DPW DKI Jakarta dan Depok

Jilbab-in Hati, Emang Bisa?

501


Ukhti Muslimah,

Tak sedikit dari kita yang terkadang ditanya “Neng, kenapa belum berhijab?, kan lebih cantik berhijab atuh?”, tetapi jawabannya adalah “Mau jilbabin hati dulu”. Padahal ya, kalau hati bukan dijilbabin tetapi diperbaiki dan dijaga.

Berhentilah ukhti dengan selalu berkata “Mau jilbabin hati dulu” saat diberitahkan untuk menutup aurat secara sempurna. Ingatlah, dirimu indah apabila mengenakan hijab, sebab apa? Sebab dengan hijab kau akan terpelihara dari berbagai fitnah lelaki yang bukan mahram dan juga sebagainya yang sekiranya akan mencelakanmu.

Baca Juga: Jilbab dan Cadar di Indonesia 

Dan ingatlah selalu dengan baik, bahwa jilbab itua adalah kewajiban setiap muslimah yang telah baligh dan berakal, bukan setiap muslimah yang telah baik hatinya. Lalu, untuk apa masih ingin menunggu baik hati dulu untuk menutup aurat, dan alangkah lebih baiknya bila kau jalankan keduanya dengan bersamaan, yaitu sama-sama memperbaiki keadaan lahiriah, dan kemudian memperbaiki keadaan bathiniah.

Baca Juga: Jadilah Seperti Bunga


Yang berjilbab belum tentu shalihah. Tapi yang shalihah pasti berjilbab. Jadi, yang bilang ‘Udah deh, jilbab itu nggak wajib kok. Jilbab itu kayak yang saya pake, jangan deh sok ke arab-arab-an”. Kalau ada orang bicara seperti ini anggap saja dia sedang melawak. Perkataannya tak berisi, silakan doakan dia agar diberi hidayah.


……………….
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah” (HR Muslim No. 1467)

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: