Ketua DPP Wahdah : Jumlah Dai dan Khatib Belum Seimbang Dengan Umat Islam

(MAKASSAR) wahdahjakarta.com – Ustadz Ir. Muhammad Qasim Saguni, MA. mengatakan jumlah dai dan khatib saat ini belum seimbang dengan rasio umat Islam.

Hal ini ia ungkap saat memberikan sambutan dalam pembukaan Training Of Trainer (TOT) Diklat Dai dan Khatib yang digelar oleh Departemen Dakwah DPP Wahdah Islamiyah di Hotel Remcy, Jl. Boulevard, Panakukang, Makassar. Jumat (8/3/2019).

Ketua DPP Wahdah Islamiyah Bidang Dakwah dan Kaderisasi ini mencontohkan adanya masjid yang jamaah shalat Jumatnya bubar karena tidak adanya khatib.

“Ada beberapa fakta di lapangan, shalat jumat tidak jadi dilaksanakan karena tidak ada khatibnya,” ungkap beliau

Menurutnya kegiatan ini menjadi salah satu solusi atas problem tersebut. “TOT bertujuan mempersiapkan trainer yang akan menyelenggarakan diklat dai dan khatib di seluruh Indonesia,” katanya

Ketua Departemen Dakwah DPP Wahdah Islamiyah ustadz Mukran Usman, Lc. M.HI. mengatakan, kegiatan dilaksanakan selama 3 hari terhitung 8 sampai 10 Maret 2019.

“Peserta merupakan perwakilan dai dari berbagai daerah dan lebih banyak dari luar Sulsel,” terang ustadz Mukran.[]

Sumber : wahdah.or.id

Israel Tutup Seluruh Akses Menuju Masjid Al Aqsha

Tentara zionis Israel saat berpatroli di depan pintu Masjid Al Aqsha. Selasa(12/03/2019)

(PALESTINA) wahdahjakarta.com — Zionis Israel kembali melakukan penyerbuan ke kawasan Masjidil Aqsha di Al-Quds (Jerussalam) Palestina. Dalam penyerbuan tersebut, tentara Israel menutup seluruh Akses menuju Masjid Al Aqsha dan menghalangi jamaah untuk beribadah.

“Setelah kegagalan zionis dalam kendali bangunan pintu Ar Rahmah akibat keberhasilan umat Islam memulihkan pintu tersebut dan menjadikannya sebagai musolla, satu lagi kegagalan penjajah untuk menakut nakutkan pekerja Al-Aqsa dan Almurhabitin” ujar Syarif Abu Syamalah, Ketua Organisasi Alquds Malaysia.

“Mereka juga tidak mendapat manfaat dari keputusan penjauhan dan hukuman kepada penjaga AlAqso yg membuka musholla setiap hari” katanya dalam rilis yang diterima wahdahjakarta.com, Selasa(12/03/2019)

Dalam penyerangan tersebut, sempat terjadi kebakaran kecil di kantor polisi Israel di dalam Masjid Al-Aqsa, namun semua selidikan menunjukkan bahwa kebakaran itu dibuat oleh penjajah itu sendiri.

“Tentu saja, kantor polisi penjajah israel awalnya adalah Al-Khulwah/Qubah Jumblatti, tempat belajar Islam di dekat Qubah As-Sakhrah yang kemudian polisi penjajah Israel mengusainya. Kedzaliman harus berakhir” tutur Syarif

Polisi Israel mengambil keuntungan dari kebakaran tersebut dan menyerang para jama’ah solat pria, wanita dan staf kementrian Awqaf kemudian melukai mereka.

“Kontradiksi dalam skema penguasaan dan pengenaan fakta di lapangan, pasukan penjajah israel mengosongkan masjid dari para jamaah dan karyawan dan menyita kunci kantor direktur Masjid Al-Aqsa serta melakukan kedzaliman di masjid” jelasnya.

Pintu ditutup, sehingga jamaah tidak bisa masuk ke dalam Masjid untuk beribadah.

Dalam penyerbuan tersebut, Polisi Israel menutup pintu2 Masjid Al-Aqsa dan mencegah jamaah masuk. Karenanya, umat Islam mendirikan shalat Ashar di gerbang2 Al-Aqsa.

Seorang pemuda yang ditawan di Gerbang Al Aqsha oleh tentara Israel

Pasukan zionis juga menyerang para jamaah yang datang ke gerbang al-Aqsa untuk sholat, terutama di halaman depan pintu Al-asbath.

Pasukan penjajah kemudian menutup beberapa gerbang kota tua seperti Bab al-Amud untuk mengawal pergerakan jamaah yang ingin duduk di gerbang al-Aqsa untuk protes sampai dibuka kembali.

Syarif juga menyerukan kepada siapa saja yang dapat mencapai batas maksimum Al Aqsha untuk bersegera dan terus bertahan di gerbang Al Ashbat sampai dibuka kembali.

“Apa yang terjadi di Al-Aqsa menunjukkan kekuatan yang melekat dalam gerakan bangsa Palestina dan kemampuan mereka untuk menghalangi penjajahan dan melindungi Al Aqsa, jauh dari pernyataan resmi” terang Syarif.

“Siapa pun yang tidak dapat mencapai Masjid Al-Aqsa dianggap mengambil peran yang ia ketahui dan kuasai. Jika tidak,maka do’a adalah sebuah batas minimal” pungkasnya.

Sumber : Rilis