Bersih dan Berkah di Hari Raya Idul Adha

Bersih dan Berkah di Hari Raya Idul Adha

Bersih dan Berkah di Hari Raya Idul Adha

Mari jaga kebersihan dan kesehatan lingkungan

إن الله جميل يحب الجمال

“Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan”

RAPI

Bawa kembali alas sholat, Koran bekas, dan buang ke tempat sampah

SEHAT
Siapkan sarana penampungan, pemotongan dan tempat pembagian daging yang memadai. Orang-orang yang terlibat dalam pemotongan dan penanganan daging harus sehat dan berpakaian bersih.

PENDAM
Pendam dengan baik limbah binatang kurban, olah menjadi pupuk, atau buang ke TPS / TPA dan jangan buang di sungai.

KRESEK PUTIH
Jangan gunakan kresek hitam untuk membungkus daging kurban.Gunakan kantung plastik ramah lingkungan, daun, kantung kertas, atau kardus.

[UZR]

wahdahjakarta.com

fanspage wahdah jakarta

Etika Menghadiri Shalat Idul Adha

Shalat Idul Adha

Jadwal Shalat Idul Adha Wahdah Islamiyah Jakarta

Etika Menghadiri Shalat Idul Adha

Ied merupakan hari istimewa, sehingga sudah seyogyanya setiap Muslim menghadirinya dengan memperhatikan adab dan etika yang dituntunkan oleh Nabi Muhammad shallallhu ‘alaihi wa sallam. Tulisan singkat ini akan menguraikan secara sederhana beberapa adab yang hendaknya diperhatikan ketika menghadiri shalat Idul Adha.

  1. Mandi sebelum keluar ke tempat shalat ied.

  2. Dianjurkan tidak makan terlebih dahulu, tetapi makan setelah kembali dari pelaksanaan shalat ‘ied, dan lebih dianjurkan jika makan daging hewan qurban.

  3. Dianjurkan bertakbir. Takbir pada hari Idul Adha dianjurkan mulai setelah shalat subuh pada 9 dzulhijjah, dan berakahir pada hari terakhir hari Tasyriq (sore hari 13 Dzulhijjah).

  4. Berhias dan mengenakan pakaian terbaik.

  5. Melalui jalur jalan yang berbeda saat berangkat ke tempat shalat dan kembali,

  6. Boleh saling menyampaikan tahniah (ucapan selamat), seperti mengatakan TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKU. (Sym).

⁠⁠⁠Dakwah yang bijak itu

Dakwah yang bijak

Dakwah yang bijak

. ‘Aala bashiiratin (dengan ilmu, karena bila tanpa ilmu akan lebih banyak merusak daripada memperbaiki).

. Dengan kasih sayang dan secara umum penuh dengan kelembutan.

. Membangun (walaupun pelan tapi pasti) menuju bangunan Islam yang kokoh dan utuh.

. Bertahap, tapi dengan tujuan dan sasaran yang jelas. Baik untuk pribadi maupun bagi ummat.

. Dakwah yang menyeluruh pada semua aspek kehidupan dan saling terkait satu sama lain, bukan yang berdiri sendiri apalgi saling menafikan.

(UZR)

RUMAH QUR’AN DIROSA JAKARTA

Dirosa

⁠⁠⁠RUMAH QUR’AN DIROSA JAKARTA

“Belajar Al Qur’an dari Nol, Hingga Jadi Pengajar”

Menyelenggarakan :
1) Pelatihan Membaca Al Qur’an dari Nol (Kode PMQN)
2) Perbaikan Bacaan Al Qur’an /Tahsin dan Tajwid (Kode T&T)
3) Belajar Menerjemah Al Qur’an (Kode BMQ)
4) Pelatihan Bagi Pengajar Al Qur’an (PBPQ)

Waktu Belajar :
A. PMQN dan T&T :
✍🏻 Kelas Non Private/Kelompok (Putra) :
-Setiap Senin dan Kamis (Maghrib – Isya / 19.30 – 20.30)
– Atau Setiap Akhir Pekan (Sabtu/13.00 – 15.00 siang)
🏛 Tempat: Gedung Graha Pena, Jl. Jati Murni, Pasar Minggu, Jaksel.

