18 Tahun yang Sangat Mengharumkan

18 TAHUN…

Namanya Ibn al-Ha’im.
Ia adalah guru alias syekh
dari seorang ulama hadits terkemuka:
al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalany…

Anda tahu:
“Bulugh al-Maram”, “Fath al-Bary”, dan sederet judul lainnya…
Itu secuil karya Ibnu Hajar.

Nah, tentang gurunya, Ibnu al-Ha’im itu,
Ibnu Hajar mengatakan:

“Beliau seorang imam dalam fiqih.
Imam dalam balaghah.
Imam dalam Nahwu.
Suaranya indah membaca al-Quran.
Ia pernah mengimami kami di bulan Ramadhan.
Akhlaknya begitu luhur…”

Ibnu Hajar lalu bertutur tentang hal-hal menakjubkan tentang Ibnu al-Ha’im,
lalu ia menutupnya dengan mengatakan:
“…Semoga Allah mengaruninya Surga,
ia meninggal dunia saat berusia 18 tahun!”


Apa yang Anda pikirkan sekarang?
Berapa usia kita hari ini?
50 tahun?
40 tahun?
30 tahun?

Andai dunia selesai untuk kita,
hari ini atau esok,
apa yang sudah kita punya?
apa yang akan dikenang tentang kita?
dan yang lebih pentinh dari itu:
apa kita di sisi-Nya?
seharum apa nama kita di langit?

Syukurlah…
Jika hari ini kita taubat sepenuh jiwa,
kelam hitam masa lalu akan dihapusNya.
Jika hari ini kita perbaiki diri yang payah,
cahaya kejayaan itu perlahan menerangi.

Maka…
Sesalilah yang lalu secukupnya,
Sesalilah keterlambatanmu sewajarnya,
Lalu segeralah bekerja…
bekerjalah penuh sungguh,
Allah akan menyempurnakan kesungguhanmu.

Akhukum,
Muhammad Ihsan Zainuddin

1000 Quran untuk Palu dan Indonesia
Baca Juga  Haramnya Boros dalam Makan dan Minum
Posted in Artikel and tagged , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.