Korban Gempa Palu, Mayat Seorang Ibu Ditemukan dalam Keadaan Mendekap Anaknya

Salah satu lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di perumnas Baloara

Korban Gempa Palu, Mayat Seorang Ibu Ditemukan dalam Keadaan Mendekap Anaknya

(Palu) wahdahjakarta.com– Relawan Kemanusiaan dari berbagai lembaga telah sampai di Palu Sulawesi Tengah beberapa waktu setelah gempa bumi disusul tsunami menerjang kota Palu dan Kabupaten Donggala pada Jum’at (28/09/2018).

Tim media Lazis Wahdah yang tergabung dalam Tim Wahdah langsung menuju salah satu titik terdampak gempa dan melakukan evakuasi terhadap korban gempa Palu.

“Hari ini Ahad (30/9) kami bersama 22 Relawan dari Tim Wahdah Peduli terjun ke daerah yang paling parah terdampak  gempa di Perumnas Balaroa, Tim  berhasil evakuasi 7 mayat”, ujar Nasruddin Abdul Karim, tim media Lazis Wahdah.

“Kaget dan mencengangkan itulah suasana pemandangan pertama kami melihat langsung parahnya dampak gempa dan tsunami kota Palu,” kata Nasruddin dalam laporannya.

Perumahan dengan penghuni sekitar 3000 jiwa ini seperti dibalik, jalanan mencuat setinggi atap rumah. Daerah ini terbilang sangat parah, banyak korban yang terjebak di dalam reruntuhan bangunan.

Ada yang mengharukan ketika tim Wahdah Peduli melakukan evakuasi. Mayat seorang ibu ditemukan di sela-sela reruntuhan rumahnya dalam mendekap anak menantunya. “Kami menangis melihat seorang ibu ditemukan mayatnya disela-sela reruntuhan bangunan di perumnas dalam keadaan mendekap anak mantunya”, imbuhnya.

Waktu sang suami datang sang ibu sudah wafat dan sang istri yang baru dua bulan dinikahinya masih sempat minta tolong kepada sang suami. Tapi karena reruntuhan akhirnya tidak bisa diselamatkan.

Proses evakuasi lumayan menantang, bekerja di sela-sela robohan bangunan ditambah bau jenazah yang terpendam sudah sangat menyengat. Evakuasi korban mesti melewati atap-atap rumah yang berbahaya.

“Malam hari Palu seperti kota mati karena lampu sampai sekarang belum nyala. Gempa kecil juga masih sering terjadi siang dan malam”, .

kondisi lapangan sangat  butuh tambahan relawan lagi terutama banyaknya mayat yang belum dievakuasi dan lebih penting dari itu stok bantuan makanan dan minuman yang masih sangat minim.[Nasruddin/wahdah.or.id/wahdahjakarta.com]

Logistik Nihil, Korban Gempa dan Tsunami Palu Mengais Reruntuhan

Logistik Nihil, Korban Gempa dan Tsunami Palu Mengais Reruntuhan

Logistik Nihil, Korban Gempa dan Tsunami Palu Mengais Reruntuhan

 

 

Logistik Nihil, Korban Gempa dan Tsunami Palu Mengais Reruntuhan

(Palu) wahdahjakarta.com-  Gempa  bumi disusul tsunami yang  terjadi pada Jumat  (28/9/2018) sore tidak hanya meluluhlantakkan kota Palu Sulawesi Tengah  tapi juga melumpuhkannya.

Di kawasan pergudangan Palu Utara, warga tampak mengais  di sela-sela reruntuhan, berharap ada barang atau bahan makanan yang bisa mereka makan.

Seorang ibu mengatakan terpaksa melakukan hal itu  karena tidak ada toko yang menjual. “Kami lapar kami butuh makan” katanya kepada Nasruddin Abdul Karim, Relawan Lazis Wahdah, Ahad (30/9/2018).

Di beberapa tempat pun banyak toko-toko yang habis terjarah. Minimarket  jadi sasaran penjarahan dengan alasan kekurangan logistik.

penjarahan  juga  menimpa POM Bensin Pertamina. Ada yang langsung naik ke atas mobil pengangkut bahan bakar, warga ramai-ramai naik keatas nya menggunakan timba untuk mengisi jerigen.

Salah seorang warga mengatakan rumahnya habis tak tersisa dan bantuan belum juga turun.

Kebutuhan saat ini adalah bahan makanan dan bensin. Listrik pun mati semenjak gempa.[]

Sumber: wahdah.or.id

 

Saat Semuanya Tak Lagi Berarti

Saat Semuanya Tak Lagi Berarti

Kalau Anda merasa sedang butuh makna hidup, jalan-jalanlah ke Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin. Di Mandai. Dekat bandara lama.

Di sini, uang tak lagi berarti. Anda boleh punya belasan juta di dompet dan ratusan juta di ATM, tetapi jika kota tujuan Anda adalah Palu, tak akan ada tempat duduk yang nyaman.

Begitu banyak yang berpakaian rapi, harum, dan mahal. Namun tetap harus antre seat di Hercules, satu-satunya pesawat yang bisa berangkat ke tanah yang baru dua hari diterjang gempa dan tsunami itu.

Lupakan dahulu penerbangan komersial, duduk di bussines class, dan dilayani pramugari. Lupakan dahulu ruang tunggu yang dingin dan banyak toilet. Lupakan Starbucks, J.Co, dan executive lounge.

Ada yang rela bermalam di sini, tidur di tegel dan taman, tetapi belum juga bisa terbang sampai sekarang.

Terlalu banyak yang mendaftar. Kapasitas terbatas. Beberapa Hercules yang mondar-mandir Makassar-Palu, Palu-Makassar, belum cukup untuk mengangkut semuanya.

Asri, teman kantor saya sangat mencemaskan kakak dan ponakannya. Belum ada yang bisa dihubungi. Makanya dia mesti berangkat ke Palu. Mencari sendiri kepastian itu.

Doelnest la Maspul, Paulus Tandi Bone, Nurdin Amir, Hariandi Hafid, Maman Sukirman, dan banyak rekan jurnalis lain juga masih menanti dipanggil namanya. Lambung mulai getar, baterai ponsel melemah, badan penat. Namun tidak ada yang bisa mempercepat keberangkatan sebelum tiba gilirannya.

Para relawan dan tim medis juga menunggu jatah terbang.

Lalu di bagian kedatangan, yang tanpa AC dan pengharum, ratusan orang lainnya tiba. Mereka para korban gempa yang selamat.

“Habis semuanya. Ada mobil, tapi kami parkir sembarangan di bandara Palu. Tidak ada artinya lagi,” ujar seorang ibu yang tampak sangat lelah. Matanya berair.

Seorang anggota keluarganya tidak ikut ke Makassar. Belum ditemukan. Dia cuma memikirkan dua kemungkinan; tenggelam atau tertanam. Gempa dan tsunami membuat banyak yang hilang.

Empat bocah bersaudara duduk bernaung di bawah kanopi kantin. Ibunya yang bercadar membelikan minuman dan wafer.

Di Palu, kata mereka, sekarang sangat susah mengasup. Krisis air, krisis makanan. Belum banyak bantuan yang datang. Bandara tutup. Jalur darat putus. Pelabuhan juga kabarnya rusak.

Masih di bagian kedatangan, beberapa ambulans menembus blokade. Sejumlah penumpang harus segera dibawa ke rumah sakit. Ada yang tangannya dibalut perban. Ada yang tidak bisa berjalan karena kakinya entah tertimpa apa pada Magrib di hari Jumat itu.

Saya juga melihat seorang wanita tua, yang melangkah gontai sambil terus terisak. Pasti ada yang hilang dari dirinya. Entah harta, sanak saudara, atau apa. Saya tak mungkin menambah perihnya dengan pertanyaan.

Namun inilah realitas di dunia. Tempat kita sedang mampir ini. Begitu banyak duka, luka.

Jadi kalau sekarang kita masih dalam suka, ada baiknya kita meresponsnya dengan qana’ah. Kalau sekarang kita masih bisa sarapan Indomie, makan siangnya ikan teri, lalu malamnya bakso, itu sudah rezeki yang besar.

Percuma banyak deposito bila tak ada yang bisa dibeli. Uang dan kartu debit tak mungkin dikunyah.

Dan bila saat ini kita dalam keadaan berlebih, tengoklah ke saudara-saudara yang sedang tak berpunya.

Hidup seperti roda Hercules yang melaju di runway.

Fb Imam dz

48 Jam Pascagempa, Palu Masih Mencekam, Logistik Lumpuh

Suaana kota Palu pada malam hari, Photo.ACTNews

48 Jam pascagempa, Palu masih mencekam, logistik lumpuh sepenuhnya sementara bantuan logistik belum merata

(PALU) wahdahjakarta.com – Hari kembali gelap, sudah lewat lebih dari 48 jam pascagempa tsunami menerjang Kota Palu dan Donggala. Tapi listrik belum menyala hingga Ahad (30/9). Artinya, ketika matahari mulai turun, saat itu pula Kota Palu benar-benar gelap. Hanya cahaya lampu dari kendaraan yang remang di antara runtuhan. Puing rumah akibat gempa dan tsunami masih berserak, Kota Palu sebagai pusat dari pemerintahan Sulawesi Tengah masih lumpuh total.

Lebih dari dua hari dua malam pascagempa dan tsunami, relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang berada di Kota Palu melaporkan kekacauan yang sebenar-benarnya sedang terjadi di antara ribuan jiwa pengungsi. Kekacauan terjadi ketika kebutuhan dasar seperti air minum, pangan, dan bahan bakar minyak (BBM) sangat sulit sekali didapat.

“Logistik lumpuh sepenuhnya. Sementara bantuan logistik belum merata. Bensin tidak ada, bahkan sekadar air minum kami tak menemukan sejak pagi. Kami Tim ACT yang bertugas di Palu baru sempat minum sedikit sekali sejak pagi hari. Kondisi pengungsi jauh lebih berduka lagi. Masih sangat banyak warga yang tidak menemukan makanan sejak dua hari lalu,” ujar Nimas Afridha, Reporter ACTNews mengabarkan dari tengah Kota Palu, Ahad malam (30/9).

Sementara itu, di waktu bersamaan angka korban meninggal akibat tertimbun runtuhan dan terhempas gempa terus bertambah. Sampai Ahad (30/9) siang, jumlah korban meninggal dunia telah diperbarui kembali menjadi 832 jiwa.

“Kami petang tadi menyisir sisi sebelah Timur Teluk, di sekitar Universitas Tadulako. Runtuhan rumah karena tsunami masih luarbiasa berserakan. Di dalam runtuhan-runtuhan itu diduga masih banyak jenazah tertimbun,” jelas Lukman Solehuddin, Koordinator Tim Emergency Response ACT di Palu.

Jenazah korban tsunami yang masih terdampar di pesisir sekitar Teluk Palu ini pun menjadi dilema baru. Pasalnya, jenazah terkena air laut akan mempercepat pembusukan dan menjadi ancaman kesehatan bagi pengungsi di sekitarnya.

“Tubuh meninggal dunia ada proses pembusukan, Kalau tenggelam di air laut dikhawatirkan bakteri pembusukan akan mencemari sumber air. Kalau terbuka baunya menyengat, lama-lama juga berbahaya untuk kesehatan pengungsi yang masih hidup di sekitarnya,” papar dr. Muhammad Riedha, Koordinator Tim Medis ACT.

Sumber: ACTNews

Wahdah Islamiyah Provides Ambulance Fleet to Help Earthquake Victims in Central Sulawesi

Wahdah volunteer care prepare to head for a hammer carrying humanitarian assistance to the Palu Erthaquake victims

Wahdah Islamiyah Provides Ambulance Fleet to Help Earthquake Victims in Central Sulawesi

(Makassar) wahdahjakarta.com – An earthquake measuring 7.4 magnitude along with a tsunami that occurred in Palu, Central Sulawesi was a concern on all parties.

LAZIS Wahdah gives full supports to distribute aid to disaster victims by providing assistance to one fleet in the form of Ambulance. The fleet departed from the LAZIS Wahdah headquarters located at Jln. Urip Sumoharjo No. 15, Tello Baru, Makassar City, Saturday (29/9). Four volunteers who escorted the relief expedition were Asmar Judda, Hasbullah, Suriadi, and Herdiyanto.

“Full support of LAZIS Wahdah to help victims of the earthquake in Central Sulawesi. All the big families of Wahdah Islamiyah Islamic Community Organization are mourning the disaster and through this effort we hope to help the community through the difficult times they face,” explained Syahruddin, Director of LAZIS Wahdah, when releasing volunteers who brought help.

Ambulance will take approximately 17 hours to travel with a distanceof ± 832.4 km towards the city of Palu, Central Sulawesi. This ambulance brought aid in the form of food, logistics in the form of tarps, emergency tents, basic necessities and generators.

Previously, LAZIS Wahdah had also sent a number of volunteers the day before. And on this day, a fleet of assistance will complete the struggle of the volunteer team during the evacuation of the victims of the Central Sulawesi earthquake while it took place. The team is currently still conducting assessment and completion of victim data. While other teams will build humanitarian posts with key programs such as health and medical volunteers, trauma healing, da’wah, public kitchen assistance, fuel / power plant equipment and emergency tents.

“Pray for us to be safe until our destination. There is no other intention than just to help them, our brothers who are temporarily mourning, “said one of the volunteers.

Friend, let’s put our hands together, pray for our brothers who are grieving.

Let’s help our brothers and sisters affected by the Central Sulawesi earthquake. Donations can be channeled through Bank Syariah Mandiri (451) account number: 499 900 9005 a. N LAZIS Wahdah Peduli Negeri.  Note

  1. For the sake of trust and discipline, recording is expected to add a nominal amount of 600 per transfer. Example of Rp. 500,600, –
  2. Transfer confirmation via WA / SMS to +6285315900900, type: PGS / Name / Address / Donation Amount along with transfer proof photo. 🌹 For the participation and charity we say “Syukran wa Jazakumullahu Khairan” and may Allah multiply our alms reward. LAZIS Wahdah “Serving and Empowering”

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahpeduli #pedulinegeri #peduligempasulteng #gempadonggala

Earthaque and Tsunami Crash Indonesia

Earthaque and Tsunami Crash Indonesia

(Palu) wahdahjakarta.com- Indonesia Again with Grievances with Magnitude 7, 4 occurred at 17.02.45 WIB (source: BMKG, previously recorded at M 7.7 at 17.02.44 WIB, Red), Friday (28/09/2018), in Palu and based in Donggala Regency, Central Sulawesi.

The head of the Meteorology and Geophysics Agency (BMKG) Prof. Ir Dwikorita Karnawati in a press conference broadcast on a television station on Friday night stated that the tsunami crash the area of ​​Palu with a height of up to one and a half meters due to the 7.7 magnitude earthquake which shake Donggala Regency, Central Sulawesi.

The tsunami occurred at 17:35. But then after a while, the water has receded, he said.

He also explained that during the tsunami, BMKG delivered tsunami early warnings for Central Sulawesi and West Sulawesi (Sulbar).

Until then the sea water that arose to the land (tsunami) has receded, the BMKG ends the tsunami early warning. He stressed that BMKG did not revoke the tsunami warning, but ended the tsunami warning.

“The tsunami early warning was ended, we ended after low tide,” he explained.

Soul Victims fell

Head of the BNPB Information and Public Relations Center, Sutopo Purwo Nugroho, said that the earthquake and tsunami caused a number of casualties.

“The tsunami earthquake caused casualties. Interim reports, there were several victims who died because of collapsed buildings. The tsunami also crashed several settlements and buildings on the beach. The number of victims and their impact is still on the data collection, “he said

“The power outages caused the communication network in Donggala, one of the districts in Central Sulawesi and the surrounding areas to be unable to operate because PLN’s electricity supply was broken. There are 276 base stations that cannot be used. Communication operators continue to try to recover electricity supply on an emergency basis.

“The Ministry of Communication and Information has taken steps to recover the broken communication,” he reported.

SIS Al-Jufri Mutiara Airport Closed 24 Hours

As a result of this earthquake and tsunami, SIS Al Jufri Mutiara Airport in Palu Central Sulawesi was closed.

“Herewith is informed that according to Notam Number H0737 / 18 Sis Al Jufri Pearl Airport Palu was closed from 28 September 2018 at 19.26 WITA until the estimated September 29 2018 at 19:20 WITA due to the impact of the Earthquake,” Sutopo said via his Twitter account on Friday.

Korban Tewas Gempa dan Tsunami Palu  821 Orang, Donggala 11 Orang

Korban Tewas Gempa dan Tsunami Palu  821 Orang, Donggala 11 Orang

Korban Tewas Gempa dan Tsunami Palu  821 Orang, Donggala 11 Orang

Korban Tewas Gempa dan Tsunami Palu  821 Orang, Donggala 11 Orang

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah saat ini mencapai 832 orang. Untuk sementara korban terbanyak di Palu yakni 821 orang. Sementara di Donggala 11 orang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwonugroho mengatakan, jumlah korban ini diterima dari petugas di lapangan meski jaringan komunikasi belum sepenuhnya pulih.

“Meski akses terputus kami dapat laporan dari PMI (Palang Merah Indonesia) pusat di Donggala ditemukan 11 meninggal akibat bangunan roboh dan tsunami,” kata Sutopo di Jakarta, Ahad (30/09/2018).

Korban tewas yang ditemukan dimakamkan secara massal karena pertimbangan kesehatan. Mereka yang dimakamkan setelah bisa diidentifikasi.

Sementara untuk korban luka ratusan orang dan pengungsi mencapai belasan ribu orang. Dalam keterangan terakhir, BNPB menyebut korban luka 540 orang dan pengungsi 17 ribu orang.

Jumlah  ini menurut Sutopo ada kemungkinan akan terus bertambah karena banyak jenazah yang belum teridentifikasi.

“Kondisi di sana masih banyak jenazah yang belum terindetifikasi. Korban yang kena reruntuhan juga masih banyak, itu meneybabkan jumlah korban akan terus bertambah,” katanya. (cnnindonesia/wahdahjakarta.com)

.

 

 

 

 

Forjim Gelar Pelatihan Jurnalistik Dakwah OMOJ  Angkatan ke-5

  Forjim Gelar Pelatihan Jurnalistik Dakwah OMOJ  Angkatan ke-5

(Bogor) wahdahjakarta.com -Forum Jurnalis Muslim (Forjim) bersama DKM Masjid Alumni IPB Kota Bogor dan Kalam TV menggelar Pelatihan Jurnalistik Dakwah di Masjid Alumni IPB Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/09/2018).

Pelatihan yang diberi nama “One Masjid One Journalist (OMOJ)” ini diikuti oleh sekitar 50 peserta dari perwakilan aktivis masjid, lembaga Islam dan masyarakat umum. Acara ini dibuka oleh Ketua Umum Forjim Dudy Syaba’ni Takdir.

Dalam sambutannya, Dudy menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk membekali para aktivis dakwah yang berkecimpung dalam dunia jurnalistik agar mampu memanfaatkan teknologi dan mengemas informasi yang bermanfaat untuk kepentingan dakwah Islam.

“Kami berharap agar setiap masjid ada satu jurnalis, menyebarkan ilmunya para ulama atau mengenalkan berbagai kegiatan masjid. Ini dilakukan karena kebangkitan umat Islam itu berasal dari masjid,” ujar redaktur pelaksana Ahad.co.id itu.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan bagaimana pentingnya memanfaatkan media sebagai alat untuk berdakwah, cara teknik menulis berita dan wawancara serta bagaimana teknik membuat video pendek melalui smartphone.

Acara yang berlangsung sejak pagi hingga sore ini disambut antusias para peserta, semangat mereka ditunjukkan dengan kemampuan membuat berita singkat dan video pendek dalam sesi praktek.

Selain itu, antusias juga ditunjukkan masyarakat Bogor dan sekitarnya atas kehadiran pelatihan jurnalistik bersama Forjim di Kota Hujan ini. Meski pendaftaran sudah ditutup, masih banyak masyarakat yang berminat untuk mendaftar. Merespon hal tersebut, DKM Masjid Alumni IPB Kota Bogor berjanji akan kembali mengadakan acara serupa di kemudian hari.

Pelatihan jurnalistik di Bogor ini merupakan angkatan ke-5 yang digelar Forjim. Acara OMOJ ini terselenggara berkat dukungan PayTren dan Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi).

Rencananya pada Oktober mendatang, angkatan ke-6 akan diselenggarakan di Tasikmalaya, Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut juga akan dilakukan pembentukan pengurus Forjim Jawa Barat. (Rilis).

BNPB: Korban Jiwa Gempa Palu  420, Sigi dan Donggala Belum Jelas

Kondisi salah satu kompleks Perumahan di kota Palu pasca Gempa Bumi Palu, Jum’at (28/09/2018)

” Korban Jiwa Gempa Palu  420, Sigi dan Donggala Belum Jelas”

(Palu) wahdahjakarta.com- Jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa bumi yang melanda Kota Palu Sulawesi Tengah tercatat 420 orang hingga Sabtu malam. Hal ini disampaikan   Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei.

Menurutnya jumlah tersebut baru di Kota Palu, belum termasuk Kabupaten Sigi dan Donggala.  “Itu baru yang di Kota Palu, belum yang di Kabupaten Donggala dan Sigi,” katanya di Posko Satuan Tugas Khusus Penanggulangan Bencana di halaman rumah jabatan Gubernur Sulawesi Tengah di Jalan Moh Yamin Palu, Sabtu malam.

Selain itu, kerusakan akibat gempa di Kabupaten Donggala dan Sigi cukup signifikan, namun belum ada laporan mengenai korban dan tingkat kerusakan karena sulitnya komunikasi.

Satuan Tugas Khusus Penangulangan Bencana saat ini fokus melakukan pencarian dan penyelamatan serta penanganan pengungsi di daerah-daerah terdampak bencana.

“Sampai malam ini, ditaksir 10.000 pengungsi yang tersebar di 50-an titik dalam Kota Palu. Mereka akan diberi bantuan tempat berlindung, makanan dan obat-obatan bagi yang sakit,” kataya.

Saat ini jenazah sebagian korban yang meninggal dunia masih ada di rumah sakit-rumah sakit, sebagian sudah dijemput oleh keluarganya.

Kepala BNPB mengatakan jumlah korban jiwa masih bertambah karena banyak reruntuhan gedung seperti hotel-hotel besar, ruko, gudang, perumahan dan lainnya yang belum bisa tersentuh upaya pencarian.

“Kami kesulitan mengerahkan alat-alat berat untuk mencari korban di bawah reruntuhan gedung karena jalur jalan menuju Kota Palu banyak yang rusak,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa bahkan untuk menyediakan makanan siap saji dari Kota Palu ke tempat para pengungsi pun cukup sulit sehingga ribuan dus makanan harus didatangkan dari Surabaya menggunakan pesawat.

Mengenai perawatan korban yang sakit, ia menjelaskan, TNI telah mengerahkan bantuan medis serta tenaga medis-paramedis ke daerah terdampak bencana. Di samping itu, Kapal Rumah Sakit akan merapat ke Koa Palu dalam satu dua hari ke depan. (Sumber: Antara).

Hari Kedua Pasca Gempa Palu, Lazis Wahdah Kerahkan Bantuan Untuk Korban

Hari Kedua Pasca Gempa Palu, Lazis Wahdah Kerahkan Bantuan untuk Korban 

 

(Makassar) wahdahjakarta.com– Sabtu (29/09/2018) LAZIS Wahdah memberikan dukungan sepenuhnya untuk menyalurkan bantuan kepada korban bencana dengan memberangkatkan tim relawan dan armada Ambulance ke Sulawesi Tengah. Armada tersebut berangkat dari Makassar pada Sabtu malam, terdiri dari Tim Wahdah Peduli 12 orang relawan yang akan bertugas pada fase tanggap darurat.

Tim medis dan resque Wahdah Islamiyah ini akan bergabung dengan relawan LAZIS Wahdah yang sejak hari pertama sudah berada di Lokasi gempa. Mereka bertugas membantu evakuasi dan memberikan perawatan dan membantu penyelenggaraan jenazah untuk para korban gempa. Yang menarik dari tim resque yang berangkat kemarin  adalah tim yang baru tiba dari Lombok dan langsung berangkat ke Palu (Sabtu) sore kemarin. Mereka seakan tidak kenal lelah untuk misi kemanusiaan ini.

Sumber : https://www.facebook.com/1641537889447450/posts/2192884737646093/

***

Ayo bantu saudara-saudara kita yang terkena dampak Gempa Sulteng. Donasi bisa disalurkan melalui melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri.

Catatan

  1. Demi amanah dan kedisiplinan pencatatan maka diharapkan menambah jumlah nominal 600 setiap transferan. Contoh Rp 500.600,-
  2. Konfirmasi Transfer melalui WA/SMS ke 085315900900 atau 082315900900, ketik : PGS/Nama/Alamat/Jumlah Donasi beserta photo bukti transferan.

Atas partisipasi dan sedekahnya kami ucapkan “Syukran wa Jazakumullahu Khairan” dan semoga Allah melipat gandakan pahala sedekah kita.

LAZIS Wahdah Melayani dan Memberdayakan