✍🏻 Kelas Non Private/Kelompok (Putri):
-Setiap senin dan kamis, pukul 16.00 – 17.00 sore
– Atau Setiap Akhir Pekan (Sabtu/10.00 – 12.00 pagi)
🏛 Tempat : Gedung Graha Pena, Jl. Jati Murni, Pasar Minggu, Jaksel.

🏡 Kelas Private (Putra/Putri) sesuai kesepakatan

2) BMQ (Belajar Menerjemah Al Qur’an)
– Setiap Kamis Ba’da Maghrib atau Akhir Pekan / Sesuai kesepakatan

3) PBPQ (Pelatihan Bagi Pengajar Al Qur’an) setiap Kamis Siang/Sore atau sesuai kesepakatan.

“SEMUA PROGRAM BERSIFAT GRATIS/INFAK”

Pendaftaran Gelombang Pertama dibuka sampai dengan 3 September 2017

Bagi Anda yang berminat, silahkan, ketik : Nama_Alamat_Kelas yg dipilih (Private/Non Private)_Waktu_Jns Kelamin
Contoh :
1) Ahmad_Pasar Minggu_PMQN (Non Private)_Senin&Kamis (Maghrib-Isya)_Pria
2) Wati_Mampang_T&T (Private) _ Ahad_Wanita (09.30-10.30)

Kirim ke nomer :
Hp. 082387900900 (WA/Call/SMS)

🏢 Alamat Kantor :
Jl Warung Jati Barat Nomer 36, Pasar Minggu, Jaksel

🍂 Telah dibuka perwakilan di beberapa lokasi : Jakut, Depok, dan Jaktim.🍃

Mari ikut berkontribusi memberikan donasi melalui program-program Lazis Wahdah Jakarta salah satunya untuk pembiayaan Rumah Quran DIROSA.

Published by LAZIS Wahdah Jakarta & Wahdah Islamiyah Jakarta

“Melayani dan Memberdayakan”

Tebar Qurban

MERAIH DERAJAT TAKWA DENGAN QURBAN

🐑 MERAIH DERAJAT TAKWA DENGAN QURBAN

Qurban yang dilaksanakan dengan ikhlas merupakan simbol ketakwaan seorang hamba dan kecintaannya kepada Allah. Allah berfirman; “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”. (Al-Hajj; 37).

Mengingat hal tersebut, maka Allah sangat mencintai ibadah itu -bahkan- lebih dari kecintaan-Nya kepada ibadah lain yang dilakukan pada hari ke-10 di bulan Dzulhijjah tersebut, sedangkan –dikesempatan lain- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyatakan bahwa sekecil apapun amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari itu (sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah), maka nilainya disisi Allah akanlah lebih mulia, bahkan meski dibandingkan dengan jihad –sekalipun- yang dikerjakan diluar hari-hari itu, kecuali mereka yang syahid dalam jihadnya.

Maka bila demikian keutamaan beramal pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah, lantas bagaimanakah pahala yang Allah Subhanahu wa ta’ala siapkan bagi orang-orang yang berkurban pada hari ke-10 di bulan tersebut ?

Ada 200 an santri penghafal dan pelayan (pengajar) al-Qur’an yang menjadi mitra LAZIS Wahdah di Jakarta dan sekitarnya yang siap menyalurkan hewan qurban anda. Kami berharap anda menjadi salah satu yang dapat mendukungnya.

🎉 Tebar Qurban Nusantara “TQN” 1438 H/2017 M
Ayo Berqurban, Qurban Wujud Iman dan Peduli

🐂 Mari berqurban bersama para Dai Nusantara pelayan al Qur’an melalui LAZIS Wahdah. Qurban anda akan disebarkan dengan sasaran penyebaran seperti kaum dhuafa, binaan da’i, tahfizh, yatim, muallaf dan daerah minoritas.

🐏 Harga hewan Qurban:
1. Sapi mulai Rp 11,2Jt / ekor (luar Jawa)
2. Sapi mulai Rp 21Jt/ekor (Jawa)
3. Kambing mulai Rp 1,9Jt/ekor

(Harga sudah termasuk biaya operasional & kelebihan dana akan disedekahkan)

💰 Cara Pembayaran :
1⃣ Datang Langsung ke Kantor LAZIS Wahdah Jkt, Jl. Warung Buncit 36, Pasar Minggu Jaksel
2⃣ Transfer ke rekening 459 900 900 6 Bank Mandiri Syariah a.n. Lazis Wahdah Qurban. Tambahkan Rp 300,- di akhir transfer. Contoh Rp 21.000.300,- lalu konfirmasi via WA/SMS ke 082315900900
3⃣ Dijemput, hubungi 082315900900

