MUI Pusat Apresiasi KPI Hentikan Iklan “Shopee Blackpink”

(Jakarta) wahdahjakarta.com — Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Masduki Baidlowi, mengapresiasi sikap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang meminta stasiun TV menghentikan tayangan iklan “Shopee Blackpink”.

Ia menilai langkah KPI sudah benar karena iklan itu tidak sesuai dengan standar penyiaran KPI. Pihak pengiklan, kata dia, harus patuh dengan permintaan KPI ini.

Ia menerangkan, satu hal yang paling mendasar dalam pedoman penyiaran KPI adalah siaran itu harus mempertimbangkan etika, akhlak, dan nilai kesopanan yang ada di masyarakat.

“Sebagaimana kita ketahui, masyarakat Indonesia adalah masyarakat Muslim. Banyak yang menganut norma, nilai, dan etika Islam. Etika Islam jelas batas aurat sampai mana. Itu saya kira hal-hal yang harus menjadi perhatian buat orang-orang yang mengiklankan produk-produknya,” ujar Masduki sebagaimana dilansir dari hidayatullah.com, Kamis (13/12/2018).

Cara berpakaian girlband asal Korea Blackpink di iklan Shopee itu, terang Masduki, tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Bahkan mungkin non-Muslim pun, kata dia, menganggap cara berpakaian seperti itu tidak berkesopanan dan melanggar etika yang selama ini dianut masyarakat ketimuran.

Masduki menjelaskan, tontonan TV yang tayang pada jam anak-anak dan remaja sangat mempengaruhi mereka secara psikologis.

“Itu akan mempengaruhi juga cara berpakaiannya,” ucapnya. Karenanya, ia sangat mendukung langkah KPI di atas.

Sebelumnya, KPI melayangkan peringatan keras kepada 11 stasiun televisi yang menayangkan iklan Sophee Blackpink dan acara “Shopee Road to 12.12 Birthday Sale”.

Dalam iklan itu, beberapa wanita menyanyi dan menari dengan pakaian minim. Hal yang sama terdapat pada program “Shopee Road to 12.12 Birthday Sale”.

Peringatan KPI itu keluar setelah seorang ibu rumah tangga, Maimon Herawati, melayangkan petisi kepada KPI dan pihak Shopee menyoal iklan yang dinilai amoral tersebut. (Andi)

Sempat Mau Pindah Agama, Arie Untung Akhirnya Putuskan Berhijrah

 

Arie Untung dan Teuku Wisnu

 

(Makassar) wahdahjakarta.com—Artis ibu kota Arie Untung, ternyata sempat berpikir untuk pindah agama. Hal ini disampaikan suami presenter senior Fenita di hadapan peserta Ummat Fest 2018 Wahdah Islamiyah, Jum’at (14/12/2018).

Ia mengatakan, momentum hijrahnya karena adanya pergolakan batin saat ia berniat melamar kekasihnya yang beragama non Islam.

“Entah kenapa saat saya sholat istikharah saya merasa ragu. Saya pikir, mungkin karena sholat saya yang masalah,” kata Arie.

Besoknya, kata Arie, ia bertemu dengan seorang pakar agama yang mencoba memberikan penjelasan kepadanya.

“Dia itu bukan muslim. Tapi dari penjelasannya saya jadi tahu bahwa hanya Islam agama yang benar,” tuturnya.

Arie akhirnya memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan hubungannya. Diakuinya, keputusan tersebut membuatnya bersedih.

“Tapi saya yakin Allah akan ganti dengan yang lebih baik,” imbuhnya.

Benar saja, tak berlangsung lama, orangtua Dari Fenita memintanya datang ke rumah. Awalnya Arie merasa heran karena setahunya, ia sama sekali tak pernah bertemu dengan keduanya.

“Ternyata ibu saya yang telah melamarkan Fenita untuk saya. Saya terkejut tapi lama kelamaan saya juga mau,” paparnya panjang lebar hingga membuat peserta tertawa.

Arie mengatakan bahwa hidayah itu bisa dimana saja.

“Saya jadi bukti. Bisa jadikan kalau Allah mau saya keluar dari Islam. Tapi alhamdulillah ternyata saya masih dismaying,” ungkapnya. []

Lazis Wahdah Kirim Ekspedisi Kemanusiaan ke Kamp. Pengungsi Palestina di Yordania

Distribusi Paket Musim Dingin untuk Pengungsi Palestina, Kamis (13/12/2018)

(Yordania) wahdahjakarta.com — Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Wahdah Islamiyah (Lazis Wahdah) mengirim ekspedisi kemanusiaan ke Kamp. Pengungsi Palestina di provinsi Jerash Yordania. Pengiriman ekspedisi ini merupakan bagian dari program Tebar Kehangan di Bumi Syam.

