Anies Baswedan: Jakarta Butuh Air Bersih, Bukan Alkohol

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Brigade Jawara Betawi 411

(Jakarta) wahdahjakarta.com -, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, saat ini yang dibutuhkan masyarakat Jakarta adalah saluran air bersih, bukan penghasilan dari penjualan minuman beralkohol. Hal itu disampaikan Anies menanggapi polemik rencana pelepasan saham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang ditolak sebagian anggota DPRD DKI Jakarta.  

“Saya rasa Jakarta lebih butuh air bersih, bukan air beralkohol. itu kebutuhan Jakarta hari ini,” katanya saat ditemui di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019) dilansir dari inews.id.

“Jadi argumen saya itu saya sudah sampaikan Mei yang lalu. Kita harap Dewan akan menyetujui dan dewan pertanggungjawabkan pada rakyat, karena mereka adalah wakil rakyat, saya rasa Jakarta lebih butuh air bersih, bukan air beralkohol, itu kebutuhan Jakarta hari ini,” tegasnya dilansir dari detik.com.

Seperti diketahui, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mememinta Anies mengkaji ulang pelepasan saham bir. Fraksi Partai Golkar bahkan meminta Anies terlebih dahulu menyerahkan hasil kasih terkait PT Delta Djakarta.

Dukungan justru didapat dari Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik. Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta ini mendukung langkah Anies menjual saham di perusahaan bir. Alasannya agar Pemprov DKI Jakarta tidak lagi memproduksi dosa.

Mengenai penolakan dari beberapa anggota wakil rakyat Ibu Kota itu, Anis meminta masyarakat untuk kembali mencari tahu lebih dalam kepada DPRD yang juga mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. “Kalau itu saya meminta pada warga saja untuk mereview caleg-calegnya, itu lebih penting,” ujarnya.

Seperti diketahui, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi tidak setuju mengenai rencana pelepasan saham PT Delta Djakarta Tbk. Menurut dia, perusahaan bir tersebut tidak merugikan Pemprov DKI Jakarta.

“Saya tetap berprinsip, enggak ada yang merugikan untuk pemerintah daerah,” ucap Prasetyo di kantor DPRD DKI Jakarta belum lama ini. []

Sumber: Inews.id|detik.com

Gelar Konsolidasi Nasional dan Mukernas II, Forjim Canangkan 2019 Tahun Ekspansi

Ketua Forum Jurnalis Muslim (Forjim)

(JAKARTA) Wahdahjakarta.com — Forum Jurnalis Muslim (Forjim) menetapkan 2019 sebagai tahun ekspansi. Hal ini disampaikan Ketua Umum Forjim Dudy Sya’bani Takdir saat memberi sambutan pada pembukaan Konsolidasi dan Musyawarah Kerja Nasional II Forjim di Menara 165, Jakarta Selatan, Kamis (7/3/2019).

“Tahun ini, kita tetapkan sebagai tahun ekspansi. Kita putuskan pada mukernas ini, kita tetapkan pengurus Forjim Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, menyusul Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Kemudian melebar ke Sumatera,” kata Dudy.

Untuk jangka panjang, jelas Dudy, ditargetkan Forjim terdaftar sebagai organisasi profesi jurnalis di Dewan Pers. “Kita upayakan dalam waktu beberapa tahun ke depan Forjim terdaftar di Dewan Pers. Tentu setelah pengurus provinsi, kota atau kabupaten terbentuk,” jelas Dudy.

Pada kesempatan mukernas ini, Dudy melantik PW Forjim DKI Jakarta diketuai oleh Irfan Yusuf dan PW Jawa Barat diketuai oleh Tatang Setiawan.  

Dalam waktu dekat, kata Dudy, Forjim akan membuka pendaftaran anggota baru. “Insyaallah Forjim akan melakukan rekrutmen anggota baru. Mekanisme nanti bisa daftar via online, kemudian yang lulus persyaratan akan diikutkan kegiatan orientasi organisasi,” kata Dudy.

