seperti amal dimensi dunia (berdagang, makan, minum, mempergauli istrinya, mandi, bekerja dll), tetapi didasari niat yang baik maka hal itu bisa menjadi amal akhirat. Dan betapa banyak yang tampaknya melakukan amal-amal yang berdimensi akhirat (sholat, berdzikir, infaq, shadaqah, haji & umrah, berjihad) tapi karena didasari dgn niat yang buruk (hanya untuk kepentingan dunia), maka hal itu menjadi amalan dunia saja.

Dalam hadits lain Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

“Barangsiapa yang dengan ilmunya ia ingin mendapatkan keridhoan Allah, maka Allah meridhoinya dan menjadikan segala sesuatu tunduk kepadanya. Tetapi barang siapa yang dengan ilmunya menghendaki dunia (harta, jabatan dan kedudukan) maka Allah jadikan ia ketakutan dgn segala sesuatu.

Dan hal itu adalah sifat dari orang orang munafik.  Allah jelaskan contoh orang munafik dlm firmanNya:

يَقُوْلُوْنَ لَئِنْ رَّجَعْنَاۤ  اِلَى الْمَدِيْنَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْاَعَزُّ مِنْهَا الْاَذَلَّ   ۗ  وَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُوْلِهٖ  وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَلٰـكِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ

“Mereka berkata, Sungguh, jika kita kembali ke Madinah (kembali dari perang Bani Mustalik), pastilah orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari sana. Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, Rasul-Nya, dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui.” (QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 8).

Oleh Karena itu, bagi orang yang beriman perkataannya adalah kebenaran dan kebaikan, tidak suka berbohong. Kalau berbuat salah ia akan segera memohon maaf.

Bahkan Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda yang artinya:

Hendaklah kalian selalu jujur, karena kejujuran itu sumber segala kebaikan, dan setiap kebaikan menghantarkan kepada surga. Apabila seseorang berusaha menjadi orang yg jujur maka ia akan dicatat oleh Allah sebagai orang yg jujur. Waspadalah kalian kepada kedustaan, karena dusta itu sumber dari segala macam kejahatan, dan setiap kejahatan menghantarkannya ke dalam neraka. Seseorang yg berbohong maka akan selalu berusaha berbohong sehingga Allah akan catat dirinya sebagai pembohong (pendusta).

Dalam riwayat ada seorang yang menghadap kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin masuk Islam tetapi tidak mau dilarang untuk mencuri, berzina dan berjudi. Dengan bijak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  mengatakan silahkan yang penting jangan sekali kali berbohong. Dengan amanah Rasulullah tersebut maka ia tdk berani lagi mencuri, berzina dan berjudi.

Maka tepatlah janji Allah dalam firmanNya:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar,” (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 70)

يُّصْلِحْ  لَـكُمْ اَعْمَالَـكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ  وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ  فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

“niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung.” (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 71)

Sumber: Transkrip Kajian Tafsir KH. Didin Hafidhuddin di Masjid Al-hjiri 1, Air mancur Bogor, Ahad (11/11/2018).