Direktur Lazis Wahdah, Syahruddin mengatakan, bantuan tahap awal berupa 100 paket musim dingin yang terdiri atas bahan makanan (sembako) dan selimut yang disalurkan kepada pengungsi Palestina yang mendiami kamp.pengungsi di provinsi Jerash sejak 1968.

 “Ini program pertama dari tiga lokasi pendistribusian bantuan untuk bumi Syam,” ujar Syahruddin, sebagaimana dilansir dari wahdah.or.id, Kamis (13/12).

Ia menginformasikan, saat ini, kondisi para pengungsi Palestina asal Gaza sangat memprihatinkan karena mereka harus bertahan pada musim panas dan dingin di rumah dengan atap zenco asbes yang kurang layak dihuni.

“Meskipun cuaca terik tapi suhu disini benar-benar dingin. Apalagi hembusan angin juga begitu kencang,” imbuhnya.

Kamp Gaza yang menjadi lokasi pendistribusian, lanjut Syahruddin dihuni oleh sekitar 40.000 jiwa. Mereka tinggal di tanah seluas 0,75 Km2.

Direktur Lazis Wahdah, Syahruddin

Perang bersenjata belum berakhir di Syam, Palestina dan Suriah. Sudah ribuan nyawa hilang, jutaan jiwa menyelamatkan diri di kamp-kamp pengungsian.

Memasuki akhir November, suhu di bumi para nabi ini pun mulai turun. Para pengungsi pun harus berjuang hidup sambil menahan dingin yang bisa mencapai minus 16 derajat celsius.

Pertengahan 2018 lalu, Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS) merangkum sebuah statistik tentang kemiskinan yang makin membubung di Gaza.

Berdasarkan laporan tersebut, angka kemiskinan di Gaza mencapai 53% dari hampir dua juta jiwa. Angka ini empat kali lebih besar ketimbang angka kemiskinan di wilayah Palestina yang lain; Tepi Barat yang hanya berada di kisaran 13,9 % dari seluruh populasi Tepi Barat.

Belum lagi dengan statistik mereka yang menganggur tanpa pekerjaan. Musim dingin bukan hanya masalah logistik, namun lebih dari itu, masalah kemanusiaan tak bisa terelakkan lagi.

Keterlibatan Indonesia dalam misi kemanusiaan bumi Syam kembali dibuktikan. LAZIS Wahdah Islamiyah kembali menjalankan misi “Ekspedisi Kemanusiaan” sebagai wujud amanah dari masyarakat Indonesia.

Sebanyak 88% warga pengungsi tidak mendapatkan kewarganegaraan Yordania. Akibatnya, mereka tidak mendapatkan hak pekerjaan, jaminan kesehatan dan pendidikan. Sementara itu, pasokan logistik begitu kurang, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.

LAZIS Wahdah Islamiyah tetap membuka kesempatan kepada siapa pun untuk berdonasi bagi warga Palestina dan Suriah untuk menghadapi musim dingin, melalui

Bank Syariah Mandiri (451) 799 900 900 4 an LAZIS Wahdah Care. Kode program 940. Contoh Rp 2.000.940,-. Konfirmasi ke 085315900900 (call/wa/sms).[]

Pemprov Sulsel Apresiasi Kiprah Dakwah Wahdah Islamiyah

Program-program LAZIS Wahdah sebagai salah satu supplier dalam perkembangan dakwah Wahdah Islamiyah maupun lembaga-lembaga dakwah lainnya.

(Makassar) wahdahjakarta.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (pemprov Sulsel) mengapresiasi kiprah Dakwah Wahdah Islamiyah di Sulawesi Selatan.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian (kabag) Keuangan Pemprov Sulsel, Andi Arwin saat menyampaikan sambutan pada pembukan pameran Ummat Fest 2018, Makassar, Jum’at (14/12/2018).

“Selama ini, apa yang dilakukan oleh Wahdah Islamiyah patut diapresiasi”, ujarnya di hadapan ribuan jama’ah yang memadati gedung Celebes Convention Center (CCC).

Menurutnya, Wahdah Islamiyah telah banyak berkontribusi bagi perkembangan dakwah di Sulawesi Selatan.
“Saya mewakili pak wagub meminta maaf karena tak bisa hadir menepati janjinya karena ada amanah mendadak dari bapak gubernur yang saat ini berada di Jepang,” ucapnya.

“Saya Kenal Wahdah saat di Palopo. Waktu itu saya juga sempat menjadi bagian pemerintah Palopo yang sudah bersinergi sejak lama dengan Wahdah,” paparnya.

“Kalau boleh saya minta izin. Saya mau bergabung dengan Wahdah dan membaktikan segala potensi saya untuk agama Allah dan Rasul-Nya,” tuturnya dengan tersenyum.

Dalam kegiatan Ummat Fest 2018 ini, Wahdah Islamiyah menghadirkan beberapa kegiatan keummatan. Diantaranya pameran produk, kuliner, talk show yang dipandu oleh sejumlah publik figur seperti Teuku Wisnu, Arie K. Untung dan Erwin Raja.

Menurut Ketua Panitia Gishar Hamka, perhelatan Ummat Fest 2018 merupakan kegiatan pertama dan terbesar di Makassar. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut dan memeriahkan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke.11 Wahdah Islamiyah yang digelar akhir Desember 2018. [sym]

Tawarkan Diri, Ini Alasan Teuku Wisnu Hadiri Ummat Fest 2018

Teuku Wisnu bersaam Ketua Harian DPP Wahdah Islamiyah, Ustadz Rahmat Abdurrahman, di sela-sela acara Ummat Fest 2018, Makassar, Jum’at (14/12/2018)

(Makassar) wahdahjakarta.com —  Sejumlah artis ibu kota beberkan alasan hadiri pameran Syari’ah Ummat Fest 2018 yang digelar di Celebes Convention Center (CCC) Makassar, Jum’at-Ahad (14/12-16/12/2018).

Event syariah terbesar dan pertama di kota Makassar ini menghadirkan sejumlah artis papan atas Indonesia sebut saja Teuku Wisnu, Arie Untung, Erwin Raja dan Ricky Harun.

Teuku Wisnu menyatakan, ia hadir di kota Daeng karena rindu ingin bertemu dan menyapa warga Makassar serta menuntut ilmu dan memantapkan langkah hijrahnya.

“Saya senang bisa berjumpa kepada kalian semua. Kegiatan ini benar-benar luar biasa. Kita disini ingin menuntut ilmu sebanyak-banyaknya dan ingin memantapkan langkah hijrah kita,” ujar suami Shireen Sungkar ini, Jumat (14/12).

Mantan Aktor Film Cinta Fitri ini bahkan tak pernah meminta bayaran untuk bisa hadir dilokasi. Sebagaimana  penyampaian Akhyar Amnur, Humas Panitia Ummat Fest 2018Teuku sendiri yang meminta untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

“Tidak dibayar. Mereka yang menawarkan diri,” ungkapnya.

Ummat Fest dilakukan dalam rangka menyambut Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Wahdah Islamiyah ke.11. Dalam mukernas nanti, Berbagai strategi dakwah akan dibicarakan termasuk membahas beragam persoalan sosial kenegaraan di Indonesia. []

Meluber Hingga Keluar Gedung, Ratusan Unit Usaha Minati Stand Ummat Fest 2018

Stand Lazis Wahdah di Pameran Ummat Fest 2018 yang digelar selama tiga hari, Makassar, Jum’at-Ahad (14-16/12/2018)

(Makassar) wahdahjakarta.com— Ratusan unit usaha memadati ruangan stand pameran Ummat Fest yang digelar Wahdah Islamiyah, Makassar Jum’at (14/12) hingga Ahad (16/12/2018).

Ini menunjukan tingginya minat pegiat usaha untuk ikut dalam event pertama dan terbesar di Makassar ini.

Ketua Panitia Ummat Fest Gishar Hamka mengatakan pameran produk kali ini dipastikan akan meriah karena selain jumlah stan yang lebih banyak, kolaborasi sejumlah stakeholder dari Wahdah Islamiyah dan insan pengusaha swasta juga menyuguhkan beberapa kegiatan talkshow bersama sejumlah tokoh nasional dan publik figur inspirasi hijrah.

“Lokasinya cukup padat. Terbukti dengan masih banyaknya permintaan sejak tadi pagi,” katanya, Jumat (14/12/2018).

Stand 212 Mart di Pameran Ummat Fest 2018

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah Makassar ini, kegiatan Ummat Fest merupakan kegiatan pertama dan terbesar yang pernah hadir di kota Makassar.

“Tahun ini kita agendakan kegiatan akbar dalam rangka menyongsong mukernas Wahdah Islamiyah yang ke-11,” ujarnya.

Pagi sekitar jam 06.00 waktu Makassar, beberapa penjaga Stan sudah terlihat mempersiapkan segala sesuatunya. Beragam produk mengisi semua ruang-ruang space yang telah disediakan Panitia.

“Kami sebetulnya sudah penuh. Tapi banyak yang minta. Ya terpaksa kami sediakan lagi meskipun harus diluar,” ujar Akhyar,humas panitia.

Sumber: Laziswahdah.com