Adab-Adab Shalat [03]

 

Adab Shalat

Adab-Adab Shalat [03]

Sambungan dari Tulisan Sebelumnya

  1. Tenang dan Thuma’ninah dalam melakukan setiap Gerakan dan Rukun-rukun Shalat; Tidak Cepat- cepat atau Terburu-buru

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;

مَا مِنِ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلَاةٌ مَكْتُوبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا وَخُشُوعَهَا وَرُكُوعَهَا إِلَّا كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنَ الذُّنُوبِ مَا لَمْ يُؤْتِ كَبِيرَةً وَذَلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ

Tidaklah seorang muslim yang apabila hadir waktu shalat fardhu ia membaguskan wudhunya, khusy’unya, dan ruku’nya kecuali shalatnya akan menjadi penghapus dosa-dosa sebelumnya selama tidak melakukan dosa besar dan yang demikian itu berlaku selamanya”.  (HR Muslim).

  1. Berusaha Menahan Diri Sekuat Mungkin Untuk Tidak Menguap atau bersendawa ketika sholat dan Rendahkanlah Suara Apabila Terpaksa atau Tidak Tertahankan

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda;

 إنّ التثاؤب  في الصلاة من الشيطان ، فإذا وجد أحدكم ذلك فليكظم

Sesungguhnya menguap ketika salat adalah dari setan jika salah seorang dari kalian ingin menguap maka tahanalah (HR.  Ibnu Hibban).

  1. Bersegeralah Untuk Melakukan Shalat di Awal waktu dan Tidak Mengalirkannya Tanpa Udzur.

Jangan malas karena hal itu merupakan ciri-ciri orang munafik sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Ta’ala;

وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ [٩:٥٤

Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan. (QS. At-Taubah: 54).

 12. Duduk   di Tempat Shalat Setelah Selesai Setiap Shalat Fardhu untuk Istighfar Berdzikir dan Berdo’a

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;

Barangsiapa bertasbih setelah selesai setiap salat fardhu 33 kali, bertahmid 33 kali, bertakbir 33 kali, total berjumlah 99 Kali, dan Ia sempurnakan seratus  dengan mengucapkan Laa ilaha illallahu Wahdahu Laa Syariikalahu  Lahul Mulku Walahul Hamdu Wa huwa ‘ala Kulli syai-in Qadir (Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata yang tidak ada sekutu baginya hanya miliknya kerajaan dan hanya miliknya Segala pujian dan dia maha kuasa segala sesuatu) maka dosa-dosanya diampuni  sekalipun seperti buih di lautan“. (HR.  Muslim).

Bersambung insya Allah. [sym].

Sumber: Panduan Adab-Adab Shalat Untuk Meraih Kesempurnaan Shalat, Syaikh Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah.