Gerai DayaMart Wahdah Gratiskan 100 Kartu Member 

 

Gerai DayaMarts Fresh

(Depok) Wahdahjakarta.com  Koperasi Bangkit Hijrah Sejahtera (Bahtera) dengan unit usaha #DayaMartFresh akan menggelar Grand Opening pada Rabu (1/05/2019).

Pada grand opening ini pengelola #DayaMartFresh akan membagikan 100 kartu member setiap pengunjung.

Menurut Ahmad Muhlis  bahwa kartu ini akan diserahkan ke pihak pengurus koperasi Bantera untuk selanjutnya akan dibagikan ke pengunjung gerai usai grand opening”  ujar kepala Pengembangan Bisnis Dompet Dhuafa Niaga.

“Adapun kelebihan yang diperoleh bagi pemegang kartu member akan mendapat discount belanja sebanyak 5% dengan minimal belanja 50.000”, tambahnya.

Menurut Ketua Koperasi Bahtera Ustadz Ilham Jaya Abdul Rauf, pendirian gerai Daya Mart dilandasi oleh semangat memajukan ekonomi ummat secara  mandiri dan spirit 212 pengurus DPW Wahdah Jakarta Depok mendirikan koperasi Bahtera.

“Semangat memajukan ekonomi ummat secara  mandiri dan spirit 212 pengurus DPW Wahdah Jakarta Depok mendirikan koperasi Bahtera. Bekerjasama dengan Dompet Dhuafa Niaga  membuka gerai mart dengan nama Dayamart Wahdah”, ujarnya.

“Dasar  utama pemikiran tentang pendirian ini adalah untuk pengembangkan ekonomi secara langsung”, kata Ustadz Ilham yang juga Ketua Koperasi Bahtera yang menaungi gerai Daya Mart.

“Kita ingin di masyarakat menjadi spirit bersama bahwa kita umat Islam ini mayoritas di Indonesia”, imbuhnya.

“Tujuan pendirian gerai daya mart juga bisa  mengedukasi masyarakat bahwa belanja di dayamart,   bukan sekedar  belanja biasa tapi kita memang niat kan untuk  menjadi bagian dari perjuangan ekonomi bagi masyarakat” ungkapnya.

Dayamart Fresh ini merupakan gerai pertama yang dikelola oleh koperasi Bahtera, beralamat di  Jl. Akses UI No.2 Tugu, Kec. Cimanggis Depok. []

 

 

 

Wahdah Jakarta-Depok Gelar Grand Opening Gerai Daya Mart 

Grand Opening Gerai Daya mart

Grand Opening Gerai Daya mart

(Depok) Wahdahjakarta.com-, Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok akan menggelar grand opening gerai Daya Mart. Opening resmi gerai yang telah beroperasi sejak empat bulan ini akan digelar Rabu (1/05/2019).

Grand opening Daya Mart dirangkaikan dengan Tarhib Ramadhan 1440 H dengan menghadirkan Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin dan Ustadz Haikal Hasan (Babe Haikal).

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Wahdah (DPW) Wahdah Islamiyah (WI) Jakarta-Depok Ustadz Ilham Jaya Abdul Rauf, pendirian gerai tersebut dilandasi oleh semangat memajukan ekonomi ummat secara  mandiri dan spirit 212 pengurus DPW Wahdah Jakarta Depok mendirikan koperasi Bahtera.

“Semangat memajukan ekonomi ummat secara  mandiri dan spirit 212 pengurus DPW Wahdah Jakarta Depok mendirikan koperasi Bahtera. Bekerjasama dengan Dompet Dhuafa Niaga  membuka gerai mart dengan nama Daya Mart Wahdah”, ujarnya di Jakarta, Ahad (27/04/2019).

“Dasar  utama pemikiran tentang pendirian ini adalah untuk pengembangkan ekonomi secara langsung”, kata Ustadz Ilham yang juga Ketua Koperasi Bahtera yang menaungi gerai mart yang berlokasi di depan rumah makan Pondok Laras tersebut.

 “Kita ingin di masyarakat menjadi spirit bersama bahwa kita umat Islam ini mayoritas di Indonesia”, imbuhnya.

“Tujuan pendirian gerai ini juga bisa  mengedukasi masyarakat bahwa belanja di sini,   bukan sekedar  belanja biasa tapi kita memang niat kan untuk  menjadi bagian dari perjuangan ekonomi bagi masyarakat” ungkapnya. []

Gerakan Peduli Perempuan Gelar Aksi Tolak RUU P-KS

 

Gerakan Peduli Perempuan (#GPP saat melakukan aksi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) di Car Free Day Dago, Jl. Ir. H. Djuanda Bandung, Ahad (28/04) pagi.

(Bandung) Wahdahjakarta.com-, Gerakan Peduli Perempuan (#GPP) melakukan aksi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS).

Melibatkan puluhan perempuan muda, #GPP menggelar aksinya di Car Free Day Dago, Jl. Ir. H. Djuanda Bandung, Minggu (28/04) pagi. Aksi tersebut diawali dengan aksi freeze mob atau aksi diam bersama dengan menutup mulut menggunakan perekat sebagai simbol ketidak berdayaan perempuan dalam menyuarakan hak. Selain itu, dalam aksinya mereka memegang poster-poster serta spanduk penolakan.

Dalam rilisnya yang diterima Wahdahjakarta.com, Ahad (28/04) siang, Gerakan ini menolak RUU P-KS tersebut disahkan dengan alasan masih banyak hal yang perlu ditinjau ulang dalam Rancangan Undang-Undang tersebut. Selain itu, masih banyaknya ambiguitas dalam redaksi pasal per pasal yang menjadi celah dan kecacatan hukum apabila itu tetap disahkan.

Diva, salah satu anggota #GPP, mengungkapkan bila RUU ini dilihat sekilas seolah memberikan solusi tentang kasus kekerasan seksual.
“Tetapi kalau diperhatikan naskah akademiknya, RUU ini malah membawa masalah yang lain. Masalah tentang konsep kekerasan seksual ini multitafsir sehingga kebanyakan masyarakat tidak paham dengan konsep yang RUU ini bawa. Jadi, aksi ini betujuan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat, tentang bahayanya RUU ini kalau disahkan. Paling tidak, masyarakat tahu bahwa ada RUU yang membawa konsep yang mengancam ketahanan keluarga.” Jelasnya.

Dengan adanya aksi ini, #GPP memproklamirkan diri sebagai sebuah gerakan perempuan gabungan komunitas dan organisasi yang terdapat di Bandung Raya yang akan mengawal dan mengkritsi RUU P-KS tersebut.

Acara tersebut ditutup dengan aksi jalan bersama sepanjang Jl. Ir. H. Djuanda sembari membawa poster dan spanduk penolakan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual. Aksi ini juga digelar serentak dibeberapa kota lainnya seperti Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. []

Sosok Ulama di Balik Cinta Kartini Pada Al-Qur’an

Al-Qur’an

Kartini adalah sosok yang sebenarnya cinta pada Al-Qur’an. Kecintaan Kartini pada Al-Qur’an, tak dapat dilepaskan dari peran seorang Ulama. Siapakah dia? Dan bagaimana Kartini mempelajari Al-Qur’an? Berikut ulasannya.

Hari itu, Raden Ajeng Kartini menghadiri pengajian di Pendopo Bupati Demak yang tidak lain adalah pendopo milik pamannya, Raden Mas Adipati Ario Adiningrat. Yang menjadi pemateri dalam pengajian sederhana tersebut adalah Muhammad Shaleh bin Umar dari Darat, Semarang. Lebih dikenal dengan nama Shaleh Darat. Seorang ulama yang pernah menimba ilmu di Tanah Haram, Mekkah Al-Mukarramah.

Kartini muda sangat takjub mendengarkan penjelasan Kyai Shaleh Darat seputar surat Al-Fatihah. Baru kali ini ia mendengarkan seorang ulama menjelaskan kandungan ayat Al-Qur’an dengan sejuknya, ibarat air jernih yang mengalir lembut. Menggetarkan jiwa. Meneduhkan hatinya.

Usai pengajian, ditemani sang paman, Kartini dengan penuh santun meminta sang ulama kiranya berkenan menerjemahkan dan menafsirkan Al-Qur’an ke dalam bahasa yang ia pahami: bahasa Jawa.

“Kyai, selama hidupku baru kali ini aku berkesempatan memahami makna surat Al-Fatihah, surat pertama dan indul Al-Qur’an. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku,” ungkap Kartini. “Bukan buatan rasa syukur hati ini kepada Allah. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Qur’an ke dalam bahasa Jawa. bukankah Al-Qur’an adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”

Sang ulama tertegun. Ia memuji Allah. Sejak itu, Kyai Shaleh Darat sibuk menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa Jawa. Namun, bukan Al-Qur’an saja yang ia terjemahkan ke dalam bahasa Jawa. Beberapa kitab berbahasa Arab juga ia terjemahkan ke dalam bahasa Jawa agar mudah dipahami masyarakat muslim saat itu.

Kyai Shaleh Darat menyelesaikan terjemahan dan tafsir Al-Qur’an sebanyak 13 Juz, dari surat Al-Fatihah sampai Surat Ibrahim. Ia hadiahkan karyanya itu kepada Kartini. Perempuan yang dianggap tokoh emansipasi wanita Indonesia itu bukan kepalang gembiranya. Ia mempelajarinya dengan serius sehingga timbul rasa cinta pada Al-Qur’an padahal sebelumnya ia adalah orang yang sama sekali tidak paham apa itu Islam. Ia hanya menganutnya karena sejak lahir ia sudah beragama Islam. Ia mengeluhkan hanya menghafal ayat Al-Qur’an tanpa memahami artinya.

Hal itu bisa dilihat dalam surat yang ditulis Kartini kepada sahabatnya bernama Stella Zihandelaar, 6 November 1899:

Mengenai agamaku, Islam, aku harus menceritakan apa? Islam melarang umatnya mendiskusikan ajaran agamanya dengan umat lain. Lagi pula, aku beragama Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?

Al-Qur’an terlalu suci; tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun, agar bisa dipahami setiap muslim. Di sini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab. Di sini, orang belajar Al-Qur’an tapi tidak memahami apa yang dibaca….

Dalam surat lain yang ia tulis untuk Ny. EC. Abendanon, tanggal 15 Agustus 1902, Kartini menulis:

Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlu dan manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Al-Qur’an, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya….

Setelah mempelajari Islam dari Kyai Shaleh Darat serta membaca terjemahan dan tafsir Al-Qur’an dari sang guru, pandangan kartini tentang Islam berubah. Ia makin cinta dengan Al-Qur’an serta agama yang ia anut. Ia ungkapkan hal tersebut dalam suratnya yang ditujukan kepada Ny. Abendanon, 15 Agustus 1902:

Alangkah bebalnya, bodohnya kami, kami tiada melihat, tiada tahu, bahwa sepanjang hidup ada gunung kekayaan di samping kami.

Gunung kekayaan yang dimaksud Kartini tidak lain ialah Al-Qur’anul Karim. Lebih jauh Kartini mengungkapkan:

Kami berpegang teguh-teguh pada tangan-Nya. Maka hari gelap gulita pun menjadi terang, dan angin rebut pun menjadi sepoi-sepoi….Manakah akan terang, bila tiada didahului gelap gulita. Hari fajar lahir setelah hari malam.

Juga suratnya kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902, yang menunjukkan keinginannya agar agama Islam tidak dipandang negatif oleh penganut agama lain:

Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama disukai.

Guru para Ulama

Bagi kebanyakan orang, nama KH Shaleh Darat mungkin tidak lebih populer dari ulama Tanah Air lainnya semisal KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, atau Guru Besar KH Nawawi Banten. Meski begitu, Shaleh Darat adalah guru dari banyak ulama Nusantara. Di masanya, abad ke-19, ia menjadi ulama yang paling masyhur seantero Nusantara.

