MIUMI Dukung Gubernur DKI Lepas Saham Bir, Ini Alasannya

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mendukung langkah gubernur DKI Anies Baswedan melepas saham bir milik Pemprov DKI. Sebab hal itu sejalan dengan janji kampanye beliau dan sesuai dan sesuai dengan asas pembangunan masyarakat yang bertakwa dan bermoral.

“Sehubungan  dengan rencana guberbnur  DKI menjual saham bir Pemprov DKI  maka Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), memberikan dukungan penuh akan hal tersebut”, ujar Wakil Ketua MIUMI Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin di sela-sela Silatnas MIUMI di Jakarta, Jum’at (15/03/2019) malam.

“Karena itu selain sesuai  dengan janji kampanye pak gubenur juga ini sebetulnya yang sesuai dengan asas-asas pembangunan masyarakat yang beriman dan bertakwa, yang menjunjung tinggi moral yang dan sama-sama ingin kita wujudkan masyarakat yang hidup dalam kehidupan yang berakhlaq, religius demi terwujudnya keternraman di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”, terangnya.

Ketua Umum Wahdah Islamiyah ini berharap, melalui langkah gubernur Anies melepas saham bir diharapkan ke depan akan semakin mengurangi hal-hal yang dapat merusak moral  baik itu minuman keras narkoba dan sejenisnya.

Oleh karena itu MIUMI mengecam sikap anggota DPRD DKI yang menghalangi langkah gubernur melepas saham bir tersebut.

“Kami turut mengecam sikap anggota dewan yang menolak gubernur untuk melaksanakan janjinya dan demi menjaga moral masyarakat, dan termasuk bagaimana mendapatkan pendapatan yang lebih baik, lebih bermartabat, lebih halal bagi DKI dan masyarakatnya”, jelasnya.

Dan tentu saja lanjut Ustadz Zaitun yang halal lebih mudah mendatangkan berkah  dan bisa melipatgandakan keuntungan yang lebih besar dari yang diinginkan anggota DPRD yang menolak langkah gubernur tersebut.

Senada dengan Ustadz Zaitun Sekjen MIUMI Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menyampaikan dukungan MIUMI terhadap rencana gubernur Anies untuk mengalihkan saham bir kepada program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat DKI.

“MIUMI juga mendukung guberbur Anies Baswedan untuk mengalihkan saham untuk kepentingan rakyat khususnya di DKI  kepada yang lebih bermanfaat, apakah untuk 100.000 rumah yang akan mendapatkan saluran air  atau membuat 200 rumah sakit tipe D atau membuat sekolahan”.

MIUMI mengimbau kepada masyarakat khusnnya Muslim di Jakarta untuk berani memberi kesaksian ke DPRD baik atas nama pribadi, kelompk atau komunitasnya, bahwa mendukung gubernur DKI untuk melepas sahamnya dari perubahan bir PT Delta khususnya. (sym)

Pernyataan Sikap DPP Wahdah Islamiyah Tentang Insiden Selandia Baru

PERNYATAAN SIKAP DEWAN PIMPINAN PUSAT WAHDAH ISLAMIYAH

TENTANG PERISTIWA PENEMBAKAN DI MASJID AL NOOR DAN MASJID LINWOOD

KOTA CHRISTCHURCH SELANDIA BARU

Nomor: K.1299/IL/I/07/1440

Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun.

Sehubungan dengan peristiwa penembakan di masjid Al Noor dan masjid Linwood Kota Christchurch, Selandia Baru yang terjadi pada Jum’at 15 Maret 2019, maka Wahdah Islamiyah menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mengecam dan mengutuk keras pelaku teror dan pihak yang berada di balik penembakan ini, siapapun mereka dan apapun motifnya yang mana tindakan tersebut tidak dibenarkan dalam agama apapun;
  2. Menumpahkan darah manusia yang tidak berdosa apalagi di tempat ibadah kaum muslimin adalah sebuah tindakan biadab yang pelakunya harus dihukum dengan seberat-beratnya;
  3. Mendesak pemerintah Selandia Baru untuk segera mengadili pelaku penembakan dan memberi hukuman mati kepada pelaku teror ini. Walau satu jiwa nista teroris biadab ini tidak akan sepadan dengan jiwa-jiwa suci kaum muslimin yang sedang berada di rumah Allah, namun setidaknya tindakan tegas terhadap teroris biadab ini bisa sedikit meredakan situasi demi tetap memelihara situasi aman bagi semua pihak;
  4. Menghimbau seluruh komponen umat dan bangsa khususnya umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta memohon kekuatan dan perlindungan dariNya atas segala marabahaya, kemudian senantiasa berada dalam kewaspadaan dan kesiapan untuk kondisi- kondisi yang tidak menguntungkan kaum muslimin;
  5. Menyampaikan rasa keprihatinan dan duka yang sedalam-dalamnya atas terjadinya aksi kekerasan yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa, semoga para kaum muslimin korban kebiadaban ini mendapatkan syahid di jalan Allah, mendapat rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tiada terhingga di SyurgaNya. Semoga pula para keluarga yang ditinggalkan tetap tegar dan tabah. Kami bersama kalian lahir dan batin;
  6. Peristiwa ini membuktikan bahwa tindakan terorisme dapat dilakukan oleh siapa saja, dan olehnya kepada semua pihak menjadi peringatan untuk tidak senantiasa mengaitkan perilaku teror kepada agama atau kelompok tertentu, terutama kepada Islam dan kaum muslimin;
  7. Mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengeluarkan nota diplomatik kepada pemerintah Selandia Baru untuk bertindak tegas dalam masalah ini;
  8. Menghimbau kaum muslimin untuk melakukan qunut nazilah mendoakan keselamatan kaum muslimin dan kebinasaan kaum kafir harbi yang melaksanakan dan merencanakan tindakan biadab ini. Khusus kaum muslimin di Selandia Baru dihimbau untuk tetap tegar dan jangan khawatir, dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’laa kita adalah pemenang;
  9. Demikian pernyataan ini kami buat sebagai arahan bagi umat untuk senantiasa siap dengan segala kondisi dan berusaha selalu di bawah berkat dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Makassar, 9 Rajab 1440 H/16 Maret 2019 M

DEWAN PIMPINAN PUSAT WAHDAH ISLAMIYAH

Muh. Zaitun Rasmin, Lc., M.A.

Ketua Umum

Syaibani Mujiono

Sekretaris Jenderal 

Pasca Insiden Selandia Baru, Ini Seruan Ikatan Ulama dan Da’I Asia Tenggara

Konfrensi Pers Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara menyikapi insiden teror New Zealand yang digelar Sabtu (16/03/2019)

(Jakarta) Wahdahjakarta.com –, Menyikapi insiden New Zealand berupa  penembakan umat muslim di Mesjid An Noir dan Linwood, Christchurch Selandia Baru, yang terjadi pada Jum’at (15/03/2019) Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara menyerukan kepada seluruh kedutaan besar negeri-negeri muslim di Selandia Baru untuk melakukan langkah diplomatik dalam upaya pengamanan dan perlindungan keselamatan bagi  umat muslim di negara tersebut khususnya dan di negara-negara lain pada umumnya.

Seruan itu disampaikan melalui konfrensi pers yang digelar di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Cawang, Jakarta Selatan , Sabtu (16/03/2019).

Ketua Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara  Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin ini juga menyatakan, lembaga yang dipimpinnya juga menyerukan kepada seluruh umat Islam di Selandia Baru dan di seluruh dunia untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi berbagai macam permusuhan dan terror dengan meningkatkan ketaqwaan, memperbanyak doa, dan menunjukan kemuliaan akhlak sebagai para pengemban agama rahmatan lil ‘alamin.

Selain itu lembaga yang menghimpun Ulama dan Da’I seAsean ini juga menyerukan kepada seluruh ummat Islam di seluruh dunia untuk menggalakkan kewaspadaan  agar kasus yang sama tidak terjadi di belahan dunia lain yang nyata-nyata bertolak belakang dengan kebebasan, kemerdekaan beragama dan hak asasi manusia.

Berikut pernyataan sikap selengkapnya sebagaimana dibacakan DR. Yusran Hadi (pengurus Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara asal Aceh) dan ditandatangani Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin selaku ketua.

PERNYATAAN SIKAP IKATAN ULAMA DAN DAI ASEAN TERKAIT PEMBANTAIAN KEJI DI DUA MASJID DI NEW ZEALAND

No.06/BYN/RUDA/IV/201 9

Menyikapi tragedi penembakan umat muslim di Mesjid An Noir dan Linwood, Christchurch Selandia Baru, lkatan Ulama dan Dai Asia Tenggara menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh saudara kami yang menjadi korban pada peristiwa penembakan ini, seraya mendoakan mereka semoga mereka dicatat sebagai para syuhada, yang terluka semoga segera dipulihkan oleh Allah demikian pula semoga seluruh keluarganya diberi ketabahan juga diberi pengganti yan terbaik dad sisi Allah  Subhanahu wata’ala.
  2. Bahwa tindakan penembakan tersebut hakikatnya adalah teror dan pembantaian yang sangat keji, yang tidak dilakukan kecuali dengan sengaja dan terencana, karena terbukti bahwa pelaku mempersiapkan sedemikian rupa bahkan menyiarkannya sendiri secara langsung lewat sosial media.
  3. Tindakan biadab tersebut dengan terang benderang membuktikan adanya potensi dan peluang penyerangan terhadap komunitas muslim dalam menjalankan keyakinan agamanya di negara- negara yang katanya menganut paham demokrasi, kebebasan, dan mengharmati hak-hak asasi manusia.
  4. Mendesak pemerintah Selandia Baru untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi warga muslim di negaranya.
  5. Menyerukan seluruh kedutaan besar negeri-negeri muslim di Selandia Baru untuk melakukan langkah-langkah diplomatik dalam upaya pengamanan dan perlindungan keselamatan bagi umat muslim di negara tersebut khususnya dan di negara-negara lain pada umumnya.
  6. Menyerukan seluruh umat muslim di Selandia Baru dan di seluruh dunia untuk meningkatkan kewaspadaan, menghadapi berbagai macam permusuhan dan terror dengan meningkatkan ketaqwaan, memperbanyak doa, dan menunjukan kemuliaan akhlak sebagai para pengemban agama rahmatan lil ‘alamin.
  7. Menghimbau agar seluruh muslim di dunia menyampaikan empati dan sikap salidaritasnya dengan cara-cara yang mulia, damai, dan simpatik, dengan tanpa mendeskreditkan ras, suku, agama, maupun kelompok yang lain.
  8. Mendesak pemerintah RI baik di Indonesia maupun melalui kedubes RI di Selandia Baru untuk mengambil langkah-langkah diplomatik strategis guna melakukan proses pemulihan sesegera mungkin agar situasi traumatik yang dirasakan warga negara Indonesia di selandia baru khususnya dan warga muslim yang lainnya segera terpulihkan.
  9. Menyerukan kepada seluruh ummat Islam di seluruh dunia untuk menggalakkan kewaspadaan agar kasus yang sama tidak terjadi di belahan dunia lain yang nyata-nyata bertolak belakang dengan kebebasan, kemerdekaan beragama dan hak asasi manusia.

Jakarta, 8 Rajab 1440-15 Maret 2019

IKATAN ULAMA DAN DA’i ASEAN

Muhammad Zaitun Rasmin,Lc.M.A

Ketua

MIUMI: RUU P-KS Parasit Bagi Ketahanan Keluarga

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Majelis Intelektul dan Ulama Mudan Indonesia menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS). Salah satu alasannya, RUU P-KS ini merupakan parasit bagi ketahanan keluarga Indonesia.

“RUU PKS ini adalah parasit bagi ketahanan keluaraga Indonesia yang memberi peluang bagi berkembangnya seluruh prilaku seksual yang berbsis suka sama suka”, ujar pakar gender MIUMI Hendri Salahuddin di Jakarta, Jum’at (14/03/2019).

Karena lanjut Hendri kekerasan seksual yang dimaksud dalam RUU ini adalah pemaksaan seksual.

Hal ini menurut Hendri karena RUU P-KS ini didominasi oleh ideologi feminisme radikal. “RUU P-KS banyak didominasi oleh ideologi feminis radikal yaitu berkaitan dengan objek tubuh”, jelasnya.

“Sumber ideologi RUU ini (feminisme) menjelaskan, relasi laki-laki dan perempuan itu adalah relasi kebencian dan dominasi, itulah dasar dari RUU ini”, tegasnya.

Seharusnya terang Direktur Eksekutif INSITS ini kalau betul, RUU P-KS ini ingin  melindungi semua permpuan sharusnya namanya diganti menjadi RUU penghapusan kejahatan seksual. “Bukan kekerasan seksual yang sifatnya sangat manipulatif”, jelasnya.

Oleh karna itu RUU PKS ini adalah bentuk kekerasan yang ingin dilembagakan. “Jadi kami menilai bahwasanya di situ RUU P-KS merupakan pelembagaan kekerasan seksual”, pungkasnya. []