Lazis Wahdah Jakarta Dukung Training Jurnalistik Asyik

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok dan Forum Jurnalis Muslim (Forjim)  menggelar Training Jurnalistik Asyik di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Jakarta Timur, Sabtu (30/03/2019). Pelatihan ini didukung Lazis Wahdah Jakarta.

Menurut Ketua Departemen Informasi dan Komunikasi (Infokom) Wahdah Jakarta-Depok, Syamsuddin Al-Munawiy  pelatihan ini digelar untuk melahirkan kader jurnalistik dakwah yang memiliki kompetensi dalam dakwah media.

“Diharapkan dari  pelatihan ini lahir jurnalis-jurnalis dakwah yang siap berdakwah melalui jurnalistik, karena di zaman ini peran media dalam dakwah tidak dinafikan”, ucapnya.

Sementara Direktur Eksekutif  Lazis Wahdah Jakarta, Yudi Wahyudi berharap pelatihan ini dapat ditindak lanjuti. Apalagi melihat animo peserta yang antusias mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir.

“Pelatihan jurnalistik asyik insya Allah akan terus berlanjut dan akan segera ada follow up, baik pelatihan singkat mupun bentuk lain berupa pelatihan  jurnalistik video maupun pelatiahn intensif selama tiga bulan”, ungkapnya.

“Dengan melihat antusiasme peserta maka menjadi gambaran ke depan, pelatihan akan menjadi salah satu program berkelanjutan”, imbuhnya.

Ia menambahkan, kerjsama dengan forjim merupakn kerjasam yang sangat strategis. “Mudah-mudahan bisa memperkaya materi kita ke depan sehingga minat dan semangat calon jurnalis dapat ditingkatkan”, harapnya.

Pelatihan ini diikuti  22 peserta yang berasal dari para pelajar dan Da’i perwakilan Pesantren sekitar Jakarta. []

Wahdah Peduli Gelar Pelatihan Tanggap Darurat Bencana di Bone

(Watampone) Wahdahjakarta.com– Wahdah Peduli, lembaga kemanusiaan yang berada di bawah naungan Ormas Wahdah Islamiyah (WI) bersama LAZIS Wahdah melaksanakan Pelatihan Tanggap Darurat Bencana, di Aula Kantor ASDP Cabang Bajoe Kabupaten Bone, Sabtu (30/03/2019).

Sebanyak 45 peserta yang merupakan kader Wahdah Islamiyah daerah Bone, Sinjai dan Wajo mengikuti pelatihan yang digelar selama dua hari ini, mulai Sabtu (30/03/2019) hingga Ahad (31/0 3/2019).

Pelatihan ini dibuka oleh Wakil Bupati Bone, Haji Ambo Dalle, yang dihadiri pula oleh beberapa pejabat pemerintah kab. Bone, antara lain General manager PT. ASDP Kab. Bone, Kepala BPBD Kab. Bone, Kepala Pos Pencarian dan Pertolongan BPBD Kab. Bone, serta Ketua Dewan Pimpinan Daerah WI Bone dan Ketua DPW WI Sulsel.

Dalam sambutannya, Ambo Dalle menyampaikan, selama ini Wahdah Islamiyah memiliki kepedulian yang luar biasa di beberapa bencana alam yang terjadi di Indonesia.

“Tahun 2018 lalu ada di Lombok. Tak lama kemudian ada lagi di Palu, Sigi dan Donggala, serta daerah bencana lainnya. Selalu saya dapati di daerah-daerah tersebut. Maka memang sudah luar biasa pengabdiannya,” tutur dia.

Dia juga mengapresiasi pelatihan yang dilaksanakan oleh Wahdah Peduli (WP) Ini. Menurut dia, apa yang dilakukan hari ini oleh WP akan memiliki banyak manfaat.

“Setiap saat jika dibutuhkan akan selalu siap untuk melakukan pertolongan. Terutama bisa bekerjasama dengan unit-unit kebencanaan yang telah kami bentuk disetiap daerah di kabupaten Bone,” ujar dia.

Maka dari itu, lanjut Ambo Dalle, dengan adanya kader Wahdah Islamiyah yang sedang dilatih, maka masyarakat, khususnya Pemerintah daerah akan sangat terbantu.

“Jika praktik nanti, utamakan keselamatan. Harus ada SOP, agar suatu saat nanti bukan justru kita yang diselamatkan,” pesannya.

Ketua IKA STKIP Muhammadiyah Bone itu juga berharap agar Wahdah Islamiyah bisa membantu Pemerintah Daerah untuk mengajak Masyarakat menjaga lingkungan Bone yang asri, bersih dan sejuk.

“Semoga Wahdah Islamiyah bisa masuk dalam sosialisasi program Pemerintah daerah. Diantaranya adalah survei keberadaan jamban keluarga, pengolahan sampah organik dan anorganik utamanya sampah plastik di perairan pesisir Bone, tidak merokok pada sembarang tempat, dan program lainnya,” tukasnya.

“Utamanya sosialisasi program-program ini di sekolah-sekolah, dan kami harapkan bisa melalui mimbar Dakwah Wahdah Islamiyah, termasuk ke desa-desa se kabupaten Bone,” tambahnya. (rls)

Petugas Kebersihan Korban Tabrak Lari Meninggal Dunia, Anies: Insya Allah Husnul Khatimah

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Petugas kebersihan korban tabrak lari 26 maret lalu meninggal dunia, Ahad (31/03/2019). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berdo’a semoga almarhum Naufal Rosyid husnul khatimah.

Gubernur Anies juga mengecam pengendar yang sampai saat ini belum ditemukan. “Dan kau penungggang kendaaran tak dikenal itu… Ingatlah bahwa kau bisa lari pagi itu, tapi kau tidak bisa lari dari pertanggungjawaban di hadapan Yang Maha Adil”, tulis Anies dalam Fans Page resminya, Ahad (31/03/2019) siang.

Berikut selengkapnya.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Hai kau pengemudi motor. Ketahuilah petugas penyapu jalan yang kau tabrak itu hari ini dikuburkan. Kau tabrak dia hari Selasa Subuh, 26 Maret. Lalu kau lari. Kau tega meninggalkan anak manusia terkapar tak berdaya di jalan raya.

Naufal Rosyid ditemukan terkapar di tepi jalan. Masih dengan sapu dan seragamnya. Di bawah jalan layang Pasar Rebo. Tak sadarkan diri. Pukul 5.30 pagi dia ditemukan oleh kawan kerjanya.

Pagi itu sejak masih gelap. Naufal, anak umur muda 24 tahun ini sudah berada di jalan raya. Dia dan puluhan ribu petugas sejak pukul 3 pagi sudah bangun. Mereka yang paling berpeluh memastikan jalanan bersih. Demi kenyamaan jutaan orang melintas menuju kerja. Jika ada yg kebetulan tersisa, sebagian pelalulalang akan dengan ringan memaki lewat jempol tangannya di media sosial seakan tak membayangkan beratnya mereka bekerja.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memanggul jenazah Naufal Rosyid, petugas kebersihan korban tabrak lari saat bertugas .

Subuh itu, teman-teman kerjanya sesama petugas kebersihan, melarikan korban ke RS Pasar Minggu. Tim dokter bekerja keras, dioperasi karena ada pendarahan di otak. Kondisinya berat.

Ibunya mencintai Naufal, tapi Allah lebih mencintainya. Panggilan pulang ke Rahmatullah yang ia songsong. Ia pulang ke Ibunya. Tapi ibunya di rumah hanya bisa menyambut anaknya sebagai jenazah.

Tadi kami takziyah ke keluarga ini. Rumahnya di tengah kampung, lewat gang sempit. Wajah duka terlihat di warga sekampung itu. Ibunya tabah, ayahnya pula. Tampak ada duka tapi ada juga iman. Saat kafan dibuka, wajah almarhum jernih ada senyum. InsyaAllah penanda ia husnul khatimah.

Untuk semua pengguna jalan. Kurangi kecepatan bila melihat ada petugas bekerja di jalan raya. Seragam mereka berwarna terang. Dan jadi bercahaya bila terkena lampu di saat gelap. Ingat, setiap petugas itu punya ibu, ayah, anak, istri, suami dan keluarga. Bantu pastikan mereka, yang bekerja untuk kita semua ini, bisa pulang ke rumah dengan selamat.

Dan kau penungggang kendaaran tak dikenal itu… Ingatlah bahwa kau bisa lari pagi itu, tapi kau tidak bisa lari dari pertanggungjawaban di hadapan Yang Maha Adil.

#ABW (aniesbaswedan)

Forjim: Jurnalistik Bagian dari Dakwah

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Koordinator Bidang Kaderisasi Forjim (Forum Jurnalis Muslim) Ahmad Zuhdi mengatakan, jurnalistik merupakan bagian dari dakwah. Yakni dakwah bilkitabah (dakwah melalui tulisan).

“Tugas jurnalis merupakan salah  satu bagian dakwah. Yakni dakwah bil kitabah atau dakwah bil qolam. Dakwah melalui tulisan”, ujarnya kepada peserta Training Jurnalistik Asyik yang digelar Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok dan Forjim, di Jakarta, Sabtu (30/03/2019).

“Dengan semangat ini, diharapkan dakwah dapat tersebar ke seluruh penjara dan mudah diterima oleh masyarakat tanpa mengenal batas teritori wilayah”, jelasnya.

Pelatihan yang disponsori Lazis Wahdah  ini diikuti oleh puluhan peserta dari perwakilan aktivis masjid, lembaga Islam dan masyarakat umum. Peserta datang dari berbagai daerah di Jabodetabek. Bahkan ada yang dari Maluku dan Riau.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Wahdah Islamiyah (DPW WI) Jakarta-Depok, Ustadz Ilham Jaya Abdul Rauf dalam paparan materinya mengingatkan pentingnya perluasan jaringan media Islam.

“Kemudahan informasi dan komunikasi seharusnya juga lebih  memudahkan aktivis media Islam untuk mengembangkan jaringan mereka lebih luas”, tegas Ustadz Ilham.

Mantan jurnalis Majalah Internasional Al-Bayan London ini juga mengajak para praktisi media Islam untuk menjalin kerja sama deng kelompok intelektual dan akademisi untuk pengembangan media Islam. []

Gandeng Forjim, Wahdah Islamiyah Jakarta dan Depok Gelar Diklat Jurnalistik Asyik

Training Jurnalistik Asyik Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok bekerjasama dengan Forum Jurnalis Muslim (Forjim)

(Jakarta) Wahdahjakarta.com -, Wahdah Islamiyyah Jakarta-Depok bekerjasama dengan Forjim (Forum Jurnalis Muslim) menggelar Training Jurnalistik Asyik bertema “MENGGAGAS MEDIA, MERAJUT BERDAYA”. Acara digelar di Masjid Abu Bakar Ash Shiddiq Jatinegara, Jakarta Timur, pada Sabtu (30/03/2019). 

Ustadz Ilham Jaya, Lc, MHI selaku pembicara dengan tajuk “Menggagas Media Berdaya Tanpa Tapi”, menekankan pentingnya mengembangkan jaringan media islam. Menurutnya kemajuan informasi dan komunikasi seharsunya dimanfaatkan untuk hal itu.

“Kemudahan informasi dan komunikasi seharusnya juga lebih  memudahkan aktivis media Islam untuk mengembangkan jaringan mereka lebih luas”, tegas Ustadz Ilham.

Mantan jurnalis Majalah Internasional Al-Bayan London ini juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa dunia Islam sebagai salah satu syarat untuk memengakses informasi-informasi global dan pengembangan jaringan media islam.

“Dengan menguasai bahasa asing, wawasan kita tidak terbonsai oleh informasi-informasi dari media yang ada di sekitar kita”, ungkap CEO PT Basaeer Asia Publishing ini.

Diungkapkannya, keberhasilan ekonomi Islam salah satunya sinergi pelaku ekonomi halal non ribawi dengan kalangan intelektualitas salah satunya penulis yang berfungsi mengedukasi masyarakat melalui media.

“Tumbuhnya kesadaran dan Perkembangan industri halal seharusnya jadi ceruk tersendiri bagi perkembangan media Muslim”, terangnya.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok ini juga mengajak para praktisi media Islam untuk menjalin kerja sama deng kelompok intelektual dan akademisi untuk pengembangan media Islam.

Sementara itu koordinator bidang kaderisasi Forjim Ahmad Zuhdi mengatakan,  pelatihan ini penting diikuti oleh mereka memulai dunia jurnalistik sebagai bekal dalam menjalankan kerja-kerja jurnalis ke depan.

Jurnalis Indonesiainside.id ini juga mengingatkan kepada para peserta bahwa tugas jurnalis merupakan salah  satu bagian dakwah.

“Yakni dakwah bil kitabah atau dakwah bil qolam. Dakwah melalui tulisan”, jelasnya.  

“Dengan semangat ini, diharapkan dakwah dapat tersebar ke seluruh penjara dan mudah diterima oleh masyarakat tanpa mengenal batas teritori wilayah”, pungkasnya. (sym)