500 Jawara Betawi Bantu Amankan Aksi 212

500 Jawara Betawi Bantu Amankan Aksi 212

Panglima Brigade Jawara Betawi (BJB)

(Jakarta) wahdahjakarta.com — Hasan Basri, Panglima Brigade Jawara Betawi (BJB) 411 menjelaskan, sedikitnya ada 500 jawara membantu amankan reuni 212 Jilid 2 di Monas, Jakarta Pusat.
Motivasinya, mereka ingin memperkuat ukhuwah Islamiyah dan mengikuti komando ulama.
“Reuni kedua ini, harapannya ukhuwah dan persatuan ini harus dijaga dengan baik,” ungkapnya kepada redaksi di belakang panggung utama, pintu Barat Monas, Sabtu (01/12/2018).
“Umat bisa lebih nyaman dalam beribadah, ulama nyaman berdakwah. Secara umum negara bisa aman, bisa sesuai dengan cita-cita bangsa supaya kondusif,” lanjutnya.
Hasan yang akrab disapa Bang Cacang menjelaskan bahwa 500 orang itu terdiri dari 156 perguruan silat se-Jabodetabek. Namun, jumlah itu masih terhitung sedikit karena ada 356 perguruan perguruan silat di Jabodetabek.
Meskipun tidak ada kendala berarti semenjak bertugas menjaga pra Reuni 212, Hasan mengungkapkan sempat terjadi insiden kecil di belakang panggung utama.
Sabtu sore sekitar pukul 18.00 WIB, sempat terjadi konsleting listrik dari handphone jadul yang di-charge di sebuah travo listrik. Ketika terjadi konsleting itu, tim gegana diturunkan. Seketika, insiden itu berhasil ditangani dengan aman.
Hasan menyebutkan, selain BJB 411, ada laskar lain yang bertugas, di antaranya adalah Laskar Pemburu Aliran Sesat (LPAS), Jawara Sunda, Hasmi, dan lain-lain. (Repost hidayatullah.com).

Warga Muslim Indonesia di Siwss dan London Adakan Reuni 212

LONDON (wahdahjakarta.com) – Tidak mau kalah dengan warga Muslim di Zurich, Swiss yang setiap tahun menggelar acara reuni 212, sejumlah warga Muslim Indonesia di London juga ikut menggelar acara serupa.

Bertemakan “Hijrah” acara sudah dimulai pada pukul 10:30 Sabtu pagi waktu setempat dengan penampilan nasyid dari ibu-ibu yang tergabung dalam grup Annissa selama 30 menit sambil menunggu kedatangan peserta yang lain.

Total peserta kurang lebih 50-60 orang, yang berdatangan dari sekitar London dan ada yang datang dari daerah selatan Inggris yang lamanya perjalanan kurang lebih 3 jam menggunakan kendaraan mobil.

Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah kebangsaan oleh Dr. Abdul Basith yang membicarakan posisi Indonesia saat ini dalam segi ke-Islaman. Dalam ceramahnya Dr Abdul Basith menyinggung kondisi umat Islam sekarang yang terancam pemurtadan dan masuknya ideologi yang membahayakan generasi penerus.

Sesuai dengan temanya, jamaah diajak berpikir untuk “hijrah” dari umat yang berpikiran bahwa Indonesia dalam kondisi baik-baik saja, menjadi umat yang bersatu dan mampu menegakkan agama di tengah-tengah usaha pemurtadan serta perusakan moral di Indonesia.

Usai ceramah dilanjutkan dengan shalat zhuhur dan berdoa bersama kemudian digelar ramah tamah sambil menikmati hidangan Indonesia yang dibawa oleh para jamaah dari rumah mereka masing-masing. Bahkan ada jamaah yang datang dari selatan Inggris membawa nasi kuning, ayam bakar dan kambing bakar. Tentunya ada juga masakan-masakan lainnya. Semua mereka bawa atas biaya sendiri, keridhoan dan kerelaan mereka masing-masing tidak ada yang dibayar oleh siapapun. Mirip dengan apa yang terjadi di acara 212 di Monas. Bahkan sumbangan jamaah ada lebihnya disumbangkan ke Indonesian Islamic Centre untuk dana pembangunan masjid.

Hal menarik lainnya adalah acara video call dengan anaknya bapak reformasi, Hanum Rais yang menceritakan tentang pengalaman beliau berhijrah dan suka dukanya. Beliau juga berpesan bahwa hidayah itu harus diupayakan bukan ditunggu. Kemudian beliau juga menceritakan tantangan yang beliau hadapi untuk tetap istiqomah.

Usai shalat Ashar berjamaah acara dilanjutkan dengan video call bersama Bunda Neno Warisman langsung ditengah persiapan acara Reuni 212 di Monas. Tidak sedikit jamaah yang hadir menitikkan airmata terharu, ketika melihat Bunda Neno Warisman dan Monas. Para jamaah sangat ingin bisa hadir di Monas, ingin ikut berdoa dan berjuang bersama para mujahid/mujahidah yang saat ini sedang berkumpul di Monas. Acara kemudian diakhiri dengan doa.

Sumber : voa.of.islam

Tabligh Akbar Arah Perjuangan Umat, MIUMI Tegaskan Penguatan Dakwah

Tabligh Akbar MIUMI, “Arah Perjuangan Umat, Integrasui Keislaman dan Kebangsaan”, Sabtu (1/12/2018)

Tabligh Akbar Arah Perjuangan Umat, MIUMI Tegaskan Penguatan Dakwah

(Jakarta) wahdahjakarta.com— Ribuan umat Islam berkumpul di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru Jakarta  Selatan, pada Sabtu (1/12/2018) malam untuk mengikuti Tabligh Akbar bertema “Arah Perjuangan Umat, Intehrasi Keislaman dan Kebangsaan”.

Kegiatan ini digelar oleh Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) untuk merumuskan peta perjuangan umat Islam ke depan.

Dalam kesempatan ini, Tokoh Persis Tiar Anwar Bachtiar menegaskan Indonesia berhutang kepada perjuangan Ulama dan Umat Islam.

Jauh sebelum Indonesia merdeka, kata Tiar, para ormas Islam telah eksis dan berjuang membebaskan Indonesia dari tangan penjajah Belanda.

“Syarikat Islam, Muhammadiyah, NU, Al Irsyad, Persis, itu sudah ada sebelum Indonesia merdeka,” ujar Doktor Sejarah UI ini seperti dikutip INA News Agency, sindikasi berita yang diinisiasi JITU.

“Maka kalau ada yang bilang Pancasilais tapi minus Islam itu adalah omong kosong,” tegas Tiar yang juga pengurus MIUMI Pusat.

Tiar juga menegaskan bahwa kekuatan politik Islam ditentukan dari sejauh mana dakwah umat Islam itu sendiri.

“Sekarang capres mana yang tidak butuh suara umat Islam, itu karena kekuatan masyarakat sipil umat Islam, bukan parpol,” jelas dia.

Karena itu, lanjut dia, Mohammad Natsir menyerukan para petinggi Masyumi untuk menguatkan dakwah saat Masyumi dibubarkan.

“Kemenangan umat Islam landasannya adalah ideologi dan gerakannya adalah dakwah,” tukas Tiar.

Menyambung pernyataan Tiar, Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal menegaskan bangsa Indonesia tak perlu ada ketakutan dengan kalimat takbir di negeri ini.

Sebab negeri ini dibebaskan dengan kalimat takbir dan tauhid.

Sementara itu, Direktur INSISTS Henri Shalahuddin menekankan pentingnya umat Islam melakukan kaderisasi pemuda.

Dia juga menyoroti masuknya ajaran feminisme dan keseteraan genda yang meracuni pendidikan hari ini.

Untuk itu, Henri menyarankan agar ormas Islam membuat roadmap perjuangan Islam bagi kejayaan umat.

Sejumlah tokoh lintas ormas Islam seperti Bachtiar Natsir (AQL), Jeje Zainuddin (Persis),  Zaitun Rasmin (Wahdah Islamiyah),  Zain An Najah (DDII), dan lain sebagainya. (SM/sym)

UBN Seru Umat Islam Ikuti Ulama yang Putusannya Berdasarkan Qur’an-Sunnah

UBN pada Tabligh Akbar MIUMI “Arah Perjuangan Umat” yang digelar MIUMI di Masjid Al-Azhar Kebayoran baru Jakarta Selatan, Sabtu (1/12/2018) malam.

(Jakarta) wahdahjakarta.com– Bangsa Indonesia telah berhutang kepada para ulama. Demikian dikatakan Sekretaris Jendral Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Bachtiar Nasir dalam Tabligh Akbar “Arah Politik Ulama, Integrasi Keislaman dan Keindonesiaan”, yang digelar di Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta Selata, Sabtu (1/12/2018) malam.

UBN, sapaan akrabnya, menegaskan para ulama telah berjasa dengan mengorban jiwa dan raganya untuk memerdekakan Indonesia.  “Belahlah perut Indonesia, maka di situ ada darah para ulama,” tegasnya sebagaimana seperti dikutip INA News Agency, sindikasi berita yang diinisiasi JITU.

Untuk itu di tengah situasi yang tengah kacau, UBN menyerukan umat Islam untuk mengikuti ulama yang keputusannya diambil berdasarkan Al Quran dan Sunnah.

“Ulama yang keputusannnya berdasarkan Quran dan Sunnah pasti adil. Ikuti ulama,” tegas UBN.

UBN lantas mengritisi pihak-pihak yang menstigma umat Islam anti NKRI.

Padahal, kata dia, yang paling memahami Empat Pilar Kebangsaan adalah umat Islam.

Sebab nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila telah diwarnai spirit ajaran Islam.

“Kalau dia sekuler dan liberal, jangan percaya kalau bicara Pancasila,” tegas UBN.

“Yang paling Bhineka Tunggal Ika adalah umat Islam. Dan itu sudah dibuktikan dalam aksi 212  di mana rumput saja kita jaga,” sambung UBN.

Sejumlah tokoh lintas ormas Islam hadir dalam tabligh akbar ini seperti Jeje Zainuddin (Persis),  Muhammad Zaitun Rasmin (Wahdah Islamiyah),  Zain An Najah (DDII), Buya Gusrizal (MUI Sumbar) dan lain sebagainya.

Tabligh akbar ini bertepatan jelang reuni 212 yang akan digelar hari ini, Ahad (2/12/2018)

Gerakan 212 adalah aksi simpatik yang dilakukan tujuh juta warga Indonesia pada 2 Desember 2016 yang menuntut keadilan atas penistaan terhadap ayat suci Al Quran oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu Basuki Tjahaja Purnama.

Basuki, atau akrab disapa Ahok, akhirnya diputuskan bersalah dengan vonis 2 tahun penjara oleh hakim atas kasus penodaan agama pada Mei 2017. Ahok kini ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. (SM)

MIUMI: Perjuangan Umat Mengacu Pada Tiga Misi Besar

Tabligh Akbar MIUMI “Arah Perjuangan Umat, Integrasi Keislaman dan Kebangsaan”, di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Sabtu (1/12/2018) malam.

(Jakarta) – Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menggelar Tabligh Akbar Arah Perjuangan Umat, “Integrasi Keislaman dan Kebangsaan” di Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Sabtu (1/12/2018).

Ketua Majelis Hukum MIUMI, DR. Jeje Zainuddin mengatakan,  arah perjuangan umat harus mengacu pada tiga misi besar. Pertama,  merealisasikan misi sebagai sebaik- baik umat. Adapun cara merealisasikannya dengan menegakkan amar maruf dan mencegah kemungkaran.

“Ini adalah misi dakwah sejak diutusnya Rasul dan dilanjutkan oleh umat Islam hingga hari kiamat,” ungkapnya.

Wakil Ketua Umum Persatuan Islam (Persis) itu menjelaskan misi selanjutny, yaitu  merealisasikan sebagai ummatan wasathon, yakni sebagai umat yang adil untuk membuktikan tingginya ajaran Islam. Sebagaimana umat- umat terdahulu mendapatkan kejayaan.

“Kamu tidak akan ditanyakan perjuangan orang- orang di masa lampau, tetapi yang dipertanggung jawabkan adalah apa yang kalian perjuangkan saat ini,” ujar Jeje.

Adapun misi ketiga adalah merealisasikan sebagai umat yang satu. Sehingga pentingnya menjaga kesatuan perjuangan ulama dan umat, dengan menghindari pertikaian dalam perbedaan pendapat.

