Beginilah Proses Evakuasi Mayat Berlumpur Mengeras di Petobo

Tim SAR Wahdah Peduli bersama SAR Basarnas, TNI, dan relawan lokal sedang melakukan evakuasi korban tertimbun lumpur yang sudah mengeras. Petobo, Palu, Selasa (02/10/2018) Photo. Media Lazis wahdah

Beginilah Proses Evakuasi Mayat Berlumpur Mengeras di Petobo

  • Lumpur mulai mengeras
  • Relawan temukan 3 jenazah orang dewasa dengan posisi melindungi anak kecil

 

(Palu) wahdahjakarta.com- Memasuki hari keempat pasca gempa dan tsunami yang menerjang Sulawesi Tengah, Relawan kemanusiaan dari berbagai unsur terus melakukan evakuasi.

Sebanyak 17 Relawan Wahdah Peduli bersama Relawan Basarnas, Relawan Lokal melanjutkan evakuasi jenazah korban gempa di Kelurahan Petobo, Kecamatan Birobuli, Palu Sulawesi Tengah, pada Selasa (02/10/2018).

Petobo termasuk salah satu daerah terdampak gempa yang paling  parah dan mencengangkan. Informasi dari warga sekitar, selain menggulung bangunan juga tiba-tiba muncul lumpur menyembur ke permukaan dan menimbun area radius 4 Km. Diperkirakan 700 jiwa yang terkubur hidup-hidup.

Memasuki hari keempat ini masih banyak jenazah yang terperangkap lumpur sudah mulai mengeras yang belum dievakuasi. Sesuai arahan  Basarnas, karena medan berat dan berlumpur maka harus hati-hati ketika melakukan evakuasi karena lumpur yang bisa menyebabkan infeksi.

Masuk di pinggiran Perumahan Petobo, Tim Wahdah Peduli menemukan banyak mayat yang tertimbun lumpur yang mulai mengeras. Bersama SAR Lokal yang sudah lebih dahulu berada di lokasi, berusaha mengeluarkan jenazah yang semakin digali semakin memperlihatkan 4 jenazah dengan perkiraan 3 dewasa dengan posisi melindungi anak kecil.

Tak jauh dari tempat tersebut juga ada jenazah perempuan dengan kepala yang sudah berulat dan sebagian anggota badan masih tertanam di lumpur.

Terlihat pula dari pinggiran lumpur ada kaki bayi yang diperkirakan di bawahnya banyak mayat, ditandai dengan genangan air yang berwarna merah gelap dan bau menyengat.

Pukul 12.08 akhirnya ada 3 jenazah yang berhasil di evakuasi dan dibawa ke RS. Bayangkara Palu untuk diotopsi.

Tadi dari PU sudah menerjunkan alat berat untuk membuka jalanan Petobo yang tertimbun lumpur ()

Trauma Gempa Susulan, Pasien Korban Gempa Takut Dirawat dalam Ruangan Rumah Sakit

Trauma Gempa Susulan, Pasien Korban Gempa Takut Dirawat dalam Ruangan Rumah Sakit

SAR Wahdah Islamiyah sedang bersih-bersih ruang prawatan Rumah Sakit Umum Daerah Palu, Selasa (02/10) sore

 

(PALU) wahdahjakarta.com – Memasuki hari ke empat, ratusan korban luka-luka Gempa Palu masih tertahan di luar ruangan Rumah Sakit yang disediakan oleh pemerintah daerah.

Termasuk beberapa diantaranya adalah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah UMDATA Sulawesi Tengah.

“Ada pasien yang baru menjalani operasi persalinan, seharusnya dirawat intensif dalam ruangan yang steril. Namun karena takut adanya gempa susulan, sehingga pasien ini memilih perawatan di teras Rumah Sakit” ungkap dokter Hisbullah, di RSUD UMDATA,  Jl. RE. Martadinata, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018).

Relawan medis asal Makassar ini menambahkan, kondisi ini sangat berbahaya, sebab bisa menyebabkan infeksi pada area operasi.

“Ini juga terjadi pada korban luka-luka yang lain, misalnya pasien yang telah menjalani pembedahan,” ungkapnya.

Bersamaan dengan hal ini, Kordinator SAR Wahdah Islamiyah, Syukri mengatakan, tim SAR WI berinisiatif melakukan pembersihan ruangan-ruangan dalam RSUD.

“Alhamdulillah tim kami arahkan untuk membersihkan ruangan sehingga kondusif digunakan oleh para dokter untuk merawat pasien korban Gempa,” ujarnya.

Setelah pembersihan, lanjut Dia, para pasien yang masih takut untuk menjalani perawatan dalam ruangan RSUD akan dimotivasi untuk mau menjalani perawatan dalam ruangan.

“Sehingga para korban akan cepat menjalani pemulihan,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, sebanyak 799 korban luka-luka tersebar di beberapa Rumah Sakit wilayah kota Palu. (*RH)

Siapkan Penanganan Korban Gempa, Tim SAR Wahdah Islamiyah Sterilkan RSUD Umdata Palu

Tim SAR Wahdah Islamiyah Sterilkan RSUD Umdata Palu

Tim SAR Wahdah Islamiyah Sterilkan RSUD Umdata Palu

Siapkan Penanganan Korban Gempa, Tim SAR Wahdah Islamiyah Sterilkan RSUD Umdata Palu

(PALU) wahdahjakarta.com – Sebanyak 21 tim SAR Wahdah Islamiyah diterjunkan untuk melakukan pembersihan di ruang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) UNDATA, Jl. RE. Martadinata, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (02/10/2018).

Pembersihan dilakukan setelah pengangkutan ratusan Jenazah oleh Pemerintah Daerah menuju penguburan massal.

Menurut relawan Medis Wahdah Islamiyah, dr. Faisal Abdillah, pembersihan dilakukan untuk mempersiapkan perawatan kepada korban luka-luka akibat Gempa kemarin.

“Kita fokus ke membersihkan RS agar teman-teman dokter bisa fokus menjalankan tugasnya, karena sebelumnya kotor akibat jenazah,” terangnya.

Faisal melanjutkan, setelah ini, seluruh korban luka-luka akan difasilitasi di ruangan yang telah dibersihkan.

“Kondisi tenda pengungsian sangat menyulitkan mereka untuk pulih, sehingga memang membutuhkan ruangan khusus untuk perawatan, dan tim Medis Wahdah Islamiyah Insya Allah sedang mempersiapkan penanganan di ruangan yang telah dibersihkan tersebut,” tambahnya.

Hal ini mendapat sambutan positif dari tenaga medis RSUD Umdata, Bapak Muslimin.

Menurutnya, kegiatan relawan ini sangat positif, terutama sebagai bentuk aksi nyata kepada korban Gempa.

“Luar biasa, tenaga medis akan sangat terbantu oleh apa yang telah dilakukan oleh tim SAR ini,” pungkasnya. (RH)

LAZIS Wahdah Mengirim 2 Truk dan 1.673 Koli Bantuan Ke Palu Via Kapal Tonasa

LAZIS Wahdah Mengirim 2 Truk dan 1.673 Koli Bantuan Ke Palu Via Kapal Tonasa

LAZIS Wahdah Mengirim 2 Truk dan 1.673 Koli Bantuan Ke Palu Via Kapal Tonasa

(Pangkep) wahdahjakarta.com -Hari ini, Selasa (02/10/2018) LAZIS Wahdah mengirim bantuan untuk gelombang yang ketiga via kapal Tonasa Lines. Bantuan yang dikirim sebanyak 1.673 koli diangkut oleh dua truk, satu ambulance LAZIS Wahdah, dan satu mobil operasional.

Bantuan tersebut berupa beras, air minum, pakaian, peralatan evakuasi dan berbagai kebutuhan pangan lainnya.

Mobil berangkat dari kantor pusat LAZIS Wahdah Jln. Urip Sumoharjo Makassar menuju pelabuhan Biringkassi PT Semen Tonasa Kabupaten Pangkep.

