Pasca Insiden Teror Christchurch, Ustadz Zaitun Berharap Selandia Baru Pelopori Lawan Islamophobia

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Pusat KH. Muhammad Zaitun Rasmin berharap pemerintah Selandia Baru bisa memanfaatkan insiden teror penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood, Christchurch, Jum’at lalu sebagai momentum perlawanan terhadap islamophobia.

“Memang ini sangat menyedihkan, sangat menyakitkan, termasuk bagi pemerintah Selandia Baru yang turut menjadi korban. Tetapi mudah-mudahan ada efek baiknya, kami berharap Selandia Baru menjadi pelopor untuk melawan Islamophobia”, ujarnya usai pertemuan MUI Pusat dengan Kedutaan Besar Selandia Baru, Jum’at (22/03/2019) siang.

“Mudah-mudahan Selandia Baru sebagai negara yang terkenal sebagai salah satu tempat terindah di dunia, tempat ternyaman, dapat mempelopori perlawanan terhadap suatu penyakit yang saat ini melanda dunia, berupa Islamophobia. Yang sedikit banyak telah menjadi sebab terjadinya beberapa aksi terorisme terhadap muslim di berbagai belahan dunia,” tuturnya.

Kedutaan Besar Selandia Baru diwakili Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Selandia Baru Roy Ferguson. Sementara dari MUI diwakili Ketua Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Muhyiddin Junaidi, Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas, Ketua Komite Hubungan Internasional MUI Shabah Surur,Wakil Sekjen Muhammad Zaitun Rasmin, dan beberapa pimpinan ormas Islam.

“Siang hari ini dalam rangka silaturrahim dengan Bapak Duta Besar New Zealand untuk Indonesia, Bapak Roy, sebetulnya beliau wakil duta besar, duta besarnya belum ada dalam waktu beberapa minggu,” ujar Kiyai Muhyiddin saat membuka pertemuan.
Kyai Muhyiddin berharap pertemua ini dapat meningkatkan hubungan bilateral persahabatan antara Indonesia dan New Zealand.

Sementara Roy menyatakan bahwa tindakan teroris itu bukanlah mewakili Selandia Baru. “Saya datang ke sini hari ini untuk memberikan Anda semua ada tiga jaminan. Pertama kami melakukan semua yang kami bisa lakukan untuk para korban serangan teroris ini. Kedua, kita bereaksi cepat dan tegas. Dan ketiga tindakan ini tidak mewakili Selandia Baru,” kata Roy. []
Reporter: Murtadha Ibawi

BNPB: Korban Banjir Bandang Sentani 104 Meninggal dan 9691 Mengungsi

Banjir bandang Sentani Jayapura 2019

Wahdahjakarta.com, Hingga Rabu (20/03/2019) pagi WIB, jumlah korbang banjir bandang Sentani Jayapura mencapai 104 orang meninggal dunia, sedangkan 97 orang korban di Kabupaten Jayapura dan 7 orang korban di Kota Jayapura.

“Belum semua korban berhasil diindentifikasi. Ada 40 korban meninggal dunia yang belum diidentitikasi sehingga Bupati Jayapura memutuskan korban akan dimakamkan secara massal pada 21/03/2019, ”ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya, Rabu.

Pemakaman massal diputuskan setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pihak gereja yang dituangkan dalam bentuk tertulis. Pemda Jayapura sudah menyiapkan lahan dan kendaraan untuk pemakaman massal.

Sementara itu, 79 orang belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian sesuai dengan laporan masyarakat yang diumumkan belum menemukan anggota. Sebanyak 160 orang luka-luka di mana 85 orang luka berat dan 75 orang luka ringan.

“Pengungsi terus bertambah. Tercatat 9,691 orang mengungsi yang tersebar di 18 titik pengungsi, ”katanya.

Bertambahnya jumlah pengungsi karena rasa trauma dan takut akan ada banjir bandang susulan mengingat hujan masih sering terjadi di wilayah Jayapura. Bertambahnya pengungsi ini menyebabkan beberapa tempat pengungsian penuh dan kondisinya tidak nyaman.