💌 Salam TIM LAZIS Wahdah

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Diantara keutamaan dan kebaikan yang Allah Ta’ala berikan kepada hamba- Nya adalah adanya musim-musim kebaikkan. Pada musim tersebut kebaikkan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Ta’ala. Dia jadikan bagi hamba-hamba-Nya yang shalih masa dan musinm tersebut sebagai momen berlomba-lomba untuk memperbanyak amal shaleh didalamnya. Diantara musim yang paling agung ini adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Diantara keutamaan sepuluh hari dzulhijjah dalam Al Qur’an dan as Sunnah adalah; Allah Ta’ala Bersumpah Dengannya

  1. Allah Ta’ala berfirman:

والفجر ( 1 ) وليال عشر (2 (

Demi fajar, dan malam yang sepuluh” (QS. Al Fajr:1-2)

Para Ahli Tafsir (Ibnu Abbas,Ibnu Zubair, Mujahid ) menafsirkan ‘malam yang sepuluh’ dengan 10 hari pertama bulan dzulhijjah. Sedangkan al fajr ditafsirkan oleh Masruq dan Muhammad bin Ka’ab dengan fajar pada Yaumun Nahr (idul adha) secara khusus yang merupakan penutup dari sepuluh pertama bulan dzulhijjah. (Lih: Al-Mishbaahul Munir fiy Tahdziybi Tafsiyr Ibni Katsiyr :1505). Sumpah Allah atasnya menunjukkan keagungan dan keutamaannya.

2. 10 Hari Pertama Dzulhijjah Termasuk Ayyam Ma’lumat

10 hari pertama bulan Dzulhijjah juga merupakan al-ayyam al-ma’lumat yang Allah memerintahkan memperbanyak berdzikir (menyebut nama Allah) pada hari-hari tersebut. Sebagaaimana firman Allah dalam surah al-Hajj ayat 28;

ليشهدوا منافع لهم ويذكروا اسم الله في أيام معلومات على ما رزقهم من بهيمة الأنعام فكلوا منها وأطعموا البائس الفقير ( 28 )

Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (Qs. At-Hajj:28).

Menurut Ibnu Abbas sebagaimana dikutip Ibn Katsir rahimahullah, bahwa makna ayyam ma’lumat dalam ayat di atas adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Senada dengan itu Imam Ahmad juga mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ayyam ma’lumat dalam ayat tersebut adalah sepuluh hari yang Allah bersumpah dengannya, yakni sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

3. Amal Kebaikkan Pada Hari-Hari Tersebut Lebih Baik dan Lebih dicintai Oleh Allah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ما من أيام العمل الصالح أحب إلى الله فيهن من هذ الأيام يعني أيام عشر ذي الحجة . قالوا : ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال : ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجلا خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك يشيء

Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah.” Mereka bertanya: “Tidak juga jihad fi sabilillah?”. Beliau menjawab: “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang pergi (berjihad) dengan jiwa dan hartanya,kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma).

Dalam hadits Ibnu Umar – Radhiyallahu ‘anhuma -, yang diriwayatkan Imam Ahmad dan yang lainnya, ia berkata,

ما من أيام أعظم عند الله سبحانه ولا أحب إليه العمل فيهن من هذه الأيام العشر , فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari pertama ini. Maka pada hari hari itu perbanyaklah tahlil, takbir dan tahmid” (HR. Ahmad dalam Musnad dan Ath Thabrany dalam kitab Al Mu’jam Al Kabir)

4. Waktu Siangnya Lebih Mulia Dari Sepuluh Terakhir Ramadhan

Para ulama berkata, “Sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang paling utama, dan sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama.Hal ini karena pada sepuluh malam terakhir ramadhan terdapat malam Lailatul qadri (satu malam lebih baik dari seribu bulan), sedangkan pada sepuluh pertama dzulhijah terdapat satu hari paling mulia selama setahun”.

Ibnu Hajar al astqalaniy rahimahullah dalam kitab Fathul Baari berkata: “Sebab yang tampak dari keistimewaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah karena pada waktu tersebut berkumpul induk ibadah-ibadah yang agung. Yaitu shalat, puasa, shadaqah dan haji. Yang mana hal ini tidak diperoleh dalam bulan bulan yang lain.”

Oleh karena itu seyogyanya setiap Muslim memanfaatkan moment dan musim kebaikan ini dengan memperbanyak ibadah dan ketaatan kepada Allah. Sebab kebaikan dan amal shaleh pada hari-hari yang mulia ini lebih dicintai Allah dibanding amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari lain. Diantara amal yang ditekankan pada hari-hari ini adalah, puasa, tasbih, takbir, dan tahmid, serta ibadah haji dan qurban dan sebagainya. Wallahu a’lam.

(sym)

PERSATUAN YANG KITA DAMBA

UZR Persatuan Yang Kita Damba

PERSATUAN YANG KITA DAMBA

Pernahkah kita melihat bintang..
Jika ia hanya satu di langit malam..
Maka tak sedikitpun memberi keindahan.
Namun jika ia bertabur indah maka ia akan membentuk formasi indah sebagai petunjuk sang nelayan pulang..

Pernahkah kita mendengar ketika kita masih kecil..
Bahwa setangkai sapu lidi tak akan memberi manfaat..
Namun ketika ia disatukan dengan jumlah yang banyak.
Maka ia menjadi benda yang sangat bermanfaat.

Kita mungkin sering pula mendengar..
Bahwa seekor domba di hamparan padang rumput, akan begitu mudah diterkam serigala..
Namun lihatlah ketika ia beramai-ramai berarakan..
Serigala akan enggan dan takut mendekat..

Itulah jamaah.. itulah kebersamaan.. dengannya kita kuat, denganya kita dapat memberi manfaat lebih banyak.. maka tetaplah dalam jamaah.. sebenci apapun, sekecewa apapun.. selelah apapun.. jangan pernah menjauh.. agar syaithan tak mudah menyesatkan.

Salah satu penyebab lemahnya persatuan di tengah umat Islam saat ini..

Adalah karena lemahnya upaya dan kesungguhan untuk mewujudkannya

Pengetahuan kita yang mendalam tentang pentingnya persatuan belum sebanding dengan besarnya upaya-upaya kita dalam mewujudkan persatuan itu.

[Ust. Muhammad Zaitun Rasmin]

wahdahjakarta.com

fanspage wahdah jakarta

Amal Shaleh yang Ditekankan Pada 10 Hari Awal Dzulhijjah

Assalamu’alaikum wrwb ustadz, tanya amaliyah apa saja yg saya harus lakukan di bulan dzulhijjah menurut alqur’an wa assunnah. Syukron.

Jawaban :

walaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh

Amal Shaleh yang Ditekankan Pada 10 Hari Awal Dzulhijjah

Pada dasarnya semua amal shaleh dianjurkan untuk diperbanyak dan ditingkatkan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Berdasarkan keumuman hadits Rasulullah shallallah ‘alaiahi wa sallam, “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah”, (HR. Bukhari), dan “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari pertama ini” (HR. Ahmad).

Namun ada beberapa amal shaleh yang secara spesifik dikaitkan dengan bulan Dzulhijjah atau sepuluh hari pertama pada bulan ini, seperti shiyam (puasa), haji dan umrah, kurban, serta dzikir berupa tahlil, tahmid, dan takbir.

Haji dan Umrah

Bulan Dzulhijjah identik dengan ibadah haji dan umrah. Karena pelaksanaan ibadah ini (haji) terikat dengan masalah waktu, yakni bulan Dzulhijjah. Oleh karena itu haji merupakan amalan paling utama di bulan ini.

Haji merupakan rukun Islam kelima bagi yang mampu. Ia diwajibkan sekali dalam seumur hidup. Keutamaanya dijelaskan dalam banyak hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diantaranya hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan; “Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349). Dalam hadits lain beliau menyebut haji sebagai amalan paling afdhal (HR. Bukhari). Haji juga dapat menghilangkan kefakiran dan dosa. Rasul bersabda, “Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih).

Kurban

Selain ibadah haji dan umrah, ibadah lain yang diidentikkan dengan bulan dzulhijjah adalah kurban. Karena ibadah ini hanya diperintahkan pada bulan dzulhijjah. Perintah berkurban dinyatakan oleh Allah dalam surah al-Kautsar ayat 2; “dan shalatlah karena Tuhanmu serta menyembelilah”. Makna fanhar (menyembelilah) dalam ayat ini adalah sembelilah hewan kurban sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah yang banyak kepadamu.

Hukum ibadah kurban adalah sunnah muakkadah. Namun yang mampu ditekankan untuk berkurban. Bahkan Nabi melarang orang mampu yang tidak berkurban untuk mendekati tempat shalat beliau pada hari ‘ied. Beliau mengatakan;

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ, فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا” – رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَابْنُ مَاجَه, وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ, لَكِنْ رَجَّحَ اَلْأَئِمَّةُ غَيْرُهُ وَقْفَه ُ

Siapa yang memiliki kemampuan tetapi tidak berkurban makan jangan mendekati tempat shalat kami”. (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Al-Hakim).

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Amalan yang juga ditekankan pada hari-hari yang mulia ini adalah memperbanyak tahlil (ucapan La Ilaha Illallah), tahmid (alhamdulillah), dan takbir (Allah Akbar). Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan hadits Nabi tentang hal ini.

ما من أيام أعظم عند الله سبحانه ولا أحب إليه العمل فيهن من هذه الأيام العشر , فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد .

Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari pertama ini. Maka pada hari hari itu perbanyaklah tahlil, takbir dan tahmid” (HR. Ahmad dalam Musnad dan Ath Thabrany dalam kitab Al Mu’jam Al Kabir)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan secara mu’allaq (tanpa menyebutkan sanad) bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhum pernah keluar ke pasar pada 10 hari pertama Dzulhijjah, lalu mereka berdua bertakbir, lantas orang-orang turut bertakbir bersama mereka. Muhammad bin Ali pun bertakbir setelah shalat.

Selain dzikir dengan membaca tahlil, tahmid, dan takbir dianjurkan pula memperabnyak dzikir-dzikir yang lain. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, “Berdzikirlah pada hari-hari yang ditentukan, yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah dan hari-hari tasyriq [11-13 Dzulhijjah]”. (HR. Bukhari secara mu’allaq).

Puasa

Diriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, sebagaimana dituturkan oleh sebagian istri beliau;

أَنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَتِسْعًا مِنْ ذِى الْحِجَّةِ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنَ الشَّهْرِ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَخَمِيسَيْنِ

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari ‘Asyura, pada sembilan hari Dzulhijjah, dan pada tiga hari dalam sebulan: senin awal dari bulan (berjalan) dan dua kamis.” (HR. Ahmad, Abu Daud, An-Nasai, dan Al-Baihaqy serta dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Jika tak dapat puasa sembilan hari, minimal memperbanyak puasa pada hari-hari tersebut. Jika tidak dapat dan tidak sempat sama sekali, maka jangan sampai ketinggalan dari puasa hari ‘Arafah. Keutamaan puasa Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun, sbagaimana dijelaskan oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam Beliau bersabda;

صوم يوم عرفة يكفر سنتين, ماضية ومستقبلة

Puasa ‘Arafah menghapus dosa dua tahun, yakni tahun lalu dan tahun mendatang”, . . (HR. Ahmad dan Nasai).

Amal Shaleh Lainnya

Selain amalan yang disebutkan di atas hendaknya memperbanyak pula amalan-amalan yang lain. Hal ini berdasarkan keumuman hadits Nabi tentang keagungan dan kecintaan Allah terhadap amal shaleh yang dikerjakan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini. Diantara amal shaleh yang perlu mendapat perhatian seperti menjaga shalat berjama’ah di awal waktu, membaca dan menelaah al-Qur’an, bersedekah, menghadiri majelis ilmu, berda’wah, menjaga shalat sunnah, memelihara akhlaq dan adab Islami, dan sebagainya. Wallahul muwaffiq ilal ‘ilmin nafi’ wal ‘amalis Shalih. (sym).

Hikmah Di Balik Ajaran Berqurban

UZR Hikmah Ajaran Berqurban

UZR Hikmah Ajaran Berqurban

Berqurban adalah ujian dan bukti cinta.

Mana yang lebih besar, kecintaan kita kepada Allah atau kepada selain-Nya ?
Ibadah qurban ini untuk membuktikan bahwa kita siap memberikan apa yang kita cintai untuk Allah Subhanahuwata’ala. Sebagaimana Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mempersembahkan Nabi Ismail ‘alaihissalam yang sangat beliau cintai.

~ Ustadz. Muhammad Zaitun Rasmin ~