Pengungsi Rohingya Bagian 2

KONDISI PILU PENGUNGSI ROHINGYA Bagian Ke-2

Pengungsi Rohingya Menghadapi Wabah Kolera

LAZISWahdah.com – Tim Dokter Indonesian Humanitarian Alliance melaksanakan Workshop Internasional, “Medical Management Guidelines For Refugees” selama dua hari, Senin-Selasa, 25-26 Septermber 2017 di Dhaka, Bangladesh. Workshop ini diikuti sekitar 100 dokter yang akan ditugaskan untuk menangani pengungsi Rohingya di kamp-kamp pengungsian Bangladesh. Salah satu masalah besar yang dihadapi pengungsi Rohingya saat ini adalah masalah kesehatan.

WHO sendiri telah memberikan peringatan resiko wabah kolera yang meningkat di kamp-kamp pengungsian sementara di Bangladesh.

Para pengungsi dalam sebulan terakhir telah tersebar di sekitar 68 kamp dan pemukiman di sepanjang perbatasan. Mereka tidak memiliki air minum yang bersih dan fasilitas-fasilitas kebersihan.

Kamp-kamp yang telah menjadi salah satu tempat pengungsian terbesar di dunia ini juga menghadapi kekurangan makanan dan obat-obatan.

Menurut sebuah media lokal berdasarkan data yang diambil dari UNCHR, saat ini kamp-kamp tersebut dihuni sekitar 436.000 pengungsi Rohingya. Direktur LAZIS Wahdah, Syahruddin yang saat ini berada di Coxs Bazar, Bangladesh bersama tim IHA mengatakan bahwa data tersebut belum valid karena hingga saat ini pengungsi masih terus berdatangan. Bahkan temuan lapangan tim IHA bahwa ada wilayah yang jumlah pengungsinya sampai 60 ribu hari ini dan besoknya kita datang lagi tapi mereka pergi entah kemana.[]

Pengungsi Rohingya Bagian 2

Pengungsi Rohingya

Pengungsi Rohingya Bagian 2

Kondisi Pilu Pengungsi Rohingya di Kamp Pengungsian

KONDISI PILU PENGUNGSI ROHINGYA Bagian Ke-1

Laporan Perjalanan dari Kamp Pengungsi di Cox’s Bazar-Bangladesh

LAZISWahdah.com – Rabu (27/09/2017), Pagi waktu Bangladesh, saat saya dan TIM Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) sedang melakukan rapat koordinasi, tiba-tiba sebuah pesan masuk di handphone saya, pesan yang memang saya tunggu-tunggu dari seorang mitra lokal yang telah jauh hari sebelumnya telah kita jalin komunikasi dan membantu dengan baik menyalurkan bantuan ke pengungsi, senyum bahagia saat bertemu langsung dengan mereka.

Pada malam harinya kami tim NGO Indonesia berkumpul membahas temuan dari hasil kerja Tim Advance, tim pembuka yang menyampaikan kondisi terkini di lokasi pengungsian. Kondisi pengungsi yang jumlahnya sangat banyak dan masih terus berdatangan, membuat situasi dilapangan menjadi sangat dinamis maka butuh strategi khusus dengan melibatkan mitra lokal untuk membantu menyalurkan bantuan ke pengungsi yang jumlahnya tersebar digunung-gunung dan dilembah-lembah serta dijaga oleh militer Bangladesh.

Banyak pos militer yang akan kita lewati saat menuju ke kamp pengungsi, pemeriksaan setiap kendaraan yang lewat sudah jelas kita akan jumpai lebih khusus mobil-mobil pengangkut, mobil penumpang dan truk. Banyak truk berisi bantuan untuk pengungsi yang tertahan di pos-pos militer karena proses pemeriksaan dan perijinan yang mesti dilewati. Disini pemerintah dan militer bukan bermaksud menghalangi bantuan, namun lebih kepada ketertiban serta pemerataan saja, mereka sangat ramah dan sempat saya berpoto dengan mereka.

Dua jam waktu tempuh dengan angkutan sewaan CNG milik seorang warga (sejenis bajaj) untuk kami tiba di pos pertama. Mulai disini nampak lahan bekas pengungsian yang sangat luas, mereka lalu dipindahkan ke wilayah resmi milik pemerintah Bangladesh.

Karena kami tidak membawa barang maka tentu perjalanan jadi lancar walau khawatir dengan cara berkendaraan orang disini yang seolah tidak ada aturan lalu lintasnya.

Kondisi Pilu di Kamp Pengungsi Rohingya

Tidak jauh nampak dari sebelah kiri ada tenda BNPB Indonesia (Badan Nasional Penanggulan Bencana) yang juga terpasang spanduk IHA. IHA memang dibawah ijin dan koordinasi KEMENLU RI.

Mulai dari tempat ini telah banyak pengungsi Rohingya yang duduk di pinggir jalan. Mereka mengharap belas kasih bantuan dari orang-orang yang lewat. Kebanyakan dari mereka adalah wanita yang menggendong anak anak yang tanpa baju.

Banyak juga diantara mereka adalah laki laki yang sudah tua, mereka berjalan dengan kaki yang penuh lumpur, seolah berjalan tanpa arah dan akan berhenti dimana kaki mereka akan letih nanti. Para wanita dengan anaknya duduk diantara semak-semak mengawasi setiap kendaraan yang lewat ‘berharap’ ada yang singgah membagikan ‘taka’ mata uang Bangladesh, diantara mereka ada yang sebagai pengungsi lama maupun pengungsi yang baru tiba dari Myanmar.

Kami terus melanjutkan perjalanan dan ternyata apa yang kami jumpai selanjutnya makin membuat hati sedih. Terlebih ketika tiba di lokasi pengungsian yang terbuat dari bambu dan plastik hitam. Tenda-tenda darurat itu dibangun seadanya memenuhi lembah hingga bukit-bukit yang terhampar sejauh mata memandang. Sungguh memprihatinkan kondisi dan penderitaan yang mereka alami. Wallahu musta’an.
Bibir ini jadi kelu, tangan ini bingung untuk memotret yang mana, kiri kanan depan belakang sama semua. Perasaan ini berkecamuk, air mata tak kuasa lagi ditahan melihat kondisi mereka.
Jumlah pengungsi yang besar membuat dampak besar tentunya kepada kondisi sosial mereka. Tim IHA telah mendapati langsung pengungsi yang meninggal di kamp-kamp tersebut. Bahkan kemarin, Tim medis IHA saat melakukan aksi medis di lapangan, mereka juga mendapati kondisi yang menyayat hati.

Ibu hamil melahirkan premature, bayi lahir dengan panjang badan hanya sejengkal. Bayi yang lahir dalam kondisi yang serba memprihatinkan. Saat berjalan menyusuri lorong-lorong kamp yang bisa membuat pusing arahnya. Saya juga menemukan langsung wanita yang baru melahirkan dengan kondisi yang lemah dan perlengkapan yang kritis. Bayi-bayi hanya ditutup dengan sarung dan bantal sebab tidak ada baju bayi yang mereka miliki.

Begitu banyak kisah-kisah tentang kondisi pengungsi Rohingya yang sangat memilukan dan menyayat hati kita, jumlah yang sangat banyak 700 sampai 800 ribu jiwa membuat suasana bagaikan perkemahan pramuka dan pasar yang sangat padat pengunjung.
Setidaknya butuh waktu 5-7 hari bahkan bisa lebih untuk sekedar mengililingi pengungsi dari satu kamp ke kamp yang lain. Hal itu mengindikasikan banyaknya jumlah pengungsi akibat krisis kemanusiaan di wilayah Myanmar.[]

Laporan : Syahruddin C Asho (Direktur LAZIS Wahdah) dari Cox’s Bazaar-Bangladesh.

sumber : http://laziswahdah.com/blog/kondisi-pilu-pengungsi-rohingya-1-laporan-perjalanan-dari-kamp-pengungsi-di-coxs-bazar-bangladesh/

Pelatihan Bekam

Pelatihan Bekam Sehat Keluarga Bersama Wahdah Islamiyah Jakarta

Akademi Al-Qur’an dan Dakwah Wahdah Islamiyah Jakarta Selenggarakan Pelatihan Bekam Sehat Keluarga

AQD (Akademi Al-Qur’an dan Dakwah) Wahdah Islamiyah Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pelatihan “Bekam Sehat Keluarga” kepada para mahasantri dan masyarakat umum. Kegiatan Pelatihan “Bekam Sehat Keluarga” berlangsung di Kampus AQD Cibinong pada tanggal 23-24 september 2017, pukul 08:30-17:00 WIB. Pelatihan ini mengundang trainer terstandar nasional yaitu Ustadz Yudi Wahyudi, yang merupakan seorang trainer yang sudah tersertifikasi dari Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI). Beliau juga merupakan konsultan di Rumah Sehat Muslimah “Sholeeha”, pemilik LKP Bekam Jogja Asri, dan sekaligus Ketua Lazis Wahdah Jakarta.

Kegiatan Pelatihan “Bekam Sehat Keluarga” merupakan acara yang didukung oleh LAZIS Wahdah dan Departemen HIS (Informasi Humas dan Sosial) DPW WI DKI Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 18 orang peserta baik ikhwan maupun akhwat. Peserta pelatihanpun mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Acara ini diiringi pula dengan serah terima bantuan perlengkapan bekam senilai kurang lebih 3 juta rupiah, yang diserahkan langsung kepada para peserta pelatihan bekam dari para mahasantri Akademi Al-Qur’an dan Dakwah dari LAZIS Wahdah.

Keutamaan dan Manfaat Bekam

Pada pelatihan ini, trainer menyampaikan jika pengobatan bekam ini dilakukan secara rutin maka telah menjalankah sunnah yang telah diajarkan dan dilakukan Nabi Shallallahu alaihi wasallam, yang sebagian dari kita melupakannya. Disamping itu manfaat bekam dapat membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit yang saat ini sulit disembuhkan oleh pengobatan konvensional. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, artinya: “sebaik-baiknya pengobatan penyakit adalah dengan melakukan bekam” (HR. Ahmad).

Keutamaan dan manfaat bekam sudah banyak di jelaskan dalam sunnah-sunnah Nabi Shallallahu alaihi wasallam, dan bahkan beberapa penelitian telah menyebutkan banyak sekali manfaat yang diperoleh dari berbekam. Sebagai umat muslim tentu kita harus bangga akan hal ini, yang merupakan salah satu pengobatan yang direkomendasikan didalam hadits. Maka dari itu, sudah sepantasnya kita menjalankannya dengan acuan/standar keilmiahan berdasarkan perkembangan ilmu saat ini.

Pelatihan ini akan dilaksanakan secara rutin, dan setiap peserta bekam akan diberi tugas yaitu melakukan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan bekam kepada masyarakat dengan target minimal 30 orang dari masing-masing peserta pelatihan. Demikian pelatihan yang diikuti para mahasantri AQD Wahdah Islamiyah Jakarta, mudah-mudahan diberikan keberkahan oleh Allah Subhanahu wata’aala, terhadap ilmunya agar bisa mengamalkannya dengan baik. (wps).

PROGRAM “BAIK” (Belajar Al Qur’an Intensif dan Komprehensif)

PENTING KITA IKUTI!

📚 “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya”.

Raih kemuliaan dan berkah Al-Qur’an melalui :

PROGRAM “BAIK”
(Belajar Al-Quran Intensif dan Komprehensif)

Launching dan Pembukaan Kelas Perdana Angkatan I

🗓 Waktu dan Tempat :
– Sabtu 30 September 2017, Pkl 08.00-15.00 WIB
– Masjid Al-Hijaz Kompleks Rumah Makan Pondok Laras Jl. Komjen M. Jasin Kelapa Dua Depok – Yayasan Al Hijaz Alkhairiyah Indonesia

https://g.co/kgs/mbpi7T

🎙 Pemateri:
1. Ust. Syamsudin, S.Pd.I.,MA (Direktur Akademi Al Qur’an dan Dakwah)
2. Ust. Nur Ihsan Muhammad Idris, Lc ( Anggota MUI Pusat Komisi Dakwah)
3. Ust. Jayadi Hasan, Lc. (Anggota MUI Pusat Komisi Luar Negeri)

🍱 GRATIS MAKAN SIANG
(Khusus Laki-Laki)

☎ Info dan Pendaftaran :
Ketik, nama/umur/ alamat / no hp
kirim ke no hp 081354687404 (WA)

http://www.wahdahjakarta.com

 

belajar al qur'an intensif dan komprehensif

Sogokan

PNS Melalui Sogokan Lalu Bertaubat, Haruskah Mengundurkan Diri?

Pertanyaan:

Bismillaah. Bagaimana hukumnya secara syari’at orang yang lulus PNS karena membayar (sogok) ? Ia sudah 5 tahun berstatus PNS, tapi sudah 3 tahun ini orang tersebut sudah taubat dan berhijrah. Dia sangat-sangat menyesal atas apa yang telah dilakukannya. Menurut syari’at, apa yang harus dilakukannya sekarang? Apakah dia harus berhenti/mengundurkan diri dari pemerintahan ? Mohon petunjuknya.

Dari IS – Makassar

Jawaban:

Dilaknatnya Orang yang Memberi dan Menerima Sogokan

Memberi dan menerima sogokan termasuk perbuatan dosa yang dilaknat, sebagaimana diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Beliau berkata:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ

Artinya:

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam melaknat orang yang memberi dan menerima sogokan. (HR. Abu Daud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Hadits ini dishahihkan oleh al-Albani)

Yang dimaksud sogokan (risywah) adalah pemberian harta dengan tujuan untuk mendapatkan sesuatu yang bukan haknya seperti menyogok hakim agar ia dapat memenangkan sebuah perkara yang bukan haknya atau menyogok seorang pejabat yang berwenang untuk memprioritaskan dirinya dibanding yang lain. Termasuk sogok juga memberikan sesuatu kepada seseorang yang bukan haknya.

Menyogok dengan tujuan mendapatkan pekerjaan, seperti PNS dan atau yang lainnya termasuk dalam kategori ini. Karena secara umum semua pelamar yang memenuhi persyaratan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Kecuali jika kesempatan tersebut merupakan hak seseorang melebihi dari hak orang lain dalam artian dialah yang paling berhak dan memenuhi persyaratan untuk pekerjaan tersebut dan ia tidak mampu mendapatkannya kecuali dengan sogokan, maka dalam hal ini yang berdosa adalah pihak yang menerima sogokan tersebut.

Bertaubat dari Perkara Sogokan / Risywah

Alhamdulillah jika anda sudah bertaubat dan memperbaiki diri lebih baik dan menyadari kesalahan ini, maka perbanyaklah memohon ampun (istighfar) atas kesalahan ini disertai dengan banyak melakukan amal shalih lainnya. Semoga dengannya Allah mengampuni dosa tersebut.

Adapun meninggalkan/mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut maka hal ini tidak perlu dilakukan selama anda dapat menunaikan pekerjaan tersebut dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Namun jangan menjadi jalan bagi yang lain dengan anggapan bahwa rezki yang didapat adalah rezki yang halal meskipun didapat dari sogokan, karena yang didapat bukan dari cara yang benar, lalu Anda mengatakan nanti saya bertaubat. Ini adalah sikap yang tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang muslim, karena boleh jadi sebelum dia bertaubat, Allah lebih dahulu mencabut nyawanya. Wallahu a’lam. [ed:sym]

Dijawab Oleh Ustadz Ahmad Hanafi DY, Lc, M.A

Sumber : http://wahdah.or.id/menjadi-pns-melalui-sogokan-lalu-bertaubat-haruskah-mengundurkan-diri/

Belajar Al Quran Metode Dirosa

Belajar Al Quran Metode Dirosa

DIROSA (Pendidikan AlQuran Orang Dewasa)

Apakah anda belum bisa membaca Al Qur’an & ingin belajar membaca Al Qur’an dari Nol?
Apakah Anda menginginkan proses yang cepat dan tepat belajar membaca Al Qur’an dari Nol?
Apakah anda ingin mendapatkan pengenalan dan pengajaran tentang  dasar-dasar keilmuan Islam?

  Bergabunglah bersama kami di Program Rumah Quran DIROSA

DIROSA (Pendidikan AlQuran Orang Dewasa) adalah Pola pembinaan Islam bagi kaum Muslimin Pemula (pria wanita; remaja, orang dewasa, kakek nenek; Muallaf) yang dikelola secara sistematis, berjenjang dan berlangsung terus-menerus.

7 KEUNGGULAN PROGRAM DIROSA

  1. Dirancang khusus untuk orang dewasa
  2. Metode yang mudah dan cepat (20x pertemuan)
  3. Biaya pendidikan gratis
  4. Waktu dan tempat fleksibel
  5. Pembinaan hingga lancar membaca al-Qur’an
  6. Bimbingan materi dasar keislaman
  7. Sangat cocok bagi pemula maupun yang sudah bisa membaca al-Qur’an

Menyelenggarakan :
1) Pelatihan Membaca Al Qur’an dari Nol (Kode PMQN)
2) Perbaikan Bacaan Al Qur’an /Tahsin dan Tajwid (Kode T&T)
3) Belajar Menerjemah Al Qur’an (Kode BMQ)
4) Pelatihan Bagi Pengajar Al Qur’an (PBPQ)

“SEMUA PROGRAM BERSIFAT GRATIS/INFAK”

Informasi dan Pendaftaran hubungi kontak Markaz Quran Wahdah DKI Jakarta & Depok berikut :

– Jaksel : 0896 3571 2730
– Jakut : 0812 8329 0002
– Jaktim : 0813 1975 7752
– Jakbar : 0821 2315 1762
– Jakpus : 0853 8983 6016
– Depok : 0853 4292 5261

Lazis Wahdah Untuk Rohingya

LAZIS Wahdah Salurkan Bantuan Di 10 Wilayah Pengungsian Rohingya di Bangladesh

Coxs Bazar – Bangladesh. LAZIS Wahdah menyalurkan bantuan untuk pengungsi Rohingya di 10 wilayah pengungsian di Tekhnaf, Coxs Bazar, Bangladesh yakni; Dakhsin Nhila, Naittong fara, Keruntali, Baroitali, Damdomya, Zadimura, Mosoni, Leda, Alihali, Roggihali.

Penyaluran bantuan berupa kebutuhan pokok dan alat masak tersebut disalurkan sejak hari Sabtu hingga hari Rabu, 16-20 September 2017.

Menurut informasi, jumlah pengungsi Rohingya di seluruh wilayah Coxs Bazar saat ini sebanyak 800 ribu orang. Para pengungsi masih terus berdatangan melalui perahu-perahu dan dari gunung-gunung.

Para pengungsi menempati tenda-tenda darurat dengan fasilitas seadanya. Karena itu bantuan tenda lah yang sangat dibutuhkan, apalagi saat ini di wilayah Coxs Bazar sudah mulai turun hujan.

“Alhamdulillah (dalam penyaluran bantuan ini) kita sangat terbantu dengan mitral lokal yang mengetahui dengan baik wilayah tersebut dan membantu penyaluran bantuan kita tepat sasaran.” Kata direktur LAZIS Wahdah, Syahruddin CA.

Relawan lokal LAZIS Wahdah di Bangladesh adalah Badrul Islam dan Nurul Qarim. Mereka berdua adalah pengelola salah satu madrasah di wilayah tersebut.

Tim relawan selanjutnya akan melakukan pendataan pengungsi Rohingya yang sampai ke wilayah terpencil.

“Insya Allah, dalam waktu dekat tim LAZIS Wahdah bersama rombongan AKIM akan bertolak ke Bangladesh.” Pungkas Syahruddin.

Sosialisasi Peduli Rohingya

Wahdah Jakarta Sosialisasi Peduli Rohingnya di SMK Pembangunan Jaya

JAKARTA. Rabu, 20 September 2017 pkl 06.30 WIB alhamdulillah SMK Pembangunan Jaya. Rohis Sekolah bekerjasama dengan Wahdah Jakarta melalui LAZIS Wahdah dan Dept. IHS (Infokom Humas Sosial) mengadakan sosialisasi peduli rohingnya. Kegiatan yang diselenggarakan di halaman sekolah ini dihadiri oleh 300 lebih siswa dan siswi.

Pemateri utama kegiatan yaitu Ust Murtadha Ibawi selaku pengisi kajian menyampaikan bahwa Umat Islam Ibarat satu tubuh, sehingga sudah sewajarnya dan menjadi kebutuhan agar ketika ada saudaranya yang mendapatkan kesusahan, didzalimi, untuk membantunya sekuat tenaga.

Pemateri kedua Ust Yudi Wahyudi selaku fasilitator sedekah dan presenter kondisi Rohingnya menyampaikan bahwa kondisi masyarakat Rohingnya selain yang mengungsi di Bangladesh, saat ini masih banyak juga yang belum mengungsi di Myanmar yang jumlahnya masih jutaan. Etnis Rohingnya mempunyai komitmen keislaman yang begitu kokoh, meski mereka telah didzalimi sejak puluhan tahun, dianiaya sejak lama. Tidak ada alasan untuk tidak peduli terhadap mereka, dan Indonesia merupakan satu-satunya negara saat ini yang dapat memberikan bantuan secara langsung ke lokasi (konflik) di Myanmar melalui AKIM (Aliansi Kemanusiaan Indonesia Myanmar) dimana LAZIS Wahdah tergabung di dalamnya.

Acara yang juga didahului dengan shalat dhuha berjama’ah ini, kemudian setelah penggalangan dana diakhiri dengan doa oleh Ust Ibawi, dan photo bersama serta serahterima bantuan.(ihs).

LAZIS WAHDAH PEDULI ROHINGYA

💰 Donasi Peduli Rohingya dapat disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (BSM) norek: 799 900 9004 a.n. Lazis Wahdah Care (Kode Transfer ATM Bersama: 451).

📚 Catatan
1. Demi amanah dan kedisiplinan pencatatan maka diharapkan menambah jumlah nominal 900 setiap transferan. Contoh Rp 1.000.900,-
2. Konfirmasi Transfer melalui WA/SMS ke +6282315900900, ketik : PR/Nama/Alamat/JumlahRp beserta photo bukti transferan.

Sosialisasi Peduli Rohingya

Sosialisasi Peduli Rohingya

BELAJAR HIJRAH DARI KELUARGA NABI IBRAHIM ‘Alaihimussalam

Hijrah Keluarga Nabi Ibrahim

Hijrah Keluarga Nabi Ibrahim

BELAJAR HIJRAH DARI KELUARGA NABI IBRAHIM ‘Alaihimussalam

Merantau, kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Ada yang merantau untuk berdagang. Ada yang merantau untuk kuliah, ada yang mencari suaka ke negeri orang, dan sbagainya. Kata merantau sudah identic dengan hijrah. Namun, apakah setiap yang merantau bisa disebut hijrah?

Banyak di antara kita adalah perantau. Semua kembali kepada niatnya, merantau kita dalam rangka apa? Apakah seperti ‘merantau’-nya keluarga Nabi Ibrahim? Beliau ‘merantau’ untuk menyebarkan agama Allah di muka bumi.

Merantau (baca: hijrah) adalah bagian tak terpisahkan dari ‘iqamatuddin’ (menegakkan nilai-nilai agama). Dengan ‘merantau’-nya para Nabi, para shahabat, tabi’in, dan para ulama serta da’i-da’I pengemban risalah, agama ini bisa tersebar. Bisa kita rasakan manisnya hingga sekarang.

Di antara para Nabi yang banyak merantau (baca: hijrah), adalah Khalilurrahman Nabi Ibrahim ‘alaihissalam beserta keluarga. Awalnya beliau berdakwah di wilayah Mesopotamia (Babilonia Lama). Wilayah antara Sungai Eufrat dan Tigris, sekitar Iraq sekarang.

Sudah masyhur kisahnya bahwa dakwah beliau waktu itu ditentang bukan hanya oleh Namrud si raja zhalim dan rakyatnya saja. Ayah kandung beliau pun tak kalah keras penentangannya. Bahkan mengancam akan merajam serta mengusir.

قَالَ أَرَاغِبٌ أَنتَ عَنْ آلِهَتِي يَا إِبْرَاهِيمُ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ لَأَرْجُمَنَّكَ ۖ وَاهْجُرْنِي مَلِيًّا

Artinya: “Ayahnya berkata, “Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, wahai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka akan kurajam kamu dan tinggalkanlah aku dalam waktu yang lama”. (QS Maryam: 46)

Setelah sekian lama berdakwah dan bertaruh nyawa, dakwah beliau tetap tidak menggembirakan. Polytheisme (kemusyrikan) begitu kuat mengakar. Di antara yang beriman hanya istri dan keponakan beliau saja, Nabi Luth ‘alaihis salam.

Beliau pun berkata kepada Nabi Luth,

فَآمَنَ لَهُ لُوطٌ ۘ وَقَالَ إِنِّي مُهَاجِرٌ إِلَىٰ رَبِّي ۖ إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Artinya: “Sesungguhnya aku akan berhijrah menuju tempat yang diperintahkan oleh Rabbku. Sungguh Dia adalah Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS Al Ankabut: 26)

Di ayat yang lain Allah abadikan ucapan beliau,

وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَىٰ رَبِّي سَيَهْدِينِ

Artinya: “Sungguh aku akan pergi (berhijrah) ke tempat yang di perintahkan oleh Allah, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” (QS Ash Shaffat: 99)

Maka berangkatlah beliau bersama istri dan keponakannya, Sarah dan Luth ‘alaihimus salam ke negeri Syam. Hijrah menuju negeri yang diberkahi. Namun, disana penduduknya sama-sama penganut politheisme alias musyrik. Mereka adalah penyembah bintang-bintang.

Lagi-lagi beliau kembali berhijrah. Berikutnya Mesir yang menjadi tujuan. Negeri para Fir’aun. Negeri yang peradaban kunonya sudah lama tersohor.

Di Mesir pun tak lama. Beliau tinggalkan raja zhalim dan negerinya untuk lagi-lagi, kembali berhijrah. Bersama Sarah dan Hajar ‘alaihimussalam. Nabi Ibrahim bertolak menuju Palestina. Disinilah kelak Allah berikan kabar gembira hadirnya Ishaq, kemudian Ya’qub, dan berikutnya Yusuf ‘alaihimussalam.

Kisah hijrah beliau tak berhenti disitu. Beliau kembali hijrahkan istri dan bayi mungilnya Nabi Ismail ke Baitullah. Istri yang belum lama membersamai, kembali harus disapih. Karena ada skenario ilahiyah nan agung harus dijalankan. Kelak kita akan tahu bahwa perintis dakwah di Baitullah adalah seorang wanita shalihah, yang mengubah wajah dunia.

