Wahdah Peduli Salurkan Paket Sembako Pada Warga Terdampak Tsunami

Relawan Wahdah Peduli bersama salah satu warga terdampak tsunami banten saat penyaluran sembako.

(Pandeglang) wahdahjakarta.com — Tim Relawan Wahdah Islamiyah, kembali mengunjungi warga terdampak tsunami di Kampung Paniis, Pandeglang-Banten, Sabtu (29/12/2018) .

Warga terdampak tsunami Selat Sunda di kampung yang masuk wilayah Desa Taman Jaya ini sepekan pasca bencana masih mengungsi dengan kondisi memprihatinkan.

Sebagian besar warga masih mengungsi ketika malam hari di pegunungan dengan tenda seadanya. Sebagian juga memilih tinggal di gubuk persawahan.

“Kami sekeluarga 5 hari sebelumnya mengungsi di gunung atas, baru beberapa malam ini tinggal di sini.” Ujar Ade (40) yang ditemui Relawan Wahdha Islamiyah di gubuknya.

Di gubuk dengan dinding terbuka inilah ia tinggal sementara bersama 4 KK atau 16 jiwa keluarganya yang lain karena rumah sudah rata diterjang tsunami.

“Alhamdulillah walau sekarang tinggal di kondisi seperti ini tetapi yang terpenting bisa selamat dari tsunami.” lanjutnya sesaat setelah menerima paket sembako dari LAZIS Wahdah.

Rombongan pun melanjutkan penyaluran 43 paket sembako dengan mengunjungi gubuk dan tenda pengungsian agar tersalurkan secara tepat sasaran kepada warga terdampak bencana tsunami. [fry]

Buka MUSPIMNAS LIDMI, Wagub Sulsel: Mahasiswa Islam Harus Jaga dan Pertahankan Idealisme

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman saat membuka MUSPIMNAS LIDMI 2018

(Makassar) wahdahjakarta.com — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Wagub Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, mahasiswa harus mampu menjaga idealisme dan identitas keislaman.

Hal itu disampaikan Wagub saat membuka Musyawarah Pimpinan Nasional (MUSPIMNAS) Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP LIDMI), Gedung Pola Kantor Gubernur Sulsel, Sabtu (29/12/2018).
“Intinya adalah latihan di kampus agar idealisme itu tetap ada dan agama tetap terjaga. Sehingga idealisme kita tunduk pada agama,” ujar alumni Teknis Mesin Universitas Hasanuddin ini.

Identitas keislaman harus dijaga baik, kata Pria berdarah Bugis Bone ini. Menurutnya, kuliah yang baik itu jika idealitas sebagai seorang Mahasiswa muslim tetap terjaga walaupun telah menamatkan kuliah.

Menurut bapak tiga anak ini, walaupun kuliah di kampus yang tidak berlabel Islam, namun mahasiswa Islam harus berusaha menjaga dan mempertahankan keimanan mereka dalam segala hal.

Wagusb Sulsel dan Ketua PP LIDMI

“Kita belajar dari kisah Nabi Yusuf Alaihi salam, yang berhasil melewati salah satu fitnah terbesar yakni fitnah wanita. Maka anda para Mahasiswa, khususnya pemuda Islam, harus mampu menghindari fitnah tersebut dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam wilayah kampus,” tuturnya.

“Jadi Mahasiswa itu baru sampai pada fitnah wanita, belum sampai pada fitnah tahta dan harta. Maka harus berlatih sebelum tiba saatnya dipertemukan dengan dua fitnah terbesar tersebut,” tambahnya.

Oleh karena Ia juga mengingatkan agar mahasiswa memanfaatkan keberadaan di kampus untuk belajar dan berlatih menjaga identitas dan ideaslime.
“Anak-anak kampus, dapat kesempatan belajar dalam kampus karena salah satu faktor pendukung belajar adalah lingkungan, maka manfaatkan kampus sebagai lingkungan yang sangat mendukung kerja-kerja keilmuwan yang tentu tidak akan berulang,” pungkasnya.

Dia juga membuka kegiatan MUSPIMNAS LIDMI secara resmi, dihadapan ratusan peserta kegiatan yang hadir.
LIDMI menggelar MUSPIMNAS di Pesantren Pondok Madinah, Sabtu (29/12/2018) hingga Ahad (30/12/2018) yang menghadirkan jajaran Pimpinan Wilayah dan Daerah Se Indonesia. (rh)

PP LIDMI Gelar MUSPIMNAS 2018 dan Seminar Kepemimpinan Dakwah Kampus

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman saat membuka Seminar LIDMI dan MUSPIMNAS LIDMI 2018

(Makassar) wahdahjakarta.com – Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP LIDMI) menggelar Musyawarah Pimpinan Nasional (MUSPIMNAS) LIDMI 2018.

Pembukaan MUSPIMNAS LIDMI 2018 dirangkaikan  dengan Seminar Kepemimpinan Dakwah Kampus di Gedung Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Sabtu (29/12/2018).

LIDMI menghadirkan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman sebagai Keynote Speaker sekaligus pembuka MUSPIMNAS LIDMI 2018 dengan resmi.

Dalam sambutannya, Andi Sudirman mengatakan kesyukuran akan kehadiran LIDMI dan lembaga-lembaga semisalnya yang telah tampil sebagai lembaga yang berusaha mendukung pemerintah dalam melakukan perubahan ke arah yang positif.

Wagub Sulsel ini menyambut positif usaha LIDMI yang telah membuat program pembinaan bagi kerohanian dan kepemimpinan mahasiswa.

“Anak-anak kampus, dapat kesempatan belajar dalam kampus karena salah satu faktor pendukung belajar adalah lingkungan, maka manfaatkan kampus sebagai lingkungan yang sangat mendukung kerja-kerja keilmuwan yang tentu tidak akan berulang,” ujarnya.

Maka pembinaan Mahasiswa yang baik menurut Pria kelahiran Bone 35 tahun yang lalu tersebut, akan menentukan bagaimana arah bangsa ditahun yang akan datang.

Di akhir sambutannya, Alumni Teknik Mesin Universitas Hasanuddin ini menyatakan dukungan kepada Seminar Kepemimpinan yang sedang dilaksanakan oleh PP Lidmi, sekaligus membuka acara yang merupakan rangkaian dari MUSPIMNAS LIDMI 2018 tersebut.

Hadir sebagai pemateri, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar Ustad Muhammad Yusran Anshar, dan Ketua Senior Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Riyadh Ustad Ardian Kamal. (rls)

Pasukan Hijau Bersihkan Puing-Puing Bangunan Bekas Tsunami Selat Sunda

Pasukan Hijau Relawan Wahdah Peduli sedang bersih-bersih masjid dan rumah warga terdampak tsunami Selat Sunda, Jum’at (28/12/2018)

(Pandeglang) wahdahjakarta.com – Relawan Wahdah Islamiyah Peduli kembali terjun membantu warga yang terdampak Tsunami Selat Sunda. Kali  ini relawan yang dijuluki pasukan hijau ini membersihan masjid dan rumah warga yang berada di Kampung Ketapang desa Cigarondong, kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, Jum’at (28/12/2018)

Dari papan informasi disebutkan bahwa di Desa ini tsunami menyebabkan 46 rumah rusak berat dan 12 rumah rusak sedang serta 524 KK mengungsi.

Sampai di lokasi yang dituju, Pasukan Hijau disambut bau menyengat menusuk hidung. Kendaraan-kendaraan yang tergeletak akibat terseret arus tsunami. Tumpukan-tumpukan kayu dan material bangunan. Rumah-rumah yang selamat pun penuh dengan pasir dan lumpur serta sebagian retak.

Salah satu yang menakjubkan di kampung Ketapang ini adalah bangunan masid Jami’ Al-Hilal yang tetap utuh padahal banngunan-bangunan yang berada di belakang sebagian besar sudah hancur.

Aksipun dimulai dengan melakukan pembersihan masjid bersama warga setempat untuk persiapan shalat Jum’at. Dilanjutkan dengan pembersihan rumah warga.

“Terima kasih banyak Pak atas bantuannya telah membantu membersihkan rumah kami.” ucap Ramin (50) secara berulang-berulang sesaat setelah Pasukan Hijau meninggalkan lokasi. []

Lidmi Siap Mencetak Pemimpin Bangsa yang Bermartabat

Ketua umum PP Lidmi Hamri Muin

(Makassar) wahdahjakarta.com — Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP LIDMI) menyatakan bertekad untuk menjadi lembaga pencetak calon pemimpin bangsa yang bermartabat.  Pemimpin bangsa lahir dari rahim kampus, maka sepantasnyalah jika Mahasiswa memerlukan pembinaan khusus untuk menentukan garis peradaban bangsa.

“Maka kita harus berusaha agar seluruh mahasiswa yang kuliah di Kampus manapun harus tahu bagaimana ciri Kepemimpinan Islam untuk diterapkan di masa depan,” tutur Hamri Muin, Ketua Umum Pimpinan Pusat LIDMI saat memberikan sambutan di Pembukaan Musyawarah Pimpinan Nasional (MUSPIMNAS) LIDMI 2018, Gedung Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Sabtu (29/12/2018).

Pemimpin negeri ini lahir dari kampus-kampus, lanjut Hamri. Maka menurutnya, momen hari ini, ketika aktivis kemahasiswaan berkumpul dalam satu wasilah kebaikan, maka harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Lidmi siap merintis Dakwah di seluruh kampus se Indonesia. Saat ini baru 37 lembaga dakwah resmi di kampus, namun puluhan lainnya masih berstatus eksternal. Namun kami akan terus berusaha agar dari ribuan kampus di Indonesia, LIDMI bisa melakukan pembinaan kepada mahasiswa-mahasiswa di dalamnya,” kata Hamri.

“Kita bercita cita seluruh pemimpin di Indonesia lahir dari kader-kader LIDMI,” lanjutnya.

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Hasanuddin ini berharap kepada seluruh Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah LIDMI bisa mewujudkan cita-cita tersebut.

“Untuk memasukkan pembinaan Alquran dan Sunnah di lingkungan Mahasiswa, sehingga kelak lahir pemimpin bangsa yang terbina dan terdidik rohaninya,” tutur Hamri. (rls)