#BanjirSulsel, Sebagian Titik Mulai Surut, Penanganan Terus Dilakukan

Relawan berjalan di atas bekas genangan banjir mengantarkan bantuan kepada warga terdampak banjir Jeneponto.

(Makassar) wahdahjakarta.com -, Penanganan banjir, longsor dan puting beliung yang menerjang wilayah Sulawesi Selatan terus dilakukan. Evakuasi, pencarian, penyelamatan korban dan penanganan pengungsi serta masyarakat yang terdampak banjir terus diintensifkan.

Menurut rilis Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diterima wahdahjakarta.com, Kamis (24/01/2019), di beberapa tempat banjir mulai surut. Debit aliran dari Waduk Bili-Bili juga makin berkurang.

Hingga H+2 pada 24/1/2019 pukul 14.00 WIB, berdasarkan pendataan dampak bencana yang dilakukan oleh Pusdalops BPBD Sulawesi Selatan, tercatat 78 desa terdampak bencana di 52 kecamatan yang tersebar di 10 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap dan Bantaeng.

Curah hujan ekstrem yang melanda wilayah Sulawesi Selatan pada 22/1/2019 telah menyebabkan peningkatan debit sungai dan Waduk Bili-Bili sehingga banjir. Longsor terjadi di daerah-daerah perbukitan. Dalam dua hari terakhir hujan berkurang. Hal ini juga menyebabkan debit keluaran Waduk Bili-Bili menurun. Pada 24/1/2019 pukul 14.20 WIB, status tinggi muka air Waduk Bili-Bili 99.43 meter. Volume waduk sekitar 258.28 juta meter kubik dan inflow  sekitar 144.99 meter kubik per detik serta outflow sekitar 145.00 meter kubik per detik.  Status di bawah normal. Artinya aman dengan tinggi bukaan pintu air menjadi 1 meter.

Tim SAR Wahdah Islamiyah yang terdiri atas Relawan Lazis Wahdah dan MAPALA STIBA makassar melakukan evakuasi warga terdampak banjir di Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Photo: Dokumen Lazis Wahdah.

Penanganan darurat masih terus dilakukan. Tim gabungan dari BPBD BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian/Lembaga, SKPD, PMI, relawan, NGO dan masyarakat melakukan  penanganan darurat. BNPB terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat.

Kepala BNPB, Doni Monardo, telah berada di lokasi bencana untuk mengkoordinir potensi nasional membantu Pemda Sulawesi Selatan. BNPB menyerahkan bantuan dana siap pakai Rp 1 milyar untuk operasinal keposkoan dan darurat bagi BPBD yaitu Jeneponto Rp 250 juta, Gowa Rp 250 juta, Marros Rp 250 juta dan Kota Makassar Rp 250 juta. Selain itu bantuan logistik juga dikirimkan.

Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan menghadapi banjir, longsor dan puting beliung. Januari hingga Februari adalah puncak hujan sebagian besar wilayah di Indonesia. Lakukan langkah-langkah antisipasi dalam skala individu, keluarga dan komunitas. []

Sumber: Rilis Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Baca Selengkapnya

Sebagian Titik Banjir Sulsel Mulai Surut, 30 Orang Meninggal, 25 Hilang, dan Ribuan Terdampak

“Di beberapa tempat banjir mulai surut. Debit aliran dari Waduk Bili-Bili juga makin berkurang”.

Tim SAR Wahdah Islamiyah yang terdiri atas Relawan Lazis Wahdah, MAPALA STIBA Makassar melakukan evakuasi warga terdampak Banjir Makassar di Kecamatan Manggala.

(Makassar) wahdahjakarta.com -, Banjir yang mengepung 52 Kecamatan yang tersebar di sepuluh Kabupaten/Kota di Wilayah Sulawesi Selatan mulai surut.

“Di beberapa tempat banjir mulai surut. Debit aliran dari Waduk Bili-Bili juga makin berkurang”, kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima wahdahjakarta.com, Kamis (24/01/2019) sore.

Hingga H+2 pada Kamis (24/1/2019) pukul 14.00 WIB, berdasarkan pendataan dampak bencana yang dilakukan oleh Pusdalops BPBD Sulawesi Selatan, tercatat 78 desa terdampak bencana di 52 kecamatan yang tersebar di 10 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap dan Bantaeng.

Sementara data jumlah korban mengalami peningkatan dari hari sebelumnya.

Masih menurur rilis BNPB pada Kamis (24/01/2019) pukul 14.00, jumlah korban meninggal 30 orang, 25 orang hilang, 47 orang  luka-luka, 5.825 orang terdampak,  3.321 orang mengungsi, 76 unit rumah rusak ( 32 unit hanyut, 25 rusak berat, 2 rusak sedang, 12 rusak ringan, 5 tertimbun), 2.694 unit rumah terendam, 11.433 hektare sawah terendam banjir, 9 jembatan rusak, 2 pasar rusak, 6 unit fasilitas peribadatan rusak dan  13 unit sekolah rusak.

Data ini, lanjut Sutopo sementara dan kemungkinan berubah karena pendataan masih dilakukan oleh BPBD dan unsur lainnya.

Sebaran dari dampak bencana banjir, longsor dan puting beliung di wilayah Sulawesi Selatan tersebut adalah:

  1. Kabupaten Gowa meliputi 16 orang meninggal dunia, 21 orang hilang, 46 luka, 2.121 orang mengungsi, 10 unit rumah rusak (5 rusak berat dan 5 tertimbun), 604 unit rumah terendam, dan 1 jembatan rusak.
  2. Kota Makassar, sebanyak 2.942 orang terdampak, 1.000 orang mengungsi, dan 477 rumah terendam banjir.
  3. Kabupaten Soppeng terdapat 1.672 ha sawah terendam. Pendataan masih dilakukan.
  4. Kabupaten Jeneponto meliputi 10 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, 51 rumah rusak (32 hanyut, 19 rusak berat.
  5. Kabupaten Barru meliputi 2 unit pasar, 1 fasilitas pendidikan, 1 fasilitas pemerintahan.

6.Kabupaten Wajo sebanyak 1.683 orang terdampak, 1.198 rumah terendam, 1.412 ha sawah terendam, 8 jembatan rusak, 4 fasilitas peribadatan rusak, 11 fasilitas pendidikan rusak.

  1. Kabupaten Maros terdapat 4 orang meninggal dunia, 1200 orang terdampak, 200 orang mengungsi, 400 unit rumah terendam, 8.349 ha sawah, 1 fasilitas peribadatan
  2. Kabupaten Bantaeng 1 unit rumah rusak sedang.
  3. Kabupaten Sindrap terdapat 1 kk terdampak, 1 unit rumah rusak sedang.
  4. Kabupaten Pangkep terdapat 1 orang hilang, 1 luka-luka, 28 rumah (1 rusak berat, 12 rusak ringan, 15 terendam), 1 fasilitas peribadatan, 1 fasilitas sekolah rusak.

Penanganan darurat masih terus dilakukan. Tim gabungan dari BPBD BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian/Lembaga, SKPD, PMI, relawan, NGO dan masyarakat melakukan  penanganan darurat. BNPB terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat. []

 

Baca Selengkapnya

Wahdah Islamiyah Berangkatkan Relawan ke Lokasi Longsor Sapaya Gowa

Pelepasan Relawan Wahdah Islamiyah oleh Sekjen DPP WI, Ustadz Syaibani Mujiono ke lokasi Longsor Sapaya Gowa Sulsel, Kamis (24/01/2019)

(Makassar) wahdahjakarta.com -, Sejumlah relawan Wahdah Islamiyah berangkat menuju lokasi longsor Sapaya di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Kamis (24/01/2019).

Relawan dilepas oleh Sekretaris Jendral DPP Wahdah Islamiyah ustadz Syaibani Mujiono di halaman Kantor Pusat Wahdah Islamiyah, Jl. Antang Raya, Makassar.

“Hari ini akan berangkat tim tanggap darurat dari Wahdah Islamiyah ke salah satu daerah yang terkena longsor di daerah Sapaya,” kata ustadz Syaibani.

Pimpinan tim tanggap darurat Syukri Turusi mengatakan, sesampai di lokasi mereka akan mendirikan posko dan akan turut melakukan evakuasi korban longsor.

“Kita akan membentuk posko medis dan juga akan bergabung bersama tim SAR lainnya yang telah ada di sana untuk mencari korban longsor,” ujar Syukri

Berdasarkan informasi yang ia dapat masih ada korban longsor yang belum ditemukan di dataran tinggi Gowa tersebut.

Ustadz Syaibani mengatakan tim Wahdah Islamiyah telah bergerak sejak hari pertama banjir melanda Sulsel. Ia pun mengajak kepada kaum muhsinin untuk membantu korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di beberapa wilayah Sulawesi Selatan.

“Bantuan yang masuk di LAZIS Wahdah untuk penanggulangan banjir dan bencana alam Sulsel akan disalurkan sesegera mungkin,” kata ustadz Syaibani di Posko Utama Wahdah Islamiyah.

“Semoga saudara-saudara kita yang tertimpa musibah diberikan kesabaran dan kita semua bisa membantu sekuat tenaga,” pungkas ustadz Syaibani.[]

Baca Selengkapnya

Tanggap Banjir Makassar, Muslimah Wahdah Buka Dapur Umum

Ketua MW, Ustadzah Harisa Tipa Abidin mengatakan, berbagai upaya menolong korban banjir akan terus dilakukan hingga bencana banjir usai.

Tanggap Banjir Makassar, Muslimah Wahdah Buka Dapur Umum

(Makassar) wahdahjakarta.com– Muslimah Wahdah Islamiyah turut serta dalam penanggulangan musibah banjir yang melanda kota Makassar dan sekitarnya dengan membuka dapur umum dan posko pengungsian.

Dapur umum Muslimah Wahdah (MW) mensuplai makanan ke berbagai titik terdampak banjir di Kota Makassar.

Berdasarkan rilis tertulis ke wahdah.or.id, hingga Rabu malam, (23/1/2019) tercatat sebanyak 5.738 paket makanan telah disalurkan.

Muslimah Wahdah juga membuka posko pengungsian di gedung Pusat Dakwah Muslimah, Jl. Antang Raya, Makassar. Gedung yang sehari-harinya sebagai tempat berbagai kegiatan dakwah muslimah tersebut juga dibuka untuk menampung pengungsi korban banjir.

Ketua Muslimah Wahdah Islamiyah, ustadzah Harisa Tipa Abidin mengatakan, berbagai upaya menolong korban banjir akan terus dilakukan hingga bencana banjir usai.

Banjir yang merendam ratusan rumah tersebut datang dengan cepat sehingga banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya di rumah.

“Tidak sempat lagi kita menyelamatkan barang berharga karena air langsung tinggi,” ujar salah seorang warga perumahan Ikhwah Manggala.[]

Baca Selengkapnya

LAZIS Wahdah Salurkan Bantuan dan Buka Posko Bantuan Untuk Korban Banjir Jeneponto

Lazis Wahdah Jeneponto

(Bontosunggu) wahdahjakarta.com – Tim Evakuasi Korban terdampak Bencana Banjir Sulsel LAZIS Wahdah mulai bergerak melakukan misi kemanusiaan, membantu korban banjir dan badai di Sulawesi Selatan. Setelah melakukan aksi distribsi bantuan di sejumlah wilayah Gowa dan Makassar, kali ini, Rabu (23/1/2019), sejumlah tim relawan bergerak cepat merespon bencana di daerah tersebut.

Berdasarkan instruksi Ketua LAZIS Wahdah Jeneponto, Noer Imran Ibrahim, kepada LAZISWahdah.com ia melaporkan, bantuan yang dikirimkan berupa perlengkapan bayi, paket bantuan pangan untuk mensuplai dapur-dapur umum, obat-obatan, sarung dan bantuan lainnya.

“Sudah ada beberapa rumah yang hanyut. Info yang kami terima ada empat rumah yang hanyut. Ini baru satu titik korban jiwa yang kami dapat. Depalan puluh orang yang lagi mengungsi,” kata Noer.

Noer bersama relawan lainnya mengomandoi Tim Relawan dan Bantuan Kemanusiaan LAZIS Wahdah bergerak ke lapangan.

Seusai mendata lokasi pengungsian, Tim Relawan mulai menyalurkan bantuan ke posko-posko pengungsian. Sejak Selasa malam, LAZIS Wahdah telah membuka posko logistik, beralamat disekitaran Pasar Tradisional Karisa Empoang, Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Ia menambahkan, di lokasi yang dikunjunginya, warga telah mendirikan dua titik posko pengungsian yakni Masjid Agung dan Masjid Nurul Iman Jln. Lanto daeng Pasewang, Kel. Empoang, Kec. Binamu, Kabupaten Jeneponto. Sementara di Kecamatan Turatea, posko pengungsian dipusatkan di Masjid Ganrang Batu.

Untuk kebutuhan yang mendesak, Noer menjelaskan, para warga saat ini masih membutuhkan bantuan air bersih dan sejumlah paket pangan dan sembako. Sebagaimana yang diketahui, The Sphere Projeck, dalam penanganan kemanusiaan telah mencatumkan standarisasi bantuan-bantuan untuk warga terdampak bencana.

Satu keluarga membutuhkan 10-20 liter air per hari. Sementara alat mandi dan bersih-bersih tiap 250 gram untuk satu orang.

“Jadi, kita butuh banyak stock untuk membantu para warga,” pungkasnya.

Ayo bersama LAZIS Wahdah kita bantu warga terdampak Bencana Banjir SULSEL, donasi bisa disalurkan melalui melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri. []

Baca Selengkapnya

Siaga Banjir Sulsel,  LAZIS Wahdah Siapkan Tim SAR, Tim Medis, Posko, dan  Dapur Umum

 

Tim SAR Wahdah Islamiyah yang terdiri atas Relawan Lazis Wahdah dan MAPALA STIBA Makassar melakukan evakuasi warga terdampak banjir di Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Photo: Dokumen Lazis Wahdah.

(Makassar) wahdahjakarta.com – Posko Induk Wahdah Islamiyyah terus berkoordinasi dengan tim di lapangan dan memantau kondisi cuaca dari BMKG agar dapat mengambil keputusan yang tepat untuk para korban Longsor dan Banjir  Sulsel.

Saat ini tim Relawan LAZIS Wahdah terus siaga Banjir dan Longsor dengan melakukan Assessment untuk mendata kebutuhan para korban.

Beberapa armada dikerahkan untuk membantu mendistribusikan paket sembako dan bantuan makanan menuju daerah terdampak Banjir di SulSel.

Data sementara menurut rilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diterima wahdahjakarta.com, Rabu (23/01/2019) malam tercatat 53 kecamatan di 9 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan yang mengalami banjir yaitu di Kabupaten Jeneponto, Gowa, Maros, Soppeng, Barru, Wajo, Bantaeng, Pangkep dan Kota Makassar.

Dampak sementara akibat banjir, longsor dan angin kencang yang berhasil dihimpun Posko BNPB berdasarkan laporan dari BPBD, tercatat 8 orang meninggal dunia, 4 orang hilang, ribuan rumah terendam banjir, ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman, dan 10.021 hektar sawah terendam banjir.

Korban meninggal dunia ditemukan di Jeneponto 5 orang dan Gowa 3 orang, sedangkan korban hilang terdapat di Jeneponto 3 orang dan Pangkep 1 orang. Hingga 23/1/2019 pukul 14.00 WIB banjir masih banyak melanda di daerah. Penanganan darurat dan pendataan masih terus dilakukan sehingga update data akan berubah.

Mari  bersama LAZIS Wahdah kita bantu warga terdampak Bencana Banjir SULSEL, donasi bisa disalurkan melalui melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri. Konfirmasi ke  085315900900

 LAZIS Wahdah

“Melayani dan Memberdayakan”

Baca Selengkapnya

Apotek Wahdah Farma Ancam Laporkan Haters yang Catut Nama Wahdah

“Kami akan laporkan akun tak bertanggung jawab itu.” (Seniwati Muin)

 

 

 

Apotek Wahdah

(Makassar) wahdahjakarta.com— Apotek Wahdah mengancam akan  melaporkan sebuah akun bernama Alansyah Radit karena  dinilai  telah mencemarkan nama baik Apotek amal usaha Wahdah Islamiyah tersebut.

Seperti dalam laporan tertulis Seniwati Muin, apoteker penanggung jawab Apotek Wahdah menilai, akun tersebut dengan terang-terangan menjual Gastrul secara ilegal.

“Obat ini kan merupakan salah satu obat keras yang tidak dijual bebas karena sering disalahgunakan” kata Seniwati, Ahad (20/1/2019).

Ia menyesalkan tindakan pelaku yang mengaku sebagai Marketing and Public Relations Manager di Apotek Wahdah Farma pada informasi pekerjaan di facebook. Ia bahkan menegaskan, pihaknya tidak pernah menjual obat keras seperti itu yang berpotensi disalahgunakan (drug abuse) secara bebas.

“Gastrul diindikasikan untuk penderita gangguan sistem pencernaan. Tapi, ada pihak yang tidak bertanggung jawab memperjualbelikan untuk disalahgunakan” terangnya.

Oleh karena itu, jelas alumni farmasi Universitas Hasanuddin ini, menurutnya akun palsu dan postingannya tersebut merugikan pihaknya, ia berharap pemilik akun itu segera ditindak dan ditemukan pemiliknya.

Akun Alansyah Radit tersebut memposting sebuah status bertuliskan ”Jual obat gastrul Citote redy barangnya Melayani cod  sekitran makassar dan luar makassar yang berminat silakan inbox”.

Status tersebut ia unggah pada pukul 08.05 pada tanggal 16 Januari 2019.

Senada dengan hal itu, salah satu dari tim Marketing Apotek Wahdah, Asmalia Sarda turut angkat bicara. Ia bahkan memberi kesaksian bahwa akhir-akhir ini pihaknya beberapa kali diserang hacker dan haters.

Akun FB an Alansyah Radit yang mencatut nama Apotek Wahdah.

“Ini bukan kali pertama. Bahkan beberapa akun media sosial kami dihack oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab,” tukasnya.

Ia menyayangkan penggunaan nama Apotek dalam akun pemfitnah. “Kenapa kalian tega menggunakan nama Apotek kami untuk melakukan hal yang tidak bertanggung jawab” tulis Lia, panggilan akrabnya.

Menurut Lia, pihaknya akan melaporkan akun tersebut karena postingannya merusak nama baik Apotek.

Sebab postingan tersebut mencatut nama Apotek Wahdah sebagai lahan jualan.

“Dengan unggahan tersebut, seolah-olah kami menjual obat Gastrul tsb secara bebas dan tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Padahal itu bukan akun yang kami kelola dan kami menolak dengan keras. Maka jelas, kami merasa dirugikan,” katanya.

Sebagaimana yang harus diketahui bahwa Apoteker dapat menyerahkan obat keras, narkotika dan psikotropika kepada masyarakat atas resep dari Dokter sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dasar hukum :

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian;
  2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 02396/A/SK/VIII/1986 Tahun 1986 tentang Tanda Khusus Obat Keras Daftar G;
  3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 919/Menkes/Per/X/1993 Tahun 1993 tentang Kriteria Obat Yang Dapat Diserahkan Tanpa Resep;
  4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015 tentang Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan, Dan Pelaporan Narkotika, Psikotropika, Dan Prekursor Farmasi.

“Kami akan laporkan akun tak bertanggung jawab itu,” tegas Seniwati, menambahkan. (Ztd)

Baca Selengkapnya
%d blogger menyukai ini: