10 Langkah Hafal Qur’an (1): Ikhlas

Hafal Qur'an

Santri Penghafal Qur’an. Photo: Istimewa.

10 Langkah Hafal Qur’an (1): Ikhlas

Al-Qur’an adalah firman Allah Ta’ala. Ia adalah sebaik-baik dan semulia-mulia perkataan. Allah tidak akan menganugrahkan kenikmatan menghafal al-Quran, kecuali kepada mereka yang berniat ikhlas hanya untuk diri-Nya.

Manusia yang beramal tanpa disertai niat yanga ikhlas untuk Allah maka amalannya akan seperti debu yang dihembuskan. Ia tidak mendapat pahala kecuali dengan niat yang benar.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرء مانوى

Setiap amalan tergantung kepada niat dan setiap orang akan mendapatkan sesuatu sesuai apa yang ia niatkan.”(HR.Al-Bukhari)

Tahfidz Weekend

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

من تعلم العلم مما يبتعغى به وجه الله لايتعلمه إلا ليصيب به عرضا من الدنيا لم يجد عرف الجنة يوم القيامة

Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang seharusnya ia niatkan untuk mendapatkan wajah Allah, namun ia mempelajarinya hanya untuk mendapatkan dunia maka (pada Hari Kiamat) ia tidak akan mencium aroma surga.”

Cukuplah hadits ini sebagai peringatan dan ancaman bagi kita, marilah berdoa kepada Allah agar memperbaiki niat dan amalan dan menjadikan orang-orang yang ikhlas.
(Syekh Hasan bin Ahmad bin Hasan Hamam, Kaifa Tahfadzul Qur’an Fi ‘Asyi Khuthuwat, hlm. 18-20).

Posted in Al-Qur'an, Artikel and tagged , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.