Selain itu juga menyulitkan dalam distribusi bantuan.

Untuk itu, sesuai kesepakatan dalam rapat koordinasi di Posko Tanggap Darurat, dari 18 titik pengungsian yang ada saat ini akan dikumpulkan menjadi 6 titik pengungsi agar memudahkan distribusi bantuan.

Pendinginan kerusakan bangunan juga dapat dilakukan. Tercatat 375 rumah rusak berat, 5 unit rusak berat, 8 rusak berat, 104 unit rusak berat, 4 jembatan rusak berat, 4 ruas jalan rusak berat dan rusak bangunan lainnya.

Berbagai upaya penaganan darurat dilakukan oleh 2.317 anggota dari 28 lembaga dan organisasi, seperti evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, pelayanan kesehatan, dapur umum, penanganan pengungsi perbaikan sara prasana darurat, dan lainnya.

Balai Besar Jalan Nasional masih melakukan pemasangan jalan protokol Sentani dengan mengerahkan 14 unit excavator dan 3 unit loader .

“Jalan sepanjang 600 meter sudah bersih. Disiapkan jembatan balley dengan bentang 30 meter, 25 meter dan 9 meter pada jembatan yang rusak. Dinas PU Kabupaten Jayapura telah membangun 16 unit MCK dan akan ditambah. Penyediaan air bersih terkendala antrean pengambilan air dari sumber air PDAM. Perbaikan listriuk juga terus dilakukan oleh petugas, ”sebutnya.

Bupati Kabupaten Jayapura telah menyetujui masa tanggap darurat selama 14 hari mulai mulai 16 – 29 Maret 2019.

Daerah yang terdampak bencana, bukan hanya Distrik / Distrik Sentani saja, ternyata 5 distrik yaitu Distrik Sentani, Waibu, Sentani barat, Ravenirara, dan Depapre.

Sementara itu, Gubernur Papua telah memutuskan untuk menyelesaikan bencana di provinsi ini karena terjadi di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.

“Bantuan dari pusat, pemda, masyarakat dan dunia usaha terus mengalir. BNPB telah menyetujui bantuan dana yang disiapkan sebesar Rp 1,5 miliar untuk operasional penanganan darurat. Yaitu Rp 1 miliar untuk BPBD Kabupaten Jayapura, Rp 250 juta untuk BPBD Kota Jayapura, dan Rp 250 juta untuk BPBD Provinsi Papua, ”ungkapnya. []

LAZIS Wahdah Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Bandang Sentani

(Jayapura) Wahdahjakarta.com — Bencana banjir Bandang di Sentani, Jayapura yang terjadi pada Sabtu (16/03/2019) lalu akibat curah hujan tinggi menyebabkan banjir bandang menenggelamkan ratusan rumah, merusak bangunan-bangunan penting hingga korban jiwa yang tak sedikit.

Air bercampur material tanah, pepohonan dan lumpur dari arah pegunungan Cycloop tumpah ke jalan raya dan masuk ke komplek perumahan warga yang ada di seputaran wilayah Sentani.

Perumahan Yahim Gajah Mada Permai termasuk terdampak parah, lebih dari 300 uni rumah terendam banjir. Dari pantaun Tim Wahdah Peduli Rabu, (21/03/2019) areal jalan perumahan berubah seperti sungai yang deras.

Sebagian besar rumah masih terendam banjir dan lumpur pasir yang tinggi. Terlihat warga masih berusaha menyelamatkan barang-barang meski harus berjuang keras melewati arus yang deras.

Warga terdampak banjir saat ini sudah mengungsi yang tersebar ke beberapa titik pengungsian.

Banjir bandang Sentani 2019

“Kami berinisiatif mendirikan posko di Mushola Miftahul Jannah. Ada sekitar 30 KK dan 140 jiwa yang tertampung di posko ini.” ujar Sumadiono (39) warga setempat sesaat setelah menerima paket bantuan dari LAZIS Wahdah.

“Kondisi warga di sini sangat memprihatinkan. Selain makanan jadi dan sembako juga sangat membutuhkan pakaian Pak. Karena pakaian sudah terendam lumpur yang tidak bisa dipagai lagi,” tambahnya. []

Ayo bersama LAZIS Wahdah kita bantu warga terdampak Bencana Banjir Bandang Sentani Jayapura, berikan bantuan terbaik anda melalui link ini :

>> Transfer melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri.

>> Informasi dan Konfirmasi via WA/Tlp Center LAZIS Wahdah +6285315900900

#SedekahPlus #laziswahdah #ayosedekah #ayodonasi #wahdahpeduli #wahdahislamiyah #prayforsentani #pedulibanjirbandangsentani #banjirsentani #sentani #jayapura

Bahas Teror Masjid Selandia Baru, OKI Gelar Pertemuan Darurat 

Wahdahjakarta.com -, Sekretariat Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menggelar pertemuan luar negeri di Istanbul, Turki pada Selasa (20/03/2019) untuk untuk membahas serangan teroris terhadap dua masjid di Christchurch, Selandia Baru yang terjadi Jum’at lalu.

Pertemuan  ini muncul atas permintaan Turki, yang dijadwalkan pada 22 Maret di Istanbul dan akan dihadiri oleh para menteri luar negeri Komite Eksekutif OKI.

Pertemuan tersebut datang atas permintaan Turki, Ketua KTT Islam dan Komite Eksekutif. Komite Eksekutif terdiri dari KTT Islam Troika (Turki, Mesir dan Gambia) Dewan Menteri Luar Negeri Troika (Uni Emirat Arab, Bangladesh dan Niger), markas OKI (Kerajaan Arab Saudi) dan Sekretaris Jenderal OKI,  tulis akun resmi OKI.

Sekretaris Jenderal OKI, Dr. Yousef A. Al-Othaimeen (Yusuf al-Uthaymeen) akan meninjau kembali upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang ancaman Islamofobia dan perang melawan terorisme, serta upaya yang dilakukan untuk melindungi dan mendukung komunitas Muslim di seluruh dunia.

Setidaknya 50 Muslim terbunuh ketika seorang pria bersenjata menembaki jemaah selama shalat Jumat di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Christchurch, Selandia Baru.

Empat tersangka – tiga pria dan satu wanita – telah ditahan, sementara satu tersangka lainnya dibebaskan. []

Sumber: Hidayatullah.com

79 Jiwa Meninggal Dunia dan 43 Hilang Pasca Banjir Bandang Sentani

Banjir bandang Sentani Jayapura

(JAKARTA) Wahdahjakarta.com – Jumlah korban banjir bandang yang menerjang Sentani Provinsi Papua terus bertambah. Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban.

Kepala Pusat Data, Informansi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan melalui siaran persa, hingga Senin (18/3/2019) pukul 15.00 WIB, banjir bandang yang terjadi di Sentani, Jayapura, Papua pada Sabtu (16/3) pukul 21.30 waktu setempat telah menyebabkan 79 jiwa meninggal dunia dan 43 jiwa belum ditemukan.

“Ke-72 jiwa korban meninggal teridentifikasi di Kabupaten Jayapura, sisanya berada di Kota Jayapura. Terkait dengan korban hilang, 34 jiwa diidentifikasi di Kampung Milimik Sentani, 6 di Komplek Perumahan Inauli Advent dan 3 di Doyo Baru”, ujar Sutopo melalui siaran pers yang diterima Wahdahjakarta.com, Senin (18/03/2019) sore.

Sementara itu lanjut Sutopo, 4.728 jiwa mengungsi di 6 titik pos penampungan. Jumlah penyintas terbesar, yaitu 1.450 jiwa, terdapat di BTN Gajah Mada. Kelima pos penampungan yang lain berlokasi di Posko Induk Gunung Merah menampung 1.273 jiwa, BTN Bintang Timur 600 jiwa, Sekolah HIS Sentani 400 jiwa, SIL Sentani 300 jiwa, dan Doyo Baru 203 jiwa.

“Sementara itu, 11.725 keluarga terdampak akibat banjir bandang yang dipicu oleh hujan ekstrem yang berlangsung selama 7 jam tersebut. Upaya penanganan pemerintah daerah setempat telah dilakukan sejak hari pertama pascabanjir bandang”, jelasnya.

Pos Komando yang didirikan di Kantor Bupati Jayapura telah melayani korban luka dan terdampak melalui pelayanan medis maupun dapur umum. Pelayanan medis telah didukung kembali oleh operasional rumah sakit yang telah berfungsi kembali, seperti RSUD Yowaris, sedangkan RS Dian Harapan, RS Bhayangkara, RS Abepura dan RS Aryoko difungsikan sebagai rumah sakit rujukan.

Pemerintah daerah setempat bersama dinas terkait, TNI, dan Polri melakukan upaya pemulihan dini seperti pembersihan kayu gelondongan, bebatuan, puing-puing dan material lain dengan alat berat. Di samping itu, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura mengerahkan 4 unit ekskavator, 4 wheel loader (traktor dengan roda karet untuk mengangkut material), dan 10 dump truck (truk jungkit) untuk pembersihan ruas Jalan Nasional Jayapura-Sentani-Kemiri sepanjang 70 km yang tertutupi lumpur dan pohon tumbang.

Banjir bandang ini menerjang sembilan kelurahan dengan tiga Tiga kelurahan yang mengalami kerusakan parah adalah Dobonsolo, Doyo Baru dan Hinekombe. Kesembilan kelurahan yang terdampak adalah Kelurahan Dobonsolo, Hinekombe, Hobong, Ifale, Ifar Besar, Keheran, Sentani Kota, Sereh, dan Yobhe. []

Peduli Bencana Banjir Bandang Sentani Jayapura 

Pada hari Sabtu tanggal 16 Maret 2019 pukul 19.00 Wit telah terjadi bencana banjir yang diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi diseputaran wilayah Sentani Kabupaten Jayapura hingga menghanyutkan beberapa rumah dan juga menimbulkan korban jiwa akibat terbawa/terseret arus air yang bercampur material lumpur dan kayu.

Hingga Minggu (17/03) pukul 15.00 WIB, tercatat dampak banjir bandang yang menerjang 9 kelurahan di Kabupaten Sentani, sebanyak 63 orang meninggal dunia, 106 orang luka-luka dan 4.153 mengungsi di 7 titik posko penampungan.

Wahdah Peduli dan LAZIS Wahdah merespon cepat kejadian ini dengan mengutus relawan Taufik Rusli yang segera berkoordinasi ldengan tim BPBD serta relawan setempat.

Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi dan belum semua daerah terdampak dijangkau karena tertutup pohon, batu, lumpur dan material banjir banjir bandang.

—-

Ayo bersama LAZIS Wahdah kita bantu warga terdampak Bencana Banjir Bandang Sentani Jayapura, donasi bisa disalurkan melalui melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri.

Demi amanah dan kedisiplinan pencatatan maka diharapkan menambah jumlah nominal 570 setiap transferan. Contoh Rp 500.570,-

Konfirmasi Transfer melalui WA/SMS ke +6285315900900, ketik : PBBS/Nama/Alamat/Jumlah Donasi beserta photo bukti transferan.              

Banjir Bandang Terjang Sentani, Begini Kondisinya

(Jayapura) Wahdahjakarta.com – Banjir bandang menerjang Sentani, Jayapura, Papua, sejak Sabtu (16/3) malam. Banjir dengan arus yang deras itu merobohkan sebuah tembok kosan saat subuh tadi.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari berbagai pemberitaan, tembok kos yang memiliki 27 kamar itu ambruk tepatnya di bagian belakang karena disebabkan oleh terjangan Banjir pada Minggu (17/3/2019), pukul 05.00 WIT.

Meri, salah satu penghuni kos mengaku sejak pukul 01.00 WIT itu sudah ada bunyi retak-retak di bagian belakang kos. Namun, karena penghuni sebagian terlelap, mereka tidak bisa mengantisipasi.

Banjir Bandang Sentani

“Kami panik. Langsung saja kami barlarian keluar Rumah,” katanya.

Sebagian penghuni, lanjutnya, membawa semua barangnya yakni pakaian, alat dapur dan barang berharga serta surat-surat penting lainnya lalu keluar rumah. Ada juga yang berlari bermodal pakaian yang dikenakan di badannya saja.

Penghuni juga cepat-cepat mengeluarkan kendaraan roda dua miliknya keluar kos untuk mencari tempat yang aman untuk memarkir kendaraannya. Tak hanya motor dan barang yang dikeluarkan, penghuni juga sibuk menelpon keluarganya memberitahukan musibah itu.

Mama Arga, penghuni kos lainnya mengatakan ia dan anak-anaknya berada di kamar paling depan. Arga menduga tembok roboh karena ada bolongan di bagian tembok.

“Saya bawa anak-anak keluar rumah karena takut terjadi seperti itu, makanya kami mengungsi dulu untuk sementara,” kata Arga, yang dikutip dari detik. []

————–

Ayo bersama LAZIS Wahdah kita bantu warga terdampak Bencana Banjir Bandang Sentani Jayapura, donasi bisa disalurkan melalui melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri.

Demi amanah dan kedisiplinan pencatatan maka diharapkan menambah jumlah nominal 570 setiap transferan. Contoh Rp 500.570,-

Konfirmasi Transfer melalui WA/SMS ke +6285315900900, ketik : PBSJ/Nama/Alamat/Jumlah Donasi beserta photo bukti transferan.

Sikapi Insiden Selandia Baru, BKsPPI Imbau Kaum Muslimin Makmurkan Masjid

(Bogor) Wahdahjakarta.com -, Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) menyikapi insiden Selandia Baru dengan mengimbau masyarakat Islam memakmurkan masjid.

“Mengajak kepada seluruh kaum muslimin untuk terus menerus memakmurkan masjid-masjid dengan kegiatan shalat berjamaah dan kegiatan muamalah yang bermanfaat bagi jamaahnya seperti kegiatan pendidikan, dakwah, sosial ekonomi dan bahkan kegiatan dakwah dibidang politik yang sesuai dengan ajaran Islam yang damai, toleran, penuh dengan kejujuran dan penghargaan pada nilai-nilai keadilan”, jelas Ketua BKsPPI KH. Didin Hafidhuddin melalui siaran pers yang kepada wahdahjakarta.com, Ahad (17/03/2019).

Menurut Kyai Didin, pihaknya juga mengajak dan menghimbau seluruh masyarakat Internasional untuk mengutuk perbuatan biadab tersebut, karena bertentangan secara diametral dengan nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seluruh umat manusia.

BksPPI juga mengajak kaum Muslimin khususnya para Ulama dan santri untuk mendoakan korban insiden terror tersebut.

“Mengajak seluruh kaum muslimin dan khususnya para Alim Ulama dan Para santri di pondok pesantren seluruh Indonesia untuk mendoakan kaum muslimin yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, mudah-mudahan meninggal dunia dalam keadaan syahid dan dimasukkanNya  kedalam syurga Jannatunnaii’m”, imbaunya.

Ia berharap semoga mereka yang terluka segera disembuhkan dan dimudahkan segala urusannya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, Keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. []

Sumber: Rilis

Ini Yang Lebih Berbahaya dari Perpecahan Menurut MIUMI

 Ustadz Bachtiar Nasir

(Garut) Wahdahjakarta.com -, Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengatakan, perpecahan memang berbahaya, namun ada yang lebih berbahaya, yakni putus asa dari bersatu dan mempersatukan.

“Berpecah itu bahaya tapi ada yang lebih berbahaya dari perpecahan, yaitu putus asa bersatu dan putus asa mempersatukan atas nama Islam”, jelas UBN saat menyampaikan Tabligh Akbar Integrasi Keislaman dan Kebangsaan di STAIPI Garut, Ahad (17/03/2019).

Isyarat ini telah disampaikan oleh UBN kepada seluruh pemimpin dunia Islam. Ia mewanti-wanti para pemimpijn dunia Islam agar mewujudukan persatuan di atas landasan dan ikatan keislaman. Ia menyerukan agar para pemimpin dunia Islam menyingkirkan sekat-sekat geopolitik yang menghambat persatuan umat Islam.

“Wahai pemimpin dunia islam, jika kalian bersatu atas nama teritorial Arab,kalian bersatu atas nama pemimpin dunia Balkan, kalian bersatu atas nama  Eropa dan kalian bersatu atas nama Asia Tenggara, Selama persatuan itu yang kalian pakai kalian tidak akan pernah mendapatkan pertolongan dan jaminan kemenangan dari Allah”, serunya penuh semangat.

“Kalian akan menjadi bangsa yang kuat jika persatuan kalian didasarkan Islam, dan kalian akan dimenangkan menjadi sebuah peradaban yang hebat di muka bumi jika pemimpin dunia Islam bersatu atas nama agamanya”, tegasnya yang disambut pekikan takbir peserta.

“Psikologi dunia islam butuh support ditengah gempuran liberalisme”, pungkasnya. []

Menakjubkan, Pasca Insiden New Zealand Masjid di Eropa Disesaki Jama’ah

Suasana Shalat berjam’ah di salah satu Masjid di Eropa pasca insiden Selandia Baru

Sejak semalam, Hampir semua masjid di negeri-negeri Barat jamaahnya bertambah hingga 3 kali lipat. Sebagian ummat Islam disana yang sebelumnya tidak pernah atau jarang terlihat di masjid, Sejak maghrib kemarin hingga subuh ini berebut datang menghadap kepadaNya.

Mereka memenuhi rumah rumah Allah bukan sekedar untuk menunjukkan solidaritas. Lebih jauh lagi mereka sedang mengadu kepada Allah tentang kedzaliman demi kedzaliman yang terjadi sejak hari-hari sebelum ini, Dengan puncaknya kemarin itu di New Zealand.

Sekaligus mereka berdoa, Berharap perlindungan, Serta memasrahkan segalanya, Yang akan terjadi hari ini dan di masa depan, KepadaNya.

Temen saya di Australia, Yang selama ini idupnya urakan, Mendadak 3 waktu terakhir hadir shaf depan di masjid dekat rumah. Dia marah besar. Hpnya dibanting saking gemasnya baca berita New Zealand. Tapi dengan sebab kemarahan itu rupanya Allah turunkan hidayah.

Ibunya chatting sama saya pagi tadi. Nangis-nangis bahagia anaknya shalat maghrib isya subuh di masjid. Bahkan sejak kemarin terus nginep disana. Tilawah dan banyak merenung. Padahal sebelum ini dia ga kenal shalat kecuali jumat dan Iedul Fitri.

Si anak, Dalam kemaksiatan dan kebangsatan hidup yang selama ini dijalani, Ternyata masih menyimpan ghirah, Kecemburuan pada Islam dan kaum muslimin. Makanya kemarin itu tubuhnya bergetar hebat. Emosinya tak terbendung, Lalu memutuskan pergi ke masjid, Menjaganya sampai pagi bersama belasan muslim lainnya.

Alasan kawan saya tadi sederhana saja :

“Serangan kemarin kemungkinan besar akan memicu bangkitnya ekstrimis-ekstrimis sayap kanan. Dan pasti rumah-rumah Allah yang kembali akan menjadi sasaran. Jadi kita harus menjaganya sampai suasana reda.

Lagipula saya ini pendosa. Udah terlalu banyak dosa saya. Kalau misalnya masjid ini diserang, Semoga saya ada ketika itu. Lalu saya menghentikan serangan tersebut atau gugur di tangannya sebagai syuhada.

Mana saja yang menjadi takdir Allah, Saya sudah siap. Semoga dengan itu Allah mengampuni saya”.

Sumber: Copas dari Status Fathi Yazid Attamimi