MIUMI: Politik dan Ekonomi Hanya Salah Satu Instrumen Dakwah

Tabligh Akbar Tokoh MIUMI “Arah Perjuangan Ummat”

(Bandung) wahdahjakarta.com – Sekretaris Jendral Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir menyatakan, politik maupun ekonomi hanyalah salah satu instrumen dalam dakwah.

“Politik hanya salah satu instrumen dakwah. Ekonomi juga cuma salah satu instrumen dakwah. Dakwalah sebenarnya yang membangun peradaban itu. Maka dakwah harus menjadi prioritas dalam segala aspek kehidupan,” tegasnya dalam acara Tabligh Akbar MIUMI di Masjid Istiqamah, Bandung, Jawa Barat, Sabtu, (22/12/2018).

Selanjutnya, Ulama muda Lulusan Universitas Madinah itu mengutip surat an-Nur ayat 55;

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam). Dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.”

Seseorang akan beruntung jika meyakini janji baik Allah dan juga yakin akan ancamanNya.

Kedua keyakinan itulah yang akan menjadikan seseorang menjadi akhirat-oriented dan teguh dalam berdakwah. “Dan biasanya hidup orang seperti ini akan mantap menatap masa depan, karena tidak mendahulukan logika dalam mencari kebenaran, dia lebih percaya pada janji Allah,” lanjut pimpinan AQL Islamic Center itu.

Ustadz Bachtiar Nasir melanjutkan, bahwa syarat menjadi pemenang adalah beriman dan beramal shaleh. Seperti yang dijelaskan dalam ayat di atas; Allah menjanjikan kepada orang beriman dan beramal shaleh kekuasaan sebagaimana yang telah diberikan kepada orang-orang sebelum mereka.

Akan tetapi, jangan salah kaprah. Kemenangan ataupun kekuasaan yang dijanjikan oleh Allah tersebut mempunyai perbedaan mendasar dengan anggapan non-muslim.

Umat Islam tidak akan dianugerahi kemenangan jika orientasi dakwahnya adalah memperjuangkan ormas atau memperjuangkan suku. Allah akan menganugrahi kemenangan jika memperjuangkan agama.

“Memperjuangkan agama adalah ujung dari semua perjuangan. Dan pemimpinnya adalah ulama, karena ulama adalah ahli waris para Rasul. Selama kita berpegang pada kepemimpinan ulama untuk memenangkan agama, maka pasti menang.” Tegas UBN.

Dalam Islam, kekuasan hanyalah alat untuk memenangkan agama Allah Swt. “Tujuan politik Islam adalah memenangkan Islam di atas seluruh agama, seluruh sistem,” tegas Ustadz Mu’inuddinillah Basri Ketua MIUMI Solo yang menjadi salab satu narasumber Road Show MIUMI di Bandung. []

Kehabisan Pangan, Sejumlah Pengungsi Memilih Keluar Masuk Hutan

(Kalianda) wahdahjakarta.com — Selasa (25/12/2018) pagi, Nursanah (54), warga Desa Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, baru kembali ke rumahnya yang hancur di pesisir pantai. Ia datang bersama suami, anak, menantu dan dua cucunya. Pasca tsunami ia memilih masuk hutan dan berlindung disana.

“Hanya pakaian yang melekat di badan yang kami bawa, sesekali ada yang mengantarkan makanan ke atas, namun tidak cukup untuk kami,” kata Nursanah seperti dilansir BBC Indonesia.

Jarak rumah mereka dari pantai hanya 10 meter. Semuanya hancur berkeping-keping tanpa sisa. Ia pun kemudian berlari menuju gunung Rajabasa. Ditempat itulah mereka membangun tenda seadanya bersama puluhan pengungsi lainnya. Ia menambahkan, bahwa dirinya sempat kesetrum karena masih ada airan listrik saat air bah datang.

Kendati lebih tenang, namun keluarga Nursanah akan tetap kembali ke pengungsian di dalam hutan sore hari ini.

“Kami masih trauma, apalagi dengar gemuruh gunung Anak Krakatau setiap malam semenjak tsunami,” tambah Nursanah.

Hampir 20 km seluruh kawasan pesisir Kecamatan Kalianda, mulai dari Desa Air Panas sampai Desa Waymuli menjadi korban hantaman tsunami. Setidaknya 400 rumah rusak parah.

Hingga kini, jumlah korban meninggal dunia terus bertambah. Berdasarkan laporan BNPB, sebanyak 430 orang meninggal, 1.495 orang luka-luka, 159 orang hilang, 21.991 orang mengungsi. Tak hanya itu, sebanyak 34 perahu dan kapal rusak, 24 kendaraan roda 4 rusak, 41 kendaraan ruda 2 rusak, 1 dermaga rusak, dan 1 shelter rusak.

Ayo bersama LAZIS Wahdah kita bantu warga terdampak Tsunami Selat Sunda, donasi bisa disalurkan melalui melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri. Konfirmasi Transfer melalui WA/SMS ke +6285315900900

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahpeduli #tsunamiselatsunda #tsunamibanten #tsunamilampung

H+4 Penanganan Korban Tsunami, 430 Korban Meninggal Berhasil Dievakuasi

Proses evakuasli pasca Tsunami yang menerjang wilayah sekitar selat Sunda.

(Jakarta) wahdahjakarta.com –Memasuki hari keempat pasca tsunami selat Sunda proses evakuasi terus dilakukan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan,   total korban meninggal dunia yang telah dievakuasi hingga hari Rabu (26/12/2018) mencapai 430 jiwa.

Data tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi & Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho pada jumpa pers di Graha BNPB, Rabu(26/12/2018).

Sebanyak 1495 orang mengalami luka luka, 159 orang hilang, dan 21.991 lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Data korban terjadi kenaikan dan penurunan sangat membingungkan karena setelah kita korscek, baik data dari posko antar kabupaten, kemudian posko data dari TNI, data dari Basarnas dan sebagainya. Ada beberapa korban yang namanya ternyata double. Sehingga ada daerah yang mengalami penurunan dan ada juga daerah yang mengalami kenaikan.” Ujar Sutopo.

Untuk kerusakan fisik, Sutopo menyebutkan  sebanyak 924 unit rumah, 73 penginapan & hotel, dan 60 warung dan kedai mengalami kerusakan.

Sutopo juga menyebut sebanyak 434 perahu, 24 kendaraan roda empat, 41 kendaraan roda dua dan beberapa fasilitas publik lainnya mengalami kerusakan. Seperti pelabuhan, dermaga, shelter, dll. []