15  Nasihat dalam Memanfaatkan Sepuluh Hari  Pertama Bulan Dzulhijjah

15  Nasihat dalam Memanfaatkan Sepuluh Hari  Pertama Bulan Dzulhijjah

Khalid bin Ali Al-Jureish

 

Saudaraku,

Sepuluh Hari  pertama bulan Dzulhijjah ini adalah hari-hari yang paling mulia dalam hidupmu, detik-detiknya bagaikan harta karun, malam dan siangnya bagaikan perbendaharaan yang mahal. Karena pada hari-hari yang mulia ini berkumpul ibadah-ibadah pokok seperti puasa, sedekah, haji, shalat, dll, seperti yang dikatakan oleh Ibn Hajar rahimahullah.

Saya ingin menyampaikan nasihat ini kepada saudaraku tentang pentingnya memanfaatkan hari-hari yang penuh kemuliaan ini 10 hari pertma bulan Dzulhijjah. Bersemangatlah dalam melakukannya dan mempraktekkannya serta menyebarkannya kepada hamba Allah yang lain, Semoga Allah ‘Azza wa jalla memberikan pahala kepadak,  kepadamu, dan kepada meraka.

Pertama, Latihlah Dirimu dalam Melakukan Amal Sholeh

Sesungguhnya melatih diri untuk melakukan amalan sholeh sebelum memasuki 10 hari yang mulia itu penting. mengapa? Untuk mempersiapkan diri menghadapinya, dan meningkatkan amalan, dan agar kamu bisa mengontrol dirimu ketika memasukki 10 hari yang mulia, sehingga menguatkan azzammu dan memaksimalkan tekadmu.

Kedua, Bersungguh-sungguhlah

Saudaraku, betapa bagusnya jika kau membuat kegiatan ibadah pada 10 hari yang mulai ini dengan berbagai macam ibadah didalamnya, tetapi waspadalah pada pemutus dan penghalang ibadah, karena dia dimulai dari yang kecil kemudian membesar, maka berhati- hatilah, putuskan penghalang tersebut diawal kemunculannya, dan bersungguh-sungguhlah pada hari itu, karena waktu tersebut mulia dan agung.

Ketiga, Jangan Abaikan Dzikir Ini

Dzikir ini jika seratus kali sehari, menghapus dosa-dosa. Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

«Siapa yang mengucapkan سبحان الله وبحمده dalam sehari 100 kali, dihapuskan kesalannya walaupun kesalahannya sebanyak buih di lautan». (HR Al-Bukhari).

Hal ini juga mirip dengan hadits Shahih Muslim dari hadits Sa’d  radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam bersabda: «Maka dituliskan baginya seribu kebaikan atau dihapuskan baginya seribu kesalahan».

Maka usahakanlah di sepuluh hari yang mulia ini mengawali dan membiasakan dzikir tersebut, walaupun belum pernah melakukan sebelumnya. Lalu lanjutkan selama hidupmu. Melakukan amalanini  tidak membutuhkan waktu lebih dari dua menit. Dan jangan lupa  ajarkan kepada orang lain, karena “yang menunjukkan kebaikkan seperti orang yang melalukannya.

Jadikan  ibadah tersebut sebagai kebiasaan dalam hidupmu, dan jika kau bisa dalam 10 hari yang mulia itu, jangan bosan dalam berdzikir, bertakbir, bertasbih dll, maka lakukanlah, karena setiap  yang kamu ucapkan atau lakukan, menjadi tabunganmu pada timbangan kebaikanmu yang akan membuatmu bahagia di hari kiamat. Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam bersabda  « Hendaklah lidahmu selalu basah dengan dzikirullah (menyebut nama Allah )’Azza wa jalla».

Baca Juga  Ramadhan Kian Mendekat, Segera Qadha Hutang Puasa

Keempat: Jangan Abaikan 3.000. 0000 Kebaikan

Salah satu karunia Allah dan rahmat-Nya bahwa setiap huruf Al-Qur’an yang engkau baca dari dibalas 10 kebaikan atau lebih. Nah, salahsatu yang dapat dilakukan dalam 10 hari ini adalah membaca sejumlah ayat pada setiap shalat.  Jika  engkau membaca di setiap selesai sholat  satu juz, maka engkau telah mengkhatamkan hampir dua kali khatam selama 10 hari dan setiap khatam pahalanya lebih dari 3.000.000 (tiga juta) kebaikan.

Kelima: Jangal Lupa Dzikir Ini

Jangan lupakan dzikir

“لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير

Tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah saja yang tidak ada sekutu bagi-Nya, kerajaan dan pujian milik-Nya dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu

Ini adalah  dzikir yang agung. Jika  engkau  mengucapkannya sepuluh kali, engkau seperti orang yang membebaskan empat budak, bahkan jika engkau mengucapkannya sebanyak seratus kali, dan sangat gampang dan mudah bagi yang diberi taufik oleh Allah, engkau seperti orang yang membebaskan sepuluh budak, Allah Akbar!

Ini adalah amalan yang mudah setara dengan pahala membebaskan budak. Maka nasihatku padamu, mulailah dengannya di 10 hari yang mulia walaupun engkau belum pernah melakukannya. Lalu lanjutkanlah amalan ini karena dia adalah kebaikan yang agung. Ia akan menjadi tabunganmu pada hari kiamat.  Amalan  tersebut tidak membutuhkan waktu lama, tidak sampai sepuluh menit. Dzikir ini dapat kau ucapkan dalam satu waktu atau pada waktu yang berbeda dalam satu hari.

Keenam, Program Amal Sholeh Bersama Keluarga

Sepuluh hari pertama bulan  Dzulhijjah adalah kesempatan yang terbatas, sedikit dan cepat berlalu. Maka  sebaiknya engkau membuat kegiatan-kegiatan ibadah untuk keluargamu untuk investasi pahala. Buat berbagai program  macam amalan sholeh dan kamu akan turut mendapatkan pahala dari apa yang dikerjakan oleh keluargamu. Berusalah  memotivasi mereka dalam merutinkan amal sholeh. Libatkan mereka dalam menyusun dan merencanakan kegiatan-kegiatan tersebut.

Ketujuh: Jangan Lewatkan Kegiatan Dakwah

Sesungguhnya menunjukkan kebaikan pad orang lain, dan mengingatkan mereka adalah amalan sholeh yang efektif, karena pahalanya jika mereka melakukannya akan kembali kepadamu seperti pahala mereka, dan tercatat di sisi Allah Ta’ala pada timbangan kebaikanmu, apalagi di sepuluh hari yang mulia ini. Maka  bersungguh-sungguhlah pada hari iini, karena pada hari ini ladang pahala terbentang luas yang berlipat ganda. Rasulullah shallahu ‘alaihi wassalam bersabda: « Siapa yang menunjukkan kebaikan maka baginya seperti pahala yang melakukannya». (HR Muslim).

Baca Juga  Puasa Muharram, Puasa Paling Utama Setelah Puasa Ramadhan  

Kedelapan, Belajar Bersama Keluarga

Saudara[i]ku,  membacalah tentang sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah, dan berusahalah  menerapkan setiap apa yang engkau baca untuk meraih ilmu dan amal sekaligus. Dan   alangkah indahnya jika keluarga berkumpul untuk membaca seperti ini, agar keluarga tersebut meraih dua kebaikan, ilmu dan amal.

Semoga  kegiatan belajar keluarga ini menjadi rutinitas pekanan sepanjang tahun, dan disarankan di hari selain 10 hari dzulhijjah untuk kegiatan belajar bersama keluarga membaca kitab Arbi’un dalam sebuah majelis untuk tarbiyah keimanan.

Kesembilan, Dakwah Kepada Teman Sejawat

Saudaraku, berusaha keraslah untuk mengingatkan teman-temanmu tentang mengambil keutamaan di sepuluh hari yang mulia ini. Bisa jadi salah satu dari mereka mendengarnya darimu sekarang dan dia melakukannya dalam hidupnya, dan pahala itu akan terus mengalir untukmu. Jangan  remehkan kalimat kebaikan yang engkau ucapkan atau amalan yang kau ingatkan.

Kesepuluh, Tebarkan Kebaikan Melalui Sarana Komunikasi, Media Online dan Sosial (Medsos)

Manfaatkan berbagai sarana komunikasi (median online dan medsos) untuk menyadarkan tentang pentingnya memanfaatkan 10 hari yang mulia ini. karena sarana komunikasi ini sangat cepat menyebar, masuk di setiap rumah.  Jadilah  pelopo kebaikanr yang aktif menyebarkan keutamaan tersebut dengan tetap berhati-hati agar tidak menyebar sesuatu kecuali yang benar dan pasti. Melalui pesan-pesan ini engkau telah melakukan peran yang besar seperti khatib dan da’i, karena di depanmu ribuan manusia, maka jangan menganggap remeh hal ini.