Shaleh muda sebagaimana ulama Nusantara lainnya pada masa itu, berhaji ke Mekkah ditemani sang ayah, Kiyai Umar (penasihat keagamaan Pangeran Diponegoro). Usai melaksanakan rukun Islam kelima, Shaleh tidak langsung pulang ke Nusantara melainkan menimba ilmu di Mekkah selama beberapa tahun. Di sana ia berguru kepada para masyaikh Mekkah dan juga kepada Syaikh Nawawi Banten.

Selepas belajar di Mekkah, Shaleh kembali ke Tanah Air. Ia mendirikan pesantren yang bertempat di Darat, bagian utara Semarang. Dari situlah ia kemudian dikenal sebagai Kyai Shaleh Darat. Telah banyak ulama yang lahir dari pesantren milik ulama ini, antara lain KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah dan KH Munawwir pendiri Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.

KH Shaleh Darat termasuk ulama yang produktif dalam menulis. Di antara kitab yang ditulisnya Majmu’ah Asy-Syari’ah Al-Kafiyah li Al-‘Awwam, di dalamnya berisi seputar praktik ibadah, muamalah, dan masalah pernikahan, juga sedikit pembahasan seputar aqidah. Sementara kitab yang ia terjemahkan antara lain Kitab Al-Hikam karya Syaikh Ahmad bin Atha’illah. Termasuk kitab tafsir yang ditulisnya, Tafsir Faid Ar-Rahman, sebanyak 4 jilid yang dihadiahkan kepada RA Kartini. Tafsir tersebut tidak tuntas 30 Juz sebab beliau lebih dulu meninggal dunia sebelum menyelesaikannya. Kyai Shaleh Darat tutup usia pada 18 Desember 1903 di Semarang.

Penulis: Mahardy Purnama

Artikel: Wahdah.or.id

Larang Film KTI di Bioskop-bioskop Depok, Walikota Depok Surati KPI

Walikota Depok Mohammad Idris

(Depok) Wahdahjakarta.com -, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat menolak pemutaran dan penayangan film Kucumbu Tubuh Indahku (KTI)  di bioskop-bioskop Depok. Walikota Depok Mohammad Idris menilai konten film ini bertentangan dengan nilai-nilai Agama karena mengandung adegan sexual yang merusak generasi muda.

“Untuk itu Pemerintah Kota Depok keberatan terhadap penayangan film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ khususnya di wilayah Pemerintahan Daerah Kota Depok serta kiranya dapat menghentikan penayangan film tersebut”, kata Idris dalam suratnya.

Selain karena bertentangan dengan nilai-nilai Agama dan meresahkan masyarakat, Pemkot Depok juga melarang film KTI karena dikhawatirkan menimbulkan sikap permisif terhadap pnyimpangan seksual di kalangan generasi muda.

“Dapat menggiring opini masyarakat terutama generasi muda sehingga menganggap perilaku penyimpangan seksual merupakan perbuatan yang biasa dan dapat diterima”, imbuhnya.

====

Kepada:

Yth. Komisi Penyiaran Indonesia di Jakarta

Dalam rangka menjaga dan memelihara masyarakat dari dampak yang ditimbulkan oleh perilaku penyimpangan seksual di Kota Depok serta untuk penguatan ketahanan keluarga terhadap perilaku penyimpangan seksual beserta dampaknya. Untuk itu Pemerintah Kota Depok keberatan terhadap penayangan film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ khususnya di wilayah Pemerintahan Daerah Kota Depok serta kiranya dapat menghentikan penayangan film tersebut, karena penayangan film tersebut:

  1. Berdampak pada keresahan di masyarakat karena adegan penyimpangan seksual yang ditayangkan di film tersebut dapat mempengaruhi cara pandang/perilaku masyarakat terutama generasi muda untuk mengikuti bahkan membenarkan perilaku penyimpangan seksual.
  2. Bertentangan dengan nilai-nilai agama.
  3. Dapat menggiring opini masyarakat terutama generasi muda sehingga menganggap perilaku penyimpangan seksual merupakan perbuatan yang biasa dan dapat diterima.

