LAZIS Wahdah Target 500 Paket Musim Dingin Untuk Bumi Syam

Paket Musimm Dingin untuk bumi Syam dari Masyarakat Indonesia melalui Lazis Wahdah

(Yordania) wahdahjakarta.com- LAZIS Wahdah kembali menjalankan misi “Ekspedisi Kemanusiaan” sebagai wujud amanah dari masyarakat Indonesia.

Dalam ekspedisi kali ini LAZIS Wahdah mendistribusikan bantuan kepada pengungsi Palestina yang tinggal di provinsi Jerash sejak tahun 1968 silam. Bantuan yang diberikan sebanyak 100 paket musim dingin berupa sembako dan selimut, Selasa (11/12).

Kamp Gaza yang menjadi lokasi pendistribusian dihuni oleh sekitar 40.000 jiwa. Mereka tinggal di tanah seluas 0,75 Km2.

“Ini program pertama dari tiga lokasi pendistribusian bantuan untuk bumi Syam,” ujar Syahruddin, Direktur LAZIS Wahdah Islamiyah, Kamis (13/12).

Ia menginformasikan bahwa saat ini, kondisi para pengungsi Palestina asal Gaza sangat memprihatinkan karena mereka harus bertahan pada musim panas dan dingin di rumah dengan atap zenco asbes yang kurang layak dihuni.

“Meskipun cuaca terik tapi suhu disini benar-benar dingin. Apalagi hembusan angin juga begitu kencang,” imbuhnya melalui siaran langsung yang diunggahnya Rabu (12/12) kemarin.

Sebanyak 88% warga pengungsi tidak mendapatkan kewarganegaraan Yordania. Akibatnya, mereka tidak mendapatkan hak pekerjaan, jaminan kesehatan dan pendidikan. Sementara itu, pasokan logistik begitu kurang, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.

Jangan biarkan mereka kedinginan tanpa logistik dan kebutuhan pangan yang memadai. Insya Allah, LAZIS Wahdah Islamiyah akan kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan sesuai target awal 500 paket musim dingin bagi warga Palestina dan Suriah.

————————-

sumber: laziswahdah.com

Info: 0811 9787 900 (call/wa/sms)

#LazisWahdah

#PeduliSyam

Tabligh Akbar Bersama Tokoh MIUMI

Tabligh Akbar Bersama Tokoh MIUMI, “Arah Perjuangan Ummat; Integrasi Keislaman dan Kebangsaan”

Indonesia dan Umat Islam tak bisa dipisahkan.

Tak ada persoalan Indonesia yang lepas dari peran dan sumbangan Umat Islam. Oleh karena itu, sangat penting agar perjuangan umat di negeri tercinta ini selalu berada di arah yang benar. Arah yang menjamin Indonesia menjadi negeri berdaulat, sejahtera, kuat dan dalam ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mengajak kaum muslimin di Bandung dan sekitarnya untuk bersama menjaga  “Arah Perjuangan Umat” bersama para Ulama dalam;

“TABLIGH AKBAR Tokoh MIUMI”

yang bertemakan; Arah Perjuangan Umat: Integrasi Keislaman dan Kebangsaan,  yang insya Allah akan dilaksanakan pada waktu dan tempat berikut:

📅 Sabtu, 22 Desember 2018 / 14 Rabiul Akhir 1440
🕰18.30 – 21.30 (Bada Maghrib)
🕌 Masjid Istiqamah, Bandung

Pembicara:
1. Ust. Bachtiar Nasir
2. Ust. Farid Okbah
3. Ustadz Jeje Zainuddin
4. Ustadz Mu’inuddinillah Basri

Hadiri, Ramaikan, Sebarkan dan Siapkan Infaq Terbaik!

Acara ini didukung oleh :
– Masjid Istiqamah
– AQL Islamic Center

#MIUMIBersamaUmat
#RoadShowMIUMI

Narahubung :
087714658988
082150359558

===============
💠 Suka, Ikuti & Bagikan
Instagram: @miumipusat
Twitter : @miumipusat
FB : MIUMI Pusat
Youtube : MIUMI PUSAT
www.miumipusat.org
= = = = = = = = = = = =

Hak Waris  Anak Angkat Hasil Adopsi, Adakah?

Pertanyaan:

“Assalam alaikum Ustadz, saya pernah mengadopsi seorang anak secara resmi, dan kini telah menginjak dewasa. Pertanyaan saya, apakah jika saya meninggal dunia nanti anak angkat saya itu boleh mendapat warisan saya?

Jawaban:

Wa’alaikum salam, pertama yang perlu diperhatikan bahwa masalah Tabanni (mengangkat anak seolah menjadi anak kandung dengan menisbatkan nasab padanya) sudah tidak berlaku dalam syariat. Olehnya, haram hukumnya seorang mengangkat anak lalu memberikan pada anak angkat itu nasab keluarga orangtua angkatnya.

Allah Ta’ala berfirman: “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak (kandung) mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu Dan tidak ada dosa bagimu terhadap apa yang kamu salah padanya, tetapi (yang ada dosanya adalah) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Ahzaab : 5).

Adapun jika sekedar mengadopsi untuk tujuan memelihara dan membantu anak itu maka dia boleh-boleh saja. Bahkan termasuk dalam kebaikan yang sangat besar. Akan tetapi, status anak itu tetap sebagai anak angkat dan dinasabkan pada bapak kandungnya. Tidak boleh bernasab dengan nasab bapak angkatnya, serta tetap menjaga aurat darinya. Misalnya jika dia anak laki-laki dan telah baligh, maka tidak boleh melihat aurat istri juga anak-anak perempuan kita.

Nah, lantaran anak angkat tidak ada sama sekali hubungannya dengan nasab dan keturunan kita, maka dia tidak berhak atas harta warisan. Hanya saja warisan itu merupakan hak ahli waris yang ada hubungan nasab, keluarga, dan perkawinan.

Adapun solusi dari masalah ini, kita sebagai orangtua angkat bisa menempuh dua cara. Pertama dengan memberikan hibah kepadanya, yakni pemberian cuma-cuma semasa orangtua angkatnya hidup. Atau cara kedua, dengan menulis wasiat agar diberikan bagian tertentu dari harta peninggalan orangtua angkatnya tersebut. Wallahu A’lam.

Sumber: Akun FB Ustadz Rapung Samuddin, Lc, MA

Dimensi Dakwah di Balik Poligami Rasulullah

Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

(Jakarta) wahdahjakarta.com— Kepala Divisi Riset dan Literasi Forum Doktor Islam Indonesia, DR. Ahmad Sastra mengatakan, ada dimensi dakwah dan politik dalam praktik poligami Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Secara khusus setidaknya ada tiga dimensi dakwah dan politik dibalik poligami Rasulullah”. Ujar Ahmad kepada wahdahjakarta.com, Selasa (18/12/2018).

Pertama,  kata Ahmad dimensi dakwah dan politik dibalik poligami Rasulullah adalah  dimana seluruh perilaku Rasulullah, baik dalam aspek khusus (pribadi) maupun aspek umum semuanya merupakan teladan yang mesti diikuti oleh seluruh umatnya, sebagaimana ditegaskan dalam Surat Al-Ahzab ayat 21 (QS 33 : 21).

“Dalam keteladanan aspek pribadi inilah para istri Rasulullah berperan sebagai penerjemah dan penyampai atas kehidupan Rasulullah yang sifatnya khusus kepada manusia serta sebagai pengontrol peraturan dakwah diantara barisan wanita”, jelasnya.

Dimensi  dakwah dan politik yang kedua dibalik poligami Rasulullah lanjut Ahmad adalah pelaran tentang bagaimana bergaul secara sukses dengan manusia yang memiliki tiplogi yang berbeda-beda.

“Seluruh  istri Rasulullah masing-masing memiliki keistimewaan yang unik. Mulai dari yang masih berusia muda, berusia tua dan bahkan ada yang merupakan wanita,  anak dari musuh Rasulullah. Ada pula dari istri Rasulullah merupakan anak wanita orang yang sangat mengaguminya, ada pula yang berjiwa penyayang terhadap anak yatim”, terang Ahmad.

Ia menjelaskan, dengan ragam tipologi istri-istri Rasulullah inilah cara Rasulullah mengajarkan sekaligus mendakwahkan kepada para sahabatnya dan kaum muslimin atas undang-undang (peraturan) yang indah sebagai pengajaran kepada mereka bagaimana cara bergaul yang sukses dengan tiap-tiap tipologi manusia.

Yang ketiga, lanjut alumni Pasca sarjana UIKA Bogor ini, poligami Rasulullah berfungsi sebagai jembatan perdamaian di antara suku-suku yang memusuhi Rasulullah. Sebab pasca berdirinya Daulah Islam Madinah, banyak suku kemudian memusuhi Rasulullah.

“Poligami Rasulullah dapat menghentikan permusuhan, sebab tradisi di Arab ada kewajiban menjaga dan melindungi siapa saja yang menikah dengan wanita dari kalangan mereka. Orang Arab biasa menamakan dirinya sebagai al Ahma` (para pelindung)”, ujarnya.

“Dengan tradisi inilah, poligami Rasulullah dapat meringankan kadar permusuhan mereka terhadap Rasulullah”, ungkap Ahmad yang juga pengajar di Pesantren Darul Muttaqin Parung, Kabupaten Bogor Jawa Barat. []