LAZIS Wahdah Terus Berkontribusi Menjaga Amanah Ummat

LAZIS Wahdah Terus Berkontribusi Menjaga Amanah Ummat

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Perwakilan dari PT. Jaya Tatara Sejahtera, Wimal Hardiyana  menerima kunjungan Tim LAZIS Wahdah Jakarta, Rabu (7/11)  di Masjid Tarqiyah Telkomsel.

Kunjungan ini dalam rangka penyerahkan cendramata ucapan terima kasih dari LAZIS Wahdah kepada PT Jaya Tatara Sejahtera yang diwakili oleh Bapak Wimal atas donasi yang disalurkan melalui LAZIS Wahdah untuk warga yang terdampak gempa di Palu, Sigi, dan Donggala.

Wimal mengaku antusias dengan Program Program LAZIS Wahdah, ia berharap dengan bantuan yg disalurkan oleh LAZIS Wahdah ataupun lembaga lain bisa membantu saudara kita yg terkena musibah di Sulteng, dan ia berharap agar LAZIS Wahdah bisa menjadi pioneer dan terus berkontribusi menjaga ummat serta menjadi lembaga yang besar seperti lembaga lainnya.

“Yang saya harapkan di sini mudah-mudahan bantuan sedikit ini bisa membantu saudara-saudara kami di Palu yang mengalami bencana. Semoga bisa meringankan sedikit beban yang harus mereka terima. Saya percaya insya Allah, Tim LAZIS Wahdah bisa menunaikan amanah ini dengan tepat sasaran. Mudah-mudahan ini menjadi amal buat kami. Saya mewakili PT Jaya Tatara berharap semoga kedepannya kerjasama ini bisa terus dilanjutkan untuk penyaluran ZIS saya pribadi ataupun dari perusahaan”, ujar Bapak Wimal kepada Tim LAZIS Wahdah Jakarta. (Ismail)
————

Peduli Gempa Sulteng :
Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) No Rek. 499 900 9005 an Lazis Wahdah Peduli Negeri

Konfirmasi transfer WA/SMS ke 08119787900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

#SpiritQuran
#pedulinegeri

Tokoh Lintas Agama: Ketegangan Politik Sering Dipicu Oleh Hoaks

(Jakarta) wahdahjakarta.com– Komisi kerukunan Antar Umat Beragama Majelis Ulama Infonesia (MUI) baersama tokoh lintas agama mendeklarasikan “Pemilu Damai Tanpa Hoaks”.

Semua pihak siap bahu-membahu mewujudkan pemilu 2019 yang damai. Deklarasi disuarakan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Kerukunan Antar Umar Beragama (MUI KUB), Yusnar Yusuf Rangkuti, pada diskusi, Peran Tokoh Lintas Agama di Tahun Politik, di Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Acara dibuka oleh Asrena Kapolri, Irjen Pol. Dr. Eddy Pramono, M.Si., yang juga Kasatgas Nusantara Polri. Dalam kesempatannya, Irjen Pol. Eddy menyampaikan paparan singkat mengenai kemajemukan dan keberagaman serta toleransi yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Masyarakat Indonesia harus mensyukuri karena Indonesia merupakan bangsa yang majemuk, negara yang toleran dan dapat saling menghormati keberagaman yang ada di Indonesia. Baik dari tokoh masyarakat, adat, dan tokoh agama dapat saling menjaga persatuan dan kesatuan serta kebhinekaan Negara Indonesia,” ujarnya.

Dalam menghadapai Pemilu 2019 mendatang, dia berharap seluruh elemen masyarakat berperan untuk menjadi mesin pendingin selama pesta demokrasi berlangsung.

“Peran tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh lapisan elemen masyarakat diharapkan mampu memberikan cooling system di dalam Pemilu yang akan berlangsung tidak lama lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Ketua MUI Bidang Kerukunan Antar Umar Beragama, KH Yusnar Yusuf Rangkuti, ketegangan politik yang berbahaya seringkali dipicu oleh ujaran kebencian dan narasi hoaks, yang disebarkan pihak tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, tokoh lintas agama menyatakan sikap, menolak penggunaan ujaran kebencian dan narasi hoaks dalam kampanye politik praktis. “Ujaran kebencian dan hoaks, tidak menyehatkan untuk kepentingan demokratisasi di Indonesia,” tandasnya.

Tokoh MUI yang lain, KH Muhammad Zaitun Rasmin dalam kesempatan ini meminta agar yang aktif mengajak pada pemilu damai bukan hanya tokoh agama kepada umatnya saja. Wasekjen MUI ini meminta agar KPU dan Bawaslu sebagai representasi dari pemerintah juga aktif berkomunikasi dengan masyarakat soal komitmen menghadirkan pemilu damai.

Menurutnya, Pemilu adalah hak bagi setiap anak bangsa untuk menghadirkan kehidupan berbangsa yang lebih baik. Oleh karena itu wajib bagi semua pihak agar menjaga ketertiban dan kedamamaian.

Ust. Zaitun mengatakan, “Jangan mudah terhasut, emosi terbakar hanya karena hal-hal yang tidak terbukti kebenarannya. Para tokoh agama, terutama bagi umat Islam adalah para ulama dan para da’i, harus selalu berkomunikasi dengan umat dalam masalah ini. Tentunya tanpa mengurangi semangat juang terhadap apa yang mereka perjuangkan dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik.”

Tokoh lintas agama meminta partai politik (parpol) peserta pemilu, berkomitmen menggunakan kampanye santun, dan bukan kampanye kekerasan. Juru kampanye (jurkam), diminta untuk menghindari politik berdimensi rasial (SARA). Bukan hanya karena Indonesia adalah negera yang plural, tetapi juga untuk menyelamatkan Indonesia dari kehancuran.

Dalam deklarasinya, para tokoh juga meminta, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan aparat penegak hukum, baik di pusat maupun daerah, untuk menindak peserta pemilu dan politisi, yang menggunakan cara melanggar hukum untuk memenangkan pertarungan politik.

Para tokoh lintas agama yang mendeklarasi pemilu damai tanpa hoaks, diantaranya dari MUI, Konfrensi Waligereja Indonesia (KWI), Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN). (Ibawi)

Kartu Nikah, Upaya Kemenag Tingkatkan Kulitas Layanan Publik

Ilustrasi: Kartu Nikah, Photo: Binmas Islam

Jakarta (wahdahjakarta.com) — Kementerian Agama (Kemenag)  telah meluncurkan Kartu Nikah bersamaan dengan dirilisnya Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah Berbasis Website (Simkah Web) pada 8 November 2018. Kartu Nikah itu merupakan salah satu modul yang disediakan dalam Aplikasi Simkah Web.

Selain Kartu Nikah, Simkah Web juga menyediakan modul layanan yang bisa diakses publik secara online. Modul tersebut adalah pendaftaran nikah online dan survey kepuasan masyarakat terhadap layanan Kantor Urusan Agama (KUA) secara online.

“Aplikasi Simkah dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan publik yang mudah diakses masyarakat dan dapat meningkatkan kinerja layanan KUA. Aplikasi ini telah diintegrasikan dengan data  berbasis E-KTP Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil,” terang Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Mohsen di Jakarta,  Rabu (14/11).

Menurut Mohsen, cara kerja aplikasi ini cukup simpel. Dengan memasukkan nomor NIK pada menu pendaftaran nikah, maka aplikasi akan menarik data yang diperlukan dari data base kependudukan untuk mengisi formulir nikah yang ada. Setelah proses verifikasi data, pemeriksaan, dan akad nikah selesai dilaksanakan, maka aplikasi akan mengirim data balikan ke data warehouse Ditjen Dukcapil untuk diproses perubahan status perkawinan yang bersangkutan. Data yang telah diinput di aplikasi, kemudian dicetak dalam Lembaran Pemeriksaan Nikah, Akta Nikah, Buku Nikah, dan Kartu Nikah.

“Kementerian Agama meluncurkan Kartu Nikah untuk merespon permintaan masyarakat terhadap kebutuhan Identitas Pernikahan yang simpel dapat dibawa saat bepergiaan dengan suami/istri tanpa perlu membawa buku nikah,” jelas Mohsen.

“Dengan membawa Kartu Nikah, masyarakat akan dimudahkan dalam mengakses layanan KUA di seluruh Indonesia, seperti layanan legalisasi dokumen surat keterangan lainnya yang diperlukan,” lanjutnya.

Saat ini, untuk mengurus visa ke luar negeri misalnya,  pasangan yang sudah menikah memerlukan rangkaian legalisasi berjenjang dari KUA tempat yang bersangkutan menikah. Proses selanjutnya adalah legalisasi ke Kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian Luar Negeri.

“Alur ini kurang sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang mementingkan aspek kecepatan dan kemudahan bagi masyarakat. Maka, Kartu Nikah menjadi solusi yang memudahkan bagi masyarakat,” kata Mohsen. (Sumber: Kemenag.go.id).

Wakil Ketua Dewan Syuro Wahdah Islamiyah Terima Sertifikasi Internasional ASEAN

Wakil Ketua Dewan Syuro Wahdah Islamiyah Terima Sertifikasi Internasional ASEAN

Wakil Ketua Dewan Syuro Wahdah Islamiyah Ir. H. Muhammad Nusran

(Singapura) wahdahjakarta.com– Wakil Ketua Dewan Syuro Wahdah Islamiyah, Ir. H. Muhammad Nusran, MM.,Ph.D.,IPM. bersama dengan ke-13 insinyur profesional mendapatkan sertifikat internasional ASEAN.

Penyerahan sertifikat dan medali diserahkan di acara Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-36 di Resorts World Sentosa, Selasa (13/11/2018) Singapura.

Hadir sebagai narasumber Ms Indranee Rajah (Minister, Prime Minister’Office, Second Minister for Finance and Second Minister for Education Singapura), Prof Chong Tow Chong (President & Acting Provost, Singapore University of Technology and Design) dan Prof Reynaldo B Vea (President,Mapua University).

Selain mengikuti CAFEO36, Nusron bersama delegasi Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI secara khusus di Singapura akan memperkenalkan event 2nd ICon ITSD 2019 dalam bentuk launching kreatif untuk menarik peserta dari negara-negara ASEAN berpartisipasi dalam jumlah yang lebih banyak. Kegiatan 1st ICon ITSD pada tahun 2017, acara launchingnya dilaksanakan di Kawasan Wisata Raja Ampat Papua pada penghujung tahun 2016.

Asean Engineering Register

Selain mengunjungi Singapura, Delegasi FTI UMI juga akan mengunjungi Malaysia. Kegiatan FTI kali ini adalah mengunjungi 2 (dua) perguruan tinggi keteknikan ternama sekaligus menjajaki kerjasama pengembangan kapasitas kelembagaan dan riset antar lembaga serta peningkatan kualitas kerjasama yang telah dilakukan selama ini.

Kunjungan di negara serumpun dan bersaudara dengan Indonesia tersebut akan dimanfaatkan untuk menggelar Family Gathering. Family Gathering ini digelar sebagai bentuk rasa syukur atas sumbangsih dan kerja keras serta peran strategis seluruh sivitas akademika dalam penerimaan mahasiswa baru serta penghargaan kepada dosen dan karyawan yang selama satu tahun terakhir ini berhasil meningkatkan performanya layanannya kepada mahasiswa dan para alumni di Universitas. Sebagai acara akhir dari My-Sing Tour 2018, rombongan akan menggelar pleno,  sidang pengesahan hasil serta penutupan rapat kerja yang kegiatannya telah berlangsung sebelumnya selama 2 (dua) minggu di Kampus FTI UMI.

ASEAN Engineering Deans Summit (AEDS) merupakan salah satu rangkaian acara Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-36 di Resorts World Sentosa Singapura.

Forum dekan teknik se Asia Pasifik tersebut, diselenggarakan setiap tahun penyelenggaraan CAFEO. []

Alumni SMAN 159 Sungguminasa Salurkan Donasi Peduli Sulteng Melalui Lazis Wahdah

Alumni SMAN 159 Sungguminasa Salurkan Donasi Peduli Sulteng Melalui Lazis Wahdah

(Gowa) wahdahjakarta.com – Gempa bumi dan tsunami yang mengguncang Palu, Sigi, dan Donggala, Jumat (28/9/2018) lalu menyisakan kesedihan dan keprihatinan yang mendalam bagi para korban.

Sebagai wujud keprihatinan kepada warga terdampak bencana, Alumni SMAN 159 Sungguminasa, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan ikut terlibat membantu meringankan duka para korban dengan menyalurkan donasi lewat LAZIS Wahdah Islamiyah.

Hirsan Bachtiar Daeng Makkio selaku koordinator alumni menjelaskan, bantuan ini dihimpun dari sejumlah alumni dan siswa untuk kemudian dimanfaatkan dalam membantu korban bencana gempa dan tsunami.

“Kami para alumni merasakan duka yang sedang dialami oleh saudara kami di sana. Mudah-mudahan bantuan ini sedikit meringankan beban mereka,” harapnya.

Total bantuan yang diberikan senilai Rp. 2.850.000,- rupiah ini akan disalurkan lewat posko-posko Wahdah Islamiyah di Sulawesi Tengah.

“Kami percaya LAZIS Wahdah bisa menyalurkannya dengan tepat sasaran,” pungkasnya.

“Sedekah Membangun Negeri”, Sedekah Anda untuk Program Dakwah, Program Tahfizh, Program Pendidikan, Program Kemandirian dan Program Wahdah Peduli

Sumber dari : laziswahdahislamiyah

Layanan Sedekah: Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) 773 800 8008 an Lazis Wahdah Jakarta Sedekah

Layanan Zakat: Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) 772 800 8002 an Lazis Wahdah Jakarta Zakat

Konfirmasi transfer/Layanan Jemput Donasi: 0811 9787 900 (call/wa/sms)

#melayanidanmemberdayakan

#spiritalqur’an

Kursi Roda untuk Fahri, Korban Gempa yang Kehilangan Kaki dan Kedua Orangtuanya

Kursi Roda untuk Fahri, Korban Gempa yang Kehilangan Kaki dan Kedua Orangtuanya

Kursi Roda untuk Fahri, Korban Gempa yang Kehilangan Kaki dan Kedua Orangtuanya

(Palu) wahdahjakarta.com — Gempa besar dengan magnitudo 7,7 SR yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) lalu, yang diikuti dengan tsunami meninggalkan kisah yang mengharukan.

Salah satunya Fahri (11, korban gempa yang harus kehilangan kaki kanannya akibat tertimpa bangunan dan likuifaksi saat gempa. Kaki Fahri terpaksa diamputasi karena kondisinya yang sudah parah.

Fahri merupakan warga Perumnas Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Perumnas Balaroa kelas lima. Akibat kejadian ini, selain kakinya, ia juga harus kehilangan kedua orangtuanya dan salah seorang adiknya.

Saat  ditemui relawan LAZIS Wahdah Fahri tak banyak bicara. Menurut keterangan bibinya bernama Indah (33), Fahri masih mengalami trauma sehingga sangat sulit diajak berkomunikasi.

“Apalagi kakinya diamputasi. Traumanya bertambah,” ujar Indah, Rabu (14/11).

Indah, kepada relawan ia berkisah, saat gempa terjadi, suasana memang sudah agak gelap. Keluarga Fahri, ayah, ibu dan saudara-saudaranya hendak ke Masjid untuk sholat berjamaah. Belum sempat keluar dari rumah, gempa mengguncang Balaroa. Tubuh Fahri terpental. Ia berusaha untuk lari sekuat tenaga. Kakinya terjepit. Ia mengerang kesakitan.

“Fahri sempat bertakbir sambil memegangi kakinya yang terjepit. Sementara ibunya juga terbanting dan rumah sudah ikut tenggelam,” ujar Indah.

Tepat pukul 10, ibu Fahri meninggal dunia. Sementara sang adik baru ditemukan beberapa jam setelahnya. Mereka berdua dikebumikan Sabtu pagi.

“Ibu Fahri sebelum meninggal sempat bersyahadat. Sayang, ayah Fahri masih hilang sampai sekarang,” jelasnya.

Kondisi Fahri saat ini masih kurang baik. Ia sangat sulit diajak berkomunikasi. Hanya bisa menangis saat terus-terusan ditanya tentang kronologi kejadian tersebut. Fahri mendapatkan bantuan kursi roda dari LAZIS Wahdah sebagai bentuk kepeduliaan relawan atas musibah yang menimpa Fahri.

“Mudah-mudahan bisa membantu dan kami doakan kepada keluarga Fahri, dan semua korban terdampak agar bisa bersabar,” pungkas Abu Umar, relawan LAZIS Wahdah saat berkunjung ke kediaman Fahri []