[Gempa Palu] Semua Rumah di RW Ini Rata dengan Tanah

Penampakan satu RW yang rata dengan tanah akibat gempa

Penampakan satu RW yang rata dengan tanah akibat gempa di Kelurahan Panau, Kecamatan Taweli Kota Palu, Sabtu (6/10/2018

[Gempa Palu] Semua Rumah di RW Ini Rata dengan Tanah

(Palu) wahdahpeduli.com- Tim Wahdah Peduli mengunjungi warga terdampak gempa di Posko Panau Bamba Kelurahan Panau,  Kecamatan Taweli Kota Palu (6/10/2018).

Kelurahan panau dihuni 2000 jiwa, semuanya terdampak gempa yang menerjang Palu dan sekitarnya. Bahkan di salah satu RW semua rumah hancur dan rata dengan tanah.

“Hancur Pak yang dekat pantai, 27 orang meninggal dunia dan 5 warga masih sementara kami cari” tutur Arwan (53), ketua RW 6.

“Jenazah dievakuasi oleh masyarakat secara gotong royong”, imbuhnya.

[Gempa Palu] Semua Rumah di RW Ini Rata dengan Tanah

Relawan Wahdah Peduli berjalan diantara puing-puing reruntuhan bangunan terdampak gempa

Sepanjang lorong terlihat warga masih berada di tenda-tenda pengungsian dengan kondisi memprihatinkan. Bantuan yang masuk pun hanya berasal dari sanak keluarga yang mengunjungi mereka. Bahkan mereka sudah dua hari ini hanya mengkonsumsi mie instan.

“Mohon bantuan tenda dan berasnya Pak. Biar sedikit nanti kami bagi-bagi ke warga atau kami buat jadi bubur agar mencukupi.” lanjutnya.

“Sehari setelah bencana warga belum mendapatkan bantuan sampai-sampai anak-anak menangis kelaparan”, pungkasnya.

Tim Wahdah Islamiyah Peduli menyalurkan bantuan sembako berupa beras, air mineral, mie instan, dan sebagainya. [Anas/sym].

Pasca Gempa, Tanah di Perumahan Balaroa Palu Barat Bergeser Tiap Hari

Pasca Gempa, Tanah di Perumahan Balaroa Palu Barat Bergeser Tiap Hari

Kondisi jalan pemukiman warga di Palu

(PALU) wahdahjakarta.com- Gempa berkekuatan 7,4 SR yang mengguncang kota Palu dan sekitarnya memberikan dampak kerusakan yang sangat luas.

Terbukti, hingga berita ini diturunkan, SATGAS Gempa Palu yang berpusat di KOREM 132/ Tadulako mencatat, total meninggal dunia berjumlah 1.558 jiwa, korban luka-luka 2.549 jiwa, korban hilang 113 jiwa, korban tertimbun 152 jiwa, rumah rusak berjumlah 65.733 buah, dan total pengungsi berjumlah 70.821 jiwa.

Salah satu lokasi terparah adalah Perumahan Nasional Balaroa yang terletak di Kecamatan Palu Barat, nyaris tenggelam dalam tanah dan telah menimbun ratusan warganya.

Hingga sepekan setelah gempa, menurut relawan Wahdah Islamiyah, Abu Umar, tanah yang berada di pinggiran lokasi terdampak gempa, terus bergerak ke bawah.

“Ketika kami, tim SAR Wahdah Islamiyah melakukan kegiatan pencarian korban sehari setelah Gempa, jalan raya yang masih utuh ini hanya mengalami keretakan kecil, namun hari ini sangat mengejutkan karena keretakannya bertambah besar,” ungkapnya, Sabtu (6/10/2018).

Warga di sekitar Balaroa ikut memberikan kesaksian yang membenarkan perkembangan kerusakan yang terjadi.

Sudirman (29) menyebutkan, rumahnya tiap hari mengalami pergeseran pondasi, semakin hari semakin membesar.

Belahan tanah di antara rumah warga.

