Direktur STIBA Makassar: Syukuri Nkmat Ilmu dan Teruslah Belajar

Direktur STIBA Makassar Ustadz Muhammad Yusran Ansar, Ph.D pada wisuda II, Sabtu (22/12/2018)

(Makassar) wahdahjakarta.com – Sekolah Tinggi Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar menggelar sidang senat wisuda II di Makassar, Sabtu (22/12/2018).

Dalam sambutannya Mudir (Rektor) STIBA Makassar Ustadz Muhammad Yusran Anshar, Ph.D berpesan kepada 350 wisudawan STIBA agar mensyukuri nikmatnya berada di bawah naungan Al Qur’an.

“Kita patut bersyukur dalam momentum seperti ini. Bersyukur atas nikmat ilmu di bawah naungan Al Qur’an”, pesannya.

Hal ini lanjut Ustadz Yusran sejalan dengan firman Allah Ta’aalaa:

{قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ} [يونس : 58]

Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan“.  (QS. Yunus: 58).

Semua  keberhasilan ini katanya semata karunia dari Allah subhanahu wata’ala.

“Ini lebih baik dari perbendaharaan dunia dan seisinya. Berada di bawah naungannya, menebarkan risalah yang mulia, inilah kenikmatan besar itu. Namun jangan bergembira di atas kesombongan. Kita kembalikan semua ini kepada Allah,” imbuhnya.

Terakhir ia berpesan agar para wisudawan terus belajar. “Teruslah belajar, karena perintah Allah kepada Nabi-Nya adalah wa qul rabbi zidnii ilman“, pesannya.

Hari ini sejumlah 350 mahasiswa STIBA Makassar di wisuda dan selanjutnya diutus ke berbagai daerah di Indonesia. [ibw]

Di Konsolidasi Muslimah Wahdah, Ustadz Zaitun: Kadang Wanita Lebih Kuat dalam Pengambilan Keputusan

 

Konsolidasi Nasional Muslimah Wahdah jelang pembukaan Musyawarah Kerja Nasional Wahdah Islamiyah ke.11

(Makassar) wahdahjakarta.com -, Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI), Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menghadiri Konsolidasi Muslimah Wahdah Islamiyah, di Makassar, Jumat (21/12/2018).

Dalam sambutannya Ustadz Zaitun menyampaikan pentingnya keterlibatan wanita dalam dakwah, termasuk dalam pengambilan keputusan terkait program dan strategi dakwah. Menurutnya kadang wanita lebih kuat dalam pengambilan keputusan.

“Dibalik kelembutan wanita, beliau adalah sosok makhluk yang sangat kuat. Sejarah mencatat dalam mengambil keputusan wanita terkadang lebih kuat, seperti halnya para shahabiiyah ada Sosok khadijah, Ummu Salamah dan wanita lainnya di sepanjang sejarah islam”, jelasnya.

Ia mengajak para pengurus Muslimah Wahdah untuk tetap istiqamah di jalan dakwah.  “Mungkin ada banyak jalan terjal kedepannya, tapi mari mengambil prinsip, saya akan terus berjuang di jalan Allah untuk meraih kemuliaan”, ujarnya.

Kegiatan yang mengusung Tema “ Sinergitas pergerakan muslimah wahdah Islamiyah menuju Visi 2030”, ini merupakan rangkaian kegiatan mukernas XI Wahdah Islamiyah yang akan berlangsung pada 22-25 Desember 2018 di Hotel Sahid Makassar.

Dilansir dari muslimahwahdah.or.id, konsolidasi digelar dalam rangka penyelarasan dakwah dan penguatan organisasi.

Konsolidasi ini dihadiri oleh 15 wilayah di Indonesia yang diwakili oleh para ketua Muslimah Wahdah tingkat wilayah dan daerah. Mereka berkumpul membahas tentang pengelolaan dakwah Muslimah untuk langkah pergerakan dakwah di 2019. []

Serentak di Berbagai Kota, Aksi Bela Muslim Uighur Digelar di Makassar Hingga Aceh

Seruan Aksi Bela Muslim Uighur

(Jakarta) wahdahjakarta.com – Aksi Bela Muslim Uighur berlangsung di berbagai kota di Indonesia pada Jumat (21/12/2018). Selain Jakarta, aksi tersebut juga digelar di Banda Aceh, Solo, Yogyakarta, hingga Makassar.

Aksi Bela Muslim Uighur di Jakarta dipusatkan di depan Kantor Kedutaan Besar Republik Rakyat Cina (RRC) di Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Aksi tersebut melibatkan sejumlah elemen, seperti Persaudaraan Alumni 212, FUI, PAHAM, dan FPI, serta berbagai NGO kemanusiaan seperti ACT, Onecare, Syam Organizer, dan MRI.

Aksi Bela Muslim Uighur di Makassar

Di Banda Aceh, aksi damai Aceh Bela Muslim Uighur dipusatkan di Masjid Baiturrahman. Aksi yang diikuti oleh ratusan orang itu diwarni dengan ceramah dan orasi tokoh-tokoh setempat.

Aksi Bela Muslim Uighur juga berlangsung di Medan, Sumatera Utara. Aksi yang dimotori Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Sumatra Utara itu menyerukan tagar #SaveUYGHUR. Peserta aksi melakukan longmarch menuju Konsulat Jenderal Cina di Medan.

Kepedulian terhadap muslim Uighur juga ditunjukkan warga Lampung. Aksi damai bertajuk Bela Muslim Uighur digelar di Tugu Adipura, Bandar Lampung, seusai shalat Jumat.

Selanjutnya, aksi bela Uighur juga diadakan di Pangkal Pinang, Bangka Belitung dan difokuskan di Taman Mandara, Pangkal Pinang. Seruan aksi save muslim Uyghur mendesak pemutusan hubungan RI dengan Cina. Aksi itu juga diwarnai longmarch dari Taman Mandara, Jalan ahmad yani, Jalan Masjid Jami, Jalan Jendral Sudirman, Jalan RRI, kemudian kembali ke taman mandara. Acara ini diadakan oleh komunitas Rindu Islam Bangka Belitung.

Sementara Aksi Solidaritas Bandung Untuk Muslim Uyghur menyerukan perlawanan kezaliman terhadap muslim Uighur. Dengan titik kumpul di Masjid Pusdai peserta aksi memusatkan diri di Gedung Sate, Bandung. Sejumlah elemen bergabung dalam aksi ini, di antaranya Kodas, Explore, Fun Taklim, Brigade Masjid, Dewan Dakwah Islam Indonesia, dan sejumlah lembaga lainnya.

Aksi Bela Muslim Uighur juga digelar di Yogyakarta

Kepedulian terhadap muslim Uighur juga ditunjukkan masyarakat Cirebon, Jumat (21/12/2018). Mereka menggelar aksi solidaritas dengan tema Bebaskan Uighur Berislam. Dimotori ACT, aksi itu melibatkan eleman Islam setempat.

Di Solo, Aksi Bela Muslim Uighur dimotori oleh Dewan Syariah Kota Surakarta. Ribuan peserta aksi melakukan longmarch dari Masjid Attaqwa menuju ke Bundaran Gladak. Mereka menuntut Jokowi bersikap tegas menuntut Cina menghentikan penindasan terhadap muslim Uighur.

Umat Islam Yogyakarta tak ketinggalan menggelar aksi serupa. Aksi dimotori oleh Forum Ukhuwah Islamiyyah bersama seluruh Ormas Islam se-Yogjakarta. Mengusung tema doa bersama dan aksi solidaritas Muslim Uyghur, aksi cara difokuskan di Titik Nol Kilometer, Jogja. Acara tersebut digelar sejak pukul 13.00 WIB.

Aksi Bela Muslim Uighur di Poso diwarnai pembakaran bendera RRC

Di Makassar aksi bertajuk Bebaskan Uighur Berislam diawali dengan shalat Jumat di Masjid Al Markaz Al Islami, Makkasar. Ratusan peserta kemudian melakukan longmarch menuju Kantor DPRD Sulawesi Selatan.

Masyarakat Poso juga tak ketinggalan. Aksi Solidaritas Poso untuk Muslim Uighur digelar Aliansi Masyarakat Poso Peduli Uighur di depan kantor DPRD Kota Poso, Sulawesi Tengah. Aksi tersebut diwarnai dengan pembakaran bendera negara Cina.

Aksi serupa rencananya akan berlangsung pekan depan. Informasi yang diterima Kiblat menyebutkan aksi bela Uighur akan dilaksanakan di Jalan Pahlawan, Depan Kantor Gubernur Provinsi Jateng, Semarang dan di Masjid An Nur Sawitan, Borobudur, Magelang pada Jumat (28/12/2018) mendatang. []

Sumber: kiblat.net

 

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Tegaskan Pentingnya Peran Perempuan dalam Dakwah

Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin

(Makassar) wahdahjakarta.com -, 142 perwakilan Ketua Muslimah Wilayah dan Daerah Wahdah Islamiyah dari berbagai wilayah di Indonesia menghadiri Konsolidasi Muslimah Wahdah Islamiyah, di Aula Pusat Dakwah Muslimah, Antang Kota Makassar, Jum’at (21/12/2018).

Turut hadir sebagai pembicara Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin.

Dalam sambutannya ia mengajak para pengurus Muslimah Wahdah untuk terus aktif dalam dakwah dan perjuangan. Menurutnya peran perempuan dalam dakwah dan perjuangan sangat strategis.

“ Saya berharap peran muslimah wahdah ke depannya semakin besar sehingga bisa mengajak para muslimah lainnya dan juga menunjukkan semangat luar biasa dalam menyambut seruan dakwah untuk menjadi pejuang pejuang kebenaran”, ujarnya sebagaimana dilansir dari muslimahwahdah.or.id.

Menurut Wasekjen MUI pusat ini, banyak potensi para muslimah untuk berdakwah. Potensi yang besar dan tantangan yang tidak sedikit seharusnya mejadi pemacu bagi aktivis dakwah. Masih sedikit muslimah yang memahami dan menjalankan peran dakwah sebagaimana mestinya.

Olehnya itu ia mengajak kepada seluruh peserta agar tetap fokus berdakwah, mengajak orang kepada kebaikan.

“Para  pengurus dan murabbiyah  (pembina) khususnya muslimah disini hendaknya memaksimalkan perannya dalam perjuangan dakwah ini tegasnya. []

Seru, Begini Cara  Wahdah dan KWQA  Dekatkan Al-Qur’an Kepada Masyarakat

Ilustrasi: Santri Penghafal Al-Qur’an

(Soreang) wahdahjakarta.com -, Wahdah Islamiyah (WI) bekerjasama dengan Komunitas Wakaf Qur’an (KWQA) Adventure (WQA) menyelenggarakan Camping Qur’an di Madarikul Huda Kampung Cigoong RT 02 RW 05 Desa Mekarsari, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu-Ahad (15-16/12/2018).

Kegiatan camping dimaksudkan untuk mengajak masyarakat Desa yang awalnya malas untuk membaca al-Qur’an kemudian diajak untuk ikut dalam kegiatan tersebut utamanya bagi usia remaja.

Menurut Ketua KWQA Jawa Barat, Irfan Cahaya G, lembaganya  merupakan komunitas sosial yang memiliki cita-cita dan harapan tinggi untuk mewujudkan visi dan misi mendekatkan masyarakat kepada al-Qur’an.

“Beberapa proyek yang kami selenggarakan bernuansa islami, adapun beberapa kegiatan yang telah kami jalankan yakni penyebaran al-Quran, sharing metode menghafal al-Quran dan terapi hijama. Komunitas ini memiliki sejuta harapan untuk membangun masyarakat yang agamis dipelosok negeri,” ujarnya.

Beberapa rangkaian kegiatan yang diusung seperti Qur’an Camp, Tabligh Akbar, Tebar Al-Qur’an dan Memanah.

“Jadi kita disini semacam tadabur alam. Tapi kami kemas sedemikian rupa agar menarik sehingga kegiatannya tidak membosankan,” imbuhnya menjelaskan.

Ia mengharapkan kegiatan ini memberikan motivasi untuk mengisi aktivitas pada  hari-hari selanjutnya dengan aktivitas kebaikan.

Kegiatan Qur’an Camp adalah program pembelajaran al-Qur’an secara intensif. Selama dua hari para peserta akan diajak untuk berinteraksi lebih dekat dengan al- Qur’an. Target utama yang hendak dicapai dalam kegiatan ini adalah bertambah dan terjaganya hafalan al-Qur’an para peserta. Namun program khusus tahsin diberikan sebelum para peserta mulai menghafal.

Selain menghafal dan melaksanakan muroja’ah, para peserta juga akan mendapatkan beberapa motivasi dan pelatihan teknik menghafal dengan baik dan benar sehingga kedepan, akan lebih banyak lagi generasi muda di tiap Desa se Jawa Barat yang mencetak hafizh dan hafizah.

Para peserta selain fokus menghafal dan memperdalam ilmu agama, mereka juga melakukan aksi bersih-bersih masjid.

“Alhamdulillah kami bersyukur atas adanya program Qur’an Camp ini, kami berharap program ini menjadi berkesinambungan tidak hari ini saja, dan terimakasih sudah memberikan kami al-Qur’an,” kata Baban, salah seorang tokoh masyarakat yang hadir.

Donasi program wakaf al-Qur’an anda dapat dikirim ke Rek.759 900 900 5 Bank Mandiri Syariah a.n. Lazis Wahdah Wakaf. Untuk amanah pencatatan tambahkan angka 380 di belakang nominal donasi anda, contoh : Rp. 2.000.380, konfirmasi transfer via WA/SMS ke 085315900900. []

DPP Wahdah Islamiyah Serukan Qunut Nazilah Untuk Muslim Uighur

Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menyerukan Aksi Bela Muslim Uighur

(Makassar) wahdahjakarta.com  -, Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) mengimbau masyarakat Islam di seluruh dunia untuk melakukan Qunut Nazilah sebagai dukungan terhadap Muslim Uighur yang sedang tertindas.

Seruan dan imbauan tersebut disampaikan Ketua Umum Wahdah Islamiyah melalui pernyataan sikap yang ditanda tangani bersama Sekjen DPP WI Syaibani Mujiono, Kamis (20/12/2018).

“Mengharapkan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan qunut nazilah atas musibah yang dialami kaum Muslimin Uighur”, sebagaimana tertulis pada poin ke. 5.

Wahdah juga mengimbau kepada seluruh umat Islam dan ormas-ormas Islam untuk memberikan dukungan moril dan penggalangan dana untuk membantu masyarakat muslim Uighur.

“Kaum muslimin di seluruh dunia khususnya di tanah air agar semakin cerdas mengekspresikan perjuangan dan pembelaannya serta menghindarkan diri dari tindakan yang kontra produktif”, imbaunya.

Kutipan  lengkap pernyataan sikap DPP WI atas penindasan terhadap etnis Muslim Uighur dapat dibaca di sini.

UBN Serukan Pembelaan Terhadap Muslim Uyghur

(Jakarta) wahdahjakarta.com –, Menyikapi penderitaan Muslim Uyghur dan kebijakan diskriminatif pemerintah Cina, Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengimbau umat Islam Indonesia untuk terus menyuarakan pembelaannya kepada Muslim Uyghur.

Menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah mendoakan mereka agar dianugerahi rahmat kasih sayang serta diberikan perlindungan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

“Marilah sama-sama kita berdoa dalam shalat kita maupun dalam kesendirian kita, semoga saudara-sudara kita mendapatkan limpahan rahmat dan kasih sayang dari Allah Subhanahu wa ta’ala. serta perlindungan dariNya.

Ini adalah yang paling pertama dan utama, jangan pelit untuk berdoa, jangan pelit shalat dua rakaat untuk saudara-saudara kita,” ucap beliau dalam seruan Aksi #BelaMuslimUyghur di AQL Islamic Center, Tebet Utara I No. 40, Jakarta Selatan, Kamis Malam, (20/12/18).

Ia juga menganjurkan ke seluruh pengurus masjid di Indonesia untuk melakukan qunut nazilah, serta himbauan kepada khatib jumat agar menyuarakan pembelaan terhadap Muslim Uyghur.

“Kami menganjurkan di seluruh masjid untuk melakukan qunut nazilah. Setidaknya dalam satu hari itu lima kali qunut nazilah. Juga kepada para khatib di seluruh Indonesia agar berbicara tentang pembelaan terhadap umat Islam Uyghur,” ungkap Pimpinan AQL Islamic Center tersebut.

Ulama  yang konsen di bidang tadabbur Qur’an itu menyerukan kepada peserta Aksi #BelaMuslimUyghur yang diadakan di depan Kedutaan Cina, Jakarta, maupun di kota besar lainnya agar menjaga adab, keamanan, kebersihan, ketertiban, peraturan, kedisiplinan, serta tidak merusak sarana publik dan tentu penuh kedamaian.

“Kepada semua yang tidak ikut, bisa ikut membantu saudara-saudara kita yang melakukan aksi dengan bantuan ekonomi, bantuan konsumsi, bantuan kesehatan, atau apa saja yang kita bisa bantu,” seru ustadz Bachtiar.

UBN juga menegaskan bahwa umat Islam harus punya nafas panjang. Beliau menjelaskan bahwa pembelaan terhadap Muslim Uyghur tidak boleh berhenti hanya pada aksi massa saja, namun setelahnya terus bergerak dari sisi media, advokasi dari sisi hukum, kerja-kerja kemanusiaa, dan bantuan ekonomi.

“Kalaupun besok (hari ini) dimulai dengan aksi massa, maka setelahnya kita akan terus bergerak dari sisi media, juga advokasi dari sisi hukum baik di tingkat nasional maupun bisa bergerak di tingkat internasional, kita juga akan bekerja secara kemanusiaan untuk mengirimkan tim investigasi dan memberikan bantuan kemanusiaan, juga kerja-kerja ekonomi apa yang bisa kami lakukan secara ekonomi untuk membantu saudara-saudara kita di Uyghur.” Jelas UBN.

Sebagaimana diberitakan luas oleh media massa internasional bahwa Muslim Uyghur di Provinsi Xinjiang, Cina mengalami kebijakan diskriminatif dari pemerintah komunis Cina. Muslim Uyghur mcngalami penyiksaan, pengucilan, dan pelarangan menjanlankan ajaran agama mereka. Jutaan warga Muslim Uyghur dimasukknn ke kamp-kamp tahanan untuk menghapuskan dan menghilangkan identitas keislaman mereka.

Rencananya, Aksi #BelaMuslimUyghur akan digelar di depan kedutaan Besar (KEDUBES) China, Kuningan, Jakarta Selatan, (21/12), usai shalat jumat hari ini.

Jelang Mukernas WI XI, 127 Ketua Muslimah Wahdah Konsolidasi di Makassar

(Makassar) wahdahjakarta.com -, Menjelang perhelatan Musyawarah Kerja Nasional Wahdah Islamiyah ke.11 (Mukernas WI XI) ratusan Ketua Muslimah Wahdah (MW) seindonesia berkumpul di Makassar, Jum’at (21/12/2018).

Bertempat di Pusat Dakwah Muslimah Wahdah Islamiyah, 127 ketua muslimah wahdah Islamiyah Tingkat wilayah dan Daerah mengikuti kegiatan Konsolidasi  Nasional Muslimah Wahdah Islamiyah.

Kegiatan yang mengusung Tema “ Sinergitas pergerakan muslimah wahdah Islamiyah menuju Visi 2030”, ini merupakan rangkaian kegiatan mukernas XI Wahdah Islamiyah yang akan berlangsung pada 22-25 Desember 2018 di Hotel Sahid Makassar.

Menurut Wakil Ketua Muslimaah Wahdah Islamiyah, Ustadzah Nur Amsi Mahmud, konsolidasi nasional Muslimah Wahdah  Islamiyah ini diharapkan dapat  mensinergiskan komitmen para pengurus dakwah dan mengawal berbagai program dakwah yang berkualitas di daerah.

Kegiatan yang akan berlangsung dari  pagi hingga sore ini insyaaALLAh juga akan diisi dengan beberapa  agenda khusus muslimah diantaranya agenda  Keluarga Idaman pilar perjuangan oleh Ustadzah Herda Hasanah. Selain itu akan dilaksanakan pula pleno 4  komisi khusus untuk membicarakan sinergitas program kerja muslimah wahdah Islamiyah di tahun 2019. []

Sumber: Rilis Humas Muslimah Wahdah Pusat

MIUMI Desak Pemerintah RI dan OKI Selamatkan Muslim Uyghur

Para pengurus MIUMI Pusat (dari kiri ke kanan); Ustadz Fahmi Salim (Wakil Ketua), KH. Hamid Fahmy Zarkasyi (Ketua) ustadz Bachtiar Nasir (Sekjen) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin (Wakil Ketua)

(Jakarta) wahdahjakarta.com — Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mengecam dan mengutuk tindakan diskriminatif pemerintah komunis Cina terhadap etnis Muslim Uyghur.

Hal itu merupakan pelanggaran keras terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) dan hukum internasional, karena kebebasan beragama adalah salah satu Hak Asasi Manusia yang paling mendasar, sebagaimana ditegaskan oleh International Convenant on Social and Political Rights.

Oleh karena itu lembaga yang dipimpin KH. Hamid Fahmy Zarkasyi (ketua) dan Ustadz Bachtiar Nasir ini mendesak pemerintah Republik Indonesia (RI) dan negara-negara Islam anggota OKI (Organisasi Kerjasama Islam) untuk bersikap tegas terhadap Cina.

 “Mendesak kepada negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk segera BERTINDAK TEGAS TERHADAP PEMERINTAH CINA demi untuk menyelamatkan saudara-saudara Muslim Uyghur dari penderitaan mereka dan kembali mendapatkan hak-hak sipil mereka” jelas Hamid Fahmy Zarkasyi melalui siaran pers yang ditandatangi bersama Sekjen MIUMI,  Kamis (20/12/2018).

“Mendesak dan menuntut pemerintah Indonesia untuk memainkan perannya sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia dalam membela nasib umat Islam di Uyghur, dan MEMBUAT PERNYATAAN SEBAGAI SIKAP RESMI PEMERINTAH dan umat Islam Indonesia yang mengecam dan mengutuk keras terhadap pemerintah Cina atas tindakannya yang snagat diskriminatif terhadap Muslim Uyghur”, imbuhnya.

MIUMI juga Menuntut pemerintah komunis Cina agar segera MENGHENTIKAN TINDAKAN DISKRIMINATIF DAN PELANGGARAN HAM terhadap Muslim Uyghur. Dan memberikan kebebasan bagi warga muslim Uyghur untuk menjalankan ajaran agamanya.

“Mengajak dunia Internasional untuk MENEGAKKAN HAM bagi seluruh umat manusia, dan memberikan tekanan kepada pemerintah komunis Cina untuk segera menghentikan tindakan diskriminatifnya terhadap Muslim Uyghur” lanjutnya.

Selanjutnya MIUMI Mendukung usulan Jerman yang mendesak PBB mengirim tim Komisi HAM untuk menginvestigasi pelanggaran yang dilakukan pemerintah Cina.

Terakhir Gus Hamid  menyeru dan mengajak seluruh tokoh  umat Islam dan tokoh nasional serta seluruh elemen umat dan bangsa untuk bersatu dan bergerak melakukan apa yang kita mampu untuk membela Muslim Uyghur. []

Tiga Hal yang Dapat Dilakukan Untuk Menolong Muslim Uighur Menurut Ustadz Farid

Ustadz Farid Ahmad Okbah (kanan berkaca mata)

(Bekasi) Wahdahjakarta.com – Wakil Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Farid Ahmad Okbah menyerukan tiga hal untuk membantu Muslim Uighur yang sedang terdzalimi oleh rezim komunis China.

“Melihat apa yang dialami Muslim Uighur mengharuskan kita untuk peduli,” katanya sebagaimana dilansir  dari Kiblat.net, Kamis (20/12/2018).

“Pertama,tekanan politik termasuk lewat demo kepada pemerintah China agar melindungi hak- hak beragama Uighur. Termasuk tekanan ekonomi dengan memboikot produk China secara bertahap,” tuturnya.

Pimpinan Pesantren Tinggi Al-Islam Bekasi ini melanjutkan, sikap kedua adalah memberikan dukungan materi sesuai dengan kemampuan.

“Ketiga, doa termasuk melakukan qunut nazilah setiap shalat fardhu,” tukasnya.

Sebagaimana diberitakan luas oleh media massa Internasional bahwa Muslim Uyghur di Provinsi Xinjiang, China mengalami kebijakan diskriminatif dari pemerintahan komunis Cina.

Muslim Uyghur mengalami penyiksaan, pengucilan dan pelarangan menjalankan ajaran agama mereka. Jutaan warha Muslim Uyghur dimasukkan ke kamp-kamp tahanan untuk menghapuskan dan menghilangkan identitas keislaman mereka. []