Suami Mengancam Cerai dan Menyuruh Istri Melakukan Perbuatan Haram, Apa Sikap Istri?

Suami Mengancam Cerai dan Menyuruh Istri Melakukan Perbuatan Haram, Apa Sikap Istri?

“Tidak ada ketaatan kepada makhluq jika mengandung maksiat kepada Khaliq (Pencita)”

Suami Mengancam Cerai dan Menyuruh Istri Melakukan Perbuatan Haram, Apa Sikap Istri?

Pertanyaan

Apa yang dilakukan seorang istri ketika suaminya mengancam menceraikannya kalau dia tidak melakukan perkara yang haram?

Jawaban

Bismillah,

Istri wajib taat dan patuh pada suami. Namun ketaatan yang dimaksud adalah dalam urusan kebaikan, ketaatan atau hal-hal yang boleh dan tidak melanggar syariat.

Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam berbuat kemaksiatan kepada pencipta (Allah). sebagaimana sabda Nabi sallallahu alaihi wa sallam:

  إنما الطاعة في المعروف

Sesungguhnya ketaatan itu dalam kebaikan.”

Bukan merupakan suatu kebaikan kalau melakukan sesuatu yang haram. Bahkan ini termasuk suatu kemungkaran. Bagi seorang istri kalau diancam suaminya melakukan sesuatu yang haram. Kalau dia tidak melakukan akan diceraikannya. Hendaknya dia memberi nasehat dengan menakut-nakuti serta menjelaskan bahwa hal ini diharamkan dan tidak diperbolehkan disertai dengan penjelasan dalil akan hal itu. Penanya tidak merinci sesuatu yang haram ini, apa itu dan sejauh mana derajat keharamannya. Yang terbaik adalah menjelaskan apa itu yang diharamkan agar jawabannya lebih terang. Akan tetapi asalnya hal itu tidak boleh dilakukan dan tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam berbuat kemaksiatan kepada Pencipta (Allah).

Hendaknya bagi wanita ini menolak melakukan perbuatan yang haram. Karena ketaatan kepada Allah itu didahulukan terhadap ketaatan kepada suami. Hendaknya dia bersungguh-sungguh dan mengharap (pahala). Kembali kepada Allah Azza wa jallah. Memperbanyak berdoa dan merendah (kepada Allah) semoga Allah memberikan petunjuk kepada suaminya. Dan memalingkan dari perbuatan semacam ini. Karena doa adalah senjata yang agung. Allah Azza Wajallah tidak akan mengecewakan orang yang meminta ketika dia meminta.

Begitu juga kalau (istri) memungkinkan beli kitab atau kaset, meminta setelah Allah kepada salah satu kerabatnya atau dari pencari ilmu di kotanya. Atau imam masjid dan semisalnya untuk menasehati suaminya, memberi arahan dan menakut-nakuti kepada Allah serta menganjurkan (kebaikan). Bahwa orang yang meninggalkan sesuatu karena Allah, akan diganti kebaikan lebih baik lagi oleh Allah. (Sumber: Islamqa.info.id).

Reuni 212 Bukan Ajang Politik Praktis dan Kampanye Paslon

Kawasan Monas tampak bersih kembali setelah aksi 212 tahun 2016 lalu, Photo: Muslimtiday.net

(Jakarta) wahdahjakrta.com – Penanggung jawab Acara Reuni Akbar  Mujahid 212, Slamet Maarif menyatkan, acara yang akan diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas) pada 2 Desember mendatang bukanlah ajang politik praktis atau kampanye paslon tertentu.

Slamet menuturkan tanggal 2 Desember telah menjadi momentum hari persatuan dan persaudaraan kaum muslimin di Indonesia. Untuk itu, reuni digelar untuk menguatkan ghirah serta ukhuwah islamiyah dalam bingkai Bela Tauhid dan Bela NKRI.

“Acara ini murni ajang silaturahim yang dihadiri oleh seluruh elemen umat Islam dan masyarakat Indonesia baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan tokoh lintas agama pun akan ikut hadir dalam Reuni Mujahid 212,” kata Slamet dalam konferensi pers Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Rabu (28/11/2018).

Slamet menyebut komitmen Renui 212 bukan ajang politik praktis tercermin dalam imbauan kepada masyarakat. Peserta, diminta tidak membawa atau memakai atribut partai politik.

“Cukuplah pakaian putih-putih, dengan atribut tauhid baik topi, kaos, bendera, dan lainnya,” imbuhnya.

Slamet menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan laskar ormas Islam untuk keperluan pengamanan. Dia menegaskan jika nantinya ditemukan ada peserta reuni yang membawa atribut politik, maka akan mendapat teguran.

Ustaz Slamet juga mengingatkan agar menjaga persatuan, ketertiban, kedamaian, kebersihan dan tetap semangat saat Reuni Mujahid 212. “Silahkan datang langsung ke Kawasan Monas pada Ahad 2 Desember 2018, mulai Jam 03.00-12.00, kita akan tahajud bersama, subuh berjamaah, dzikir, istighosah kubro, mendengarkan tausiah agama,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat Reuni Mujahid 212 juga akan melakukan selebrasi bendera tauhid warna warni dan bendera merah putih. Selain itu akan ada penghargaan untuk generasi muda prestatif tauhid milenia award 212, nasyid, hadroh, drumband dan rampak perkusi. Semua rangkaian acara berlangsung di Monas.

“Ayo jadilah satu diantara jutaan pengibar bendera tauhid, jadilah mujahid dari jutaan mujahid pembela kalimat tauhid, jadilah bagian dari peristiwa sejarah Bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sumber: Kiblat.net|Republika.co.id

Pernyataan Resmi Panitia Reuni Alumni 212

Konfrensi pers panitia reuni alumni 212, 2 Desember 2018.

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Panitia Reuni Akbar Reuni Mujahid 212 menggelar konferensi pers di Gedung Pusat Dakwah Dewan Dakwah Indonesia (DDII), Matraman, Jakarta pada Rabu (27/11/2018) siang.

Konferensi pers dihadiri oleh KH Abdul Rasyid (Pimpinan Perguruan Asy Syafi’iyyah), KH Sobri Lubis (Ketua Umum FPI), penanggung jawab acara KH Slamet Ma’arif (PA 212), Pembina acara reuni Ust. Yusuf Martak (Ketua GNPF Ulama), KH Al Khathath sebagai Ketua SC reuni 212, dan Ust. Bernard Abdul Jabbar selaku Ketua Panitia serta yang lainnya.

Berikut penyataan resmi Panitia Reuni Akbar Mujahid 212 yang disampaikan pada jumpa pers tersebut:

Reuni Akbar Mujahid 212 adalah sebagai tanda syukur kita akan nikmat dan karunia Allah SWT yang telah mempersatukan kaum muslimin di Indonesia di bawah komando Imam Besar Habib Rizieq Syihab (HRS) dan memenangkan perjuangan Islam dari penistanya. Oleh karena itu setiap tanggal 2 Desember menjadi momentum hari persatuan dan persaudaraan muslimin Indonesia.

Maka dari itu acara ini diperuntukkan untuk lebih menguatkan kembali Ghirah serta Ukhuwah Islamiyah dalam bingkai Bela Tauhid dan Bela NKRI.

Acara ini murni ajang silaturahim yang dihadiri oleh seluruh elemen ummat Islam dan masyarakat Indonesia baik dalam maupun luar negeri, bahkan tokoh lintas agama pun juga akan ikut hadir dalam reuni Mujahid 212 ini. Reuni Mujahid 212 bukanlah sebagai ajang politik praktis atau kampanye Paslon tertentu, maka dari itu jangan campuri acara ini dengan atribut partai politik dan sejenisnya. Cukuplah pakaian putih-putih dengan atribut tauhid, baik topi, kaos, bendera dan lainnya yang melengkapi dalam menyemarakkan reuni Mujahid 212 ini.

Selain itu kami ingin mengklarifikasi bahwa Panitia Pelaksana Reuni Akbar 212 :

  1. Kami tidak membuat dan menyebarkan susunan panitia dan susunan acara baik berupa gambar atau tulisan seperti yang tersebar di media sosial.
  2. Tidak pernah membuat dan atau menyebarkan proposal untuk umum, adapun proposal dibuat terbatas dan hanya untuk kalangan khusus secara pribadi dan terbatas serta mempunyai ciri, warna dan gambar yang khusus.
  3. Gambar digital (meme) untuk penggalangan dana/Infaq Perjuangan yang resmi dari panitia adalah yaitu rekening Bank Syariah Mandiri atas nama Ust. Supriyadi atau Ust. Bernadus Doni Y dengan Nomor rekening : 7123 979 154.

Mari jaga persatuan, jaga ketertiban, jaga kedamaian, jaga kebersihan dan tetap semangat. Silahkan datang langsung ke kawasan Monas pada hari Ahad 2 Desember 2018 mulai Pukul 03.00-12.00 WIB.

Kita akan tahajud bersama, subuh berjamaah, dzikir, istighosah kubro, mendengarkan tausiah agama serta menyaksikan selebrasi bendera tauhid warna warni dan bendera merah putih. Akan ada juga penghargaan untuk generasi muda berprestasi Tauhid Milenia Award 212 serta nasyid, hadroh, drumband dan rampak perkusi.

Semua rangkaian acara berlangsung di Monumen Nasional (Monas) – Jakarta Pusat

Ayo jadilah satu diantara jutaan pengibar bendera tauhid, jadilah mujahid dari jutaan mujahid pembela kalimat tauhid, jadilah bagian dari peristiwa sejarah bangsa Indonesia.

Gelar Tabligh Akbar, Wahdah Islamiyah Cianjur Imbau Masyarakat Giat Belajar Islam

(Cianjur) wahdahjakarta.com-, Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah (DPD WI) Cianjur Jawa Barat menggelar Tabligh Akbar di Masjid Agung, Jl Abdullah bin Nuh, Cianjur, Ahad, 25 November 2018.

Ceramah Tabligh Akbar dengan tema “Genggam Erat Kunci Surgamu” dibawakan oleh ustadz Andi Kaimuddin, MA, dai Wahdah Islamiyah Cianjur.

Dalam pemaparannya, ustadz alumni STIBA Makassar ini menyampaikan pentingnya ilmu dan kewajiban untuk belajar Islam bagi seluruh kaum muslimin. Ia mengatakan Al-Ilmu juga merupakan syarat utama dari kalimat Laa ilaaha illaallaah. Ustadz Kaimuddin kemudian membaca salah satu ayat dari al-Qur’an tentang hal tersebut.

Selain dari masyarakat dan simpatisan dari berbagai daerah sekitar Cianjur, kegiatan ini juga dihadiri aparatur pemerintah, dari Kodim Cianjur, Polres Cianjur.

Dalam kegiatan tersebut Ketua DPD Wahdah Islamiyah Cianjur ustadz Yusuf Gumilar juga mensosialisasikan program Wahdah Islamiyah kepada masyarakat dan juga jajaran pemerintah yang hadir.

Diantara program tersebut adalah Kajian Islam Intensif, metode belajar membaca al-Qur’an untuk orang dewasa (Dirosa) serta kegiatan lainnya. Menurut ustadz Yusuf, program ini juga sebagai kontribusi dan pelayanan Wahdah Islamiyah kepada masyarakat sekitar.[wahdah.or.id]

Fadli Zon: Prabowo-Sandi Tegas Dukung Kemerdekaan Palestina

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon

(Jakarta) wahdahjakarta.com— Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang juga Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerakan Indonesia Raya (DPP Gerindra) Fadli Zon menyatakan, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno secara tegas mendukung kemerdekaan Palestina.

Hal ini disampaikan Fadli menanggapi tuduhan lawan politik yang menganggap Prabowo-Sandi mendukung penjajahan Israel terhadap Palestina. Fadli menilai tuduhan tersebut  sebagai fitnah yang menyesatkan.

“Pandangan lawan politik yang menuduh Prabowo-Sandi mendukung penjajahan Israel di Palestina, sangat menyesatkan dan berbau fitnah. Jika dasarnya pernyataan Pak Prabowo dalam wawancara door stop di acara International Economic Forum, jelas sangat keliru.

Tak ada pernyataan Pak Prabowo, baik eksplisit maupun implisit, yang mendukung penjajahan Israel di Palestina. Tuduhan tersebut menyesatkan. Sejak dulu Pak Prabowo pendukung Palestina merdeka bahkan ikut membantu masyarakat Palestina dalam berbagai kesempatan secara moril maupun materiil,” ujar Fadli dalam pernyataannya sebagaimana dilansir dari Hidayatullah.com, Rabu (28/11/2018).

Ia mengatakan, Prabowo-Sandiaga secara tegas menyatakan kemerdekaan Palestina adalah mutlak dan mandat konstitusi.

“Di level kebijakan, kami mendorong penyelesaian konflik Palestina dan Israel. Kita mengutuk agresi dan pendudukan Israel terhadap Palestina. Ini sikap resmi kami. Dan secara tertulis, agenda tersebut menjadi fokus di dalam visi misi Prabowo-Sandi. Tepatnya di dalam Program Aksi Bidang Politik, Hukum, dan Hankam,” jelasnya.

“Dan ini pernyataan pertama yang keluar, sebelum pernyataan Pak Prabowo yang terkait urusan Australia. Sehingga, tuduhan bahwa Prabowo-Sandi mendukung penjajahan Israel di Palestina, lebih sebagai upaya pemelintiran opini sebagian media yang sengaja diresonansi oleh lawan politik,” paparnya.

“Bagi Prabowo-Sandi dan Gerindra, kemerdekaan Palestina adalah sikap yang tak bisa ditawar. Ini mandat konstitusi. Karena itu, seharusnya setiap ada isu terkait Palestina, termasuk jika itu berhubungan dengan Australia sekalipun, Presiden dapat menyatakan sikapnya secara langsung. Sebab yang saya dengar, pernyataan terkait sikap Australia ini baru disampaikan oleh menteri luar negeri. Bukan oleh Presiden,” lanjutnya.

Ia menambahkan, dengan posisi Indonesia yang saat ini duduk di Dewan Keamanan PBB, Prabowo-Sandiaga melihat posisi pemerintah seharusnya bisa lebih aktif merespons isu keamanan global. Apalagi, terkait perdamaian di Palestina, yang telah menjadi jantung politik luar negeri Indonesia.

“Mari kita dukung kemerdekaan Palestina dan Yerusalem menjadi ibukota Palestina,” pungkasnya.

Sumber: Hidayatullah.com

Kemenag Terus Perkuat Literasi Keagamaan

(Bandung) wahdahjakarta.com — Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saefuddin memastikan bahwa tahun 2019 Kementrian Agama (kemenag) akan terus memperkuat literasi keagamaan (religious literacy), utamanya bagi pendidik, penyuluh,  serta pengawas pendidikan agama dan keagamaan.

Penegasan ini disampaikan Menag merespon harapan Direktur Indonesian Consortium Religious Studies (ICRS) Dicky Sofjan dalam pembukaan Semiloka Pengayaan Wacana Agama dan Keberagamaan “Rukun,  Ragam, Sepadan”, di Bandung,  Rabu (28/11/2018).

Kegiatan ini hasil kerjasama Balai Diklat Keagamaan Bandung Kementerian Agama dengan Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS), British Council, dan British Embassy Jakarta.

Semiloka berlangsung di Balai Diklat Keagaman Bandung,  27 – 29 November 2018. Kegiatan ini diikuti 120 peserta,  terdiri dari: dosen, penyuluh agama,  pegiat agama,  widyaiswara,  serta pengawas Pendidikan Agama Islam dan pengawas madrasah.

Kegiatan ini dibuka Menag Lukman Hakim Saifuddin. Tampak hadir Direktur ICRS Dicky Sofjan, Country Directur British Council Paul Smith OBE, Rektor UIN Bandung Mahmud, Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Kemenag Saerozi, Kakanwil Kemenag Jawa Barat A Bukhori, serta Kepala Balai Diklat Keagamaan Bandung.

Kepada Menag, Dicky mengatakan bahwa program religious literacy (penguatan wacana keagamaan) yang juga bekerjasama dengan Kedubes Inggris sudah memasuki fase kedua. ICRS sudah melakukan ToT dan lokakarya di 6 kota, dengan melibatkan 600 peserta, terdiri dari  dosen agama,  ormas keagamaan dan juga organisasi kepemudaan.

“Kami latih mereka untuk berfikir tentang beragama. Belajar tentang beragama,  bukan belajar agama,” katanya sebagaimana dilansir dari Kemenag.go.id.

ICRS juga sudah menyerahkan modul empat materi kepada Balai Diklat Keagamaab. Keempat modul itu bertemakan: Agama dan Kita,  Agama dan Masyarkat,  Agama dan Negara, serta Agana dan Mayangkara atau Internet. Dicky berharap,  Kemenag terus melanjutkan program ini melalui skema pembiayaan APBN.

“APBN sudah kita realisasikan. Sinergi dengan ICRS sudah lama. Tahun 2019 kita sudah alokasikan anggraan untuk penguatan kegiatan ini (religious literacy),” tegas Menag Lukman.

“Kita juga tetap mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk sama-sama melaksanakan kegiatan semacam ini,” tandasnya.

“Mendirikan Universitas Islam Indonesia Internasional (UIII) menjadi bagian upaya agar pemahamana keagamaan yang berkembang di Indonesia bisa dipahami dan membawa kemaslahatan manusia di dunia,” tutupnya. (Kemenag.go.id)

P3M Klaim Ada Masjid Radikal, Wapres JK: Hati-Hati Buat Kesimpulan Seperti Itu

Wapres RI yang juga Ketua DMI Muhammad Jusuf Kalla saat menutup Rakernas Dewan Masjid Indonesia, Ahad (25/11/2018)

(Jakarta) wahdahjakarta.com-, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang juga Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Muhammad Jusuf Kalla meminta pihak yang melakukan penelitian tentang ‘’masjid radikal” hati-hati membuat kesimpulan.

Ia menilai hasil studi Rumah Kebangsaan dan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) tentang “masjid radikal” di lingkungan kantor pemerintahan sangat memprihatinkan.

Dengan penelitian itu, terangnya, orang bisa menyimpulkan secara sederhana bahwa 41 persen masjid pemerintah radikal.

“Wah itu bahaya. Bayangkan masjid di pemerintah saja radikal apalagi di tempat-tempat lain,” ujarnya dalam acara talkshow ILC bertema ‘Benarkah 41 Masjid Terpapar Radikalisme?’ di salah satu stasiun televisi swasta semalam (27/11/2018).

Menurut Wapres JK, kaidah studi atau penelitian dari Rumah Kebangsaan dan P3M perlu ditelaah kembali.

“Tidak seperti itu. Apalagi ada kategori radikal ringan, sedang, berat. Pertama kali saya dengar istilah-istilah itu, kalau radikal ya radikal saja,” ungkapnya.

JK juga mengimbau agar berhati-hati dalam membuat penelitian, jangan-jangan khatibnya menyampaikan sesuatu dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar langsung ditulis radikal.

“Dan yang saya baca yang termasuk radikal kategori berat justru kantor salah satu Kemenko. (Saya rasa) sangat tersinggung Menko-nya kalau justru ingin membina bangsa ternyata radikal,” katanya.

“Jadi hati-hatilah membuat kesimpulan seperti itu,” pungkas JK.

(Sumber: Hidayatullah.com)

Reuni 212: Panitia Undang Presiden dan Semua Paslon

Konfrensi pers panitia reuni alumni 212, 2 Desember 2018. Panitia memastikan, acara reuni 212 bukan ajang politik praktis dan dukung mendukung paslon tertentu.

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Panitia Reuni Akbar Mujahid 212 menggelar konferensi pers di Gedung Pusat Dakwah Dewan Dakwah Indonesia (DDII), Matraman, Jakarta pada Rabu (27/11/2018) siang.

Konferensi pers dihadiri oleh KH Abdul Rasyid, KH Sobri Lubis, penanggung jawab acara KH Slamet Ma’arif, Pembina acara reuni Ust. Yusuf Martak, KH Al Khathath sebagai Ketua SC, dan Ust. Bernard Abdul Jabbar selaku Ketua Panitia.

Ketua Panitia, Ust. Bernard Abdul Jabbar menyampaikan, konferensi pers ini untuk menanggapi berita-berita yang beredar di berbagai media, utamanya media sosial.

“Ini bagian dari klarifikasi panitia, banyak berita hoaks tentang susunan acara dan susunan panitia. Ada spanduk yang mendiskreditkan panitia dan Presidium Alumni 212. Kami tegaskan bahwa sampai saat ini panitia belum merilis susunan panitia maupun susunan acara tangal 2 Desember nanti”, tegasnya.

Ust. Bernard menyampaikan bahwa hoaks yang sudah tersebar adalah upaya yang disengaja oleh pihak tertentu untuk mengacaukan acara “reuni” tersebut.

Panitia juga menyampaikan bahwa Masjid Istiqlal sudah dipastikan tidak ada acara besar pada hari itu. Ini disampaikan untuk menanggapi adanya berita yang simpang siur bahwa di hari tersebut akan ada bentrokan acara di Monas dan Istiqlal.

Hari ini panitia akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian di Mabes Polri untuk mengamankan acara. Ini juga dilakukan panitia untuk menindaklanjuti adanya pihak yang melakukan upaya penggembosan dengan membatalkan 26 PO bus yang telah dibayar lunas dari salah satu daerah.

KH Al Khaththath memperkirakan acara ini akan dihadiri setidaknya 4 juta jamaah. Bahkan tokoh lintas agama juga akan hadir.

Panitia reuni 212  menegaskan, acara ini bukan ajang politik praktis atau dukungan terhadap paslon tertentu. Bahkan panitia telah mengundang Presiden, Wakil Presiden, Kapolri, Panglima TNI, dan semua kandidat capres-cawapres.

Acara akan dimulai dari pkl 03.00 sd 12.00 dengan ragkaian antara lain sholat subuh berjamaah, dan taushiyyah dari para ulama. [ibw]

4 Hal Yang Mendatangkan Rezki

Rezki Allah untuk hamba-Nya amat luas. Dia telah menjamin rezki seluruh makhluqNya. Diantara bukti jaminan tersebut adalah berupa kemudahan sebab untuk memperoleh rezki.

Diantara amalan yang memudahkan rezki adalah Qiyamullail (Shalat Malam), memperbanyak istighfar khususnya di waktu sahur, sedekah, dan menyambung silaturrahim.

  1. Istighfar di Waktu Sahur

Beristighfar di waktu sahur merupakan salah sifat orang-orang bertakwa (Qs.3:15-17). Sementara dalam ayat lain Allah nyatakan bahwa orang bertaqwa akan dimudahkan rezkinya dari arah yang disangka-sangka.

Selain itu dalam lain (Surat Nuh ayat 10-12) secara tegas dinyatakan bahwa istighfar dapat mendatangkan rezki. Allah mengabadikan perkataan Nabi Nuh kepada kaumnya;

{فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10 – 12)

Ayat di atas mengisyaratkan bahwa istighfar merupakan sebab turunnya hujan deras, karunia harta, dan anak-anak.

“Ada orang pernah mengadukan kepada Hasan tentang musim paceklik yang terjadi. Lalu Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kemiskinannya. Lalu Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah kepada Allah”.

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kekeringan pada lahan (kebunnya). Lalu Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah kepada Allah”.

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau karena sampai waktu itu belum memiliki anak. Lalu Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah kepada Allah”.

Kemudian setelah itu Hasan al-Bashri membacakan surat Nuh di atas. (Al-Hafidz Ibnu Hajar di Fathul Bari, 11/98)

  1. Qiyamullail

Salah satu pintu rezki Allah adalah Qiyamullail atau Shalat Lail atau shalat Malam. Dikenal pula dengan shalat Tahajjud.  Shalat malam mengandung kebekahan dan keutamaan, sebab do’a dalam sahalat tahajjid merupakan salah satu do’a yang mustajab.

Jabir bin Abdullah meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(إن من الليل ساعة، لا يوافقها عبد مسلم يسأل الله خيرا، إلا أعطاه إياه) – صحيح مسلم.

Jabir bin Abdullah meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya di waktu malam ada suatu waktu, tidaklah seorang Muslim meminta kebaikan kepada Allah (pada waktu tersebut, melainkan Allah akan memberinya. (HR. Muslim)

  1. Sedekah

Faktor lain yang dapat memudahkan rezki adalah sedekah. Allah Ta’ala menjanjikan balasan berlipat ganda bagi orang yang menyedekahkan hartanya. Allah Ta’ala berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 261.

{ مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ}.

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui. (Qs. Al-Baqarah:261)

Dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari dari Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

 (ما من يوم يصبح العباد فيه إلا ملكان ينزلان فيقول أحدهما : اللهم أعط منفقًا خلفًا، ويقول الآخرُ : اللهم أعطِ مُمسكًا تلفًا) – صحيح البخاري.

Tidaklah seorang Muslim berada di waktu pagi melainkan ada dua Malaikat yang turun, salah satu diantara keduanya mengatakan, ‘Ya Allah berilah ganti yang lebih baik kepada orang yang berinfaq’, Malaikat yang lain mengatakan, ‘Ya Allah berilah kebinasaan pada harta orang yang menahan(tidak menginfakkan hartanya).’ (HR. Bukhari).

  1. Silaturrahim

Silaturrahim atau menyambung hubungan kekerabatan termasuk salah satu faktor yang memudahkan rezki. Sebagaimana dikabarkan oleh Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam melalui sahabat Anas bin Malik radhiyallanu ‘anhu.

 (من سره أن يبسط له في رزقه، أو ينسأ له في أثره، فليصل رحمه) – صحيح البخاري.

Siapa yang diluaskan rezkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menyambung kekerabatan (silaturrahim).” (HR. Bukhari).

Dalam hadits ini dikabarkan silaturrahim dapat mendatangkan keluasan rezki dan menambah umur bagi yang melakukannya.

Menurut Ibnul Qayyim, makna penambahan umur dalam hadits tersebut adalah karunia berupa taufiq melakukan dzikrullah dan sibuk dengan ibadah. Namun yang paling tepat adalah membawa makna hadits ini pada makna hakiki. Karena Allah telah mentakdirkan sebab dan penyebabnya.

Keempat hal ini bukan pembatasan. Pada tulisan berikutnya insya Allah akan disajikan sebab-sebab lain yang mengundang rezki. Wallahu a’lam. (Sym).

 

Buka Pelatihan Pengelolaan Rumah Tahfizh Sesulsel, Ini Harapan Sudirman Sulaiman

Pelatihan Pengelolaan Rumah tahfizh se-Sulsel digelar di Golden Hotel Makassar, Selasa (27/11/2018)

(Makassar) wahdahjakarta.com-, Biro Kesejahteraan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (sulsel)  menggelar Pelatihan Pengelolaan Rumah Tahfizh se-Sulawesi Selatan di Golden Hotel Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (27/11/2018).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Sudirman Sulaiman yang membuka acara pelatihan menaruh harapan besar, dengan program satu desa satu rumah tahfizh, para penghafal bisa mentransformasi pemahaman fundamental keislaman umat yang kebanyakan berislam karena keturunan.

“Agama Islam diturunkan dengan sempurna, di sana ada standar aturan yang harus diimplementasikan, beragama harus sesuai sop (tuntunan), sehingga masyarakat harus dibuat cerdas beragama,” tuturnya.

Wagub juga berharap program satu desa satu rumah tahfizh dapat men-counter sejak dini proses pencucian otak anak melalui tayangan televisi dan tontonan online yang begitu masif yang menurutnya sangat berbahaya.

“Pikiran anak yang sudah tercuci oleh tayangan dan tontonan yang tidak bagus, seperti komputer yang sudah terinstal, susah nanti merubahnya karena sudah terprogram dengan perintah yang tidak bagus,” tegasnya.

Di hadapan peserta pelatihan, suami dari Naoemi Octarina ini bercerita pengalaman pertama pindah dari Jakarta ke Makassar.

“Anak pertama saya sejak usia 3 bulan dalam kandungan sering diputarkan murattal surah-surah pilihan, pada saat masuk usia sekolah Alhamdulillah mulai menghafal di sekolah Islam, sekolahnya di Jakarta tidak pernah diajarkan nyanyian.

Pada saat pindah ke Makassar, di sekolah barunya disuruh bernyanyi, karena tidak biasa bernyanyi, anak saya meminta kepada gurunya agar disuruh menghafal saja.

“Sampai di rumah anak saya protes: Abi, saya kasih waktu 2 hari kalau di sekolah masih disuruh menyanyi, saya mau kembali ke Jakarta saja,” ceritanya disambut tawa oleh pimpinan pondok dan rumah tahfizh yang menjadi peserta pelatihan.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Sudirman Sulaiman mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama serius berupaya memperbaiki keadaan. Sehingga, pada akhirnya lahirlah generasi-generasi yang memiliki prinsip. Menurutnya, banyak orang yang pintar tetapi semakin cerdas mengakal-akali keadaan.

“Mohon saya dibantu dan didoakan, karena saya Sudirman bukan superman. Saya mungkin hanya bisa memperbaiki satu, mudah-mudahan dari generasi penghafal Al-Qur’an akan lahir pemimpin yang lebih baik yang bisa memperbaiki keadaan bangsa dan negara kita,” tutupnya dengan suara yang hampir tak terdengar menahan haru, sambil menyeka air mata. (Irfan/Sym).

Sumber: Hidayatullah.com