Wahdah Islamiyah Desak Pemerintah RI Lakukan Langkah Diplomatik Untuk Uighur

Kantor DPP  Wahdah Islamiyah di Makassar

 

(Makassar) wahdahjakarta.com –, Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk menempuh upaya diplomatik guna menghentikan kedzaliman terhadap Muslim Uighur.

Desakan itu disampaikan melalui pernyataan sikap  yang dikeluarkan di Makassar, hari ini Kamis (20/12/2018), sebagaimana dilansir dari wahdah.or.id.

“Mendesak Pemerintah Republik Indonesia dan negara-negara muslim lainnya untuk melakukan langkah-langkah diplomatik dalam rangka mewujudkan perdamaian dan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap masyarakat Uighur”, sebagaimana tertulis pada poin ke.3 pernyataan sikap yang ditanda tangani Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin (Ketua Umum) dan Syaibani Mujiono (Sekjen).

Wahdah Islamiyah juga mendesak pemerintah China untuk menghentikan segala bentuk penindasan dan kejahatan kemanusiaan terhadap masyarakat Uighur.

Berikut kutipan lengkap pernyataan sikap DPP WI atas penindasan terhadap etnis Muslim Uighur.

PERNYATAAN SIKAP DEWAN PIMPINAN PUSAT WAHDAH ISLAMIYAH ATAS PENINDASAN DAN KEBIADABAN REZIM CHINA TERHADAP ETNIS UIGHUR

Nomor: K.1238/IL/I/04/1440

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ الله وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْساَنٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَبَعْدُ

Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan segala penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Demikian pernyataan konstitusional kita yang bermakna sangat humanis dan universal.

Terjadinya tindakan diskriminatif dan kezaliman Pemerintah Cina terhadap kaum muslimin bangsa Uighur di daerah Xinjiang dengan memenjarakan sedemikian banyak mereka dalam kamp konsentrasi yang memasung kemerdekaan hidup serta tindakan kekejaman lainnya sungguh telah menorehkan luka yang demikian dalam pada kita kaum muslimin Indonesia.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah merasa perlu  mengeluarkan Pernyataan Sikap sebagai berikut:

  • Mengutuk segala bentuk kezaliman dan tindakan yang bertentangan dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan serta pelanggaran HAM dalam bentuk apapun;
  • Mendesak Pemerintah Cina untuk menghentikan segala bentuk penindasan dan kejahatan kemanusian terhadap masyarakat Uighur;
  • Mendesak Pemerintah Republik Indonesia dan negara-negara muslim lainnya untuk melakukan langkah-langkah diplomatik dalam rangka mewujudkan perdamaian dan penegakan Hak Asasi Manusia terhadap masyarakat Uighur;
  • Mengimbau kepada seluruh umat Islam dan ormas-ormas islam untuk memberikan dukungan moril dan penggalangan dana untuk membantu masyarakat muslim Uighur;
  • Mengharapkan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan qunut nazilah atas musibah yang dialami kaum Muslimin Uighur.
  • Kepada kaum muslimin di seluruh dunia khususnya di tanah air agar semakin cerdas mengekspresikan perjuangan dan pembelaannya serta menghindarkan diri dari tindakan yang kontra produktif.

Demikian Pernyataan Sikap ini kami sampaikan sebagai wujud solidaritas sesama Muslim dan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Kepada Allah Subhanahu Wata’ala kita serahkan semua urusan, نَصْرٌ مِّنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ .

Makassar, 12 Rabiul Akhir 1440 H/20 Desember 2018 M

Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah

Muh. Zaitun Rasmin, Lc., M.A.

Ketua Umum

Syaibani Mujiono, S.Sy.

Sekretaris Jenderal

MUI: Pemerintah Indonesia Harus Angkat Bicara Masalah Uighur

(Jakarta) wahdahjakarta.com — Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anwar Abbas  mengatakan, Pemerintah Republik Indonesia harus angkat bicara dalam masalah Uighur dan tidak boleh diam.

Meskipun masalah Uighur merupakan masalah internal dalam negeri China, namun, bukan berarti pemerintah China bisa bebas berbuat semena-mena dan menginjak hak asasi rakyat Uighur.

“Dan kalau itu terjadi maka pemerintah Indonesia tidak boleh tinggal diam dan harus angkat bicara,” tegasnya sebagaimana dilansir dari hidayatullah.com di Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Sebab, terang Anwar, di dalam pembukaan UUD 1945, jelas-jelas dikatakan bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. Oleh karena itu penjajahan dan atau pelanggaran hak asasi manusia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

“Jadi di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara yang ada, Indonesia tidak boleh tinggal diam dan tidak peduli terhadap apa yang terjadi di negeri lain.

Kita harus menjadi bangsa yang secara serius dan sungguh-sungguh untuk menegakkan dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam sila kedua pancasila yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab,” serunya.

“Kita jangan takut untuk melakukan itu karena itu merupakan jati diri dan tugas suci kita sebagai bangsa,” tambah Anwar.

Para the founding fathers (pendiri bangsa) pun, kata dia, sangat menyadari dan menyatakan bahwa Indonesia bukanlah bangsa yang berjuang hanya untuk kepentingan dirinya sendiri saja, tapi juga bisa memberi arti dan makna bagi bangsa dan negara lain.

“Apalagi kita sudah menyatakan bahwa politik luar negeri kita adalah bebas aktif. Ini artinya kita tidak boleh tinggal diam. Tapi harus secara bebas dan aktif untuk menyuarakan dan memperjuangkan kebenaran dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan ini,” tegasnya menutup. (Andi/hidayatullah.com).

Pernyataan Sikap MIUMI Menyikapi Persoalan Muslim Uyghur

#AksiBelaMuslimUyghur

Pernyataan Sikap MIUMI Menyikapi Persoalan Muslim Uyghur

Sebagaimana diberitakan luas oleh media massa Internasional bahwa Muslim Uyghur di Provinsi Xinjiang, Cina mengalami kebijakan diskriminatif dari pemerintahan komunis Cina. Muslim Uyghur mengalami penyiksaan, pengucilan dan pelarangan menjalankan ajaran agama mereka. Jutaan warha Muslim Uyghur dimasukkan ke kamp-kamp tahanan untuk menghapuskan dan menghilangkan identitas keislaman mereka.

Menyikapi penderitaan Muslim Uyghur dan kebijakan diskriminatif pemerintah Cina ini, maka Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) :

  1. MENGECAM DAN MENGUTUK TINDAKAN DISKRIMINATIF pemerintah komunis Cina terhadap muslim Uyghur, yang merupakan pelanggaran keras terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) dan hukum internasional, karena kebebasan beragama adalah salah satu Hak Asasi Manusia yang paling mendasar, sebagaimana ditegaskan oleh International Convenant on Social and Political Rights.
  2. Menuntut pemerintah komunis Cina agar segera MENGHENTIKAN TINDAKAN DISKRIMINATIF DAN PELANGGARAN HAM terhadap Muslim Uyghur. Dan memberikan kebebasan bagi warga muslim Uyghur untuk menjalankan ajaran agamanya.
  3. Mengajak dunia Internasional untuk MENEGAKKAN HAM bagi seluruh umat manusia, dan memberikan tekanan kepada pemerintah komunis Cina untuk segera menghentikan tindakan diskriminatifnya terhadap Muslim Uyghur.
  4. Mendesak kepada negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk segera BERTINDAK TEGAS TERHADAP PEMERINTAH CINA demi untuk menyelamatkan saudara-saudara Muslim Uyghur dari penderitaan mereka dan kembali mendapatkan hak-hak sipil mereka.
  5. Mendukung usulan Jerman yang mendesak PBB mengirim tim Komisi HAM untuk menginvestigasi pelanggaran yang dilakukan pemerintah Cina.
  6. Mendesak dan menuntut pemerintah Indonesia untuk memainkan perannya sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia dalam membela nasib umat Islam di Uyghur, dan MEMBUAT PERNYATAAN SEBAGAI SIKAP RESMI PEMERINTAH dan umat Islam Indonesia yang mengecam dan mengutuk keras terhadap pemerintah Cina atas tindakannya yang snagat diskriminatif terhadap Muslim Uyghur.
  7. Menyeru dan mengajak seluruh tokoh umat Islam dan tokoh nasional serta seluruh elemen umat dan bangsa untuk bersatu dan bergerak melakukan apa yang kita mampu untuk membela Muslim Uyghur.

Semoga Allah menjadikan kita sebagai wasilah untuk meringankan beban dan penderitaan saudara kita warga Muslim Uyghur di Cina.

 

Jakarta, 19 Desember 2018/11 Rabiul Akhir 1440

 

Dr. H. Hamid Fahmi Zarkasy, MA, M.Phil                                                  Bachtiar Nasir

Ketua Umum                                                                                                       Sekretaris Jendral

 

 

Uighur Memanggil, Mari Ulurkan Bantuan

Uighur Memamanggil

Wahdahjakarta.com –, Belakangan ini, penderitaan masyarakat etnis Uighur tengah menjadi sorotan dunia. Mereka mengalami penindasan, persekusi, diskriminasi, serta perlakuan tidak adil oleh pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Jutaan warga dikurung dan tidak bebas menjalankan keyakinannya. Kecaman hingga aksi boikot dilakukan beberapa masyarakat dunia termasuk Indonesia.

Uighur adalah etnis masyarakat yang mayoritas beragama Islam yang berasal dari daerah Xinjiang, RRT. Mereka diperlakukan dengan kejam karena pilihannya untuk memeluk dan mengamalkan agama Islam. Perlakuan tersebut bahkan dipusatkan dalam kamp konsentrasi yang berkapasitas jutaan jiwa dengan dikelilingi tembok tinggi, menara pengawas, kamera CCTV dan penjaga bersenjata.

Beberapa perlakuan diskriminatif yang dilakukan kepada mereka antara lain:

-Pelarangan memberi nama bayi dengan nama-nama Islami, dengan ancaman tidak akan mendapatkan akses kesehatan dan pendidikan

-Pelarangan orangtua Muslim menyelenggarakan kegiatan/ritual agama untuk anak mereka

-Pelarangan anak-anak Muslim Uighur terlibat dalam kegiatan/ritual agama

-Memerintahkan seluruh Muslim Uighur untuk menyerahkan sajadah, mushaf Al-Qur’an dan barang-barang yang berkaitan dengan Islam

-Pelarangan laki-laki Muslim memanjangkan jenggot

-Pemaksaan warga Muslim untuk memakan babi dan meminum alkohol di kamp konsentrasi

-Pemaksaan warga Muslim untuk meninggalkan agamanya dan menyanyikan lagu-lagu Partai Komunis

Indonesia telah dikenal dunia sebagai bangsa berpenduduk  Muslim terbesar dunia. Aksi kemanusiaan, simbol bahwa Indonesia adalah bangsa yang peduli. Adalah umat yang mau berbagi kesedihan kepada saudara mereka yang ditindas oleh kaum penjajah.

Mari kita bela dan jaga akidah dan raga muslim Uighur. Karena mereka tetaplah saudara kita, meski kita disekat oleh benua dan samudera!

LAZIS Wahdah membuka kesempatan bagi sahabat yang ingin berpartisipasi, donasi melalui Bank Syariah Mandiri (451) 799 900 900 4 an LAZIS Wahdah Care. dan konfirmasi ke 085315900900 (call/wa/sms).

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #laziswahdahcare #muslimuighur #uighur

LAZIS Wahdah Target 500 Paket Musim Dingin Untuk Bumi Syam

Paket Musimm Dingin untuk bumi Syam dari Masyarakat Indonesia melalui Lazis Wahdah

(Yordania) wahdahjakarta.com- LAZIS Wahdah kembali menjalankan misi “Ekspedisi Kemanusiaan” sebagai wujud amanah dari masyarakat Indonesia.

Dalam ekspedisi kali ini LAZIS Wahdah mendistribusikan bantuan kepada pengungsi Palestina yang tinggal di provinsi Jerash sejak tahun 1968 silam. Bantuan yang diberikan sebanyak 100 paket musim dingin berupa sembako dan selimut, Selasa (11/12).

Kamp Gaza yang menjadi lokasi pendistribusian dihuni oleh sekitar 40.000 jiwa. Mereka tinggal di tanah seluas 0,75 Km2.

“Ini program pertama dari tiga lokasi pendistribusian bantuan untuk bumi Syam,” ujar Syahruddin, Direktur LAZIS Wahdah Islamiyah, Kamis (13/12).

Ia menginformasikan bahwa saat ini, kondisi para pengungsi Palestina asal Gaza sangat memprihatinkan karena mereka harus bertahan pada musim panas dan dingin di rumah dengan atap zenco asbes yang kurang layak dihuni.

“Meskipun cuaca terik tapi suhu disini benar-benar dingin. Apalagi hembusan angin juga begitu kencang,” imbuhnya melalui siaran langsung yang diunggahnya Rabu (12/12) kemarin.

Sebanyak 88% warga pengungsi tidak mendapatkan kewarganegaraan Yordania. Akibatnya, mereka tidak mendapatkan hak pekerjaan, jaminan kesehatan dan pendidikan. Sementara itu, pasokan logistik begitu kurang, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.

Jangan biarkan mereka kedinginan tanpa logistik dan kebutuhan pangan yang memadai. Insya Allah, LAZIS Wahdah Islamiyah akan kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan sesuai target awal 500 paket musim dingin bagi warga Palestina dan Suriah.

————————-

sumber: laziswahdah.com

Info: 0811 9787 900 (call/wa/sms)

#LazisWahdah

#PeduliSyam

Tabligh Akbar Bersama Tokoh MIUMI

Tabligh Akbar Bersama Tokoh MIUMI, “Arah Perjuangan Ummat; Integrasi Keislaman dan Kebangsaan”

Indonesia dan Umat Islam tak bisa dipisahkan.

Tak ada persoalan Indonesia yang lepas dari peran dan sumbangan Umat Islam. Oleh karena itu, sangat penting agar perjuangan umat di negeri tercinta ini selalu berada di arah yang benar. Arah yang menjamin Indonesia menjadi negeri berdaulat, sejahtera, kuat dan dalam ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mengajak kaum muslimin di Bandung dan sekitarnya untuk bersama menjaga  “Arah Perjuangan Umat” bersama para Ulama dalam;

“TABLIGH AKBAR Tokoh MIUMI”

yang bertemakan; Arah Perjuangan Umat: Integrasi Keislaman dan Kebangsaan,  yang insya Allah akan dilaksanakan pada waktu dan tempat berikut:

📅 Sabtu, 22 Desember 2018 / 14 Rabiul Akhir 1440
🕰18.30 – 21.30 (Bada Maghrib)
🕌 Masjid Istiqamah, Bandung

Pembicara:
1. Ust. Bachtiar Nasir
2. Ust. Farid Okbah
3. Ustadz Jeje Zainuddin
4. Ustadz Mu’inuddinillah Basri

Hadiri, Ramaikan, Sebarkan dan Siapkan Infaq Terbaik!

Acara ini didukung oleh :
– Masjid Istiqamah
– AQL Islamic Center

#MIUMIBersamaUmat
#RoadShowMIUMI

Narahubung :
087714658988
082150359558

===============
💠 Suka, Ikuti & Bagikan
Instagram: @miumipusat
Twitter : @miumipusat
FB : MIUMI Pusat
Youtube : MIUMI PUSAT
www.miumipusat.org
= = = = = = = = = = = =

Hak Waris  Anak Angkat Hasil Adopsi, Adakah?

Pertanyaan:

“Assalam alaikum Ustadz, saya pernah mengadopsi seorang anak secara resmi, dan kini telah menginjak dewasa. Pertanyaan saya, apakah jika saya meninggal dunia nanti anak angkat saya itu boleh mendapat warisan saya?

Jawaban:

Wa’alaikum salam, pertama yang perlu diperhatikan bahwa masalah Tabanni (mengangkat anak seolah menjadi anak kandung dengan menisbatkan nasab padanya) sudah tidak berlaku dalam syariat. Olehnya, haram hukumnya seorang mengangkat anak lalu memberikan pada anak angkat itu nasab keluarga orangtua angkatnya.

Allah Ta’ala berfirman: “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak (kandung) mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu Dan tidak ada dosa bagimu terhadap apa yang kamu salah padanya, tetapi (yang ada dosanya adalah) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Ahzaab : 5).

Adapun jika sekedar mengadopsi untuk tujuan memelihara dan membantu anak itu maka dia boleh-boleh saja. Bahkan termasuk dalam kebaikan yang sangat besar. Akan tetapi, status anak itu tetap sebagai anak angkat dan dinasabkan pada bapak kandungnya. Tidak boleh bernasab dengan nasab bapak angkatnya, serta tetap menjaga aurat darinya. Misalnya jika dia anak laki-laki dan telah baligh, maka tidak boleh melihat aurat istri juga anak-anak perempuan kita.

Nah, lantaran anak angkat tidak ada sama sekali hubungannya dengan nasab dan keturunan kita, maka dia tidak berhak atas harta warisan. Hanya saja warisan itu merupakan hak ahli waris yang ada hubungan nasab, keluarga, dan perkawinan.

Adapun solusi dari masalah ini, kita sebagai orangtua angkat bisa menempuh dua cara. Pertama dengan memberikan hibah kepadanya, yakni pemberian cuma-cuma semasa orangtua angkatnya hidup. Atau cara kedua, dengan menulis wasiat agar diberikan bagian tertentu dari harta peninggalan orangtua angkatnya tersebut. Wallahu A’lam.

Sumber: Akun FB Ustadz Rapung Samuddin, Lc, MA

Dimensi Dakwah di Balik Poligami Rasulullah

Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

(Jakarta) wahdahjakarta.com— Kepala Divisi Riset dan Literasi Forum Doktor Islam Indonesia, DR. Ahmad Sastra mengatakan, ada dimensi dakwah dan politik dalam praktik poligami Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Secara khusus setidaknya ada tiga dimensi dakwah dan politik dibalik poligami Rasulullah”. Ujar Ahmad kepada wahdahjakarta.com, Selasa (18/12/2018).

Pertama,  kata Ahmad dimensi dakwah dan politik dibalik poligami Rasulullah adalah  dimana seluruh perilaku Rasulullah, baik dalam aspek khusus (pribadi) maupun aspek umum semuanya merupakan teladan yang mesti diikuti oleh seluruh umatnya, sebagaimana ditegaskan dalam Surat Al-Ahzab ayat 21 (QS 33 : 21).

“Dalam keteladanan aspek pribadi inilah para istri Rasulullah berperan sebagai penerjemah dan penyampai atas kehidupan Rasulullah yang sifatnya khusus kepada manusia serta sebagai pengontrol peraturan dakwah diantara barisan wanita”, jelasnya.

Dimensi  dakwah dan politik yang kedua dibalik poligami Rasulullah lanjut Ahmad adalah pelaran tentang bagaimana bergaul secara sukses dengan manusia yang memiliki tiplogi yang berbeda-beda.

“Seluruh  istri Rasulullah masing-masing memiliki keistimewaan yang unik. Mulai dari yang masih berusia muda, berusia tua dan bahkan ada yang merupakan wanita,  anak dari musuh Rasulullah. Ada pula dari istri Rasulullah merupakan anak wanita orang yang sangat mengaguminya, ada pula yang berjiwa penyayang terhadap anak yatim”, terang Ahmad.

Ia menjelaskan, dengan ragam tipologi istri-istri Rasulullah inilah cara Rasulullah mengajarkan sekaligus mendakwahkan kepada para sahabatnya dan kaum muslimin atas undang-undang (peraturan) yang indah sebagai pengajaran kepada mereka bagaimana cara bergaul yang sukses dengan tiap-tiap tipologi manusia.

Yang ketiga, lanjut alumni Pasca sarjana UIKA Bogor ini, poligami Rasulullah berfungsi sebagai jembatan perdamaian di antara suku-suku yang memusuhi Rasulullah. Sebab pasca berdirinya Daulah Islam Madinah, banyak suku kemudian memusuhi Rasulullah.

“Poligami Rasulullah dapat menghentikan permusuhan, sebab tradisi di Arab ada kewajiban menjaga dan melindungi siapa saja yang menikah dengan wanita dari kalangan mereka. Orang Arab biasa menamakan dirinya sebagai al Ahma` (para pelindung)”, ujarnya.

“Dengan tradisi inilah, poligami Rasulullah dapat meringankan kadar permusuhan mereka terhadap Rasulullah”, ungkap Ahmad yang juga pengajar di Pesantren Darul Muttaqin Parung, Kabupaten Bogor Jawa Barat. []

Indahnya Poligami Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

Indahnya Poligami Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Oleh : Ahmad Sastra (Kepala Divisi Riset dan Literasi Forum Doktor Islam Indonesia)

Sebelum Rasulullah berpoligami, beliau beristri satu yakni  Khadijah binti Khuwailid hingga wafatnya. Bermula dari berita yang disampaikan oleh Maisarah ditambah Waraqah bin Naufal akan kemuliaan akhlak Muhammad, maka hati Khadijah tertambat kepada lelaki bergelar al Amin itu.

Dengan penuh ketulusan, Khadijah ingin menghabiskan usinya dengan menemani pemuda Muhammad yang saat itu masih berusia 25 tahun, sementara Khadijah berusia 40 tahun. Saat Muhammad menemuinya, Khadijah berkata, Hai anak paman, sungguh aku sangat mencintaimu karena keluargamu, kemuliaanmu, rasa tanggungjawabmu, kebaikan akhlakmu dan kejujuranmu.

Saat itu meskipun Khadijah adalah wanita cerdas, bijaksana, mulia nasabnya karena dari suku Quraisy dan bahkan seorang wanita milyuner yang tiada bandingnya, namun dengan tulus menawarkan diri kepada Muhammad untuk dinikahinya. Padahal banyak lelaki kaya raya dan terhormat yang berkeinginan menikahinya, namun tidak satupun yang berhasil menundukkan hati Khadijah.

Selanjutnya Rasulullah ditemani paman beliau Hamzah menemui Khuwailid bin Asad untuk meminang dan menikahi Khadijah dengan mas kawin 20 ekor onta. Khadijahlah wanita pertama dan utama yang menemani Rasulullah dalam memperkuat fisik dan mental, memperkuat tekadnya, mendukung perjuangannya mengemban risalah Islam. Khadijah dengan seluruh pengorbanannya selalu memperkuat perjuangan Rasulullah, bukan memperlemah.

Hingga wafatnya Khadijah, Rasulullah tidak berpoligami. Ada dua faktor yang mendorong Rasulullah tidak pernah menikah dengan wanita lain selama Khadijah masih hidup.

Pertama, sebagai bentuk penghargaan Rasulullah atas semangat jihad Khadijah dalam menciptakan ghirah dan keteguhan pada diri Rasulullah.

Kedua, dakwah Islam ketika itu kondisinya tidak menuntut Rasulullah untuk berpoligami. Sebab saat itu al marhalan at tasyiiyah</em> (pembangunan hukum syara) belum dimulai dan musuh-musuh Islampun baru sebatas kaum Quraisy.

Namun, pasca wafatnya Khadijah dan hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah mulailah periode baru dalam perjuangan dakwah beliau. Pada periode dakwah di Madinah inilah Rasulullah dituntut untuk berpoligami, padahal poligami adalah perkara berat bagi setiap orang dalam mengharmoniskan istri yang lebih dari satu.

Secara umum tujuan poligami yang dilakukan Rasulullah di Madinah adalah demi meraih kemaslahatan yang lebih besar, tuntutan dakwah dan dalam rangka memperkuat sendi-sendi negara Islam Madinah. Hal ini membuktikan Rasulullah sebagai seorang politikus handal, disamping beliau adalah seorang Nabi yang menerima wahyu.

Dimensi Dakwah di Balik Poligami Rasulullah

Secara khusus setidaknya ada tiga dimensi dakwah dan politik dibalik poligami Rasulullah.

Pertama, dimensi dakwah dan politik dibalik poligami Rasulullah adalah  dimana seluruh perilaku Rasulullah, baik dalam aspek khusus (pribadi) maupun aspek umum semuanya merupakan teladan yang mesti diikuti oleh seluruh umatnya (QS 33 : 21).

Dalam keteladanan aspek pribadi inilah para istri Rasulullah berperan sebagai penerjemah dan penyampai atas kehidupan Rasulullah yang sifatnya khusus kepada manusia serta sebagai pengontrol peraturan dakwah diantara barisan wanita.

Kedua, dimensi dakwah dan politik dibalik poligami Rasulullah adalah dimana seluruh istri Rasulullah masing-masing memiliki keistimewaan yang unik. Mulai dari yang masih berusia muda, berusia tua dan bahkan ada yang merupakan wanita,  anak dari musuh Rasulullah. Ada pula dari istri Rasulullah merupakan anak wanita orang yang sangat mengaguminya, ada pula yang berjiwa penyayang terhadap anak yatim.

Dengan ragam tipologi istri-istri Rasulullah inilah cara Rasulullah mengajarkan sekaligus mendakwahkan kepada para sahabatnya dan kaum muslimin atas undang-undang (peraturan) yang indah sebagai pengajaran kepada mereka bagaimana cara bergaul yang sukses dengan tiap-tiap tipologi manusia.

Ketiga, dimensi dakwah dan politik dibalik poligami Rasulullah adalah sebagai jembatan perdamaian di antara suku-suku yang memusuhi Rasulullah. Sebab pasca berdirinya Daulah Islam Madinah, banyak suku kemudian memusuhi Rasulullah. Poligami Rasulullah dapat menghentikan permusuhan, sebab tradisi di Arab ada kewajiban menjaga dan melindungi siapa saja yang menikah dengan wanita dari kalangan mereka. Orang Arab biasa menamakan dirinya sebagai al Ahma` (para pelindung). Dengan tradisi inilah, poligami Rasulullah dapat meringankan kadar permusuhan mereka terhadap Rasulullah.

Namun demikian, poligami yang diperbolehkan dalam Islam justru mendapat serangan bertubi-tubi dari musuh-musuh Islam hari ini, terutama Amerika dan Inggris dengan mendirikan Universitas Amerika di Bairut dan di Iskandariyah untuk melemahkan ajaran Islam ini.

Tahapan Musuh Islam Serang Ajaran Islam Melalui Poligami

Setidaknya ada tiga tahapan musuh-musuh Islam dalam menyerang ajaran Islam melalui isu poligami ini.

Pertama, marhalah at tasykik, yaitu tahapan menciptakan keraguan terhadap kelayakan dan kebaikan nilai dan prinsip Islam, seperti masalah bolehnya poligami, cerai, haramnya riba dan sebagainya.

Kedua, marhalah an Nabdu, yakni tahapan menjatuhkan nilai dan prinsip Islam, setelah mereka meyakinkan kepada umat Islam, bahwa nilai dan prinsip Islam tidak layak lagi.

Ketiga, marhalah ath tharhu, yakni tahapan penawaran nilai-nilai dan prinsip sekulerisme Barat sebagai pengganti nilai dan prinsip Islam.

Konspirasi musuh Islam untuk menjatuhkan nilai dan prinsip Islam terus berlanjut hingga kini dan akan terus berlanjut. Kaum kafir musuh Islam masih begitu yakin bahwa kaum muslimin tidak akan pernah ditaklukkan selama mereka masih berpegang teguh kepada nilai dan prinsip Islam. Karena itu waspadalah atas konspirasi jahat musuh-musuh Islam dalam merobohkan nilai dan prinsip Islam dibalik serangan pemikiran seputar hukum poligami.

Jadi, poligami adalah ajaran Islam yang hukumnya mubah selama memiliki niat yang baik. Lebih utama lagi jika pelaku poligami mampu mengambil hikmah dakwah dan politik dibalik poligami Rasulullah. Meski berat, jika diniatkan ibadah, maka akan membawa hikmah dan kebaikan. Selamat bagi yang sudah berpoligami, bagi yang belum, tidak jadi masalah dan tidak perlu dipermasalahkan.

Jika ada partai yang menolak poligami, berarti anti Islam, haram umat Islam memilihnya. Gampang kan ? [KotaHujan,18/12/18 ]

Ahmad Sastra (Kepala Divisi Riset dan Literasi Forum Doktor Islam Indonesia)

Bersama Dakta, LAZIS Wahdah Menyapa Umat

BEKASI – LAZIS Wahdah menyapa umat melalui Program Belajar Quran Bersama Pakar, Kamis (12/12) pukul 18.00 WIB melalui Radio Dakta FM. Radio yang banyak menyajikan program seputar keislaman ini berkerjasama dengan LAZIS Wahdah baik dalam bentuk program kajian/tausyiah, pendidikan Quran maupun penggalangan donasi secara berkelanjutan.

“Program ini merupakan bentuk layanan kami kepada umat dengan mengadakan Program Belajar Qur’an bersama Pakar”, ujar Direktur LAZIS Wahdah Jakarta, Ust.Yudi Wahyudi, ST. “Belajar Quran bersama Pakar perlu dirutinkan mengingat masih banyak masyarakat yang belum paham membaca Al Quran dengan cara yang benar,” tambahnya .

Senada dengan Ust. Yudi Wahyudi, Tim Belajar Qur’an Bersama Pakar, Ust Muhammad Nur Hasan Palogai, Lc berharap program ini bisa diadakan secara berkala. “Tentunya kami berharap program ini berlanjut secara berkala mengingat program ini menghadirkan syaikh (guru dari negeri Timur Tengah), sehingga sangat disayangkan apabila dilewati begitu saja”, ujarnya.

Pakar qur’an yang mengisi di Radio Dakta FM adalah Syaikh Harits. Pada usianya yang masih muda (20), ia sudah menjadi pakar qur’an. Syaikh yang berasal dari Yaman ini membagikan ilmunya kepada umat lewat on air di Radio Dakta FM mengenai materi tahsin. Materi yang disampaikan lebih kurang setengah jam ini didampingi oleh tim dan perwakilan dari LAZIS Wahdah. (mkh/rsp)


🎁 Donasi 1000 Qur`an Palu & Indonesia : Mulai Rp.110.000,- (Paket Bersama Pendidikan dan Pembinaan).
Berlaku sampai akhir Desember 2018

📲Konfirmasi Transfer WA/SMS ke 08119787900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

#1000QuranForPalu
#1000QuranForIndonesia
#pedulinegeri
#melayanidanmemberdayakan