Asmaul Husna [33]: Al-Halim (Yang Maha Penyantun)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman;

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ

Dan ketahuilah bahwa Allah maha pengampun lagi maha penyantun”. (Qs. Al-Baqarah: 235)

إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

“Sesungguhnya Dia  adalah Maha penyantun lagi maha pengampun”.  (Qs.Al Isra: 44)

Ali Bin Abi Thalib radhiallahu Anhu berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi mengajariku sebuah doa agar aku membacanya jika mengalami permasalahan;

لا إله إلا الله الحليم الكريم ، رب العرش الكريم والحد لله ربّ العالمين

Tiada Tuhan selain Allah yang Maha penyantun dan mulia Arsy yang agung segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala Rabb sekalian alam

Al-Halim (yang maha penyantun) artinya Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak terburu-buru membalas dendam walaupun berpuasa melakukannya. Al-Halim tidak terpancing kemarahannya sekedar oleh kemaksiatan dan keddzaliman yang dilakukan manusia. Juga tidak menahan rezeki dan nikmat nikmat-Nya kepada manusia lantaran dosa yang mereka lakukan. Tapi  walaupun manusia berbuat banyak sekali kesalahan dan dosa hal hal ini tetap memberi mereka rezeki.

Sebenarnya Al-halim melihat dan mendengar manusia melakukan kemungkaran, kemaksiatan, dan kekafiran. Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga Maha Kuasa membalas dan mengajak mereka namun Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak mengadzab mereka. Sebaliknya  Dia tetap sayang kepada mereka dengan harapan mereka akan bertaubat dan kembali taat padanya. (Syarh Singkat Asmaul Husna, Musthafa Wahbah).

Baca Selengkapnya
%d blogger menyukai ini: