Seperti Inilah Rasulullah Menyambut Ramadhan [2]: Mengkondisikan Ummat Menyambut Ramadhan

Seperti Inilah Rasulullah Menyambut Ramadhan [2]: Mengkondisikan Ummat Menyambut Ramadhan

Ramadhan merupakan bulan yang mulia dan memiliki banyak keutamaan. Untuk meraih keutamaan tersebut Allah menfardhukan puasa dan Nabi menyunahkan qiyam (shalat tarwih) pada malam hari. Selain itu masih banyak lagi amalan ibadah lainnya yang sangat ditekankan pada bulan ini, semisal Qiratul Qur’an, sedekah, memberi makan, memberi suguhan buka puasa, shalat sunnah, i’tikaf, do’a dan dzikir serta ibadah-ibadah lainnya.

Oleh karena itu dibutuhkan persiapan dan perencaan yang matang bila seseorang ingin meraih manfaat dan faidah berlimpah pada bulan Ramadhan. Gagal menyiapkan dan merencanakan, berarti menyiapkan dan merencanakan untuk gagal. Jangan sampai kita termasuk ke dalam kelompok manusia yang didoakan untuk celaka oleh malaikat Jibril. Lalu diaminkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yakni orang yang berjumpa dengan bulan Ramadhan, tapi bulan Ramadhan berlalu tanpa ia memperoleh ampunan atasa dosa-dosanya. Karena diantara keutamaan Ramadhan adalah menghapuskan dosa yang terjadi diantara dua Ramadhan.

Oleh kerana itu –sekali lagi- menyiapkan diri sangat penting. Para da’i dan muballigh juga dituntut berperan dalam mengkondisikan ummat dan masyarakat, agara mereka merindukan ramadhan. Tentu saja kerinduan yang melahirkan persiapan fisik, psiki, dan ilmu dalam menyambut Ramadhan. Inilah yang kita temui pada sejarah da’wah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jauh hari sebelum Ramadhan, beliau telah mengkondisikan para sahabat untuk siap menyongsong Ramadhan.

Berdasarkan telaah terhadap sejarah da’wah Rasulullah, dijumpai bahwa paling tidak ada dua hal yang beliau lakukan dalam rangka mengkondisikan ummat siap menyambut Ramadhan. Yakni (1) Tabsyir (menyampaikan kabar gembira) akan kedatangan bulan Ramadhan, dan (2) Menjelaskan hukum-hukum puasa. Hal yang petama dilakukan oleh Nabi dengan menyebutkan berbagai fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan bulan Ramdhan serta pelipatgandaan pahala di dalamnya. Sebagaimana ditunjukan oleh hadits-hadits berikut;

  1. Hadits Riwayat Imam Bukhari, “Jika masuk bulan Ramadhan; pintu-pintu langit tebuka, pintu-pintu neraka Jahannam tertutup, dan setan-setan dibelenggu”. (Terj. HR. Bukhari).
  2. Hadits Riwayat Imam Tirmidziy, “Jika masuk malam pertama bulan Ramadhan (masuk); setan-setan dan Jin jahat dirantai, pintu-pintu neraka ditutup dan tidak ada satupun pintu yang dibuka, pintu-pintu surga dibuka dan tidak ada satupun pintu yang tertutup, serta ada suara menyeru; wahai pencari kebaikan, bergegaslah!wahai pencari keburukan, berhentilah! Allah membebaskan hamba-Nya dari neraka pada setiap malam”. (Terj. Hadits hasan Shahih Riwayat Tirmidziy).
  3. Hadits Riwayat Imam Nasai. Rasulullah bersabda, “Ramadhan telah mendatangi kalian. Bulan yang penuh berkah. Allah memfardhukan kepada kalian berpuasa pada bulan ini. Pada bulan ini (pula) pintu langit dibuka, pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup, dan para setan dibelenggu. Pada bulan ini terdapaat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Sesiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka terhalangi dari kebaikan”. (Terj. HHR. Nasai).
  4. Hadits Riwayat Imam Bukhari; “Sungguh, di surga ada satu pintu disebut Ar-Rayyan. Pda hari kiamat nanti para Shaimun (orang-orang yang berpuasa) masuk melalui pintu tersebut. Tidak satupun masuk melaluinya selain mereka. Dikatakan, mana para shaimun? Maka mereka bangkit, lalu masuk ke dalamnya. Tidak ada satupun yang masuk selain mereka. Jika mereka telah masuk, maka pintu itu ditutup, sehingga tidak satupun masuk melaluinya”. (Terj. HR. Bukhari)

Oleh karena itu sebagai bentuk peneladanan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menyambut Ramadhan, hendaknya para da’i dan muballig pro aktif dalam mengkondisikan ummat. Memotivasi mereka untuk menanti dan merindukan Ramadhan serta melakukan persiapan untuk menyambutnya.

Termasuk mengingatkan mereka dengan berbagai keutamaan bulan Ramadhan yang tertera dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Agar mereka terdorong dan tergerak untuk memaksimalkan ibadah pada bulan mulia tersebut.

Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah menjelaskan kepada ummat hukum-hukum fiqih berkenaan dengan ibadah pada bulan Ramadhan. Agar mereka benar-benar melaksanakan ibadah shiyam, zakat, shalat tarwih, sedekah, dan sebagainya berdasar ilmu. Supaya mereka dapat berbulan Ramadhan sesui tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Singkatnya, membekali mereka dengan ilmu seputar fiqh Ramadhan, mengamalkan prinsip al-‘Ilmu qablal qauli wal ‘amal. Wallahu a’lam bis Shawab. Bersambung Insya Allah. (sym).

Sumber: Diadaptasi secara bebas dari kitab, Ha Kadza Kana an-Nabiyyu shallallahu ‘alaihi wa sallam Fiy Ramadhan (Beginilah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan”.

Keutamaan Puasa dan Amal Shaleh Lainnya Pada Hari Senin dan Kamis

Puasa senin dan Kamis

Keutamaan Puasa dan Amal Shaleh Lainnya Pada Hari Senin dan Kamis

Pertanyaan:

Apakah hari senin dan kamis memiliki kedudukan (khusus) dalam syariat Islam? Maksud saya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Saya suka amalanku diangkat dalam keadaan saya sedang berpuasa”, apakah orang yang tidak puasa pada hari tersebut dapat memperbanyak ibadah yang lainnya, sehingga ketika diangkat amalannya ia dalam keadaan beribadah kepada Allah? Ataukah kedua hari tersebut merupakan hari biasa yang tidak adalah amalan khusus padanya kecuali puasa?

Jawaban:

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد

Hari Senin dan Kamis termasuk hari yang utama. Pada hari tersebut amalan-amalan diangkat kepada Allah Ta’ala dan pula pintu-pintu sorga dibuka. Ada anjuran untuk berpuasa pada hari tersebut, sebegaimana dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

تعرض الأعمال يوم الاثنين والخميس، فأحب أن يعرض عملي وأنا صائم. رواه الترمذي وغيره

Amalan-amalan diangkat kepada Allah pada hari Senin dan Kamis, maka saya suka amalanku diangkat dalam keadaan saya sedang berpuasa”. (HR. Tirmidzi dan yang lainnya)

Dalam Shahih Muslim terdapat hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

تفتح أبواب الجنة يوم الاثنين، ويوم الخميس فيغفر لكل عبد لا يشرك بالله شيئا، إلا رجلا كانت بينه وبين أخيه شحناء، فيقال: أنظروا هذين حتى يصطلحا، أنظروا هذين حتى يصطلحا، أنظروا هذين حتى يصطلحا

Pintu-pintu surga dibuka setiap Senin dan Kamis. Pada hari tersebut diampuni setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun (syirik), kecuali seseorang antara dia saudaranya terjadi permusuhan, dikatakan Tangguhkanlah (ampunan) untuk kedua orang ini hingga mereka berdamai, tangguhkan ampunan untuk kedua orang ini hingga mereka berdamai, tangguhkan ampunan untuk kedua orang ini hingga mereka berdamai”.

Imam Az-Zarqani dalam Syarh al-Muwatha mengatakan:

يوم الاثنين ويوم الخميس ـ فيه فضلهما على غيرهما من الأيام وكان صلى الله عليه وسلم يصومهما ويندب أمته إلى صيامهما وكان يتحراهما بالصيام.

Hari senin dan kamis memiliki keutamaan yang tidak ada pada hari-hari lain, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada kedua hari tersebut dan menganjurkan untuk berpuasa, bahkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menjaga puasa pada kedua hari tersebut”.

Seyogyanya pada hari ini (Senin dan Kamis) selain berpuasa seseorang memperbanyak amal shaleh yang lain seperti dzikir, sedekah, dan ibadah-ibadah sunnah, karena hari ini merupakan hari yang utama dan hari dimana amal shaleh diangkat kepada Allah. Disebutkan dalam At-Tanwir Syarh al-Jami’ ash-Shaghir karya Muhammad bin Ismai’il Ash-Shan’ani (w.1182 H), “Dianjurkan berpuasa pada kedua hari ini. Selain itu dianjurkan pula memperbanyak amal shaleh. Karena alasan pengangkatan amal-amal shaleh menyiratkan (anjuran) memperbanyak amal shaleh pada kedua hari ini”.

Imam al-Ghazali berkata dalam Ihya Ulumiddin, “Adapun (waktu yang utama) dalam sepekan adalah hari Senin, Kamis, dan Jum’at. Inilah hari-hari yang utama, sehingga dianjurkan berpuasa (Senin dan kamis) dan memperbanyak kebaikan karena pahalanya dilipatgandakan oleh keberkahan waktu-waktu tersebut”. Wallahu a’lam. (sym).

(Sumber: Islamweb.net).

 

 

Renungan Tentang Al-Qur’an

Renungan Tentang Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan rahmat terbesar dari Allah kepada manusia (Qs. Yunus:57-58). Dan manusia paling beruntung memperoleh rahmat Allah adalah mereka yang dimudahkan oleh Allah mempelajari, menghapal, mengamalkan dan mengajarkan Al-Qur’an. Singkatnya semua kesibukan manusia yang berkaitan dengan Al-Qur’an merupakan rahmat Allah.

Dua  hari terakhir berseliweran di WhatsApp Group (WAG) sebuah tulisan singkat berbahasa Arab tentang Rahmat Allah berupa kemudahan dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an.

****

 

Salah satu rahmat terbesar adalah Allah mengajarkanmu Al-Qur’an. Allah berfirman:

الرَّحْمَن عَلَّمَ الْقُرْآنَ

“ Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah). Yang telah mengajarkan Al-Qur’an”. (QS. Ar Rahmaan: 1-2)

Anda tidak akan pernah dapat mempelajari Al-Qur’an kecuali dengan rahmat dari Allah Jalla Jalaluhu.

 وَمَا كُنْتَ تَرجُوْ أَنْ يُلْقَى إِلَيْكَ الْكِتَابُ (إِﻻَّ رَحْمَةً) مِنْ رَبِّكَ

Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu”. (QS. Al Qashash: 86)

Allah ‘Azza wa Jalla merahmati (menyayangi) seorang hamba lalu mengajarkannya Al-Qur’an;

 

Lalu mereka bertemu dengan) seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami”. (Terj. QS. Al Kahfi: 65)

Kau tidak akan diberikan taufik untuk kekuatan hafalanmu kecuali dengan rahmat dari Tuhanmu

وَلَئِنْ شِئْنَا لَنَذْهَبَنَّ بِالَّذِيْ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ ثُمَّ ﻻَ تَجِدُ لَكَ بِهِ عَلَيْنَا وَكِيْلًا

Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, dan dengan pelenyapan itu, kamu tidak akan mendapatkan seorang pembelapun terhadap Kami (QS. Al Israa’: 86)

(اِلَّا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ)

Kecuali karena rahmat dari Tuhanmu

اَللَّهُمَّ ارْحَمْنَا وَعَلِّمْنَا الْقُرْآنَ وَيَسِّرْهُ لَنَا يَارَحِيْمٌ

Ya Allah, kasihilah dan ajarkanlah kami Al-Qur’an serta mudahkanlah ia bagi kami wahai (Allah) Yang Maha Penyayang

Semoga Allah menjadikan kami dan kalian sebagai para ahli Al-Qur’an dan orang istimewa-Nya.

[sym].

 

Mahasantri AQD Wahdah Jakarta Jalani Kuliah Praktik Dakwah

Mahasantri AQD Wahdah Jakarta Jalani Kuliah Praktik Dakwah

(Depok) wahdahjakarta.com– Ada yang istimewa pada pengajian rutin Jum’at Malam Wahdah Islamiyah Jakarta di Depok, Jum’at (20/4) malam. Setidaknya ada dua yang membuatnya istimewa.  Pertama, Kehadiran Guru Besar Universitas Ummul Quro Makkah Al-Mukarramah, Syaikh. DR. Muhammad As Sahrani.

Kedua, Pelepasan Mahasantri Akademi Al-Qur’an dan Dakwah (AQD) yang akan melaksanakam Kuliah Praktik Dakwah (KPD) selama setahun di Jakarta dan Depok . Istimewanya lagi, pelesapan turut disaksikan Syekh As Sahrani.

Menurut Ketua pelaksana program AQD, Syamsuddin Al-Munawiy, AQD merupakan lembaga kaderisasi serta pembibitan Da’i dan Pengajar Al-Qur’an. “Setelah mengikuti program ini para mahasantri diharapkan menjadi Da’i dan pengajar Al-Qur’an yang tangguh, berakhlaq Qur’ani, dan mandiri”, ujar Ustadz Syam yang juga pimpinan Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Bogor.

Senada dengan Syamsuddin, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Wahdah Islamiyah (DPW) DKI Jakarta dan Depok, Ustadz Ilham Jaya Abdul Rauf, Lc, MHI, mengatakan bahwa program ini digagas untuk menyiapkan tenaga-tenaga da’i yang tangguh di medan dakwah dan memiliki bekal ilmu yang baik.

“Program AQD ini bertujuan untuk menyiapkan da’i-da’i yang tangguh di medan dakwah serta berbekal ilmu-ilmu Islam yang baik”, ucap Ustadz Ilham. “DPW WI DKI Jakarta Depok menggagas program ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap guru-guru Al-Qur’an khususnya di Jakarta dan Depok“, imbuhnya.

Program AQD ini dikelola oleh DPW WI Jakarta dan Depok bekerjasama dengan Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Bogor serta Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Wahdah Islamiyah (Lazis Wahdah).

Program ini dibagi dua termin. Termin pertama selama setahun berupa pembelajaran di ruang kelas yang dipusatkan di Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Bogor di Pakansari Cibinong.

Selama perkuliahan tatap muka para peserta dibekali dasar-dasar ilmu keislaman seperti Hafalan Al-Qur’an, Ulumul Qur’an, Tafsir, Bahasa Arab, Aqidah, Manhaj Ahlussunnah Wal Jama’ah, Hadits dan Musthalahul Hadits, Fiqh dan Ushul Fiqh serta Qawaid Fiqhiyah, Sirah Nabawiyah, Sejarah Dakwah di Indonesia, Tazkiyatun Nafs, dan Fiqh Dakwah.

Selain itu para peserta juga dibekali ketrampilan penunjang seperti Thibun Nabawi, Jurnalistik dan Kepenulisan, Public Speaking, Pengajaran Al-Qur’an metode DIROSA, dan sebagainya.

Termin kedua berupa praktik dakwah secara langsung dengan sistim pendamlingan. Termin ini dijalani oleh para peserta dibtahun kedua setelah kuliah tatap muka di tahun pertama.  Para mahasantri ditempatkan di beberapa wilayah di Jakarta dan Depok seperti Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta  Pusat, Jakarta Utara, dan Depok.

Para mahasantri menyampaikan bahwa program ini sangat bermanfaat dalam mengembagkan potensi dan kemampuan berdakwah.  “Dengan program ini kami banyak mengambil pelajaran dan juga pengalaman”, ujar Muhammad Irsyad mahasantri asal Bombana Sulawesi Tenggara. “Dalam  program ini  kami tidak hanya di ajarkan cara-cara berdakwah, namun ada beberapa pelatihan yang telah kami ikuti seperti; Jurnalistik, kopdar nusantara, bekam, dll”, imbuhnya.

“Kami juga berterima kasih karena kami telah diberikan amanah yang mulia yaitu berdakwah, karena dengan amanah ini bangkit  semangat kami untuk belajar lebih banyak lagi, dan juga dengan amanah ini mengajarkan kami untuk lebih dewasa lagi dalam menghadapi suatu masalah”, ungkapnya. [sym].

Ngaji Spesial Jum’at Malam Bersama Syaikh DR. Muhammad As Sarhani

Ngaji Spesial Jum'at Malam Bersama Syaikh DR. Muhammad As Sarhani

Ngaji Spesial Jum’at Malam Bersama Syaikh DR. Muhammad As Sarhani

Ngaji Spesial Jum’at Malam Bersama Syaikh DR. Muhammad As Sarhani

Hari      : Jum’at, 20 April 2018
Waktu  : Ba’da Maghrib – 20.00 WIB

Tempat : Masjid Al Hijaz, Depok

Diselenggarakan Oleh: Wahdah Islamiyah Jakarta (wahdahjakarta.com
) Live streaming Facebook: Wahdah Islamiyah Jakarta

Biodata Singkat Syaikh Ahmad As Sarhani:

  1. Guru besar di Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Ummul Qura
    Spesialisasi: ORIENTALISME
  2. Pengalaman:

– Mantan Kepala Depertemen Dakwah dan Kebudayaan Islam
– Mantan Wakil Dekan Pasca Sarjana
– Mantan Dekan Fakultas Da’wah dan Ushuluddin

  1. Jabatan Saat Ini
  • Guru Besar Orientalisme
  1. Penilitian-penelitian Ilmiah

– Studi kritis sikap orientalis terhadap ibadah-ibadah di dalam Islam

  • Sikap Orang-orang Arab Terhadap Orientalisme
  • Edward Said dan Sikapnya Terhadap Orientalisme

  • Studi Kritis Perempuan dalam Islam Menurut Orientalisme

  • Studi Analitis Syi’ah Isna Asyariyah Menurut Orientalisme

  • Studi Anlisis Hubungan Orientalisme dengan Ilmu Sosial (Sosiologi)

  • Studi Analisis Gambaran/Citra Orientalis Terhadap Orang2 Arab dalam Film Hollywood

  1. Kegiatan Ilmiyah
  • Pembimbing beberapa penilitian ilmiyah/ karya ilmiah
  • peserta dalam di bebagai pertemuan2 ilmiah

Wahdah Islamiyah Imbau Masyarakat Perbanyak Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban

Sya’ban Gerbang Ramadhan

Wahdah Islamiyah Imbau Masyarakat Perbanyak Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban

(Makassar) wahdahjakarta.com– Dewan Sayari’ah Wahdah Islamiyah (DS WI) mengimbau kader dan kaum Muslimin secara umum untuk memperbanyak puasa Sunnah pada bulan Sya’ban. Imbauan ini disampaikan DS WI yang diketuai Ustadz DR. Muhammad Yusran Ansar dalam rangka memaksimalkan ibadah pada bulan Sya’ban.

“Memutuskan dan mengimbau kepada seluruh anggota Wahdah Islamiyah di seluruh wilayah dan daerah dan kaum muslimin secara umum bahwa,  . . . .  . . . . . . . . 2. Memperbanyak amalan saleh pada bulan Sya’ban utamanya puasa sunnah dan membaca Al-Quran, sebagai bekal menghadapi bulan suci Ramadhan”, sebagaimana tertulis dalam surat edaran DS WI tertanggal 1 Sya’ban 1439 H yang jatuh pada malam Selasa (17/04/2018).

Berikut salinan lengkap edaran DS WI:

Dewan Syariah Wahdah Islamiyah, berdasarkan atas:
1. Hadits Rasulullah  yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu;

«أَحْصُوا هِلاَلَ شَعْبَانَ لِرَمَضَانَ»

Hitunglah hilal bulan Sya’ban untuk mengetahui bulan Ramadhan” (dihasankan oleh Syaikh al-Albani)

2. Hadits Rasulullah  yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, dari Aisyah –radhiyallahu ‘anha-:

«لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ »

Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak pernah berpuasa dalam satu bulan (selain Ramadhan) melebihi puasa beliau di bulan Sya’ban

3. Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Nasai dan Imam Ahmad ketika Usamah bin Zaid radhiyallahu anhuma bertanya kepada beliau tentang banyaknya puasa beliau di bulan Sya’ban maka beliau shallallahu alaihi wasallam menjawab,

«ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ»

Bulan Sya’ban banyak manusia lalai padanya karena terletak diantara bulan Rajab dan bulan Ramadhan dan pada bulan Sya’ban amalan-amalan kebajikan diangkat (dilaporkan) kepada Allah maka aku suka jika amalanku diangkat sedang aku dalam keadaan berpuasa” (dishahihkan oleh Imam ibnu Khuzaimah dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani)

4. Salamah bin Kuhail dan Habib bin Abi Tsabit rahimahumallah, kedua tabi’in ini pernah mengatakan, “Bulan Sya’ban adalah bulannya para pembaca Al-Quran” (Lathaif al Ma’arif, hal 135).