Tablig Akbar ini merupakan rangkaian roadshow Tabligh Akbar MIUMI yang direncanakan akan digelar di beberapa daerah di Indonesia. Turut hadir pada Tabligh Akbar malam ini (Sabtu, 1/12/2018) Sekretaris Jenderal MIUMI Ustadz Bachtiar Nasir yang juga Pimpinan AQL, Wakil Ketua MIUMI Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin yang juga ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ketua Majelis Hukum MIUMI Ustadz Jeje Zainuddin, Ketua Majelis Fatwa MIUMI Ustadz Ahamd Zain An Najah, dan yang lainnya. (sym)

Reuni 212, Lazis Wahdah Buka Posko Layanan Kesehatan dan Konsumsi

bn

Posko Layanan Kesehatan dan konsumsi Lazis Wahdah di lokasi reuni 212, Patung Kuda.

(Jakarta)  wahdahjakarta. com–Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Wahdah Islamiyah (Lazis Wahdah)  membuka posko layanan kesehatan dan konsumsi di lokasi aksi Reuni 212  yang akan digelar Ahad (2/12/2018).

“Insya Allah Lazis Wahdah akan memberikan layanan pijat refleksi untuk peserta reuni 212 yang mungkin kelelahan atau pegal-pegal”, ujar Kepala Cabang Lazis Wahdah Jakarta,  Yudi Wahyudi kepada wahdahjakarta.com, Sabtu (1/12/2018).

Selain itu lembaga yang merupakan unit pengumpul dan penyalur zakat ormas Wahdah Islamiyah ini juga akan membagikan paket konsumsi kepada para peserta.

“Kita juga akan ikut berbagi paket konsumsi berupa snack kepada para peserta, insya Allah yang sudah siap seribuan paket”, ucapnya.

Yudi menambahkan, pihaknya juga menurunkan relawan kebersihan. “Kita juga menyiapkan relawan kebersihan yang akan turut bersama relawan Lainna menjaga kebersihan areal Monas saat aksi dan pasca aksi”, tandasnya.

Posko lazis Wahdah berada di ring 4 dekat Patung Kuda dan mulai beroperasi sejak pukul 21.30 malam ini.

Kondisi  terkini di Monas  Panggung reuni 212 sudah siap. Situasi aman terkendali Tidak nampak kumpulan aparat seperti yang sempat diberitakan.

Acara reuni 212 akan dimulai dari pukul 03.00 sd 12.00 dengan rangkaian antara lain sholat tahajjud, subuh berjamaah, dan taushiyyah dari para ulama. (sym)

Dakta Peduli Palu Salurkan Bantuan MCK Melalui Lazis Wahdah

Dakta Peduli Palu Salurkan Bantuan MCK Melalui Lazis Wahdah

Dakta Peduli Palu Salurkan Bantuan MCK Melalui Lazis Wahdah

Bekasi, 29 Desember 2018 Tim LAZ Wahdah berkesempatan hadir memenuhi undangan Manajemen Dakta FM Bekasi.

Dakta Peduli yang diwakili Ibu Syifa (Manajer Produksi) dan Ibu Ratna (Manajer Pengembangan SDM) menerima dengan baik Tim pengurus LAZ Wahdah yang diwakili Yudi Wahyudi (Direktur Wilayah DKI Jakarta) dan  Furqan (Staf Media LAZ Wahdah Jakarta).

Ibu Syifa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas peran LAZ Wahdah di Palu yang sebelumnya memang telah bekerjasama di dalam penyampaian berbagai berita terkini terkait Bencana Gempa dan Tsunami.

“Kali ini kami akan menyampaikan bantuan sebesar 35 juta lebih untuk pembuatan 10 WC umum di sekitar Mesjid jika memungkinkan, sebagai bentuk tanggung jawab penyaluran bantuan dari pendengar radio”, lanjut Ibu Syifa.

“LAZ Wahdah termasuk lembaga yang pertama berada di Palu dan telah mengirimkan 500 lebih relawan dan dai di lokasi bencana”, demikian pemaparan Ustadz Yudi.

“Selama ini juga kami telah bekerjasama dengan Ust Zaitun Rasmin selaku Ketua Umum Wahdah Islamiyah, di dalam event kajian dan reportase pergerakan keislaman”, papar Ibu Ratna yang juga Manajer SDM dari Tim Dakta Peduli.

Pertemuan yang berlangsung hanya sekitar 1 jam lebih ini juga menyepakati kemungkinan kerjasama lanjutan beberapa kegiatan diantaranya penyelenggaraan event Qur’an, promosi dakwah, dan sponsorship insya Allah. (yd/aha)

Lima Zona Parkir Kendaraan Peserta Reuni 212

(Jakarta) wahdahjakarta.com-, Jelang reuni akbar aksi 212, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya (Ditlantas Polda Metro) menyiapkan lima zona rekayasa lalu lintas  di sekitar Monas, Ahad (2/12/2018) besok. Berdasarkan keterangan tertulis Ditlantas Polda Metro yang dilansir dari Republika, pembagian itu sekaligus menjadi lokasi kantong parkir yang disediakan bagi massa Reuni 212.

  1. Zona A (Harmoni)

Rekayasa lalu lintas di jalan Harmoni, arus lalin dari simpang Harmoni, kendaraan dari arah jalan Hayam Wuruk akan dibelokan ke kiri arah menuju jalan Juanda. Sementara kendaraan dari arah Istana dan Tanah Abang tetap belok ke kiri jalan Suryo Pranoto, lurus ke arah jalan Gajah Mada dan belok kanan ke arah kalan Juanda.

Di wilayah itu, petugas menyediakan kantong parkir di gedung-gedung di sekitar Harmoni. Massa dapat menggunakan halaman Gedung Bank Tabungan Negara (BTN), halaman gedung Bank Niaga dan halaman ex gedung PN Jakarta Pusat.

 

  1. Zona B (Masjid Istiqlal)

Pengalihan arus lalin juga akan dilakukan di sekitar Masjid Istiqlal. Arus dari jalan Juanda diarahkan lurus ke arah Gunung Sahari. Untuk arus lalin di jalan Katedral juga akan diarahkan lurus ke arah Pasar Baru agar tidak belok ke kiri jalan Veteran Raya.

Arus lalin dari jalan Medan Merdeka Timur yang akan menuju Medan Merdeka Utara lurus ke jalan Perwira. Sedangkan kendaraan dari jalan Veteran III menuju simpang gedung MA disterilisasi.

Warga yang menggunakan kendaraan roda dua, roda empat dan bus  dapat parkir di halaman Masjid Istiqlal, Lapangan Banteng serta sepanjang jalan Lapangan Banteng Selatan (di depan Hotel Borobudur) memakai satu lajur jalan sebelah kiri.

  1. Zona C (Tugu Tani)

Lalu lintas dari arah jalan Kramat Raya menuju Tugu Tani diminta lurus ke arah Jalan Gunung Sahari kecuali massa Reuni 212. Arus dari jalan Abdul Rahman Saleh dialihkan belok ke kiri ke arah jalan KKO Usman Harun menuju Simpang 5 Senen.

Kemudian, lalu lintas dari jalan Arief Rahman Hakim dan jalan Kembang, tepi Kali Kwitang, di Tugu Tani juga dialihkan ke kalan Menteng Raya sehingga mengurangi arus lalin yang menuju ke jalan Ridwan Rais kecuali massa reuni 212.

Arus lalin dari arah timur jalan Letjend Suprapto dibelokkan ke kiri ke arah Jalan Kramat Raya. Sedangkan arus lalin yang masuk ke Underpass dipersilakan lewat pada lajur sebelah kanan yang mengarah ke jalan Gunung Sahari. Untuk arus yang masuk ke Denmabesad (Komplek RSPAD) diperuntukkan bagi massa 212.

Sementara itu, bagi kendaraan massa aksi reuni 212 disediakan parkir di IRTI, halaman Gedung Galeri Nasional dan Halaman Gedung KKP atau Bareskrim Polri.

  1. Zona D (Bundaran Patung Kuda)

Pengalihan arus lalin juga akan dilakukan di Bundaran Patung Kuda. Arus lalin menuju ke kalan Budi Kemuliaan dari jalan Fachrudin ataupun dari jalan Abdul Muis diarahkan lurus.

Sementara, lalu lintas dari jalan Sabang menuju Traffic Light PT Garuda diluruskan ke arah Medan Merdeka Selatan lalu dibelokan ke kanan atau lawan arus menuju halaman Balai Kota DKI Jakarta sebagai lahan parkir untuk massa aksi reuni 212.

Selain itu, massa juga bisa menggunakan satu lajur jalan sebelah kiri di jalan Medan Merdeka Selatan dan gedung RS Budi Kemuliaan sebagai tempat parkir.

  1. Zona E (Bundaran HI)

Petugas juga merekayasa lalu lintas sekitar Bundaran Hotel Indonesia. Arus dari jalan Imam Bonjol menuju jalan Agus Salim difilterisasi dan dibelokkan ke kiri masuk ke Jalan Kusuma Atmaja maupun ke Jalan Sumenep kecuali peserta reuni 212.

Lalu lintas dari Simpang Koramil ke arah jalan Sultah Syahrir dilakukan filterisasi dan dibelokan ke kiri menuju jalan Siliwangi.

Bagi massa reuni 212 dari simpang hotel Mandarin akan diluruskan ke arah Agus Salim sampai gedung Garuda masuk jalan Medan Merdeka Selatan diarahkan masuk Monas melalui Pintu Monas Barat Daya.

Sementara itu, zona parkir di area itu disarankan untuk menggunakan halaman Balai Kota DKI Jakarta, serta satu ruas jalan sebelah kiri di Jalan Medan Merdeka Selatan dan Budi Kemuliaan.

Sumber: Republika

#Reuni212, Kisah Mengharukan Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogya Tentang Aksi 212

Suasana Aksi 212 (2 Desember 2016)

#Reuni212, Kisah Mengharukan Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogya Tentang Aksi 212

Demi Allah… baru kali ini saya melihat aksi demo hingga menangis. Saya tidak kuat menahan rasa haru, bahagia, bangga, gembira, dan sedikit amarah semua berbaur menjadi satu.

Awalnya saya ke Jakarta untuk wawancara narasumber riset saya. Tapi sebuah penerbit juga mengusulkan saya menulis buku tentang aksi 411 dan 212, lebih kurang membahas ‘Media Soslial dan Aksi Damai 4/212’. Karena kebetulan itu, saya bergerak hadir ke Monas pusat lokasi aksi 212.

Sambil menangis tersedu melihat aksi 212 saya telpon isteri untuk mengabarkan situasinya. Luar biasa, persatuan, kesatuan, kekompakan, persaudaraan, silaturrahmi umat Islam demikian nyata.

Peserta aksi 212 berbagi makanan ringan dan minuman

Pukul 07.00 WIB saya bergerak dari Cikini menuju Monas, ojeg yang saya tumpangi harus muter mencari jalan tikus. Semua jalan dan lorong mengarak ke Monas macet total. Perjalanan saya terhenti di Kwitang, dari Kwitang saya jalan kaki menuju Monas, hingga ke perempatan Sarinah. Saat sampai di Tugu Tani, dada saya mulai bergetar tak karuan. Seperti orang takjub tidak terkira. Umat Islam yang hadir saling mengingatkan untuk hati-hati, jangan injak taman, buang sampah pada tempatnya, segala jenis makanan sepanjang jalan gratis. Tidak ada caci maki seperti yang terjadi di sosial media. Saat itu sudah mulai perasaan berkecamuk, tapi masih bisa saya tahan.

Tepat di depan Kedubes AS, dada saya meledak menangis haru saat seorang kakek renta menawarkan saya buah Salak, gratis. Saya tanya, “Ini salak dari mana Kek?” “Saya beli sendiri dari tabungan”, jawabnya. Saya haya bisa terdiam dan terpaku menatapnya.

Di sebelahnya, ada juga seorang Ibu tua juga menawarkan makanan gratis yang dibungkus. Sepertinya mie atau nasi uduk. Bayangkan, Ibu itu pasti bangun lebih pagi untuk memasak makanan itu. Saya tanya, “Ini makanan Ibu masak sendiri?” “Iya”, jawabnya. “Saya biasa jualan sarapan di Matraman, hari ini libur. Masakan saya gratis untuk peserta aksi”. Masya Allah… Saya langsung lemes, mes, messss… Saya senakin lemes sebab obrolan kami disertai suara sayup orang berorasi dan gema suara takbir.

Dan., sepanjang jalan yang saya lalui, saya menemukan semua keajaiban Aksi Super Damai 212. Pijat gratis, obat gratis, klinik gratis, makan dan minum gratis. Perasaan lain yang bikin saya merinding, tidak ada jarak dan batas antara umat Islam yang selama ini kena stigma sosial buatan mereka para nyinyiers dan haters sebagai ‘Islam Jenggot’, ‘Islam Celana Komprang’, ‘Islam Kening Hitam’, ‘Islam Cadar’, ‘Islam Berjubah’ dan stigma negatif lainnya. Semuanya bersatu dalam: Satu Islam, Satu Indonesia, dan Satu Manusia!

Sepanjang perjalanan, saya mendengar antara peserta bicara menggunakan bahasa daerah Sunda, Jawa, Madura, Bugis, Aceh, Minang bahkan ada juga yang berbahasa Tionghoa. Mungkin mereka saudara kita dari kalangan non muslim.

Melihat itu semua, “saya menyerah’, lagi-lagi saya menyerah!

Saya tidak kuasa menahan gejolak rasa yang bergemuruh dalam dada. Saya putuskan menepi, mencari kafe sekitar lokasi. Kebetelun saya punya sahabat baik yang pengelola “Sere Manis Resto dan Cafe”. Lokasinya strategis, pas di pojok Jl. Sabang dan Jl. Kebon Sirih. Tidak jauh dari bunderan BI dan Monas. Saya putuskan menyendiri masuk cafe itu untuk memesan secangkir kopi dan menyaksikan semua peristiwa dari layar TV dan Gadget yang terkadang diacak timbul tenggelam kekuatan sinyalnya.

Tapi di Resto/Cafe ‘Sere Manis’ itu juga saya temui umat Islam berkumpul membludak. Rupanya mereka antri mau mengambil wudhu yang disiapkan pengelola restoran. Tidak cuma itu, saya menemukan ketakjuban lain. Di dalam resto/cafe saya bertemu teman baru, seorang Scooter yang tinggal di daerah Cinere. Dia dan teman-temannya memilih berjalan kaki dari Cinere ke Monas (sekitar 40 KM) untuk merasakan kebahagiaan para santri yang berjalan dari Ciamis ke Jakarta. Masya Allah…. Saya semakin sangat kecil rasanya dibanding mereka semua.

Ini kisah dan kesaksian saya tentang Aksi Super Damai 212. Mungkin ada ratusan atau ribuan orang seperti saya yang tidak terhitung atau tidak masuk dalam gambar aksi yang beredar luas. Kami orang yang lemah, tidak sekuat saudara kami yang berjalan kaki di Ciamis atau Cinere.

Peserta aksi 212 jaga taman

Maka, janganlah lagi menghina aksi ini. Apalagi jika hinaan itu keluar dari kepala seorang muslim terdidik. Tidak menjadi mulia dan terhormat Anda menghina aksi ini. Terbuat dari apa otak dan hati Anda hingga sangat ringan menghina aksi ini? Atau, apakah karena Anda mendapat beasiswa atau dana riset dari pihak tertentu kemudian dengan mudah menghina aksi ini?

 

Jika tidak setuju, cukuplah diam, kritik yang baik, atau curhatlah ke isteri Anda berdua. Jangan menyebar kebencian di ruang publik. Walau menyebar kebencian, saya tau kalian tidak mungkin dilaporkan umat Islam. Sebab umat Islam tau persis kemana hukum berpihak saat ini.

Terlepas ada kebencian dari para ‘nyinyiers’, saya bahagia bisa tidak sengaja ikut aksi damai 212 ini. Setidaknya saya bisa menularkan kisah dan semangat ini pada anak cucu saya sambil berkata: “Nak, saat kau bertanya ada dimana posisi Bapak saat aksi damai 2 Desember 2016? Bapak cuma buih dalam gelombang lautan umat Islam saat itu.

 Walau cuma buih, Bapak jelas ada pada posisi membela keimanan, keyakinan dan kesucian agama Islam. Jangan ragu dan takut untuk berpihak pada kebenaran yang kau yakini benar. Beriman itu harus dengan ilmu. Orang berilmu itu harus lebih berani. Dan mereka yang hadir atau mendukung aksi 212 adalah mereka yang beriman, berilmu dan berani. Maka jadilah kau mukmin yang berilmu dan pemberani anakku”.

Ini kesaksian saya terhadap Aksi Bela Islam III tanggal 2 Desember 2016. Bagaimana kesaksian man teman yang lain? (DR Iswandi Syahputra, Pengamat Komunikasi dan Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Artikel ini sebelumnya dimuat di republika, 3 Desember 2016