Kesebelas;

Salah satu amalan sholeh pada 10 Hari dzulhijjah adalah membaca Al-Qur’an, tasbih, takbir, tahmid, tahlil, puasa, dan sholat, dan lain lain dari amalan sholeh, dan alangkah baiknya amalan-amalan ini dan yang lain dijadwalkan dan diamalkan dan diintropeksi diri tentang amalan tersebut, karena hari-hari ini sangat perlu ditulis, diperhatikan, dan direncanakan dan baiknya sebelum memasukki 10 hari tersebut, dan jangan lupa menginfokan orang lain tentang hal itu.

Keduabelas, Walaupu Hanya Sekali Kumpulkan Empat Amalan Ini dalam Sehari 

Disebutkan  dalam hadits  Bukhari tentang Abu Bakr ketika Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Shahabat: «Siapa di antara kalian yang berpuasa hari ini?”Saya”, jawab Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu.  Siapa yang hari ini mengikuti (mengantar)  jenazah?” tanya Nabi lagi, “Saya”, jawab Abu Bakar lagi. Nabi  shallalahu ‘alaihi wasallam melanjutkan pertanyaannya, “Siapa yang memberi makan orang miskin hari ini?, Abu Bakar kembali menjawab: “Saya”.  “Siapa yang hari ini telah menjenguk orang sakit, tanya Nabi yang keempat kalinya.  Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu menjawab kembali, “Saya”. Lalu Rasulullah shallalhu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seluruh perkara tersebut terkumpul pada diri seserang melainkan dia akan masuk surga »..

Baca Juga  Keutamaan Bulan Ramadhan [2]:  Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup, dan Setan Dibelenggu

Dalam  hadits ini dinyatakan empat hal, cobalah untuk mengumpulkannya walaupun di beberapa hari pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini karena dia adalah keuntungan yang besar.

Tiga Belas, Jangan Lengah

Jangan berpikir bahwa syaitan akan meninggalkanmu di hari-hari mulia ini, tetapi dia akan menghalangimu lebih dari hari-hari yang lain, mengapa? Untuk menjauhkanmu dari harta(pahala) yang besar, maka jadilah anda pemenang dan syaitan yang kalah, karena sesungguhnya tipuan syaitan itu lemah dan hari-hari yang mulia itu sedikit dan cepat berlalu.

Keempat Belas, Ingat! Amal Shaleh di Hari-hari Ini Lebih Dicintai Allah

Intatlah selalu  hadits Nabi shallalhu ‘alaihi wasallam: “Tidak ada amalan shalih yang lebih dicintai Allah daripada beramal di hari-hari ini hari-hari yang sepuluh.”

Maka Hadits ini adalah stimulus yang besar untuk memperkuat tekadmu dalam melakukan amalan sholeh di sepuluh hari yang mulia ini. Cukuplah  bagimu bahwa hari tersebut adalah hari-hari yang terbaik dalam hidupmu, dan bahagiamu sampai pada hari-hari ini juga adalah pendorong yang besar dan agung.

Lima Belas, Sebarkan Nasehat Ini Seluas-luasnya

engkau menyebarkan nasihat-nasihat seperti ini merupakan tanda kebaikan dan menyampaikannya kepada orang lain adalah kebaikan yang besar. Karena hal itu memotivasi orang lain dalam melejitkan pahala pada hari-hari ini.

Semoga Allah memberkati kita dalam amalan kita dan umur kita, dan memperbaiki niat kita dan keturunan kita, dan menerima amalan sholeh kita, dan  semoga shalawat dan keselamatan tercurahkan selalu kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarganya dan sahabatnya semuanya. [Muttazimah/ed:sym].

Sumber: Khamsa ‘Asyrah Washiyah fi Istitsmarm ‘Asyr Dzil Hijjah, Oleh Penulis: Khalid bin Ali Al-Jureish, Alihbahasa Oleh: Muttazimah

Tahfidz Weekend
Posted in Kajian, Tazkiyah and tagged .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.