Gerai Sosial Muslimah Wahdah Jakarta, Bersama Berbagi Manfaat

Gerai Sosial Muslimah Wahdah Jakarta, Bersama Berbagi Manfaat

(Depok) wahdahjakarta.om—Muslimah Wahdah Jakarta mengadakan kegiatan sosial yang dinamakan dengan “gerai sosial”, Jumat (14/9) yang bertempat di Kompleks Mekarsari Permai, Depok. Kegiatan yang didukung sepenuhnya oleh LAZIS Wahdah ini berlangsung dari pukul 15.00 WIB s/d 17.15 WIB.

Adanya kegiatan gerai sosial ini sangat berarti sekali bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah terutama yang berkerja sebagai pemulung dan IRT yang begitu sulit membeli baju karena kesulitan ekonomi. Ummi santi selaku koordinator gerai berharap dengan adanya kegiatan ini bisa membantu warga menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan sandang mereka dengan harga terjangkau.

“Harapannya bisa membantu warga menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan sandang dengan harga terjangkau. Kedepan harapannya bisa lebih beragam lagi layanan yang diberikan kepada warga, tidak hanya pakaian”, ujarnya.

“Tadi lepas maghrib ada ibu-ibu dari Kampung Tipar yang jumlahnya 2 orang terlambat datangnya lalu sedikit memaksa untuk belanja di gerai sosial. Padahal sudah tutup dan barang sudah dirapikan. Alasannya karena telat dapat info. Berhubung jarak rumahnya cukup jauh dari lokasi gerai, maka kami kasih kesempatan membuka satu kantong pakaian dan memilih-milih yang diinginkan. Sebenarnya ingin membongkar semua tetapi kendalanya kami sudah kelelahan menunggui”, tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 jam lebih ini dihadiri oleh warga yang tinggal di sekitar kompleks dan warga yang datang dari kampung sebelah yang jumlahnya mencapai 50 an, semuanya ibu-ibu. Warga yang hadir sangat antusias membeli pakaian yang disukainya karena kualitasnya bagus dan dibandrol dengan harga yang murah.

“Bagus-bagus dan harganya murah”, kata Mama Puput yang berasal dari Kampung Tipar saat melihat tetangganya yang sudah pulang dari gerai. Senada dengan Mama Puput, Ibu Sari yang berasal dari Kampung Bulak mengaku bersyukur dan senang dengan kegiatan ini. “Terima kasih atas acara yang diselenggarakan, kami sangat senang”, ujarnya. [san/rsp]

 Ingat ya, Besok Puasa ‘Asyura

Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram. Tahun ini 10 Muharram 1440 H jatuh pada hari Kamis bertepatan dengan 20 September 2018.

Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram. Tahun ini 10 Muharram 1440 H jatuh pada hari Kamis bertepatan dengan 20 September 2018.

Puasa ‘Asyura memiliki beberapa fadhilah (keutamaan) Diantaranya, “Menghapuskan dosa selama setahun”, sebagaimana dikabarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya;

Puasa ‘Asyura juga merupakan puasa Sunnah yang sangat diperhatikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.   Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengabarkan bahwa ;  “Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam benar-benar perhatian untuk berpuasa pada suatu hari yang beliau utamakan dari hari lain melebihi puasa ‘Asyura ini dan bulan Ramadhan”. (HR. Bukhari).

 

Sempurnakan Puasa ‘Asyura dengan Puasa Tasu’a

Dianjurkan  melaksanakan puasa ‘Asyura dengan berpuasa tasu’a atau sehari sebelumnya, yakni pada tanggal 9 Muharram. Puasa Tasu’a dianjurkan oleh Nabi untuk menyelisihi orang-orang Yahudi yang juga berpuasa pada hari ‘Asyura.  Sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma;

“Ketika Nabi puasa A’syura dan beliau memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa, mereka berkata: “Wahai Rasulullah, hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani!! Maka Rasulullah berkata: “Kalau begitu, tahun depan Insya Allah kita puasa bersama tanggal sembelilannya juga”. Ibnu Abbas berkata: “Belum sampai tahun depan, beliau sudah wafat terlebih dahulu”. (HR. Muslim).

Riwayat  Ibnu Abbas inilah yang menjadi dasar hukum anjuran menyempurnakan puasa ‘Asyura dengan puasa Tasu’a atau sehari sebelumnya.

Ingat ya, Tasu’a tahun ini (1440 H) bertepatan dengan hari Rabu, 19 September 2018. Sedangkan ‘Asyura 1440 H hari Kamis 20 September 2018.

Jadi Rabu Puasa Tasu’a, Kamis Puasa ‘Asyura.

 [sym].