Selain para nabi dan juga nabi kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, hijrah juga dikerjakan oleh para shahabat radhiyallahu ‘anhum. Sepeninggal Sang Murabbi (Nabi Muhammad) shallallahu ‘alaihi wa sallam, para shahabat pun berhijrah ke luar Madinah. Ada yang ke Yaman, Syam, Iraq, Mesir, dsb hingga agama rahmat ini kita rasakan sekarang.

Begitulah, syariat agung bernama ‘hijrah’ ini telah dicontohkan oleh manusia-manusia pilihan. Dari generasi ke generasi. Untuk orang-orang pilihan. Yang bersedia mengemban amanah menyebarkan risalah.

Begitu agungnya hijrah sehingga penyebutannya dalam Al Qur’an sering digandengkan dengan iman dan jihad. Kemudian Allah janjikan keutamaan besar bagi pelakunya, bukan hanya di akhirat saja namun sejak di dunia. Allah janjikan kelapangan rizki bagi pelakunya jika hijrahnya benar-benar lillah wa fillah.

وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ

Artinya: “Barang siapa berhijrah fi sabilillah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan keluasan rezeki.” (QS An Nisa: 100)

Semoga Allah berikan taufiq agar kita bisa meneladani kesabaran dan keistiqomahan mereka. Dalam berhijrah mempertahankan dan menyebarkan kebenaran. Amin.

Murtadha Ibawi.

LAZIS Wahdah, DPW Wahdah Islamiyah Jakarta dan YARISA Salurkan Beasiswa Akademi Al Qur’an dan Dakwah Rp 91.000.000,-

LAZIS Wahdah, DPW Wahdah Islamiyah Jakarta dan YARISA Salurkan Beasiswa Akademi Al Qur’an dan Dakwah Rp 91.000.000,-

JAKARTA – AQD (Akademi Al Qur’an dan Dakwah) adalah pusat pembibitan calon-calon pelayan dan pendakwah al Qur’an yang berada di Cibinong Bogor. Lembaga ini baru diperkenalkan bulan Mei 2017, dimana seluruh biaya untuk sarana, makan, kitab dan asrama bersifat gratis. Sehingga Mahasantri diharapkan, dapat belajar fokus, berprestasi tanpa sibuk dengan urusan pembiayaan.

Rabu, 9/08/2017 baru – baru ini untuk kedua kalinya mendapatkan tambahan beasiswa sebesar Rp 91.000.000,- dari YARISA (Yayasan Risalah Khatulistiwa) melalui LAZIS Wahdah dan DPW Wahdah Jakarta selaku penanggung jawab lembaga. Beasiswa ini akan digunakan untuk kebutuhan pokok harian, kitab-kitab, ranjang santri, fasilitas pengajaran dan pelatihan kemandirian.

Mahasantri AQD (Akademi Al Qur’an dan Dakwah) yang proses belajarnya rencana selama 2 tahun ini, disamping mendapatkan Ilmu-ilmu al Qur’an dan pengajaran dakwah, juga berbagai skill kemandirian seperti : kesehatan nabawi, marketing medsos, kerelawanan, dsb.

Bagi anda yang ingin berdonasi turut serta memfasilitasi para pelayan dan pembela al Qur’an (insya Allah), dapat menyalurkan bantuannya kembali melalui : BSM 497 900900 an LAZIS Wahdah Sedekah.

Catatan :
1) Demi kedisiplinan pencatatan, harap menambah nominal Rp 306,-. Contoh Rp 2.000.306,-
2) Konfirmasi transfer ke nomer (WA/SMS) : 082315900900

Semoga Allah memberikan kemudahan dan kekuatan kepada kita semua untuk terlibat di dalam setiap kebaikan. Jazakumullah Khair.

Akademi Al Qur'an dan Dakwah

Akademi Al Qur’an dan Dakwah

Akademi Al Qur'an dan Dakwah

MoU Akademi Al Qur’an dan Dakwah