LAZIS Wahdah Dukung Program Perbaikan Ekonomi NTB

(Mataram) wahdahjakarta.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rapat koordinasi bersama organisasi non pemerintah atau NGO (Non-govermental Organization) di Kantor Gubernur NTB, Mataram pada Selasa (13/11/2018).

Dalam rakor ini dibahas rencana program perbaikan ekonomi masyarakat NTB pasca gempa. Turut hadir Wakil Gubernur Provinsi NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi dan Perwakilan Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Khairul Mansyur.

“Kita di NTB sudah komitmen untuk membantu warga. Bersama dengan teman-teman NGO naungan FOZ, LAZIS Wahdah akan mendukung program penguraian kemiskinan pasca gempa,” ujar Nu’man, perwakilan relawan LAZIS Wahdah, Selasa (13/11/2018).

LAZIS Wahdah akan melakukan penguatan SDM dengan review kembali program-program pendidikan yang memungkinkan untuk diselenggarakan. Termasuk memberdayakan sumber daya yang ada untuk menumbuh kembangkan perekonomian warga terdampak gempa.

Disamping itu, pemberdayaan ekonomi untuk menumbuhkan gimik-gimik usaha ekonomi yang ada di masyarakat baik dari aspek penyertaan modal perbaikan produk maupun pembukaan jaringan pasar yang tersedia di dalam maupun luar negeri.

“Kami akan membuat rancangan jangka panjang untuk menetapkan program ekonomi yang cocok untuk dikembangkan,” lanjutnya.

Wakil Gubernur berharap kepada semua NGO agar tetap mengawal program ini selama 5 tahun kedepan.

“Kita perlu rekonstruksi di segala bidang, utamanya perbaikan ekonomi warga,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, tidak hanya kerusakan pada struktur bangunan dan fasilitas umum lainnya yang diakibatkan oleh gempa, akan tetapi, pasca gempa tersebut sejumlah masalah baru bermunculan. Salah satunya potensi peningkatan kemiskinan dan pengangguran.

“Tak ada kata mundur untuk Lombok. Kita usahakan semua yang kita punya disamping berdoa kepada Allah, juga penting kita lakukan,” jelas ustadz Nu’man. []

Komisi I DPR RI Sebut Serangan Israel ke Gaza Sebagai Tindakan Biadab

Ketua Komisi I DPR RI  Abdul Kharis Almayayhari

(Jakarta) wahdahjakarta.com — Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Abdul Kharis Almasyhari mengutuk keras serangan tentara Israel, yang menewaskan  warga Palestina di Gaza.

Menurutnya serangan tersebut lebih tepat disebuta sebagai pembantaian dan suatu kebiadaban

“Kebiadaban dan apalagi kata yang tepat buat negara zionis yang membantai warga sipil di Gaza, mereka di blokade sejak 2006 hingga sekarang terus di serang dan di bom, terkutuklah Israel dan pendukungnya,” ujar Kharis, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/11).

Dia mengingatkan, ada amanah Konstitusi dalam kaitan Paletina yang hingga kini belum juga bebas dari teror Israel. Dalam Pembukaan UUD 45 jelas sekali amanat Konstitusi menyatakan dan menegaskan bahwa Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan diatas dunia harus dihapuskan.

“Karena itu soal Palestina bukan sekedar isu agama, tapi Indonesia melihatnya sebagai isu Kemerdekaan, Kemerdekaan Palestina,” ungkap legislator asal Jawa Tengah itu.

Lebih lanjut, ia meminta agar Indonesia mendorong Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar rapat darurat dan membentuk tim independen serta melaporkan hasilnya kepada dunia atas kejadian di Gaza. Israel memiliki tanggung jawab di bawah hukum Hak Asasi Manusia dan kemanusiaan internasional untuk melindungi warga sipil.

“Karena itu PBB harus mengusut hingga tuntas dan jangan biarkan pelanggaran HAM didepan mata rakyat dunia terjadi di Gaza, Palestina,” kata Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Kharis juga meminta langkah kongkret Kementerian Luar Negeri  dimana Indonesia  sebagai Anggota Dewan Keamanan PBB bisa segera mengusulkan untuk mengutuk penggunaan kekuatan Israel terhadap warga Palestina, terutama di Jalur Gaza, dan menyebarkan pasukan internasional untuk melindungi masyarakat sipil.

“Sebuah rancangan resolusi bisa Indonesia ajukan di Dewan Keamanan PBB, juga menuntut agar Israel segera menghentikan pembalasan militernya, hukuman kolektif, dan penggunaan kekuatan yang melanggar hukum terhadap warga sipil, termasuk di Jalur Gaza,” Tegas Kharis menutup penjelasannya. (sym)

Sumber: Republika.co.id

 

 

Ahlul Qur’an, Siapakah Mereka?

Ilustasi: Santri Penghafal Al-Qur’an sedang saling simak Hafalan. Foto: Istimewa.

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum ustadz. Saya pernah dengar bahwa Ahlul Qur’an merupakan keluarga Allah. Sipakah mereka yang dimaksud sebagai ahlul Qur’an?

Jawaban:

Ahlul Qur’an adalah hamba-hamba pilihan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagaimana  dikabarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits riwayat Ahad dan Ibnu Majah;

إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا : مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ

Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya” (HR. Ahmad, dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syekh AL-Albani)

Al-Munawi rahimahullah berkata dalam Faidhul Qadir,

“Maksudnya adalah para penghafal Al-Qur’an yang mengamalkannya, mereka itu adalah kekasih Allah yang dikhususkan dari kalangan manusia. Mereka dinamakan seperti itu sebagai bentuk penghormatan kepada mereka seperti penamaan Baitullah.

Al-Hakim At-Tirmizi berkata,

“Sesungguhnya keutamaan ini berlaku bagi para pembaca yang telah membersihkan hatinya dari sifat lalai dan menghilangkan dosa pada dirinya. Tidak termasuk orang khususnya kecuali bagi orang yang membersihkan dirinya dari dosa yang tampak maupun tersembunyi, lalu menghiasi dirinya dengan ketaatan. Maka ketika itu, dia termasuk orang khusus Allah.” (Faidhul Qadir, 3/87)

Syaikh Shalih Al-Fauzan juga mengatakan;

“Yang dimaksud ahlul qur’an  bukan orang yang sekedar menghafal dan membacanya saja. Ahlul qur’an (sejati) adalah yang mengamalkannya, meskipun ia belum hafal Qur’an. Orang-orang yang mengamalkan Al-Qur’an; menjalankan perintah dan menjauhi larangan, serta tidak melanggar batasan-batasan yang digariskan Al-Qur’an, mereka itulah yang dimaksud ahlul qur’an, keluarga Allah serta orang-orang pilihannya Allah. Merekalah hamba Allah yang paling istimewa.

Dari uraian dan jawaban para ulama di atas dapat disimpulkan bahwa Ahlul Qur’an mereka yang dekat dengan Al-Qur’an dalam arti membaca, menghafal, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an.

 Lazis Wahdah Salurkan 60 Unit Meja Belajar Untuk Sekolah Darurat di Palu

Penyerahan 60 unitb fasilitas belajar untuk Sekiolah darurat palu. Penyerahan dari Lazis Wahdah kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu

Palu (wahdahjakarta.com) Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Wahdah Islamiyah (Lazis Wahdah) terus memberikan pelayanan korban gempa Palu dan sekitarnya.

Pada Senin (12/11/2018) Relawan Lazis Wahdah menyalurkan bantuan berupa fasilitas belajar kepada siswa Sekolah Dasar Inpres 2 Lere, Jalan Asam 3 Palu.

Bantuan sejumlah 60 unit diterima Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Palu Ansyar Sutiadi, kemudian diserahkan langsung di sekolah darurat tersebut.

Ansyar Sutiadi mengapresiasi bantuan itu dengan menyebut bahwa dengan batuan tersebut, semangat anak-anak dalam belajar semakin meningkat.

“Seluruh anak-anak Indonesia tanpa terkecuali harus mendapatkan kesempatan pelayanan pendidikan yang layak, termasuk merea yang terdampak bencana. Dengan bantuan ini, semoga akan meningkatkan semangat anak-anak dalam belajar,” ujar Ansyar.

Sekolah darurat  SD Inpres 2 Lere dibangun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sekolah darurat  berupa bangunan semi permanen yang terbuat dari bambu ini  baru dimanfaatkan 14 hari.

Hafid, salah satu murid kelas VI SD negeri 2 lere mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan ini. Anak  usia 12 tahun yang bercita-cita menjadi  dokter ini, bertutur bahwa selama 14 hari, dirinya kesulitan karena harus menulis tanpa meja. Kini dia bisa kembali menulis di atas meja untuk kelanjutan pendidikannya.

“Terima kasih kepada relawan yang telah membantu saya,” tuturnya.