5. Hasil pemantauan Tim Rukyatul Hilal Komisi Rukyat dan Falakiyah (KRF) Dewan Syariah Wahdah Islamiyah pada tanggal 29 Rajab 1439 H/ 16 April 2018 M di berbagai wilayah Indonesia dan laporan Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) bahwa hilal Sya’ban terlihat di bukit Condrodipo dan Pelabuhan Ratu.

Memutuskan dan mengimbau kepada seluruh anggota Wahdah Islamiyah di seluruh wilayah dan daerah dan kaum muslimin secara umum bahwa :
1. Awal bulan Sya’ban 1439 H bertepatan dengan hari Selasa 17 April 2018 M.

2. Memperbanyak amalan saleh pada bulan Sya’ban utamanya puasa sunnah dan membaca Al-Quran, sebagai bekal menghadapi bulan suci Ramadhan.
3. Penentuan awal bulan suci Ramadhan 1439 H insya Allah akan ditetapkan kemudian dengan melakukan pemantauan hilal Ramadhan pada hari Selasa tanggal 15 Mei 2018 M dan menunggu keputusan sidang itsbat dari pihak pemerintah.

Makassar, 1 Sya’ban 1439 H
17 April 2018 M

DEWAN SYARIAH WAHDAH ISLAMIYAH

(Sumber: http://wahdah.or.id).

LAZIS Wahdah Launching Program Ramadhan 1439 H

Ketua Lazis Wahdah Ustadz Syahruddin Melaunching Program Ramadhan 1439 H

LAZIS Wahdah Launching Program Ramadhan 1439 H

(Makassar) wahdahjakarta.com — Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Wahdah Islamiyah (Lazis Wahdah) melaunching Program Ramadhan 1439 H. Program rutin Lazis Wahdah ini dilaunching Direktur LAZIS Wahdah, Ustadz Syahruddin C Asho, Selasa (17/4) lalu di Masjid Anas bin Malik Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar,  Jl. Inspeksi PAM Manggala kota Makassar.

Beberapa program yang dicanangkan LAZIS Wahdah meliputi Kado Lebaran Yatim, Tebar Al-Qur’an Nusantara, Bigkisan Lebaran Dai, Tebar Ifthor (buka puasa) Nusantara, dan Tebar Mukena.

”Tema program Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan Ukhuwah Bersatu Membangun Negeri,” ujarnya dihadapan ribuan peserta pengajian akbar yang hadir. [laziswahdah.com].

Info donasi dan kegiatan LAZIS Wahdah Jakarta: 08119787900 (call/wa/sms)

 

Pameran buku Islam 17th IBF 2018 Dibuka Wakil Ketua DPR

Pameran buku Islam 17th IBF 2018 Dibuka Wakil Ketua DPR

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Perhelatan Pameran buku Islam 17th Islamic Book Fair (IBF) ke-17 resmi dibuka oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, pada Rabu (18/04/2018) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan Jakarta. Tema yang diangkat pada IBF kali ini “Meraih Kejayaan Islam Melalui Literasi”.
Dalam sambutannya, Fadli Zon mengatakan, seharusnya IBF yang ada di Indonesia adalah IBF yang terbesar di dunia. Sebab Indonesia adalah negeri Muslim terbesar di dunia.

Fadli menilai, kegiatan IBF sangatlah penting karena menunjukkan potret sebuah peradaban. Di saat hidup di era digital, dimana banyaknya buku elektronik, ternyata masih mampu menggelar pameran buku-buku cetak. “Ini satu hal yang luar biasa,” ucapnya mengapresiasi.
Menurutnya tema IBF sangatlah tepat. Sebab pada abad pertengahan, tuturnya, Islam maju karena memelihara dan melahirkan literasi yang luar biasa melalui madrasah-madrasah.

Al-Ghazali, kata dia, sudah menulis buku Ihya Ulumuddin pada tahun 1100. Sementara di dunia Barat saat itu belum ditemukan cetakan-cetakan yang sejenis dan sama kualitas intelektualnya dengan karya Al-Ghazali itu.
Menurut Ketua panitia IBF 2018 M Anis Baswedan pameran ini diikuti sebanyak 151 penerbit dan 78 non-penerbit, empat stan instansi pemerintah, dan 28 media partner yang menempati 274 stan. “Kami berharap, peserta yang ikut dalam pameran ini sukses mendapatkan apa yang menjadi keinginan bersama dalam menawarkan produk-produknya kepada masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Direktur Akbar Media ini menjelaskan, melalui pameran Islamic Book Fair ini diharapkan mampu menumbuhkan minat baca masyarakat Indonesia menjadi lebih baik lagi. “Karena itulah, kami mengangkat tema pameran ini “Meraih Kejayaan Islam Melalui Literasi” agar semakin tumbuh minat baca masyarakat Indonesia, khususnya pada buku-buku keislaman,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta, Hikmat Kurnia. Menurut Hikmat, tema tersebut diangkat dengan tujuan semakin tumbuh kesadaran masyarakat Indonesia pada dunia literasi. “Umat Islam pernah berjaya melalui literasi. Lihatlah dinasti Abbasiyah yang sukses menciptakan golden age (masa keemasan dan kejayaan) Islam dengan dunia literasinya,” kata dia.

Dan pada masa itu pula lahir tokoh-tokoh Muslim kenamaan, seperti Imam Al-Ghazali, Al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, dan berbagai tokoh muslim lainnya. Bahkan pada masa Dinasti Abbasiyah itu pula, muncul sekolah Islam ternama, yakni Nizhamiyah, dan perpustakaan yang mengagumkan, yaitu Baitul Hikmah. “Dengan spirit itu, kita berharap, semakin tumbuh budaya baca dan menulis,” ujarnya.

Pameran Islamic Book Fair tahun ini menghadirkan sejumlah pejabat dan tokoh ulama serta penulis ternama, seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr TGH Zainul Majdi MA (Tuan Guru Bajang), Fadli Zon, wakil ketua DPR, Ustaz Abdul Somad Lc MA, Ustaz Adi Hidayat, Ustaz Bachtiar Nasir, Ustaz Salim A Fillah, KH Adrian Mafatihullah Karim, dan Syaikh Mahmud Al-Mishri.

Sedangkan penulis terkemuka yang dipastikan hadir untuk membedah karya-karyanya adalah Habiburrahman El Shirazy, Tere Liye, Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Hanum Rais, Wirda Mansur, dan lainnya. [sym/wahdahjakarta.com].

Meriahkan IBF 2018, Pustaka Al-Kautsar Hadirkan Penulis Buku “Semua Ada Saatnya”

IBF 2018

Meriahkan IBF 2018, Pustaka Al-Kautsar Hadirkan Penulis Buku “Semua Ada Saatnya”

(Jakarta) wahdahjakarta.com– Perhelatan tahunan Islamic Book Fair 2018 yang diselenggarakan pada 18-22 April 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, akan dimeriahkan dengan kehadiran penulis dan dai internasional asal Mesir, Syaikh Mahmud Al-Mishri.

Kehadiran penulis ratusan judul buku tersebut ke Indonesia atas undangan penerbit Pustaka Al-Kautsar.

Syaikh Mahmud Al-Mishri akan membedah buku hasil karyanya yang berjudul “Semua Ada Saatnya” di Panggung Utama IBF 2018, pada Kamis (19/4) pukul 12.30-14.00 WIB. Dalam buku tersebut, penulis yang akrab dipanggil Abu Ammar ini mengajak pembaca untuk merenungi makna kehidupan lewat berbagai kisah-kisah inspiratif yang menambah keimanan. Ia juga mengajak pembaca agar hidup seimbang, untuk kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.

Buku “Semua Ada Saatnya” yang diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar dan diterjemahkan oleh dai fenomenal Ustadz Abdul Somad, MA., itu sampai saat ini terus mendapat antusias pembaca yang sangat luar biasa. Dalam hitungan bulan, buku ini sudah terjual puluhan ribu eksemplar dan masuk dalam kategori “National Best Seller”.

Syaikh Mahmud Al-Mishri yang saat ini lebih banyak bermukim di Saudi Arabia ini mendapatkan ijazah  menamatkan kutubussittah dan ilmu-ilmu syariah dari Dr. Muhammad Ismail Al-Muqadam. Ia juga mendapat gelar Doktor Honouris Causa sebagai salah seorang dari tujuh tokoh berpengaruh di Timur Tengah.

Selain sebagai penulis, Syaikh Al-Mishri juga aktif sebagai dai internasional dan menghadiri berbagai konferensi internasional di Amerika, Eropa, dan negara-negara Teluk. Beberapa negara yang pernah dikunjungi dalam safari dakwahnya adalah Inggris, Belgia, Belanda, Italia, Perancis, Belgia, dan lain sebagainya. Ia juga pernah meraih penghargaan internasional dalam bidang Al-Qur’an dari Uni Emirat Arab dan Libya.

Selain buku “Semua Ada Saatnya” karya Syaikh Al-Mishri yang diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar adalah Rihlah Ilaa Daaril Akhirah (Tamasya ke Negeri Akhirat) dan Qashash Al-Qur’an li Al-Athfal (Kisah Istimewa Al-Qur’an untuk Anak).  Buku-buku karya lainnya adalah; Syarh Riyadus Shalihin ( 7 jilid), Ashab Ar-Rasul (2 jilid), Qashash Al-Anbiyaa’, Sirah Ar-Rasul, Asrar Al-Fitan baina Ash-Shahabah, Qashash At-Tabi’in, Al-Fiqh Al-Muyassar li Al-Mar’ah Al-Muslimah, Syarh Al-Ahadits Al-Qudsiyah, Laa Tahzan wa Ibtasim li Al-Hayah, Rijaal laa Yansaahumu At-Tarikh, Nisaa’ Al-Anbiya’, Ahdats Nihayah Al-‘Alam, Mausu’ah Akhlaq As-Salaf, dan lain-lain.

Selain membedah buku karyanya di IBF 2018, Syaikh Mahmud Al-Mishri juga akan memberikan ceramah umum di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/4), bakda shalat Maghrib.

Ia juga akan bersilaturrahim dengan para tokoh, ulama, asatidz, dan aktifis Islam Indonesia. Dalam pertemuan tersebut diharapkan terbangun ukhuwah dan saling tukar gagasan bagi kemajuan kaum muslimin di negeri ini.

Pustaka Al-Kautsar berharap kehadiran ulama asal Mesir ini bisa memberikan pencerahan bagi umat Islam Indonesia dan memicu semangat untuk meraih kejayaan Islam.

“Kita bersyukur bisa menghadirkan ulama internasional, dengan harapan beliau bisa lebih mengenal Indonesia dan memberikan pencerahannya bagi kaum muslimin di sini,” ujar Tohir Bawazir, Direktur Pustaka Al-Kautsar. (AW/Pustaka Al-Kautsar)

Sambut Ramadhan, Wahdah Islamiyah Makassar Gelar Dialog Ramadhan

(Makassar) wahdahjakarta.com – Menyambut bulan Ramadhan 1439 H Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah (DPD WI) Makassar akan menggelar Dialog Ramadan, pada sabtu-ahad (5-6 Mei 2018) mendatang.

Dialog Ramadhan ini akan mengangkat tema “Mengupas Tuntas Masalah Ramadhan”.

Panitia akan  menghadirkan Ketua Dewan Syariah Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah sekaligus Direktur STIBA Makassar Ustadz DR. Muhammad Yusran Anshar, Lc., MA. dan Ketua Dewan Syuro’ Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil, Lc., M.H.I.

Ketua Panitia Dialog Ramadhan, Abdul Haris mengatakan Dialog Ramadhan ini bertujuan untuk mengupas tuntas seputar Ramadhan sebagaimana tema yang diangkat serta sebagai momentum pembekalan menyambut Ramadhan.

“Dalam acara ini akan mengupas tuntas persoalan-persoalan Ramadhan berupa amalan dan larangan, tentu kita ingin mengerjakan amalan terbaik kita di Bulan Ramadhan”. Jelasnya.

Abdul Haris juga mengatakan pembekalan Ramadhan tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena pembekalan ini akan memberikan kesempatan lebih kepada peserta untuk lebih banyak berinteraksi.

“Pembekalan tahun kemarin menghadirkan 4 pemateri dalam 2 hari namun tahun ini menghadirkan 2 pemateri sehingga memberi kesempatan kepada peserta bertanya dan berdialog”. Tutupnya. [Arsul/Muh Akbar].