“Ini pak rumah saya, dindingnya semakin menjauh satu sama lain tiap harinya,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, gempa susulan masih terus terjadi sejak sepekan di Palu dan sekitarnya, yang berakibat pada pergeseran kerusakan rumah dan jalan raya di sekitar lokasi terdampak gempa.

Warga berharap segera ada upaya pemerintah setempat dan unsur lainnya untuk memutus pergerakan kerusakan di lokasi terdampak gempa yang dikhawatirkan akan semakin meluas.(fry)

Tim Wahdah Peduli Dirikan Posko di Donggala

Tim Wahdah Peduli Dirikan Posko di Donggala

Gerbang Kabupaten Donggala

wahdahjakarta.com– Guna memaksimalakan dan memperluas jangkauan pelayanan terhdap korban gempa Palu dan sekitarnya, Tim Wahdah Peduli menambah satu posko. Pada Jum’at, (05/10/2018) Tim Wahdah Peduli mendirikan Posko Peduli Gempa Sulteng yang ke.2 di Jl. Petta Lolo, Kabupaten Donggala – Sulawesi Tengah .
“Kita dirikan posko disini untuk membantu warga terdampak gempa, utamanya yang berada di pesisir, ” ujar Suparman Razak, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah Donggala.
Bantuan satu truk logistik dipasok dari Posko Utama Wahdah Islamiyah di Sigi yang berasal dari bantuan muhsinin di Majene.
Pada hari yang sama sekira pukul 20.30 bantuan logistik dari DPD Wahdah Islamiyah Pinrang pun tiba di posko. Dua truk besar ini memuat sembako, air mineral, BBM, terpal dan pakaian.
“Alhamdulillah logistik dari Pinrang telah tiba, akan menyusul dari Wajo. Semoga bisa menyasar seluruh masyarakat yang ada di sini.” pungkasnya. [Anas.AK/ed:sym].

Bupati yang Luar Biasa dan Bersahaja (Kisah Tentang Relawan Kemanusiaan Gempa Sulteng)

Buapti Soppeng Andi Kaswadi Razaq meninjau warga Soppeng terdampak gempa Palu dan sekitarnya dengan mengendarai motot Trail.

Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razaq (peci putih) meninjau warga Soppeng terdampak gempa Palu dan sekitarnya dengan mengendarai motot Trail.

Bupati yang Luar Biasa dan Bersahaja (Kisah Tentang Relawan Kemanusiaan Gempa Sulteng)

Palu 2 Oktober 2018.

Hari pertama kedatangan di lokasi Gempa dan Tsunami di Kota Palu kami langsung mengadakan briefing dengan tim Kemenristekdikti dan UNISAN Gorontalo yang sudah lebih terdahulu tiba.

Kami kemudian memutuskan untuk mendistribusikan langsung bantuan makanan Unhas Peduli yang berupa 1 Ton Bakso ke posko-posko pengungsian yang tersebar di kota Palu dan sekitarnya.

Lokasi pertama yang kami datangi adalah kompleks Mesjid Agung yang terletak dibagian Palu Barat. Kami langsung membagikan ke setiap tenda pengungsi yang terletak sisi timur mesjid agung karena tidak mendapatkan koordinator pengungsi.

Setelah terbagi ke setiap tenda kami bergerak ke sisi barat mesjid. Ternyata kami melihat posko yang terkoordinir dengan baik. Kamipun langsung mendatangi posko tersebut yang menurut kami sangat lengkap karena tersedia dapur umum, ambulance dan posko kesehatan, mobil pemadam dan mobil tangki air, serta memiliki penerangan yang cukup karena tersedia genset yang cukup besar.

Waktu sudah magrib sehingga Kami tidak terlalu memperhatikan asal posko tersebut. Kami kemudian mencari koordinator posko dan oleh petugasnya di arahkan ke sebuah tenda terpal yang diikat seadanya di pagar mesjid dan sebuah mobil.

Kami menunggu sejenak karena bapak tersebut sedang berbicara via telpon. Alangkah kagetnya kami setelah bapak koordinator tersebut menghampiri kami yang ternyata Bapak A. Kaswadi Razak, Bupati Kabupaten Soppeng.

Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razaq meninjau warga Soppeng terdampak gempa Palu dan sekitarnya

Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razaq meninjau warga Soppeng terdampak gempa Palu dan sekitarnya

Beliau memimpin langsung para relawan dalam memberi bantuan dari Kabupaten Soppeng sejak hari pertama bencana dan tiba di kota palu pada hari Minggu atau hari kedua bencana.

Bukan hanya masyarakat soppeng yang ada di Kota Palu yang mendapatkan bantuan, tetapi semua korban bencana di Palu, Sigi dan Donggala tetap beliau berikan bantuan tanpa membedakan asal korban.

Posko terkoordinir dengan baik berkat manajemen kepemimpinan Pak Bupati yang sangat baik.

Selain itu Pak Bupati juga memimpin langsung pendistribusian bantuan di daerah yang aksesnya susah dijangkau, dengan menggunakan motor trail dan mobil lapangan yang dibawa langsung dari Soppeng.

Untuk beristirahat pun beliau cuma beralaskan tikar di bawah terpal tenda.

Menyediakan transportasi bagi warga yang ingin pulang ke kab soppeng dan mengatakan tidak akan pulang sebelum warga yang ingin pulang sudah difasilitasi kepulangannya.

Kami sangat salut dan bangga atas inisiatif serta dedikasi beliau terhadap masyarakat yang terkena bencana di kota Palu, Sigi dan Donggala.

Tanpa banyak bicara beliau langsung bertindak untuk bangsa ini. Semoga Allah selalu mencurahkan rahmat dan kesehatan kepada beliau.

Ditulis Oleh: Daryatmo (Dosen Fak. Peternakan-Relawan Unhas Peduli untuk Kota Palu,Sigi dan Donggala)

Sumber: Tulisan ini sebelumnya tersebar di Whatsapp group dan media sosial lainnya.

Korban Gempa Palu Memelas; Lapar Manusia Kasian

Korban Gempa Palu Memelas; Lapar Manusia Kasian

Tulisan bernada memelas, ” Lapar Manusia Kasian” tertulis di salah satu sudut kampung di Palu Sulawesi Tengah. Photo: Tim Media Lazis Wahdah

 

Tulisan-tulisan bernada memelas korban gempa Palu meminta tolong bertebaran dimana-mana. Seperti dalam gambar ini, “Lapar Manusia Kasian”.

Kelaparan kini menjadi mimpi buruk bagi Ratusan ribu warga Palu, Sigi, dan Donggala Sulawesi Tengah.  Mereka kini mulai terlihat kebingungan mencari pasokan makanan. Gempa dan tsunami  yang menghantam Palu dan sekitarnua Jum’at (28/09/2018) lalu tiba-tiba menjadi mimpi buruk di langit Sulawesi Tengah.

Rusaknya berbagai fasilitas seperti jalan, landasan udara membuat distribusi bantuan logistik mengalami masalah.

Mereka mengungsi ke pegunungan.

Tulisan-tulisan bernada memelas meminta tolong bertebaran dimana-mana. Seperti dalam gambar ini, “Lapar Manusia Kasian”.

Diantara mereka bahkan ada yang terpaksa mengonsumsi makanan yang tidak layak bagi pencernaan. Apa daya, terpaksa mereka melakukan itu hanya untuk bisa bertahan hidup.

Sampai kapan penderitaan mereka? Tak ada yang tahu. Tugas kita hanyalah membersamai mereka, melewati masa-masa sulit ini dengan mengikhtiarkan segala daya dan usaha yang saat ini kita miliki.

Untuk itu, mari bergabung dalam aksi amal “Ekspedisi Kemanusiaan” bersama LAZIS Wahdah. Karena kita adalah Indonesia, kita bersaudara!

Donasi bisa disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (451): 499 900 900 5 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri dan Konfirmasi transfer ke 085315900900

LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayakan“.

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahpeduli #pedulinegeri #peduligempasulteng #gempadonggala