Berdasarkan data Sekretariat Satuan Pendidikan Aman Bencana per 16 Oktober 2018, ada 1.185 sekolah, 177.166 peserta didik serta 12.410 guru di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong yang terdampak langsung bencana. Dari jumlah itu, sebagian besar sekolah tutup karena bangunannya ambruk. Sehingga dengan adanya Sekolah Darurat ini untuk sementara waktu bisa dimanfaatkan sembari menunggu perbaikan dan bantuan pemerintah selanjutnya. [sym]

Keceriaan Anak-Anak Korban Gempa Ikuti Lomba Keagamaan di Sekolah Darurat

Peserta lomba halafan Al-Qur’an yang digelar Sekolah Darurat Wahdah Islamiyah, Palu

(Palu) wahdahjakarta.com – Sekolah Darurat Wahdah Islamiyah di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatangga kota Palu menggelar aneka lomba keagamaan untuk anak-anak korban gempa Palu Sulawesi Tengah, Kamis (8/11/2018) lalu.

Lomba Puzzle huruf Hijaiyah

Menurut panitia Lomba Reski , lomba ini bermasud memberikan pelayanan terhadap penyintas gempa dan tsunami dalam bentuk kegiatan Trauma Healing. Terutama bagi anak-anak terdampak gempa dengan cara mengikutsertakan mereka dalam kegiatan lomba seperti lomba hafaan al-Qur’an, adzan, dan lomba puzzle huruf hijaiyah.

“Anak-anak membutuhkan sarana hiburan yang positif dan mendidik di tengah keprihatinan musibah gempa yang melanda mereka”, kata Reski dalam pesan WhatssApp yang dikirimkannya.

“Lomba puzzle huruf Hijaiyah kategori iqro putra berjumlah 8 orang dan kategori iqro putri berjumlah 17 orang. Jumlah peserta lomba azan kategori al-Qur’an putra berjumlah 6 orang dan jumlah peserta kategori iqro 6 orang,” tambahnya.

Lomba Adzan

Hujan lebat sempat mengguyur lokasi lomba. Kendati demikian, antusiasme anak-anak dalam mengikuti lomba sangat tinggi.

“Kita sangat berterima kasih kepada LAZIS Wahdah dan para donatur atas bantuan yang luar biasa kepada kami dan masyarakat di Palu yang terus mengakir ini”, katanya. []

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahpeduli #pedulinegeri #peduligempasulteng #gempadonggala

#gempapalu #pasukanhijau

#wahdahpeduli

Dubes Saudi: Memasang Bendera Tauhid Bukan Kriminal

Bendera Tauhid yang dikibarkan oleh massa pasa aksi 211 kemarin.

(Jakarta) wahdahjakarta.com,- Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia (KSA) menyayangkan pembakaran bendera kalimat tauhid.

Duta Besar (Dubes) Saudi untuk Indonesia Osama Mohammed Abdullah Al Shuaibi mengatakan, kalimat tauhid memiliki arti penting bagi seluruh umat Islam.

“Kalimat Itu memiliki arti penting bagi ummat Islam, kalau seandainya bendera itu diletakkan di dinding seseorang sebagai gambar atau apalah bentuknya, apakah perlu juga kita mencari tahu siapa yang sudah berbuat seperti itu?” ungkap Osama dalam Konferensi pers di gedung PP Muhammadiyah, Jln. Menteng Raya Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Menurut Oesama, bendera tersebut bukanlah hal yang aneh jika dipasang di dinding rumah seseorang.

“Apakah jika ada seseorang ataupun di rumah anda ada orang yang menaruh bendera tersebut kemudian anda dianggap seorang kriminal?” ujar Osama.

“Apakah ketika seseorang memasang bendera tauhid di rumahnya itu seorang kriminal? Tentu tidak kan,” terangnya.

Dubes Osama justru menyayangkan prilaku oknum yang sengaja membakar bendera tauhid tersebut.

“Yang paling penting, ini yang kita sayangkan, yaitu pembakaran kalimat tauhid ini” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan sejumlah media, Habib Rizieq Shihab (HRS) diperiksa Kepolisian Saudi Arabia terkait bendera hitam yang dipasang entah oleh siapa di tembok belakang rumahnya di Makkah, Saudi, baru-baru ini. HRS lantas mendapat fitnah terkait ISIS.

Menurut Osama, Habib Rizieq adalah seorang muslim serta seorang warga negara Indonesia. Keberadaan Habib mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia dan Saudi. Habib Rizieq juga bukan sosok menakutkan bagi Arab Saudi dan Indonesia.

Hingga saat ini, Habib Rizieq masih menjadi tamu yang baik di Saudi tanpa memiliki masalah hukum apapun.

“Soal izin tinggal, kalaulah habib Rizieq punya masalah di Saudi, pasti dipenjara. Tapi, sampai saat ini masih dijamin kehidupannya di Saudi dan diperhatikan Indonesia,” katanya.[fry/sym]