Direktur LAZIS Wahdah Syahruddin C Asho mengatakan, dalam ekspedisi kali ini bantuan direncanakan akan tiba hari Kamis mendatang. Bantuan tersebut kemudian akan disalurkan melalui posko induk LAZIS Wahdah yang berada di kompleks SDIT Qurrata A’yun, Desa Tinggigede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi.

“Lebih dari 124 relawan kita sementara berjuang membuka posko-posko di seluruh wilayah terdampak gempa. Dari sana bantuan akan meluncur ke berbagai titik, hingga ikhtiar ini bisa terasa manfaatnya untuk seluruh warga,” ujar Syahruddin saat melepas bantuan.

Sehari sebelumnya LAZIS Wahdah juga telah mengirim bantuan menuju Palu bersama dengan personil TNI Angkatan Laut dari Pelabuhan Lantamal AL VI Jl. Yos Sodarso No. 308 Makassar.

***

Relawan Lazis Wahdah dan Wahdah Peduli Siap berangkat menuju Palu Sulteng

Mohon doa sahabat kemanusiaan dimanapun berada agar para relawan tetap diberi kesehatan dalam menjalankan tugas-tugasnya selama berada di lokasi terdampak gempa. Donasi gempa “Sulawesi Tengah” bisa disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (451): 499 900 900 5 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri dan Konfirmasi transfer ke 085315900900. Link donasi: http://bit.ly/donaturlaziswahdah. []

LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayakan”

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahpeduli #pedulinegeri #peduligempasulteng #gempadonggala

Logistik Nihil, Warga Korban Gempa Serbu Posko Relawan

Logistik Nihil, Warga Korban Gempa Serbu Posko Relawan

Warga mendatangi Posko Induk Wahdah Islamiyah Peduli Gempa Palu. Photo: Media Lazis wahdah

 

Logistik Nihil, Warga Korban Gempa Serbu Posko Relawan

(Sigi) wahdajakarta.com -Hari keempat pascagempa dan tsunami Sulteng warga terdampak masih kekurangan logistik. Akibatnya warga mulai mendatangi posko-posko relawan. Salah satu  yang menjadi sasaran warga adalah Posko Induk Wahdah Islamiyah  Peduli Gempa Palu.

Posko yang yang beralamat di Jln.Rapolinja Kompleks SD IT Qurrata A’yun desa Tinggigede Kabupaten Sigi ini mendadak “diserbu” warga pada Selasa (02/11/2018).

“Posko induk smtr diserbu warga dan minta sembako”, ujar Rustam Hafid melaporkan via WhatsApp.

Namun Setelah negosiasi dengan menyertakan ketua RT setempat dan petugas kepolisian situasi mulai terkendali.

“Alhamdulillah sdh bisa tertangani stlh kita lobi pak RT dan Pak Polisi yg aturkan setiap KK 1 dos mie instan”, tulis Koordinator relawan Wahdah Peduli Ustadz skandar Kato.

Kondisi ini dimaklumi relawan karena warga sangat butuh, sementara bantuan sangat minim. Seorang pria paruh baya turut menenangkan massa. “Ini bantuan relawan, bukan pemerintah”, ucapnya. [sym]

Relawan Wahdah Peduli Evakuasi Korban Gempa di Daerah Pantai Tak Terjamah

Tim Evakuasi Wahdah Peduli Sisir di Daerah Pantai Tak Terjamah

Tim Evakuasi Relawan Wahdah Islamiyah kembali melakukan evakuasi dari korban meninggal dunia Gempa Palu dan Donggala, di pesisir Kampung Lere, Kecamatan Palu Barat.

(Palu) wahdahjakarta.com- Sebanyak 16 Relawan Wahdah Islamiyah yang merupakan gabungan dari LAZIS Wahdah dan Wahdah Peduli kembali melakukan evakuasi dari korban meninggal dunia Gempa Palu dan Donggala, di pesisir Kampung Lere, Kecamatan Palu Barat, Selasa (2/10/2018).

Korban yang dievakuasi diantaranya atas nama Baharuddin, berdasarkan pengakuan dari warga yang berada di lokasi.

Menurut Thomas Alfa Satrianto selaku tim Evakuasi, kondisi mayat sudah rusak, yang ditandai dengan hadirnya belatung dan tubuh yang membengkak.

“Kondisi mayat seperti ini karena telah berhari-hari sebagian anggota tubuhnya terendam oleh air laut dan terjepit diantara puing-puing rumah,” ujarnya.

Relawan Wahdah Peduli Rustam Hafid mengatakan, evakuasi dilakukan setelah sebelumnya mendapat laporan dari keluarga korban.

“Lokasi berada di bibir pantai, dan semua perumahannya porak poranda akibat terjangan gelombang tsunami,” tuturmya.

Dia menambahkan, masih ada beberapa korban yang berada dibawah reruntuhan rumahnya, dideteksi dari menyebarnya bau kurang sedap disekitaran lokasi.

“Sayang sekali belum ada kegiatan evakuasi di lokasi ini, padahal wilayah terdampaknya begitu luas,” imbuhnya.

Tim SAR Wadah Islamiyah masih akan terus melakukan kegiatan evakuasi, sambil meninjau lokasi-lokasi terdampak yang belum terjamah oleh kegiatan evakuasi. [fry/aha]

Gempa Susulan Kembali Guncang Palu, Relawan Dirikan Tenda Di Halaman Masjid

Gempa Susulan Kembali Guncang Palu

Gempa Susulan Kembali Guncang Palu

(PALU) wahdahjakarta.com- Gempa besar susulan kembali mengguncang kota Palu, Selasa (2/10) dini hari.

“Terjadi gempa susulan yang agak keras dan beberapa detik yang menyebabkan kami anggota tim berhamburan keluar dari masjid (posko induk) di SD Wahdah Tinggede. Lahaula wala quwwata illa billah” tulis ustadz Iskandar Kato, salah seorang koordinator relawan Wahdah Peduli, via Whatsapp.

Gempa ini terjadi saat relawan Wahdah Peduli beristirahat di Posko.

“Salah seorang relawan sementara dirawat tim medis karena keseleo lutut saat lari keluar dari masjid.” Ungkap ustadz Iskandar.

Untuk mengantisipasi terjadinya gempa lagi relawan Wahdah Peduli bermalam di tenda halaman masjid.

Berdasarkan informasi dari BMKG gempa tersebut berkekuatan 5 magnitudo dengan kedalam 11 km. [fry/aha]

Lima Hikmah di Balik Musibah

Lima Hikmah di Balik Musibah

Selalu ada hikmah dan rahasia di balik setiap peristiwa. Susah, senang, suka, dan duka merupakan warna warni kehidupan yang diciptakan oleh Allah Ta’ala untuk menguji hamba-Nya. Tak terkecuali musibah yang menimpa. Pasti ada hikmah di balik musibah yang melanda manusia. Tulisan singkat ini akan menyebutkan lima hikmah di balik musibah.

Pertama: Musibah mendidik jiwa dan menyucikannya dari dosa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ما يصيب المسلم من نَصَب، ولا وَصَب، ولا هم، ولا حزن، ولا أذى، ولا غم، حتى الشوكة يشاكها إلا كفر الله بها من خطاياه

Tidak ada suatu musibah yang menimpa seorang Muslim berupa keletihan, penyakit, kegundah dan kesedihan, gangguan dan kegelisahan hinggga duri yang menusuknya melainkan Allah akan ampuni kesalahan-kesalahannya dengan semua itu“. (HR. Bukhari).

Kedua: Tanda Cinta Allah Kepada Hamba-Nya

Musibah merupakan tanda cinta Allah kepada seorang hamba. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda tentang hal ini:

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا ، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ “

“Sesungghnya besarnya berbanding lurus dengan beratnya ujian/cobaan, Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya dengan cobaan. Siapa yang ridha maka ia mendapat ridha (dari Allah), siapa yang murka maka ia mendapat murka (dari Allah)”. (HR. At-Tirmidzi).

Ketiga: Memurnikan Tauhid dan Menautkan Hati Semata Kepada Allah

Bagi orang beriman akan menjadikannya makin tadharru’ (tunduk) dan tawajjuh kepada Allah. Hatinya  makin tertaut kepada Allah, sehingga ketergantungannya kepada dunia terkisis sedikit demi sedikit.

Wahab bin Al-Munabbih rahimahulah berkata: “Allah menurunkan cobaan supaya hamba memanjatkan do’a dengan sebab bala’ itu“.

Keempat: Indikasi Bahwa Allah Menghendaki Kebaikan

Musibah yang menimpa seorang hamba merupakan indikasi bahwa Allah menghendaki kebaikan kepada hamba tersebut.

Diriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من يرد الله به خيرا يصب منه

“Barang siapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan, maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya”. (HR. Bukhari).

Kelima: Sarana Pengingat Besarnya Nikmat Keselamatan dan ‘Afiyah

Keselamatan, kesehatan merupakan nikmat Allah yang sangat bernilai. Namun kadang baru terasa nilainya ketika nikmat itu hilang atau berkurang. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس الصحة والفراغ

Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia lalai dengannya; kesehatan dan waktu luang” (HR. Bukhari).

Semua itu akan diperoleh seorang hamba jika dia merespon musaibah itu dengan sabar, ridha, sanga baik kepada Allah serta kembali kepada Allah dengan taubat dan istighfar.

Ibnul Qayyim menukil ucapan Ali bin Abi Thalib Radhiallahu Anhu: “Tidaklah turun musibah kecuali dengan sebab dosa dan tidaklah musibah diangkat oleh Allah Ta’ala kecuali dengan taubat”. (Al-Jawab Al-Kafi, karya Ibnul Qayyim, hal. 118).

Allahumma’jurna fi Mushibatina wa akhlif lana khairan minha. [Rapung/  sym].

Banyak Korban Masih Tertimbun Reruntuhan Rumah, Perumnas Balaroa Seperti Jadi Kuburan Massal

Reruntuhan Akibat Gempa Bak Kuburan Massal Menimbun Tubuh Korban(Palu)wahdahjakarta.com- Perumnas Balaroa Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat. Kota Palu, Sulawesi Tengah termasuk salah satu daerah terdampak gempa yang sangat parah.

Menurut salah seorang warga yang ditemu Tim Media Lazis Wahdah, tanah seakan-akan “diblender”, rumah ditenggelamkan, tanah berlumpur mencuat kepermukaan, dan beberapa ruas jalan raya meninggi 2-4 meter.

Hal ini diperparah oleh terjadinya arus pendek saat gempa menerjang, sehingga menyebabkan kebakaran hebat.

Dari rentuhan bekas kebakaran itu pula Tim Wahdah Peduli mengevakuasi jenazah dalam kondisi tidak utuh lagi, organ-organ terhambur. “Ada jenazah yang ditemukan telah hangus terbakar dan tinggal beberapa helai rambut”, ujar Nasruddin relawan lazis wahdah peduli.

Sejauh mata memandang hanyalah reruntuhan puing-puing rumah, berjalan mesti hati-hati agar tidak terperosok masuk ke kolom rumah yang sudah tua tidak jelas bentuknya.

Pekikan takbir seringkali terjadi yang membuat merinding ketika keluarga korban dari luar Palu datang berkunjung mencari sanak famili dan yang mereka temui hanyalah reruntuhan puing-puing bangunan.

Bendera-bendera atau kain putih terpasang dimana-mana, pertanda bahwa dibawa puing bangunan ini ada jenazah yang tertimbun dan belum bisa dievakuasi. Seakan-akan wilayah menjadi kuburan massal.

Relawan berharap segera ada alat berat yang dapat digunakan untuk menggali reruntuhan rumah yang menimbun para korban.

“Semoga bantuan alat berat yang menjadi harapan korban terdampak yang selamat bisa segera diterjunkan untuk menggali jenazah keluarga yang masih terperangkap”, harapnya.

Mohon doa sahabat kemanusiaan dimanapun berada agar para relawan tetap diberi kesehatan dalam menjalankan tugas-tugasnya selama berada di lokasi terdampak gempa.

Donasi gempa “Donggala, Sulawesi Tengah” bisa disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (600): 499 900 900 5 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri dan Konfirmasi transfer ke 085315900900. Link donasi: http://bit.ly/donaturlaziswahdah.