Hidayat Nur Wahid: Jangan Biarkan Muslim Palestina Berjuang Sendiri

Hidayat Nur Wahid Jangan Biarkan Muslim Palestina Berjuang Sendiri

Hidayat Nur Wahid Jangan Biarkan Muslim Palestina Berjuang Sendiri

Hidayat Nur Wahid: Jangan Biarkan Muslim Palestina Berjuang Sendiri

(Jakarta) wahdahjakarta.com, – Pada dasarnya jarak Indonesia dan Al Quds, Palestina adalah sangat jauh, namun jarak tersebut akan menjadi dekat apabila didasarkan dengan akidah Umat Islam.

“Keputusan sepihak Donald Trump telah mendapatkan berbagai penolakan bagi seluruh elemen masyarakat Nasional, bahkan Internasional,” jelas  Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid dalam #Aksi115  Indonesia Bela Baitul Maqdis di Monas, Jakarta pada Jum’at  (11/05/2018)

“Sebagai Umat Islam, jangan sampai membiarkan Muslim Palestina berjuang sendiri. Kita sebagai Umat Islam harus senantiasa bersama Muslim Palestina dalam upaya pembebasan Baitul Maqdis”, ujarnya.

Salah satu perjuangan yang potensial untuk membebaskan Baitul Maqdis adalah mewujudkan pemimpin yang bersiap membela Baitul Maqdis.

Sebagai penutup, Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ini  memberikan nasehat bahwa perjuangan dalam membebaskan Baitul Maqdis tidaklah mudah, dan dipastikan mengalami berbagai hambatan. Namun hambatan ini tidak akan berarti atas adanya kuasa Allah Ta’ala. Kuasa Allah akan menyertai hamba-Nya yang selalu berjuang.[rma/sym]

Sumber: Media Center Aksi Indonesia Bela Baitul Maqdis

Ust. Haikal Samakan Panggilan Aksi dengan Panggilan Jihad

Ust. Haikal Hassan Samakan Panggilan Aksi dengan Panggilan Jihad

Ust. Haikal Hassan Samakan Panggilan Aksi dengan Panggilan Jihad

Jakarta – Ust. Haikal Hassan menyamakan panggilan Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis pada hari Jum’at (11/05) dengan panggilan jihad.

Beliau membawakan ayat ke 38 Surat At Taubah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ

Artinya, “Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.”

Anggota Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia menyebutkan, tidak sepantasnya ada seorang muslim yang tidak ikut aksi tanpa udzur.

Beliau ingatkan lagi dengan ayat berikutnya. Bahwa ketidakbersediaan untuk berjuang hanya akan mengundang adzab Allah subhanahu wata’ala.

إِلَّا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Aryinya: “Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS at Taubah: 39).

Terakhir beliau kembali menegaskan bahwa persoalan Al Quds adalah barometer keimanan. [ibw]