Demikian keberatan ini disampaikan untuk dapat menjadi perhatian, terima kasih.

 

Wali Kota Depok

KH Mohammad Idris

Taushiyah Kebangsaan MUI Menyikapi Hasil Pemilu dan Pilpres 2019

Taushiyah Kebangsaan Dewan Pimpinan dan Dewan Pertimbangan MUI menyikapi hasil sementara Pemilu/Pilpres 2019, Jakarta (19/04/2019)

(Jakarta) Wahdahjakarta.com– Dewan Pimpinan dan Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan taushiyah kebangsaan eterkait pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

MUI mengajak seluruh keluarga besar bangsa untuk mengikuti dan mengawal tahapan-tahapan lanjutan Pemilu hingga penetapan oleh KPU Presiden dan Wakil Presiden terpilih secara definitif berdasarkan konstitusi dengan sikap taat berkonstitusi.

Maka oleh karena itu, meminta kepada semua pihak untuk tidak mengganggu proses konstitusional tersebut melalui cara-cara langsung atau tidak langsung, seperti melalui pemberitaan Quick Count (hitung cepat), klaim kemenangan oleh kedua pasangan capres dan cawapres, maupun melalui pemberitaan media massa, baik cetak, elektronik, maupun media sosial, secara tidak berimbang yang menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat.

Berikut kutipan Taushiyah lengkapnya.

TAUSHIYAH KEBANGSAAN

DEWAN PIMPINAN DAN DEWAN PERTIMBANGAN MEJELIS ULAMA INDONESIA

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli wa salim ‘alaa sayidina Muhammad Saw

Assalamualaikum Wr. Wb.

Menyikapi dengan terselenggaranya proses Pilpres dan Pileg serentak pada Rabu, 17 April 2019, maka Dewan Pimpinan dan Pertimbangan MUI dengan ini menyampaikan taushiyah dan himbauan sebagai berikut :

  1. Mengajak seluruh keluarga besar bangsa, khususnya umat Islam, untuk bersyukur kehadirat Alla SWT bahwa suatu tahapan penting Pemilu, yakni pencoblosan kertas suara, telah berlangsung dengan lancar dan terkendali, walaupun di sana-sini masih terdapat kekurangan dan kelemahan.
  2. Mengajak seluruh keluarga besar bangsa untuk mengikuti dan mengawal tahapan-tahapan lanjutan Pemilu hingga penetapan oleh KPU Presiden dan Wakil Presiden terpilih secara definitif berdasarkan konstitusi dengan sikap taat berkonstitusi. Maka oleh karena itu, meminta kepada semua pihak untuk tidak mengganggu proses konstitusional tersebut melalui cara-cara langsung atau tidak langsung, seperti :
  3. a) Melalui pemberitaan Quick Count karena bersifat menggambarkan sesuatu yang belum pasti tapi dapat dan telah menimbulkan eforia berlebihan dari rakyat pendukung, yang pada gilirannya dapat mengundang reaksi dari pihak lain.
  4. b) Melalui klaim kemenangan oleh kedua pasangan capres dan cawapres, yang dapat dan telah menimbulkan euforia dari pendukung masing-masing, hal mana potensial menimbulkan konflik di kalangan rakyat.
  5. c) Melalui pemberitaan media massa, baik cetak, elektronik, maupun media sosial, secara tidak berimbang yang menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat.
  6. Menyerukan kepada semua pihak, baik Tim Sukses, Relawan, dan pendukung masing-masing pasangan capres-cawapres untuk dapat menahan diri untuk tidak bertindak anarkis, dan main hakim sendiri, namun menyerahkan penyelesaian setiap sengketa melalui jalur hukum berdasarkan prinsip taat konstitusi.
  7. Mendesak kepada penyelenggara Pemilu, sesuai amanat konstitusi yaitu Pemilu diselenggarakan asas Langsung, Bebas, Rahasia, serta Jujur dan Adil, untuk melaksanakan tahapan-tahapan berikutnya dengan senantiasa berpegang teguh kepada asas-asas tadi khususnya kejujuran dan keadilan. Maka KPU, BAWASLU, DKPP, dan pihak keamanan beserta jajarannya masing-masing untuk berlaku profesional, obyektif, transparan dan imparsial/non partisan.
  8. Secara khusus mendesak lembaga penegak hukum dan keamanan (Mahkamah Konstitusi, TNI, dan Polri) untuk mengemban amanat dan tanggungjawab dengan tidak mengedepankan kepentingan kecuali kepada bangsa dan negara.
  9. Menyerukan kepada umat Islam khususnya agar dapat menyatukan hati, pikiran dan langkah untuk menegakkan persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyah) dan persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathoniyah) dalam koordinasi Majelis Ulama Indonesia.
  10. Mengajak seluruh umat beragama, khususnya umat Islam, untuk senantiasa memanjatkan doa kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia aman dan sentosa, rukun dan damai, dan terhindar dari malapetaka perpecahan.

Demikian Taushiyah ini disampaikan. Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat karunia dan taufiqNya kepada bangsa Indonesia, Aamiin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta, 14 Sya’ban 1440 H / 19 April 2019 M

DEWAN PIMPINAN

MAJELIS ULAMA INDONESIA

Ketua  

KH Abdullah Jaidi

Sekretaris Jenderal

H. Anwar Abbas, MM. M.Ag

DEWAN PERTIMBANGAN

MAJELIS ULAMA INDONESIA

Ketua                                                                                                              

Prof. DR. HM. DIN SYAMSUDDIN, MA

Sekretaris                                           

Prof. DR. H. NOOR AHMAD, MA

LAZIS WAHDAH CAPAI MOU DENGAN DUA MUSLIM BERSAUDARA

JAKARTA UTARA – Dalam kunjungannya yang ke-2, LAZIS Wahdah mencapai MoU dengan Dua Muslim Bersaudara pada Jum’at (12/4) bertempat di Markaz Quran Wahdah Jakarta Utara, Tanjung Priuk. Dua Muslim Bersaudara merupakan usaha yang baru tumbuh yang bergerak di bidang aqiqah dan butuh banyak dukungan dari semua pihak. Dalam hal ini, LAZIS Wahdah yang telah menjadi partner Dua Muslim Bersaudara menyepakati kerjasama dalam pengembangan sedekah dan membangun kepercayaan dari masyarakat dalam program-program sosial.

Dalam wawancara Tim LAZIS Wahdah dengan pemilik Dua Muslim Bersaudara, Bapak Syahrizal yang merupakan pengusaha muda ini tidak disangka mempunyai 4 unit usaha aqiqah yang ia kelola dan bekerja sama dengan mitra-mitranya. Ia menceritakan tentang pengelolaan usaha aqiqah yang ia kelola dan siap mengajak binaan LAZIS Wahdah untuk bergabung dengan usaha aqiqahnya dalam kerja sama pembinaan calon-calon wirausaha.

Ia juga menceritakan perjalannya dalam dunia keislaman sehingga memantapkan langkahnya dalam mengelola usaha aqiqah saat ini dan juga turut aktif dalam kegiatan donasi.

Pada pertemuan yang juga dihadiri oleh Direktur Markaz Qur’an Wahdah Jakarta utara, Ustadz Syaripudin, Bapak Syahrizal berharap donasi yang terkumpul dari hasil kerjasama dengan LAZIS Wahdah bisa banyak membantu di program-program dakwah serta silaturrahim dapat terjalin tentu lebih khusus dapat membantu program-program dakwah di Jakarta utara.

Laporan: Yudi Wahyudi, Adi dan Waulat

BERBELANJA SAMBIL BERDONASI VIA JD.ID

JAKARTA SELATAN – LAZIS Wahdah sebagai Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah yang bergerak menuju ke arah profesional mendapatkan tawaran bermitra dengan JD.id dalam penyediaan donasi melalui market place yang mereka bangun. JD.id merupakan salah satu market place besar yang berasal dari negeri tirai bambu ini memberikan kesempatan kepada LAZIS Wahdah untuk menempatkan salah satu media kampanyenya di market place yang mereka miliki.

LAZIS Wahdah yang langsung diwakili oleh Yudi Wahyudi selaku Direktur Eksekutif LAZIS Wahdah Jakarta dan Muhammad Azhari, Marketing Eksekutif LAZIS Wahdah Jakarta diterima langsung oleh Manager Donasi JD.id sekaligus Unit Manager, Muhammad Kamal dan Unit Marketing Komunikasi, Rasmi pada Kamis (11/4) bertempat di Gedung RDTX Lantai 9 Kantor JD.ID. Silaturrahim ini sudah terjalin sebelumnya yang dimulai dengan kegiatan kajian yang diselenggarakan di gedung RDTX yang merupakan gedung perkantoran JD.id.

Mereka para jemaah kajian yang berasal dari karyawan JD.id yang muslim terkesan dengan kajian yang diadakan LAZIS Wahdah bersama DKM di masjid atau musholla. Oleh karena itu, pengurus JD.id mengajak LAZIS Wahdah untuk bergabung bersama program kampanye dari JD.id.

“Program kampanye ini diharapkan mampu mensinergikan potensi masing-masing pihak di dunia online dan juga pemberdayaan umat dan bangsa walaupun JD.id sendiri kita tahu bahwasanya pemiliknya berasal dari non muslim tetapi mereka memberikan kesempatan kepada lembaga-lembaga sosial Islam dan di luar Islam untuk bergabung bersama mereka dengan harapan bisa membangun sinergi yang saling menguntungkan”, ujar Yudi Wahyudi.

“Insya Allah mudah-mudahan sebelum Ramadhan akan segera ditandatangani MoU ini, sehingga masyarakat modern yang terbiasa berdonasi atau mengunjungi market place seperti JD.id bisa lebih mudah mendapatkan saluran di dalam memberikan kontribusinya untuk pemberdayaan masyarakat”, tambahnya. (yd/rsp)

**

Mengetuk Pintu Langit Untuk Indonesia Menang

Judul asli dari puisi yang ditulis oleh Ustadz Muhammad Ihsan Zainuddin ini adalah “Mengetuk Pintu Langit Untuk Indonesia“. Karena pertimbangan tertentu admin menambahkan kata menang menjadi “Mengetuk Pintu Langit Untuk Indonesia Menang“. 

“Mengetuk Pintu Langit Untuk Indonesia Menang”

MENGETUK PINTU LANGIT UNTUK INDONESIA…

Sudah berhari-hari lamanya

kita mengerah segala upaya

berikhtiar sepenuh jiwa dan daya

menjaga negeri, menyelamatkan bangsa…

Pertempuran tanpa desing mesiu.

Pertarungan tanpa luka terkoyak.

Tiada yang mengerang dan tersungkur,

tapi rakyat telah lama ditikam tanpa sangkur!

Ini bukan lagi pertarungan di medan laga,

tapi pertarungan melawan para khianat

yang menikam bangsa sambil melipat.

Kita bertempur melawan para berudu,

yang hatinya dipenuhi dendam dan khianat!

Kita bertempur di ruang-ruang maya.

Menggenggam gagdet tak berdesing.

Kita bertarung dalam rangkaian narasi,

narasi para pecinta negeri yang tegak merdeka

atas Rahmat Allah Sang Maha Perkasa.

***

Dan inilah kita:

Hari ini, segala ikhtiar telah terkerahkan.

Segala kelelahan telah teruraikan.

Dan para khianat busuk itu tetap menata makar.

Mereka memang punya dana tak terkira.

Mereka memang punya kuasa.

Sungguh,

jika semesta ini tunduk semata

pada daya hitung manusia:

maka kita telah tumbang sejak dulu kala…

media tak berpihak pada kita.

Lembaga survei terpenjara.

Aparat tunduk pada penguasa.

Tapi, bukankah dunia sejak dahulu:

telah punya kisahnya sendiri?

Daya hitung manusia akan selalu payah,

selalu berkeping binasa di hadap Kuasa Sang Mahakuasa.

Namrudz, Diraja Babilonia, tumbang begitu rupa

dihunjam Ibrahim yang tiada balatentara.

Firaun, diktator Mesir, binasa begitu saja

Dilasak Musa yang miskin papa.

Maka hari ini:

Kita akan tumbangkan kezhaliman di merata Negeri ini,

seperti Ibrahim tumbangkan Namrudz,

sebagai Musa libaskan Firauan!

Ibrahim mengetuk pintu langit.

Musa mengetuk pintu langit.

Maka kita pun mengetuk pintu langit!

Ketuklah pintu langit itu, Kawan…

Ketuklah tiada henti!

Agar Sang Penguasa semesta berkenan:

tumbangkan para zhalim yang keji,

sungkurkan para khianat yang durjana.

Malam ini:

Ketuklah pintu yang sentiasa terbuka itu.

Dan esok pagi:

Hunjamkan pakumu di ruang-ruang TPS,

memilih dia, Pria yang mengukir tangis di hadapan ulama!

Memilih dia, Pria yang sentiasa takzim pada ulama!

Semoga ikhtiar sederhanamu itu,

mengantar Indonesia menuju ADIL & MAKMUR…

Amiin…

Akhukum,

Muhammad Ihsan Zainuddin

Lazis Wahdah Terima Kunjungan Tim Verifikasi Faktual Kemenag RI

Verifikasi Faktul Lazis Wahdah menuju Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas)

(Makassar) Wahdahjakarta.com – Direktur LAZIS Wahdah Islamiyah menerima kunjungan Tim Verifikasi Faktual Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Jumat (12/4/2019) di kantor pusat Wahdah Islamiyah, Jalan Antang, kota Makassar.

Kasi Identifikasi dan Inventaris Lembaga Zakat dan Wakaf, Nur uyun bersama Muhammad Yasser Arrafat, staff kemenag RI meninjau langsung beberapa tempat dan lokasi program LAZIS Wahdah. Dalam kesempatan tersebut, tim kemenag  memverifikasi sejumlah persyaratan lembaga ZIS untuk dinaikkan statusnya menjadi LAZNAS Nasional.

Dalam sambutannya, Nur Uyun menyebutkan peranan lembaga zakat dalam mengoptimalkan dana ummat memegang posisi yang teramat vital.

“Saya kenal banyak lembaga zakat. Pekerjaan mereka tidak mudah. Makanya dana ummat yang besar ini harus dikelola oleh lembaga yang profesional,” kata Nur Uyun.

Sementara itu, Syahruddin menjelaskan, untuk proses penyaluran dana zakat kepada masyarakat yang membutuhkan, ia memastikan penyalurannya sudah sesuai dengan syariat Islam dengan memperhatikan dan menghitung secara seksama komposisi delapan asnaf yang berhak menerimanya.

“Semua prosedur telah kita laksanakan. Apalagi kami juga punya dewan pengawas syariah,” jelasnya.

“Dengan berpegang teguh pada visi Wahdah Islamiyah, kami terus berupaya untuk mewujudkan kepercayaan masyarakat sebagai badan pengelola zakat, infaq dan shodaqoh yang professional, terpercaya dan akuntabel,” tambahnya.

Beberapa lokasi yang dikunjungi oleh kemenag adalah kantor pusat LAZIS Wahdah Islamiyah, Usaha Mikro POM (Persatuan Orangtua Murid) SDIT 01 Wahdah Islamiyah, program sekolah guru tahfizhul qur’an (Iddad Muhaffizin), dan Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasar Arab (STIBA) Makassar. []