Ustadz Ismail Syahril, Pejuang Tauhid Batui Sulteng Tutup Usia

 

Ustadz Ismail Syahril (keempat dari kiri, tanpa peci) bersama binaan dakwah beliau di Batui Sulawesi Tengah

(Jakarta) wahdahjakarta.com -, Berita duka menyelimuti kader dan anggota Wahdah Islamiyah se Indonesia. Da’i muda, Ketua DPC WI Batui, Pejuang Tauhid Batui Sulawesi Tengah, pegiat kemanusiaan, Ustadz Ismail Syahril meninggal dunia.

Pantauan wahdahjakarta.com pada percakapan  beberapa grup internal kader Wahdah, beliau meninggal di  Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Kebon Jeruk Jakarta Barat, hari ini, Ahad (20/01/2019) sekitar pukul 15.30.

Sepanjang hidupnya al marhum dikenal sebagai aktivis dakwah yang gigih berdakwah dan membimbing umat. Kiprah dakwah dan perjuangannya menyebar di penjuru Kabupaten Luwuk Banggai Sulawesi Tengah. Netizen dan teman kuliah almarhum menyampaikan testimony di status facebook dan percakapan di berbagai WAG.

“Sejak saya kuliah Ustad Ismail Syahril & beberapa Ustad dari Luwuk di STIBA sudah menjadi pejuang & mengawal dakwah bagi pemuda Kab. Banggai termasuk kami. Banyak perjuangan beliau yang patut kita teladani”, tulis Alkap Ijo disertai emoji sangat sedih.

Kesaksian senada juga dituliskan Muhammad Muadz II

Ustadz Ismail Syahril (baju putih dua dari kanan)

“Akhi….!! antum berdakwah tak kenal lelah….. dari tanah leluhur antum batui hingga ke pedalaman morowali.

Kadang saya lelah melihat postingan antum yg selalu berpindah dan berubah tempat sbg tanda antum tak pernah istirahat berdakwah.

Saya bersaksi bahwa antum orang baik akhi.

semga Allah menempatkanmu di tempat terbaik disisinya. Banyak yg mau saya tulis hati ini tak mampu akhi. ana cinta antum karena Allah”.

Beliau dikenal sebagai salah satu pelopor dakwah pedalam Batui Sulawesi Tengah. Netizen an Rudi Propertu Syari’ah menulis.  “Ust. Ismail Syahril… Seorang Mujahid Dakwah di Batui Sulteng. Seorang Pelopor Dakwah di Pedalaman Morowali… Seorang Murabbi yang mengantarkan banyak Kadernya Ke STIBA Makassar…..

Baru saja mengakhiri Perjalanannya di Dunia Ini untuk bertemu Sang Khaliq…

Semoga Allah Menerima dan Melipatgandakan Amalan Kebaikanmu Ust…

Selamat Jalan… Dan semoga Allah mempertemukan kita di JANNAH-NYA…”.

Ustadz Ismail Syahril (kanan)

Dikabarkan, al marhum transit di Jakarta dari perjalanan Umrah. Sejak di tanah suci beliua telah mengalami demam. Sampai di Jakarta beliau masuk Rumah sakit, namun qaddarallah. Allah memanggil beliau dalam keadaan tenang (insya Allah).  

Jenazah  Al-ustadz akan dikebumikan di kampung halaman beliau Luwuk Banggai. Rencana jenazah akan diberangkatkan dari Jakarta melalui Bandar Udara Soekarno Hatta, Senin pagi insya Allah.

Semoga Allah menerima amal baiknya  dan mengampuni kesalahannya. []

 

 

 

Baca Selengkapnya

Hukum Bersedekah Atas Nama Orang Yang Telah Meningga Dunia

 

Hukum Bersedekah Atas Nama Orang Yang Telah Meningga Dunia

Sedekah, Ilustrasi

 

Pertanyaan:

Bagaimana hukum cucu yang bersedekah atas nama nenek-nya atau orang tua yang telah meninggal? Apakah sampai pahalanya tersebut?

Suherni – Mamuju

Jawaban

Bersedekah dan meniatkan pahalanya untuk orang yang telah meninggal dunia adalah perkara yang dibolehkan dan dibenarkan, dan pahala yang telah diniatkan akan sampai, apakah itu kepada orang tua yang telah meninggal, atau kerabat lainnya, atau kepada muslim yang tak ada hubungan kekeluargaan sekalipun. Diantara dalil yang disebutkan oleh para ulama kita, tentang sampainya pahala sedekah yang diniatkan untuk orang yang telah meninggal adalah apa yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas –radhiallahu ‘anhuma– bahwa ibunya Sa’d bin Ubadah meninggal dunia, ketika Sa’d tidak ada di rumahnya, maka Sa’d berkata :

Wahai Rasulullah, ibuku meninggal dan ketika itu aku tidak hadir. Apakah dia mendapat pahala jika aku bersedekah atas nama beliau ? ” Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- menjawab : 《Ya》.” Terj. (HR. Bukhari 2756)

Bahkan para ulama kita menyebutkan hal ini sebagai kesepakatan ulama, bahwa pahala sedekah bisa diniatkan untuk mereka yang telah meninggal dunia, misalnya imam an-Nawawi -rahimahullah- beliau katakan :

Diantara  faidah dari hadits ini adalah:

 “Bahwa sedekah atas nama seorang yang telah meninggal (mayit) akan memberikan manfaat untuknya dan pahalapun sampai kepadanya, dan itu merupakan kesepakatan ulama…”

Begitu pula yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah- :

Sedekah atas nama orang yang telah meninggal atau semisalnya akan sampai kepadanya (pahala) berdasarkan kesepakatan ulama kaum muslimin ” ( Jaami’ al Masaail 4/270 ). Wallahu a’laa wa a’lam

 

Dijawab Oleh     : Ustadz Khalid Walid, Lc (Ketua DPD Wahdah Islamiyah Gorontalo)

Artikel                   : Wahdah.or.id

Baca Selengkapnya

Alumni Univeristas Islam Madinah Gelar Silatnas III

(Jakarta) wahdahjakarta.com -, Perkumpulan Alumni Jami’ah Islamiyah Madinah di Indonesia (PAJIM) menggelar Silaturrahim Nasional ke.3 (Silatnas Pajim III) di Hotel Grand Cempaka Jakarta Pusat, Sabtu-Ahad (19-20/01/2019).

Silatnas PAJIM III mengangkat tema Optimalisasi Peran Dakwah Alumni dalam Dakwah Untuk Persatuan Ummat, dihadiri alumni Universitas Islam Madinah (UIM) yang tersebar di berbagai penjuru nusantara.

Saat ini alumni dari Kampus didirikan pada 25 Rabi’ul Awal 1381 H ini telah mencetak lebih dari 1.400 alumni dari Indonesia.

Ustadz DR. Hidayat Nurwahid salah satu Alumni Universitas Islam Madinah

Alumninya yang berasal dari latar belakang dan kiprah yang beragam mewarnai sahah (medan) dakwah bahkan kehidupan sosial politik di Indonesia. Ada yang di eksekutif sebagai menteri seperti DR. Salim Segaf al-Jufri dan KH. Maftuh Basyuni, ada yang  berkiprah di lembaga legislatif bahkan sebagai pimpinan seperti DR. Hidayat Nur Wahid.

Peran merka di ormas-ormas Islam juga sangat terasa, dari Nahdhatul Ulama (NU) seperti Prof.DR. Said Aqil Husein al-Munawwar pernah menjabat sebagai Menteri Agama RI. Dari ormas  Muhammadiyah ada Fathurrahman Kamal yang merupakan ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah. Di  Hidayatullah ada Nashirul Haq yang merupakan ketua umum PP Hidayatullah. Di  MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia) ada Ustadz Bachtiar Nasir (UBN)  sebagai ketua MIUMI sekaligus ketua PAJIM.

Yang menarik adalah di Wahdah Islamiyah (WI), semua pimpinannya adalah alumni Universitas Islam Madinah. DR. (HC) Muhammad Zaitun Rasmin Ketua Umum DPP WI, DR. Rahmat Abdurrahman, Ketua Harian DPP WI. Demikian pula DR. Muhammad Yusran Anshar sebagai Ketua Dewan Syari’ah WI, dan Muhammad  Ikhwan Jalil yang merupakan Ketua Dewan Syuro WI.

Ustadz Zaitun Rasmin
Ketua Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara, Ustadz Muhamma d Zaitun Rasmin menyampaikan sambutan pada Silatnas PAJIM III

Asatidzah alumni Madinah yang berkiprah di medan dakwah dan majelis ilmu juga sangat dominan, sebut misalnya; DR. Firanda Andirja, DR. Syafiq Riza Basalamah, DR. Kholid Basalamah, DR. Arifin Badri, DR. Dasman Yahya, DR. Mawardi M. Saleh, dan asaatidzah yang lainnya. Potensi yang sangat besar dari para alumni, semoga semuanya bisa bersinergi.

Sumber: Marzuki Umar (Anggota PAJIM dan Peserta Silatnas PAJIM III)

Baca Selengkapnya

Roadshow Tabligh Akbar Tokoh MIUMI ‘’Arah Perjuangan Ummat-Integrasi Keislaman dan Kebangsaan”

Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mengajak kaum muslimin di Yogyakarta dan sekitarnya untuk bersama menjaga Arah perjuangan ummat.

Arah Perjuangan Ummat
Roadshow Tabligh Akbar Tokoh MIUMI (Yogyakarta) ‘’Arah Perjuangan Ummat-Integrasi Keislaman dan Kebangsaan”

Sangat penting menentukan arah perjuangan ummat di Indonesia agar berada di ARAH yang benar.

Dalam sejarah perjuangan dan kehidupan bangsa, ulama selalu berada di barisan depan untuk menyatukan ummat Islam serta elemen bangsa lainnya guna memberi bimbingan ke arah tersebut.

Arah yang menjamin Indonesia menjadi negeri berdaulat, sejahtera, dan kuat dalam keberkahan yang diridhoi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mengajak kaum muslimin di Yogyakarta dan sekitarnya untuk bersama menjaga Arah perjuangan ummat.

 

HADIRI & RAMAIKAN

ROADSHOW TABLIGH AKBAR TOKOH MIUMI

“Arah Perjuangan Ummat – Integrasi Keislaman dan Kebangsaan”

 

Bersama:

Ustadz Bachtiar Nasir (Sekjen MIUMI, Pimpinan AQL Learning Centre)

Ustadz Muhammad  Zaitun Rasmin (Wakil Ketua MIUMI Pusat, Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah)

Ustadz Ahmad Zain An-Najah (Ketua Majels Fatwa MIUMI Pusat, Ketua Komisi Fatwa DDII)

Ustadz Ridwan Hamidi (Ketua MIUMI DI. Yogyakarta, Wasekjen DPP WI)

Ustadz Fathurahman Kamal (Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Wakil Ketua MIUMI DIY )

Ustadz Mohammad  Fauzil Adhim (Penulis, Pakar Parenting Islami, Pengurus MIUMI DIY)

 

Sabtu, 26 Januari 2019

Pukul 08.00 – 11.30 WIB

Tempat: Masjid Jogokariyan Yogyakarta

Bawa Infaq Terbaik

 

Presented by :

MIUMI DIY

Masjid Jogokariyan

#SELAMATKANINDONESIA

Baca Selengkapnya
%d blogger menyukai ini: