Di Pertemuan Ulama Anies Baswedan Beberkan Keunikan Indonesia Jaga Persatuan

Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies BaswedanAnies Baswedan menyampaikan sambutan pada Pembukaan Multaqa Pertemuan Ulama dan Da’i Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa ke.5 di Jakarta, Selasa (03/07/2018).

Di Pertemuan Ulama Anies Baswedan Beberkan Keunikan Indonesia Jaga Persatuan

(Jakarta) wahdahjakarta.com-,  Selasa (03/07/2018) Ikatan Ulama dan Asia Tenggara bekerjasama dengan Yayasan Al-Manarah al-Islamiyah menggelar Multaqa (Pertemuan) Ulama dan Da’i Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa di Jakarta pada Selasa (03/07/2018).

Acara ini didukung pula oleh Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (Pemprov DKI) Jakarta. Dalam sambutannya Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan bahwa pertemuan ulama dan da’i adalah momen untuk menggaungkan dan menunjukkan persatuan di Indonesia di mana para hadirin dapat belajar dari persatuan di Indonesia.

Sebab menurutnya Indonesia bangsa yang unik dalam menjaga persatuan dan mengelola keragaman. “Indonesia negeri yang amat bhineka, 700 bahasa 400 suku bangsa  namun yang unik dari Indonesia bukan keberagamannya saja, yang unik dari Indonesia adalah persatuan di dalam keberagaman”, ungkapnya. “Bersatu di dalam keberagaman, di situ letak keunikannya”, imbuhnya.

Penggagas Gerakan Indonesia mengajar ini mengatakan bahwa selama ini kita fokus kita banggakan adalah keberagaman, kita lupa bahwa yang harus kita rayakan bukan hanya keberagaman, yang harus dirayakan adalah persatuan.

Oleh karena itu sebagai Gubernur DKI mengaku bangga dan bersyukur, Jakarta dipilih sebagai tuan rumah penyelenggara Multaqa ini.   Beliau  berharap dari Indonesia terbit perdamaian dan menyebar ke seluruh tempat. Khususnya negeri  yang saat ini belum merasakan perdamaian.

“Membangun persatuan di Indonesia bukan berarti kita menghilangkan masalah tetapi dari waktu ke waktu kita sebagai bangsa selalu bisa menyelesaikan masalah dan menjaga persatuan, dan mungkin dunia Islam bisa belajar banyak dari bagaimana persatuan di Indonesia bisa dibangun,” ucap Anies.

Gubernur Anies juga mengucapkan terima kasih atas kesediaan Wapres RI Muhammad Jusuf Kalla yang hadir menyampaikan sambutan dan membuka acara ini. Menurutnya kedatangan Wapres RI makin menyiratkan pesan perdamaian kepada para hadirin, terlebih Wapres RI telah banyak berjasa dalam upaya perdamaian di banyak tempat. “Pak Wapres juga seorang yang banyak bekerja membangun perdamaian banyak persoalan konflik di Indonesia di mana beliau terlibat, termasuk juga konflik di berbagai wilayah di Asia Tenggara dan bahkan bulan lalu sempat dengan pihak Afganistan untuk merancang solusi perdamaian, ” tandasnya. [sym].

 

Wapres JK: Konflik di Negara Islam Tak Lepas dari Peran Negara Besar

Wapres RI JK

Wapres JK: Konflik di  Negara Islam Tak Lepas dari Peran Negara Besar

(Jakarta) wahdahjakarta.com-, Ikatan Ulama dan Asia Tenggara bekerjasama dengan Yayasan Manarah al-Islamiyah dan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (Pemprov DKI) Jakarta menggelar Pertemuan Ulama dan Da’i Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa di Jakarta pada Selasa (03/07/2018).

Forum Ulama dan Da’i Internasional ke.5 ini dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Muhammad Jusuf Kalla (JK). Dalam sambutannya, JK menyinggung soal konflik yang dialami umat Islam di beberapa negara kawasan Asia Tenggara dan dunia Islam seperti Myanmar hingga Suriah.

“Di Asia Tenggara ada konflik melibatkan umat Islam di Myanmar, Filipina. Di TV, kita melihat kesedihan seperti di Suriah, Afghanistan. Semoga negara-negara umat islam  tersebut segera mencapai perdamaian,” unjar JK yang dikenal sebagai tokoh perdamaian.

JK mengatakan, selama ini, Indonesia telah terlibat dalam membantu perdamaian di Myanmar saat konflik Rohingya. Tak hanya itu, Indonesia juga memberikan sumbangan pikiran untuk perdamaian Afghanistan dengan Taliban.

“Jadi juga perlu kita pelajari mungkin pertemuan seperti ini secara khusus kenapa, terjadi konflik di negara Islam, di banyak negara, tak lepas dari pengaruh negara besar,” jelasnya.

Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengucapkan terima kasih atas kesediaan Wapres RI membuka acara tersebut. Menurut Anis kedatangan Wapres RI makin menyiratkan pesan perdamaian yang merupakan spirit dari tema Multaqa ini. Terlebih  Wapres RI telah banyak berjasa dalam upaya perdamaian di banyak tempat.

“Pak Wapres juga seorang yang banyak bekerja membangun perdamaian, banyak persoalan konflik di Indonesia di mana beliau terlibat, termasuk juga konflik di berbagai wilayah di Asia Tenggara dan bahkan bulan lalu sempat dengan pihak Afganistan untuk merancang solusi perdamaian, ” pumgkasnya.

Forum internasional ini  dihadiri lebih dari 500 peserta  yang didominasi oleh para undangan dalam negeri yang terdiri dari para ulama, cendekiawan, dai, dan para utusan pimpinan ormas Islam seperti Majeli Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama (NU),  Persatuan Islam (PERSIS), Wahdah Islamiyah (WI), Dewan Dakwah Islamiyah (DDII), Front Pembela Islam (FPI),  Al Irsyad, Syarikat Islam, An Najat al Islamiyah, PUI,  Al Washliyah,  Hidayatullah,  GP Anshar DKI,  dan ormas-ormas lainnya.  Demikian  juga lebih dari seratus ulama dan dai datang sebagai undangan dari negara-negara Asia Tenggara dan beberapa ulama dan tokoh utusan dari negara-negara Afrika dan Eropa serta belasan duta besar negara-negara Islam untuk Indonesia.

Acara ini diselenggarakan di Grand Cempaka Hotel dan  dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari hari Selasa 19 Syawal 1439 H (03/07/2018) s/d 22 Syawal 1439 H (06/07/2018).  [sym].

Press Release Forum Ilmiah Internasional Ulama dan Dai Asia Tenggara,  Afrika dan Eropa Ke.5

Press Release Forum Ilmiah Internasional Ulama dan Dai Asia Tenggara, Afrika dan Eropa Ke.5

Ketua MUI Pusat, KH. Ma’ruf Amin pada Pembukaan Forum Ilmiah Internasional Ulama dan Dai Asia Tenggara, Afrika dan Eropa Ke.5

Press Release Forum Ilmiah Internasional Ulama dan Dai Asia Tenggara,  Afrika dan Eropa Ke.5

Bismillahirrahmanirrahim

Sebagai wujud dari komitmen terhadap terciptanya kesatuan dan persatuan ummat dalam ikatan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah serta panduan para ulamanya dari generasi-ke generasi, Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara yang diketuai Al Ustaz Dr. Muhammad Zaitun Rasmin bekerja sama dengan Yayasan al Manarah Al Islamiyah yang diketuai oleh Syekh Khalid Al Hamudy,  dan didukung oleh Pemprov. DKI Jakarta, kembali menyelenggarakan Forum Ilmiah Internasional yang ke-5 (Al Multaqa al Duwaly al ‘Ilmy  al Khamis).

Dengan mengambil tempat penyelenggaraan di Grand Hotel Jakarta, acara forum pertemuan tahunan para ulama, cendekiawan dan aktivis dakwah ini dibuka oleh Wakil Presiden, Muhammad Jusuf Kalla dan sambutan dari Guber DKI Jakarta, Anies Baswedan. Forum internasional ini sendiri diagendakan berlangsung selama empat hari yaitu dari hari Selasa sampai dengan Jumat, 3 sd 6 Juli 2018, dengan menyajikan beberapa parasaran yang disampaikan dan dibahas oleh para tokoh ulama dan cendekiawan dari luar dan dalam negeri.

Para peserta yang hadir lebih dari 500 peserta didominasi oleh para undangan dalam negeri yang terdiri dari para ulama, cendekiawan, dai, dan para utusan pimpinan ormas Islam seperti MUI, Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama, PERSIS, Wahdah Islamiyah (WI), Dewan Dakwah Islamiyah (DDII), Front Pembela Islam (FPI),  Al Irsyad, Syarikat Islam, An Najat al Islamiyah, PUI,  Al Washliyah,  Hidayatullah,  GP Anshar DKI,  dan ormas-ormas lainnya. Demikian  juga lebih dari seratus ulama dan dai datang sebagai undangan dari negara-negara Asia Tenggara dan beberapa ulama dan tokoh utusan dari negara-negara Afrika dan Eropa serta belasan duta besar negara-negara Islam untuk Indonesia.

Tema dari perhelatan Multaqa kelima ini adalah “Wa’tashimu…” (Berpegang Teguhlah Kalian Semua…)” yang mencerminkan tujuan utama dari forum ini adalah merumuskan langkah-langkah konkrit dalam mewujudkan kesatuan-persatuan para ulama dan dai dalam berdakwah, menjauhi perselisihan dan perpecahan umat, serta mengembangkan cara-cara dialog yang saling menghormati dalam menghadapi berbagai issu kontroversi di tengah masyarakat.

Forum akbar tahunan ini konsisten dengan pengambangan wacana dakwah yang murni tanpa ditunggangi kepentingan-kepentingan politik pragmatis.

Oleh karena itu dari perhelatan akbar ini diharapkan melahirkan kesadaran bersama tentang besarnya tanggung para ulama dan dai dalam mengembangkan dakwah Islam yang penuh hikmah dengan berorentasi kepada terwujudnya peradaban Islami yang memberi kontribusi nyata bagi keharmonisan, kesejahteraan, kemakmuran, keadilan, keamanan dan kedamaian,  serta keselamatan dan kebahagiaan umat manusia di dunia dan akhirat sebagaimana yang digariskan oleh Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Acara forum internasional ini sendiri telah menjadi agenda tahunan dari program kerja Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara sejak didirikannya pada tahun 2014. Pada Multaqa yang pertama yang diselenggarakan di Depok Tahun 2014 sebagai tahun pembentukan Rabithah. Multaqa yang kedua tahun 2015 diselenggarakan di Lembang-Bandung dengan tema “Waman Ahsanu Qaulan..”

Multaqa yang ketiga diselenggarakan di Centul-Bogor dengan tema Ummatan Wasatha. Multaqa ke empat tahun 2017 diselenggarakan di Kota padang dengan Tema “Wihdatul Ummah”.

Jakarta, 3 Juli 2018.

Dr. Jeje Zaenudin

(Sekretaris Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara)