Hukum Berwudhu dengan Memasukkan Tangan ke dalam Gayung

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, Idzin bertanya. Bolehkah berwudhu dengan memasukkan tangan ke dalam wadah air seperti gayung atau ember? (Abdullah)

Jawaban:

Boleh berwudhu dengan memasukkan tangan ke dalam wadah air, baik berupa bak air, ember, gayung dan sebagainya. Dengan syarat  membasuh atau mencuci tangan tangan tiga kali di luar wadah, sebelum memasukannya ke dalam wadah. Hal ini berdasarkan praktik wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana diterangkan dalan hadits shahih riwayat Imam Muslim.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ الأَنْصَارِيِّ ، وَكَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ ، قَالَ : قِيلَ لَهُ : ” تَوَضَّأْ لَنَا وُضُوءَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَدَعَا بِإِنَاءٍ ، فَأَكْفَأَ مِنْهَا عَلَى يَدَيْهِ فَغَسَلَهُمَا ثَلَاثًا ، ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ ، فَاسْتَخْرَجَهَا فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ مِنْ كَفٍّ وَاحِدَةٍ ، فَفَعَلَ ذَلِكَ ثَلَاثًا ، ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ ، فَاسْتَخْرَجَهَا فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا ، ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ ، فَاسْتَخْرَجَهَا فَغَسَلَ يَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ، مَرَّتَيْنِ ، مَرَّتَيْنِ ، ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فَاسْتَخْرَجَهَا ، فَمَسَحَ بِرَأْسِهِ فَأَقْبَلَ بِيَدَيْهِ وَأَدْبَرَ ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ، ثُمَّ قَالَ : هَكَذَا كَانَ وُضُوءُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “

Dari Abdullah bin Zaid bin ‘Ashim al-Anshari, dia adalah seorang sahabat Nabi, dikatakan kepadanya, “Praktikkanlah kepada  kami wudhu’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam !” Dia meminta wadah air, lalu dia menumpahkan sebagian air itu pada kedua (telapak) tangannya, lalu dia membasuhnya tiga kali.

Lalu dia memasukkan satu tangannya (ke dalam wadah air itu), lalu mengeluarkannya, lalu dia berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung dari satu telapak tangannya. Dia melakukannya tiga kali.

Lalu dia memasukkan satu tangannya (ke dalam wadah air itu), lalu mengeluarkannya, lalu dia membasuh wajahnya tiga kali.

Lalu dia memasukkan satu  tangannya (ke dalam wadah air itu), lalu mengeluarkannya, lalu dia membasuh kedua tangannya sampai siku-siku dua kali, dua kali.

Lalu dia memasukkan satu  tangannya (ke dalam wadah air itu), lalu mengeluarkannya, lalu mengusap kepalanya. Dia memajukan kedua tangannya lalu memundurkannya, kemudian dia membasuh kedua kakinya sampai mata kaki. Kemudian dia berkata, “Seperti inilah wudhu’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam .” [HR. Muslim]

Dalam hadits di atas Abdullah bin Zaid bin ‘Ashim mencontohkan tatacara wudhu nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dimana beliau memulai dengan membasuh kedua tangannya sebanykan tiga kali di luar wadah, kemudian melanjutkan wudhunya membasuh anggota wudhu lainnya dengan memasukan tangannya ke wadah air. Dan cara tersebut merupakan cara wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang pernah disaksikannya. Setelah berwudhu beliau mengatakan, “Seperti inilah wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”. [sym].

Rombongan Wanita Berjilbab Bersihkan Sampah Tahun Baru, Netizen: Luar Biasa

Serombongan wanita berjilbab sedang membersihkan sampah di lokasi perayaan Tahun Baru 2019, Pantai Manakarra, Mamuju Sulbar, Selasa (01/01/2019).

(Mamuju)  wahdahjakarta.com –, Serombongan wanita berjilbab lebar tertangkap kamera netizen saat membersihkan sampah di lokasi perayaan tahun baru,  pantai Manakarra Mamuju Sulawesi Barat, Selasa (01/01/2019).

Pemandangan simpatik ini diabadikan seorang netizen atas nama Ali Akbar melalui akun facebook miliknya.

“Suasana masih pagi sekali,  kulihat dari kejauhan  rombongan wanita berjilbab melintas menuju ke arah Jl. Yos Sudarso”, tulis Ali Akbar.

“Awalnya saya mengira  rombongan yang entah mau ke mana rame-rame masih pagi sekali,  tapi kulihat masing-masing dari mereka membawa kresek (kantongan), ada juga pria bertopi tauhid membawa sapu”, lanjutnya.

“Kulihat rombongan wanita berjilbab itu dengan cekatan mengisi kantongannya dengan sampah”, imbuhnya.

Aksi  bersih-bersih sampah tahun baru ini mendapat respon simpatik dari para netizen.  Mereka menyampaikan apresiasi di laman komentar akun fb Ali Akbar.

“Luar biasa”, tulis Netizen Badar Ahmad Fauzi.

“Luar bisa,  semoga mereka diberi keberkahan,  amin”, sambung Abdul Rahman Anwar.

Netizen lain justeru mempertanyakan kepedulian panitia dan peserta acara.

“Pertanyaanku . . . knp yg hadir di acara itu g punya kesadaran utk buang sampah atau knp panitianya g menyediakan sampah tersendiri”, tulis Riri Aisyilla.

Menurut salah satu anggota komunitas ini,  kebiasaan bersih-bersih secara suka rela sudah sejak lama mereka lakukan.  Namun makin massif setelah terinspirasi dari aksi 212. []

Forum Peduli Rohingya Minta UNHCR Segera Selesaikan Kasus Pemukulan Warga Rohingya

Pengungsi Rohingnya didampingi sejumlah lembaga audiensi dengan DPRD Makassar, (21/09/2018)

 (Makassar) wahdahjakarta.com – Forum Peduli Rohingya Makassar meminta Badan PBB untukm pengungsi (UNHCR) agar segera menyelesaikan persolan pemukulan warga Rohingnya oleh pengungsi asal Afganistan di Makassar.

“Kami berharap agar pelaku ini segera ditindak karena kalau tidak, saya khawatir ormas Islam yang selama ini menjadi pembela pengungsi Rohingya yang akan bertindak,” tegas Sekretaris Forum Peduli Rohingya Makassar, Irfan Abu Faiz, sebagaimana dilansir dari Pilarindonesia.com, Selasa (01/01/2019).

Rosyid, salah seorang pengungsi asal Rohingya, yang tinggal di Kota Makassar, mengaku dipukuli oleh salah seorang pengungsi asal Afganistan di wisma penampungan pengungsi yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Senin (31/12/2018), kemarin.

“Tiba-tiba dia datang ke wisma saya dan langsung memukul saya. Padahal, saya tidak tahu apa masalahnya. Untungnya hanya tangan saya kena,” kata Rosyid saat dihubungi, Selasa (1/1/2019).

Selain menganiaya, Rosyid juga mengaku diancam pelaku. “Semua bukti ancamannya itu saya simpan,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun, pelaku yang belum diketahui nama terangnya itu sengaja mendatangi Rosyid karena merasa dihalang-halangi untuk menikah dengan salah seorang putri pengungsi asal Rohingya.

Salah seorang pengungsi Rohingya enggan disebutkan namanya, menyampaikan bahwa kalangan pengungsi Rohingya hanya sekadar memperingatkan kepada bapak perempuan itu agar tidak menikahkan anaknya dengan pengungsi asal Afganistan tersebut karena pertimbangan aqidah.

“Saya juga pernah sampaikan ke bapaknya itu wanita, malah saya dimusuhi juga,” ungkapnya.

Sekretaris Forum Peduli Rohingya Makassar, Irfan Abu Faiz, meminta kepada pihak UNHCR dan IOM agar segera menyelesaikan persoalan itu.

“Kami berharap agar pelaku ini segera ditindak karena kalau tidak, saya khawatir ormas Islam yang selama ini menjadi pembela pengungsi Rohingya yang akan bertindak,” tegasnya. []

Sumber: Pilarindonesia.com

Longsor Timbun Puluhan Rumah Menjelang Akhir Tahun 2018 di Sukabumi

Longsor di Sukabumi, Photo: Jabar.pojoksatu.id

(Sukabumi) wahdahjakarta.com — Bencana longsor kembali terjadi dan menimbulkan korban jiwa. Di saat sebagian besar penduduk bersuka cita menyambut tahun baru 2019, bencana longsor terjadi diKampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolol, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (31/12/2018) pukul 17.00 WIB.

“Hujan deras yang mengguyur sekitar Desa Sirnaresmi menyebabkan  aliran permukaan di areal hutan dan persawahan. Jenuhnya air menyebankan longsor perbukitan dan materialnya meluncur menuruni lereng kemudian menimbun sekitar 34 rumah kampung adat bagian bawahnya”, Terang Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis kepada wahdahjakarta.com.

Data sementara, lanjut Sutopo,  diperkirakan 8 orang tertimbun longsor, dimana 4 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. 4 korban lainnya dalam upaya evakuasi namun terkendala cuaca hujan dan gelap karena malam.

“Selain itu listrik padam dan komunikasi seluler juga sulit. Upaya evakuasi akan dilanjutkan besok pagi (hari ini)’’, imbuhnya.

BPBD Kabupaten bersama TNI, Polri, Basarnas, aparat setempat, relawan dan masyarakat melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban. Pendataan masih dilakukan. Pendataan untuk memastikan jumlah korban dan rumah tertimbun longsor.

Akses jalan menuju lokasi longsor jalanan yang terjal, berbatu dan ditambah cuaca hujan rintik menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi. Posko BNPB terus memantau penanganan bencana dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi dan BPBD Provinsi Jawa Barat.

Info lanjut silakan menghubungi: TRC BPBD Kab. Sukabummi Bpk. Rahmawan via tlp. 081311146733 & Polmas Bogor Raya Bpk. Agus Priyo via tlp. 0895338321257. []