Kelemahlembutan dalam Rumah Tangga

Bersikap lembut, santun dan kasih sayang kepada anggota rumah tangga merupakan kewajiban yang mesti ditunaikan oleh masing-masing anggota rumah tangga kepada yang lainnya.

Suami kepada istri, ayah bunda kepada anak-anaknya, kakak kepada adik dan demikian pula sebaliknya, istri kepada suami, anak-anak kepada ayah bunda dan adik kepada kakak.

Sikap lembut, santun penuh kasih adalah kunci utama segala kebaikan dalam rumah tangga, ia dapat menghadirkan ketenangan, kebahagiaan dan ketenteraman batin untuk seluruh anggota keluarga tanpa kecuali.

Oleh karena itu maka Rasulullah ﷺ :

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِأَهْلِ بَيْتٍ خَيْرًا أَدْخَلَ عَلَيْهِمْ الرِّفْقَ ( رواه أحمد )

dari Aisyah -radhiyallahu ‘anha- berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda: Jika Allah menginginkan sebuah kebaikan untuk sebuah keluarga maka Allah akan memasukkan kelembutan atas mereka.”
(HR. Ahmad)

Jika engkau menginginkan seluruh kebaikan hadir dalam rumah tanggamu maka bersikap lembut dan santunlah engkau kepada keluargamu.

Hentikan seluruh kalimat dan sikap kasar ketika berinteraksi dengan keluargamu bahkan ketika engkau dalam keadaan jengkel dan marah sekalipun kepada salah seorang di antara mereka.

Berusahalah untuk tetap mengontrol ucapan dan sikap marahmu, sehingga engkau tidak melaknat dan mencaci maki atau berlaku aniaya kepadanya.

✒ Ustaz Fadlan Akbar, Lc., M.H.I.
[Ketua Komisi Usrah & Ukhuwah Dewan Syariah Wahdah Islamiyah]

Simulasi UN Nyaris Terhambat Pasca Tsunami, LAZIS Wahdah lakukan ini di Lampung

Relawan LAZIS Wahdah saat mendamping murid MTs Nurul Islam dalam ujian TryOut yang digelar di Lab. Komputer SMKN 2 Kalianda (3/2/2019).

(KALIANDA) Wahdahjakarta.com – Jelang Ujian Nasional yang akan digelar Pemerintah pada April mendatang, LAZIS Wahdah membersamai Madrasah Tsanawiyah (MTS) Nurul Islam yang berlokasi di Desa Sukaraja, Kec. Rajabasa, Lampung Selatan, untuk menggelar Try Out Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Try Out dilaksanakan di Laboratorium Komputer SMK Negeri 2 Kalianda, diikuti oleh 25 siswa kelas IX MTS Nurul Islam, Minggu (03/02/2019).

Relawan LAZIS Wahdah, Rizki Handrajati mengatakan, Try Out digelar di sekolah yang berbeda karena laboratorium komputer MTS Nurul Islam rusak parah akibat terjangan tsunami Desember 2018 silam.

“Dua bulan lagi mereka yang duduk di kelas sembilan akan mengikuti UNBK. Keterbatasan sekolah tentu menjadi penghambat, maka kami fasilitasi untuk melaksanakan Try Out di sekolah lain yang terletak di Ibu Kota Kabupaten,” kata Handra sapaan akrabnya.

Murid MTs Nurul Islam Lampung Selatan saat mengikuti ujian TryOut

Handra menambahkan, Try Out ini bekerjasama dengan SMKN 2 Kalianda sebagai penyedia simulasi UNBK.

“Insya Allah setelah mengikuti Try Out ini, pihak sekolah akan mengevaluasi kemampuan dan persiapan siswa sehingga kondisi pasca tsunami ini tidak membuat mereka harus ikut mengorbankan pendidikan mereka,” ucap Handra.

Angkutan siswa menuju lokasi Try Out menggunakan mobil operasional LAZIS Wahdah dengan menempuh waktu 30 menit.

Sesampai di lokasi, Siswa kemudian diberikan penguatan di Musholla sekolah setempat, SMKN 2 Kalianda, oleh Relawan LAZIS Wahdah, agar bisa mengerjakan soal Try Out dengan baik dan benar.

“Awal dari semuanya adalah doa kepada Allah ta’ala, agar diberikan ketenangan dan kemampuan dalam menjawab soal. Selanjutnya adalah sugesti. Sugesti diri kita bahwa Insya Allah soalnya mudah dikerjakan. Maka Insya Allah kita akan tenang saat ujian nanti,” pesan Rustam Hafid, relawan LAZIS Wahdah di hadapan 25 siswa MTS, lima belas menit sebelum ujian dimulai.

“Jangan lupa untuk mengerjakan soal yang mudah terlebih dahulu, dan soal yang dinilai sulit kerjakan kemudian,” sambungnya.

Pengawas Try Out, Novandi Setiawan yang juga merupakan tenaga pengajar di SMK setempat mengungkapkan, mayoritas peserta Try Out terkendala pada pengoperasian komputer.

Hal ini menurut dia, sedikit banyaknya mempengaruhi konsentrasi peserta dalam mengerjakan soal.

“Misal saat input identitas pribadi, banyak siswa yang bingung cara menulis huruf kapital menggunakan keyboard. Juga banyak yang salah dalam menggunakan klik kiri dan klik kanan pada mouse komputer,” terang Novandi.

Pihak sekolah MTS Nurul Islam sebelumnya menyampaikan, kondisi pasca tsunami yang menyebabkan sebagian ruangan rusak, memberikan pengaruh terhadap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Seperti yang diungkapkan oleh Syaefudin selaku kepala MTS Nurul Islam. Dia menerangkan, salah satu ruangan yang rusak adalah ruang penyedia beberapa unit komputer, sehingga berdampak pada persiapan UNBK.

“Alhamdulillah LAZIS Wahdah memfasilitasi kami untuk tetap bisa menggelar Try Out, walaupun lokasi ujiannya nanti cukup jauh,” tutur Syaefudin.

Beberapa sekolah yang terletak di daerah terdampak Tsunami, seperti yang berada di Desa Sukaraja, Way Muli dan Kunjir, Kabupaten Lampung Selatan, kesulitan dalam mempersiapkan siswanya untuk mengikuti UNBK yang akan digelar Pemerintah pada April mendatang.

Banyak faktor yang mempengaruhinya, antara lain kondisi sekolah yang rusak, psikologi siswa yang belum pulih total dari trauma, dan akses ke sekolah yang menjadi tuan rumah Try Out yang jauh.

“Insya Allah kami juga akan memfasilitasi persiapan UN di sekolah-sekolah yang lain. Baik dengan simulasi UNBK, maupun pembahasan soal ujian secara manual,” kata Rustam, relawan LAZIS Wahdah. (*)

Asmaul Husna [33]: Al-Halim (Yang Maha Penyantun)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman;

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ

Dan ketahuilah bahwa Allah maha pengampun lagi maha penyantun”. (Qs. Al-Baqarah: 235)

إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

“Sesungguhnya Dia  adalah Maha penyantun lagi maha pengampun”.  (Qs.Al Isra: 44)

Ali Bin Abi Thalib radhiallahu Anhu berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi mengajariku sebuah doa agar aku membacanya jika mengalami permasalahan;

لا إله إلا الله الحليم الكريم ، رب العرش الكريم والحد لله ربّ العالمين

Tiada Tuhan selain Allah yang Maha penyantun dan mulia Arsy yang agung segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala Rabb sekalian alam

Al-Halim (yang maha penyantun) artinya Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak terburu-buru membalas dendam walaupun berpuasa melakukannya. Al-Halim tidak terpancing kemarahannya sekedar oleh kemaksiatan dan keddzaliman yang dilakukan manusia. Juga tidak menahan rezeki dan nikmat nikmat-Nya kepada manusia lantaran dosa yang mereka lakukan. Tapi  walaupun manusia berbuat banyak sekali kesalahan dan dosa hal hal ini tetap memberi mereka rezeki.

Sebenarnya Al-halim melihat dan mendengar manusia melakukan kemungkaran, kemaksiatan, dan kekafiran. Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga Maha Kuasa membalas dan mengajak mereka namun Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak mengadzab mereka. Sebaliknya  Dia tetap sayang kepada mereka dengan harapan mereka akan bertaubat dan kembali taat padanya. (Syarh Singkat Asmaul Husna, Musthafa Wahbah).

Membimbing Istri Lebih Dekat dengan Sunnah

Pertanyaan:

Bismillah
Assalamu’alaikum.. Ustadz saya ingin bertanya bagaimana caranya membentuk keluarga yang mengenal sunnah dan membimbing istri lebih dekat dengan sunnah.
Asdar – Poso

Jawaban:
Wa alaikum salam warahmatullahi wa barakatuh.
Hayyakallahu ya Akhi, semoga Allah senantiasa menjaga Anda dan keluarga.

Cita-cita Anda sangat mulia, cita-cita serupa tersirat dari doa-doa orang sholeh yang diabadikan di dalam Al-Qur’an, diantaranya firman Allah:

”Dan orang-orang yang berkata: Ya Allah, anugerahkan kepada kami pasangan dan keturunan yang dapat menjadi penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa”. (terj. QS Al-Furqan 74)

Namun merealisasikan cita-cita ini tentunya diperlukan upaya yang tidak kecil, ada beberapa hal yang kami usulkan untuk Anda, semoga dimudahkan untuk mewujudkannya:

  1. Komunikasi yang berkualitas dengan keluarga Anda, sehingga dapat memaparkan “visi dan misi” yang menjadi idaman Anda.
  2. Jika komunikasi telah terjalin, dan keluarga telah memahami “visi dan misi”, maka Anda dapat menentukan langkah dan program untuk mewujudkannya.

Beberapa program yang kami usulkan:

  1. Membuat halaqoh -bisa pekanan atau bulanan- dengan keluarga, bisa halaqoh tahsin tilawah, atau halaqoh tadabbur Al-Qur’an dan yang lainnya, tentunya halaqoh yang sesuai dengan kapasitas dan keilmuan Anda.
  2. Mengajak keluarga menghadiri kajian atau tabligh akbar dari para asatizah, dengan sarana ini, Anda dapat mengenalkan kepada keluarga kajian-kajian sunnah, komunitas-komunitas penuntut ilmu syar’i dan lain-lainnya. Jika keluarga Anda belum terbiasa dengan kajian-kajian tersebut, Anda upayakan untuk memilih ustadz-ustadz yang menarik retorika penyampaiannya, tentunya disamping terjaminnya kualitas keilmuannya, hal ini untuk menimbulkan kesan baik keluarga terhadap majlis-majlis ilmu dan dapat menumbuhkan ketertarikan keluarga dengan kajian-kajian sunnah, sehingga timbul kesan bahwa kajian sunnah tidak “seseram” atau “sesadis” yang tersiar di masyarakat.
  3. Jika Anda tertarik, dapat juga bergabung dengan komunitas dakwah yang dapat memberi pencerahan ilmu syar’i yang benar dan memberikan lingkungan yang kondusif untuk keluarga, serta memberikan beban berupa kegiatan-kegiatan dakwah “ringan” jika Anda dan keluarga memiliki waktu luang.
  4. Dapat juga menyimak kajian agama lewat youtube dan televisi streaming.
    Anda dapat mengkomunikasikan kegiatan yang kami usulkan ini dengan keluarga, dan memilih yang paling cocok dengan waktu dan kegiatan Anda.
  5. Menyelipkan diantara doa-doa Anda, doa untuk kebaikan keluarga dan keshalehannya, sebagaimana doa yang kami sebutkan di awal jawaban konsultasi ini. Doa memiliki peran yang sangat urgen bagi keshalehan dan keistiqomahan seseorang, sebab hati seorang hamba berada di dalam kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala, dan contoh terbesar bagi peran doa bagi keshalehan seorang hamba, adalah masuknya Umar bin Khattab ke dalam Islam, penyebabnya adalah doa Rasulullah shallallahu alaih wa sallam.
    Perpaduan antara sebab syar’i (berupa doa) dan sebab kauni ( berupa upaya konkrit), insya Allah akan memberikan hasil yang maksimal, tentunya dengan izin Allah Subhanahu wa ta’ala.
    Perlu kami ingatkan, bahwa meletakkan planning kegiatan terkadang sangat mudah, namun sesungguhnya “jihad” yang sejati akan dirasakan ketika mempraktikkannya, sebab butuh kesabaran, keuletan, dan mungkin juga membutuhkan kemahiran dalam melobi keluarga, namun jangan khawatir seluruh yang anda upayakan dan “korbankan” demi keshalehan keluarga, akan menjadi pemberat timbangan kebaikan Anda di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.
    Jawaban kami ini, sekedar usulan untuk Anda komunikasikan dengan keluarga, kami doakan semoga Allah menganugerahkan keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah dalam bingkai ilmu syar’i dan ketaatan kepada Allah, Amiin ya Rabbal Alamin.

(Ustadz. Lukman Hakim, Lc, M, Alumni S1 Fakultas Hadits Syarif Universitas Islam Medinah Munawwarah dan S2 Jurusan Dirasat Islamiyah Konsentrasi Hadits di King Saud University Riyadh KSA)
Artikel: wahdah.or.id