Di Mukerwil WI Jakarta, Ini Harapan Walikota Jakarta Selatan

Walikota Jakarta Selatan KH. Marullah Matali, Lc, M.Ag memberikan sambutan dalam acara Musyawarah Kerja Wilayah DKI Jakarta dan Depok di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Jakarta Selatan

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Walikota Jakarta Selatan KH. Marullah Matali, Lc, M.Ag hadir dan menyampaikan sambutan dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) III Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah DKI Jakarta-Depok, Sabtu (02/02/2019).

Dalam sambutannya Marullah menyatakan, secara umum ia mendukung adanya ormas-ormas keagamaan (khususnya ormas Islam) dengan catatan asalkan tujuan jelas dan manhaj sesuai Al Quran dan Sunnah.

Alumni Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah (UIM) ini mengutip sebuah ungkapan yang menyatakan, kejahatan yang terorganisir akan mudah mengalahkan kebaikan yang tak terorganisir.

Pengurus DPW Wahdah Islamiyah DKI Jakarta berfoto bersama Walikota Jaksel

Oleh karena itu beliau sangat mendukung Wahdah Islamiyah sebagai salah satu dari ormas Islam di Indonesia untuk turut serta dalam menyebarkan kebaikan di masyarakat dan berharap Wahdah Islamiyah benar-benar menjadi sesuai namanya yakni Wahdah Islamiyah (persatuan umat islam). []

Buka Mukerwil III WI Jakarta-Depok, Ustadz Zaitun: Wahdah Ingin Indonesia Kuat

Ketua Umum WI Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menyampaikan sambutan dan pengarahan (taujih) pada pembukaan Mukerwil III Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok, Sabtu (02/02/2019)

(Jakarta) Wahdahjakarta.com – Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin membuka Musyawarah Kerja Wilayah ke.3 (Mukerwil III) Dewan Pimpinan (DPW) Wahdah Islamiyah DKI Jakarta-Depok, 2/1/19. Mukerwil ke-3 ini digelar di aula Balaikota Jakarta Selatan.

Ustadz Zaitun menyebut tahun 2019 sebagai “Tahun Konsolidasi” bagi Wahdah Islamiyah. Konsolidasi yang beliau maksud adalah penguatan, baik pribadi kadernya maupun secara kelembagaan.

“Kita ingin para kader terus meningkatkan diri, baik dari sisi aqidah, ibadah, akhlaq, maupun berbagai skill lainnya yang dibutuhkan. Termasuk komitmen dengan pembinaan rutin (tarbiyah)”, kata beliau.

Menurut beliau, menguatnya kapasitas para kader akan meningkatkan kualitas lembaga. Selanjutya dengan menguatnya lembaga, akan semakin besar pula kontribusinya bagi umat dan bangsa.

Menurut beliau di fase kedua visi Wahdah Islamiyah ini, kehadiran Wahdah lebih dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya adalah metode Dirosa, yaitu pembelajaran baca Al Qur’an untuk orang dewasa.

“Masih banyak masyarakat yang sudah tua namun belum bisa baca Quran. Malu kalau belajar bersama anak-anak. Alhamdulillah bisa teratasi dengan adanya Dirosa,” ungkap beliau.

Selanjutnya beliau berharap dengan konsolidasi yang baik dan penyiapan penunjang-penunjang organisasi Wahdah Islamiyah bisa bergerak lebih cepat setelah tahun 2019 untuk memajukan umat dan bangsa.

“Cita-cita Wahdah sejak 20 tahun yang lalu adalah menguatkan umat Islam. Jika umat Islam kuat, tentu saja otomatis akan menguatkan bangsa Indonesia, karena umat Islam adalah mayoritas di negeri ini. Kita ingin mewujudkan cita-cita bersama yaitu membawa negeri ini menjadi baldatun thayyibatun warabbun ghafuur”, pungkas beliau. [ibw]