Kemudian, Forjim berencana akan melakukan standarisasi kemampuan wartawan anggota Forjim sehingga mampu meningkatkan profesionalitas.”Jangan sampai ada pernyataan yang tidak mengenakkan mengenai wartawan muslim yang kurang berkualitas dari narasumber,” kata Dudy.

Konsolidasi dan Mukernas II Forjim dihadiri oleh pengurus pusat serta perwakilan beberapa daerah. Ibnu Khajar, Sekretaris Jenderal Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) hadir menjadi pembicara kunci pada pembukaan mukernas. Hadir pula Sekretaris Umum Asosiasi Radio Televisi Islam Indonesia (Artvisi) Diding Sobarudin dan Pimpinan Wahdahjakarta.com Syamsuddin Al-Munawiy[]

Israel Menutup Jalur Penyeberangan, Gaza Darurat Pangan

Peta Wilayah Palestina

Wahdahjakarta.com – (Palestina) – Dilansir dari ACTNews mengatakan tindakan blokade Israel atas Jalur Gaza semakin berimbas pada ketersediaan pangan di Palestina.
Selasa (5/3), Israel menutup jalur penyeberangan komersial di wilayah tersebut, yakni Karam Abu Salem. Sejumlah media Palestina menyatakan bahwa akses mobilisasi bantuan kemanusiaan maupun bahan pangan ditenutupan Karam Abu Salem juga dibarengi dengan serangan Israel di wilayah Palestina dalam beberapa hari terakhir. Dilansir dari The Middle East Monitor, penutupan Karam Abu Salem dan serangan Israel merupakan respons terhadap aksi penerbangan balon pembakar oleh sipil Palestina ke arah pemukiman Israel pada Selasa (4/3) walaupun tidak menimbulkan kerusakan dan korban jiwa.

Vice President ACT Ibnu Khajar mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya menyalurkan bantuan untuk masyarakat Palestina, khususnya di Gaza.

“Upaya penutupan akses bantuan untuk masuk Gaza tak akan menggetarkan dan tak akan membuat kita surut untuk membantu mereka. Kita selalu berikhtiar agar bantuan ini sampai kepada mereka. InsyaAllah, ribuan ton bantuan logistik dari Indonesia menggunakan Kapal Kemanusiaan tetap sesuai jadwal diberangkatkan pada akhir April mendatang. Inilah bagian dari jihad kita membantu mereka yang tengah berjuang untuk meraih kemerdekaannya,” kata Ibnu.

Dihuni lebih dari 1,8 juta penduduk, Jalur Gaza memiliki enam penyeberangan perbatasan dengan Israel dan satu dengan Mesir. Sejak 2007, Israel telah menutup empat jalur penyeberangan Gaza. Israel hanya menyisakan penyeberangan Karam Abu Salem dan Erez yang terbuka untuk lalu lintas terbatas.

Selama belasan tahun blokade ini, Karam Abu Salem menjadi satu-satunya jalur penyeberangan komersial yang dapat digunakan oleh warga Gaza. Selama itu pula, Karam Abu Salem kerap ditutup seiring menegangnya perjuangan sipil Palestina di perbatasan saat Great March of Return, yang dianggap Israel membahayakan penduduk Israel. [ACTNews/Wahdahjakarta.com]

Panji Masyarakat, Jembatan Pemersatu Umat

ALUMNI – Mereka yang pernah menjadi penggerak di Majalah Panji Masyakarat, kembali bersatu dan melahirkan kembali majalah yang didirikan Buya Hamka. Dari Kiri ke kanan: Aman Makmun (direkrur utama), Taufiqurahman Ruky (penasehat), Bambang Wiwoho (pemimpin unum) dan Suryana Sudradjat (pemred/direktur produksi). Taufiq, mantan ketua KPK bergabung menjadi penasehat.

(Depok) Wahdahjakarta.com-–  Portal media Islam, Panji Masyarakat, kini telah hadir di tengah masyarakat dan siap menghantarkan gagasan-gagasan untuk mempersatukan umat Islam di Indonesia. Sesuai visi Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), pendiri awal Majalah Panji Masyarakat, Panji Masyarakat yang kini diterbitkan secara daring (panjimasyarakat.com) akan mempublikasikan ide, gagasan serta pemikiran para penulis dari berbagai kalangan yang dibangun dengan semangat membumikan ajaran Islam dan merangkul semua kalangan.

Pemimpin Umum Panji Masyarakat B. Wiwoho mengatakan Panji Masyarakat bersifat non-partisan dan menyuarakan politik kebangsaan berlandaskan nilai-nilai Islam. “Panji Masyarakat bertujuan menyuarakan prinsip-prinsip Islam yang salamah, yaitu Islam yang membawa kedamaian bagi umat,” ungkapnya usai acara peluncuran portal di Depok, Jawa Barat, pada Jumat (8/3).

B.Wiwoho lebih lanjut mengatakan Panji Masyarakat ingin membangun kesadaran publik bahwa agama, yaitu dalam hal ini Islam, jangan dijadikan sumber masalah, tapi sebaliknya harus menjadi sumber solusi. “Untuk itu karya-karya jurnalistik yang diterbitkan diharapkan dapat menyejukkan umat, tidak memprovokasi atau memecah belah masyarakat,” ia menandaskan.

Diterbitkan oleh PT Panji Masyarakat Multimedia Nusantara dengan pembiayaan secara swadaya oleh para mantan wartawan dan staf karyawan Majalah Panji Masyarakat, portal media Islam Panji Masyarakat mempublikasikan laporan berita dan karangan khas (feature) melalui website, panjimasyarakat.com, serta menerbitkan materi-materi referensi dalam bentuk buku-buku dan digital print/e-books.

Direktur Utama PT Panji Masyarakat Multimedia Nusantara Abdul Rahman Ma’mun mengatakan portal media Islam Panji Masyarakat bertujuan membangkitkan dan membangun kembali kegiatan Majalah Panji Masyarakat yang diprakarsai oleh almarhum Buya Hamka.

“Dibangun sebagai pengikat kebersamaan para alumni jurnalis dan staf Majalah Panji Masyarakat, kami mengharapkan portal media ini dapat menjadi referensi pemikiran Islam di tengah berkembangnya segregasi sosial, politik dan keagamaan di masyarakat kita,” ia menandaskan.

Buya Hamka bersama tiga ulama besar dan cendekiawan Muslim lain, yakni KH Faqih Usman, Joesoef Abdullah Poear dan HM Joesoef Ahmad, mendirikan Panji Masyarakat, atau biasa disingkat Panjimas, pada 15 Juni 1959. Selain artikel-artikel yang menyuarakan perjuangan nilai-nilai keislaman, Panji Masyarakat juga mengangkat isu-isu kontemporer terkait bidang politik, sosial, ekonomi serta budaya.

Pada bulan Mei 1960, pemerintah melarang terbit Panji Masyarakat karena memuat tulisan berjudul “Demokrasi Kita” karya mantan Wakil President Mohammad Hatta. Pelarangan terbit diberlakukan karena tulisan tersebut memuat kritik tajam terhadap pemerintahan Soekarno. Panji Masyarakat terbit kembali pada 5 Oktober 1966 di bawah pimpinan Rusydi Hamka.

Setelah sempat kembali mengalami kevakuman, Majalah Panji Masyarakat kembali terbit sebagai majalah mingguan di bawah manajemen PT Panji Media Nusantara pada 21 April 1997 sebelum akhirnya berhenti terbit pada 2001.

“Kami mencoba menyuarakan gagasan-gagasan untuk mempersatukan umat dalam bentuk sebuah portal media untuk merespons kebutuhan masyarakat akan media Islam yang moderat di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi,” ungkap Abdul Rahman.

Secara keseluruhan, artikel berita atau karangan khas disajikan dalam 16 kategorisasi rubrik, antara lain Muzakarah (rubrik tanya jawab tentang masalah agama dan kemasyarakatan – bahtsul matsail), Tasawuf, Tafsir (berisi karya-karya almarhum penulis senior Syu’bah Asa), Pengalaman Relijius, Adab Rasul dan Jejak Islam.

Artikel-artikel yang mengulas para tokoh Islam klasik, Islam modernis dan Islam nusantara akan ditayangkan dalam rubrik Bintang Zaman.

“Hal-hal inspiratif para tokoh mulai dari Al Ghazali, Imam Syafii, Imam Hanafi, Imam Hambali, Ibnu Ruz, dan Ibnu Arabi hingga Kasman Singodimedjo dan M. Natsir akan diulas secara menarik di rubrik ini,” ungkap Pemimpin Redaksi Panji Masyarakat A. Suryana Sudrajat.

“Kanal khusus bernama Hamka juga dibuat khusus untuk menayangkan pemikiran, kutipan dan pandangan Buya Hamka.”

Ia menambahkan rubrik Aktualita akan menyajikan beragam artikel yang mengangkat isu-isu aktual di berbagai bidang seperti politik (politik kebangsaan, politik moral yang mengacu kepada sumber-sumber pokok ajaran agama dan nilai-nilai kemanusiaan) pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan dan teknologi.

“Para pakar diperkenankan berpartisipasi untuk menulis isu terkait dalam rubrik kolom yang akan disediakan,” Suryana mengatakan. [Rilis]

Brigade Jawara Betawi 411 Desak DPRD Jakarta Setujui Pelepasan Saham Bir Milik Pemprov 

Ilustrasi: Brigade Jawara Betawi 411 (Sumber Photo: Suara.com)

(Jakarta) Wahdahjakarta.com –Brigade Jawara Betawi 411 mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) untuk menyetujui langkah pemprov DKI melepas saham bir.

Melalui rilis yang diterima Wahdahjakarta.com, Jum’at (08/03/2019) Panglima Brigade Jawara Betawi 411 H. Hasan Basri menyampaikan dukungan terhadap upaya Pemrov DKI dan mengimbau DPRD agar tidak menghalangi  upaya tersebut.

“Agar DPRD DKI jangan menghambat rencana Pemprov DKI Jakarta dalam melepas kepemilikan saham bir di PT Delta Djakarta, Tbk karena penjualan bir adalah “haram” bagi pemeluk agama Islam dan juga masih banyak cara-cara yang halal untuk memperoleh pemasukan bagi pemerintah.” Ujarnya.

“Mendesak DPRD DKI untuk menyetujui pelepasan saham bir milik Pemprov DKI Jakarta di PT Delta Djakarta, Tbk karena selain tidak halal, kepemilikan saham bir oleh Pemprov DKI Jakarta juga tidak memberikan dampak positif pada pembangunan di DKI Jakarta”, tegasnya.

Selain itu Brigade 411 juga mengajak rakyat Jakarta wabil khusus kaum Betawi untuk tidak memilih caleg-caleg dari parpol di DPRD DKI Jakarta yang menolak penjualan saham bir milik Pemprov DKI Jakarta. []

Brigade Jawara Betawi 411 Dukung Pemprov DKI Lepas Saham Bir

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Brigade Jawara Betawi 411

(Jakarta) Wahdahjakarta.com –, Upaya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas saham Bir milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendapatkan dukungan dari Brigade Jawa Betawi 411. Perhimpunan pendekar betawi pimpinan H. Hasan Basri ini mendukung langkah Gubernur DKI dan mendesak DPRD DKI Jakarta menyetujui usulan Pemprov DKI melepas saham bir.

“Rakyat Jakarta wabil khusus kaum Betawi berkewajiban mendukung Gubernur Anies Baswedan untuk menjual saham bir milik Pemprov DKI Jakarta karena dana hasil penjualan saham bir tersebut akan digunakan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Jakarta melalui program-program pembangunan pro-rakyat”, ucap H. Hasan Basri selaku Panglima Brigade Jawara Betawi 411.

Basir Bustomi, SE selaku Panglima Komando Nasional Brigade 411 juga mengatakan bahwa “Brigade Jawara Betawi 411 mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta untuk melepas kepemilikan saham bir di PT Delta Djakarta, Tbk karena di samping secara bisnis tidak menguntungkan dan juga tidak berdampak pada postur APBD DKI yang setiap tahunnya sebesar Rp 83 trilyun. Hal ini mengingat penerimaan deviden dari perusahaan bir tersebut hanya Rp 38 milyar dari total investasi yang ditanamkan senilai Rp 1,2 trilyun (ROI 3,17%)”.

Untuk itu Brigade Jawara Betawi 411 meminta Agar DPRD DKI jangan menghambat rencana Pemprov DKI Jakarta dalam melepas kepemilikan saham bir di PT Delta Djakarta, Tbk karena penjualan bir adalah “haram” bagi pemeluk agama Islam dan juga masih banyak cara-cara yang halal untuk memperoleh pemasukan bagi pemerintah.

Bgigade juga mendesak DPRD DKI untuk menyetujui pelepasan saham bir milik Pemprov DKI Jakarta di PT Delta Djakarta, Tbk karena selain tidak halal, kepemilikan saham bir oleh Pemprov DKI Jakarta juga tidak memberikan dampak positif pada pembangunan di DKI Jakarta.

Permohonan melepas saham bir senilai Rp 1,2 trilyun telah diajukan Anies kepada DPRD DKI Jakarta sejak Mei 2018 yang lalu dan hingga hari ini belum mendapatkan respon dari DPRD DKI Jakarta.

Gubernur DKI juga menjelaskan bahwa dana penjualan saham bir nantinya akan digunakan untuk kepentingan pembangunan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat Jakarta. Apalagi kontribusi deviden yang diterima dari kepemilikan saham bir tersebut tidak signifikan bagi ukuran APBD DKI Jakarta saat ini. []

Sumber: Rilis

Istiqamah dalam Amal Shaleh, Bikin Hidup Lebih Hidup

Ibnul Jauzi rahimahullah dalam kitabnya Shoidul Khathir berkata:

Barang siapa yang ingin kehidupannya menjadi baik, maka hendaklah ia bersungguh-sungguh beramal saleh, sebagaimana firman Allah azza wajalla:

وَأَلَّوِ ٱسۡتَقَـٰمُوا۟ عَلَى ٱلطَّرِیقَةِ لَأَسۡقَیۡنَـٰهُم مَّاۤءً غَدَقا

“Seandainya mereka istiqamah di atas jalan itu (agama Islam) maka Kami pasti curahkan air yang melimpah” [QS. al-Jin: 16]

Pelajaran Ayat:

  1. Kehidupan yang baik di dunia tergantung amal saleh seseorang.
  2. Fokuslah terhadap amal saleh maka Allah akan memperbaiki kehidupan kita di dunia ini.
  3. Allah tidak pernah mengingkari janjinya.
  4. Motivasi untuk bersungguh-sungguh beramal saleh.
  5. Jangan khawatir terhadap kehidupan dunia selama kita istiqamah di jalan Allah.
  6. Allah senantiasa bersama dengan orang-orang yang saleh.
  7. Orang yang sungguh-sungguh taat kepada Allah maka itulah wali Allah yang senantiasa mendapatkan pertolongan dari Allah.
  8. Manusia diciptakan untuk kehidupan akhirat dengan menjalankan syariat Allah. Sedangkan dunia Allah ciptakan untuk hamba-hamba-Nya yang menjalankan syariat Allah.
  9. Dunia ini berkhidmat kepada manusia yang taat kepada Allah.

Penulis:  Ustaz Ronny Mahmuddin, Lc., M.A., M.Pd.I. (Ketua Komisi Ibadah Dewan Syariah Wahdah Islamiyah)