Kesalahan-Kesalahan Suami (01): Mengabaikan Orang Tua Setelah Menikah

Kesalahan-Kesalahan Suami (01):  Mengabaikan Orang Tua Setelah Menikah

Fenomena  yang sering terjadi setelah menikah orang tua dan istri beradu cemburu. Suami  harus bersikap arif dan bijak mengharmoniskan, bukan menambah runyam.

Wahdahjakarta.com-, Tidak sedikit suami yang mengabaikan orang tuanya setelah menikah. Hak-hak   mereka dilalaikan. Penghargaan  dan penghormatan terhadap keduanya sirna tak bersisa. Istri  lebih ditaati daripada orang tua demi menyenangkan istri. Ayah Bunda pun terabaikan. Bahkan tak jarang mereka diusir dari rumah atau membiarkan sendirian di rumah, justru disaat mereka butuh uluran perawatan dari sang anak.

Jelas saja sikap seperti ini merupakan kedurhakaan pada orang tua. berlakunya begitu dekat pada azab yang dipercepat dan terjadi di dunia yang akan menurunkan sekaligus menenggelamkan kehidupannya. Apa  yang bisa diharapkan dari seseorang yang melalaikan orang paling dekatnya sekaligus paling utama untuk diberikan bakti dan kasih? Mudah  diduga ia akan lebih mengabaikan orang lain. Sebab orang yang tidak berbuat baik pada kedua orang tuanya takkan mungkin dapat berbuat baik kepada anak istrinya apalagi orang lain.

Anak yang sholeh selalu berusaha berbakti pada kedua orang tuanya dalam kondisi apapun. Ia  akan melakukan apapun untuk menyenangkan hati kedua orang tuanya, bahkan setelah menikah. untuk itu seorang anak perlu melakukan sejumlah tips berikut:

  1. Berdoa
  2. Menjaga sikap yang dapat membuat orang tua merasa bahwa anaknya telah berubah
  3. Tingkatkan bakti pada orang tua baik secara materi maupun maknawi.
  4. Sebaiknya tinggal terpisah di rumah sendiri namun dengan tetap menjaga komunikasi setiap saat.
  5. Jauhkan orang tua dari kerumitan persoalan rumah tangga semaksimal mungkin.
  6. Berusaha untuk senantiasa mengharmoniskan hubungan antara orang tua dengan istri .

Sumber: Min Akhtha’i al-Azwaj, Syaikh Muhammad bin Ibarhim al-Hamd