Gelar Grand Opening Dayamart Fresh Raup Omzet 12.5 Juta

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin berbincang dengan Ketua DPW Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok yang juga ketua Koperasi Bahtera, Ustadz Ilham Jaya  sesaat sebelum Grand Opening Gerai Daya Mart Fresh, Rabu (01/05/2019)

(Depok) Wahdahjakarta.com -, Gerai Daya Mart Fresh Wahdah Islamiyah Jakarta-Depok  menggelar Grand Opening pada Rabu (01/05/2019).

Daya Mart  merupakan gerai minimarket yang menyediakan barang kebutuhan sehari-hari atau FMCG (Fast Moving Consumer Goods) yang digagas oleh Lembaga filantropi Dompet Dhuafa Niaga.

Gerai Daya Mart Fresh yang terletak di Jl. Komjen M Jassin (eks Jl. Akses UI) dikelola secara bersama antara Dompet Dhuafa Niaga dan Koperasi Bangkit Hijrah Sejahtera (Bahtera). Koperasi Bahtera sendiri diinisiasi oleh pengurus, kader, dan simpatisan Wahdah Islamiyah bersama masyarakat.

Dalam grand opening ini pihak pengelola menyediakan promo paket murah. Paket yang disediakan mulai dari harga 13.500 sampai 98.000. Paket promo ini hanya berlaku dua hari yaitu tanggal 1-. 2 Mei 2019.

Antusias masyarakat berbelanja pada grand opening cukup tinggi. Sampai pukul 21.10 malam, omzet mencapai 12,5 juta.

“Antusias dari para konsumen yang datang ke toko Alhamdulillah banyak berbelanja kebutuhan pokok dan paket-paket promo yang telah kami sediakan”, ujar kepala bagian Pengembangan Bisnis Dompet Dhuafa Niaga Ahmad Mukhlis.

Kepada Wahdahjakarta.com seorang konsumen mengaku senang berbelanja di gerai Daya Mart Fresh.

“Saya sangat senang dengan adanya Dayamart untuk kebutuhan keluarga walaupun saya tinggal di Citayam”, ujarnya.

Grand Opening Daya Mart Fres dirangkaikan dengan Tarhib Ramadhan 1440 H dengan menghadirkan Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin.

Dalam taushiyahnya berbicara tentang bulan Ramadhan sebagai bulan kemenangan dan perjuangan. Menurutnya kemenangan harus diraih melalui perjuangan dan kesabaran.

“Salah satu bentuk perjuangan itu adalah dalam aspek ekonomi”, jelasnya.

Ia menegaskan pula pendirian  gerai Daya Mart Fresh menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan di bidang ekonomi.

Usai taushiyah Tarhib Ramadhan, dilanjutkan dengan gunting pita di pintu gerai daya mart sebagai simbolis grand opening pembukaan gerai daya mart fresh. []

Selain Bantuan Makanan Siap Saji, Ini Kebutuhan Mendesak Korban Banjir Bengkulu

 

(Bengkulu) Wahdahjakarta.com -, Tim Relawan Wahdah Peduli membagikan 100 an bantuan paket makanan siap saji kepada korban bencana banjir di Beberapa posko pengungsian yang terletak di kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Senin (29/4/2019).

Posko pengungsian tersebut terletak di Perumahan Ejukha Residence Permai dan Kelurahan Tanjung Agung dan Kota Bengkulu.

Pada Perumahan Ejukha Residence, paket konsumsi didistribusikan langsung ke dapur umum yang dibangun warga setempat untuk para korban banjir.

Sedangkan pada Kelurahan Tanjung Agung, bantuan diserahkan langsung kepada ketua RT setempat.

“Diantara penerima bantuan tersebut yakni korban banjir di RT 01 dan 02, RW 01 yang berisi 80 kepala keluarga dengan total 350 jiwa,” ungkap Syukri dalam keterangan tertulisnya.

Penyaluran ini mendapatkan apresiasi yang positif dari ketua RT setempat Syarifuddin. Menurut dia, bantuan dari LAZIS Wahdah ini memang menjadi kebutuhan utama warga beberapa hari ini.

“Terima kasih atas bantuanya pak, semoga segera dibalas berlipat ganda oleh Allah taala,” ucap dia.

Dalam pemantauan relawan LAZIS Wahdah, Kebutuhan mendesak korban banjir saat ini adalah tenda pengungsian, selimut, makanan siap saji, air bersih, family kid, perlengkapan bayi, lampu emergency, tikar, baju bersih layak pakai dan peralatan rumah tangga untuk membersihkan lumpur dan lingkungan.

Muhammad Syukri menyebutkan, masih banyak daerah terdampak banjir di provinsi Bengkulu yang susah diakses untuk mendapatkan bantuan, disebabkan terputusnya akses transportasi akibat longsor.

“Insya Allah Selasa (30/4/2019) esok, relawan LAZIS Wahdah bersama tim Relawan Gabungan akan mengupayakan masuknya bantuan ke beberapa titik yang masih terisolir, seperti di Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah, termasuk melakukan evakuasi bagi desa yang masih tertimbun,” ujar kordinator Assesment Tim Wahdah Peduli ini.

Seperti diketahui, banjir dan tanah longsor yang melanda provinsi Bengkulu sejak Sabtu (27/04/2019) dini hari ini telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan ribuan pengungsi yang tersebar di Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur.

Sementara laporan BNPB perhari Senin, tanggal 29 April 2019, tercatat 17 orang meninggal dunia, 9 orang dilaporkan hilang, 2 orang luka berat, dan 2 orang luka ringan. (*rls)

Sambil Mencari Korban Jiwa Akibat Banjir, Warga Desa Di Bengkulu Tengah Manfaatkan Hanyutan Pohon Sawit Untuk Olahan Kayu

Banjir Bengkulu 2019

(Karang Tinggi) Wahdahjakarta.com-   Salah satu dampak kerusakan yang terjadi akibat bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Bengkulu, khususnya di Kabupaten Bengkulu Tengah adalah rusaknya perkebunan kelapa sawit yang terletak di Desa Talang Boseng, Kecamatan Pondok Kelapa.

Pantauan tim Media relawan Lazis Wahdah Rustam Hafid, Selasa (30/04/2019), sekitar lebih enam hektar kelapa sawit hanyut disepanjang bantaran sungai Bengkulu yang dilintasi oleh Jembatan Desa tersebut.

Batang-batang kelapa sawit yang hanyut bersamaan dengan pepohonan lainnya bertumpuk tepat dibawah jembatan, menyebabkan transportasi terhambat akibat ranting pohon yang menutupi sebagian badan jalan.

Ratusan batang pohon Sawit terlihat mengapung di bantaran sungai, bercampur endapan lumpur yang merupakan dampak banjir dan longsor sejak Jumat (26/04/2019) lalu.

Puluhan warga setempat yang membantu tim SAR untuk melanjutkan pencarian korban yang diperkirakan tertahan di area jembatan ikut memanfaatkan kondisi tersebut.

Salah satunya adalah Tarmizi (33), warga Desa Sidodadi Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah, bersama beberapa rekannya memanfaatkan batang Sawit yang hanyut untuk dibuat kayu yang kemudian diolah secara sederhana.

Bermodalkan mesin gergaji kayu sederhana, Tarmizi dan kawan-kawannya kemudian membersihkan batang-batang sawit yang ada dan membentuknya menjadi papan kayu yang siap dijadikan bahan bangunan atau mebel.

“Semua warga disini sudah sejak tiga hari lalu memanfaatkan batang sawit yang hanyut sambil melakukan proses pencarian korban yang mungkin berada di antara pohon-pohon yang hanyut,” ungkap Pria empat anak ini.

Aktivitas Tarmizi dan beberapa warga lainnya ini dilaksanakan di tengah pencarian korban jiwa yang disinyalir berada diantara patahan-patahan kayu dan pohon yang terletak di bawah jembatan.

Relawan LAZIS Wahdah bersama Relawan SAR Gabungan terlihat hingga Selasa (29/04/2019) masih terus melanjutkan pencarian dari laporan warga setempat, yang pada hari Minggu (27/04/2019) lalu berhasil menemukan satu jenazah yang diperkirakan berasal dari Desa Kertapati yang terletak 20 km di hulu sungai. (*rls)

Lazis Wahdah Salurkan Bantuan Logistik Di Bengkulu Tengah

Relawan Lazis Wahdah

(Karang Tinggi) Wahdahjakarta.com – Memasuki hari ke-lima, bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa kabupaten dan kota di provinsi Bengkulu kini masih menyisakan beberapa pekerjaan berat.

Pada hari Selasa (30/4/2019), relawan gabungan masih menyisir daerah sekitar Jembatan di Desa Talang Boseng, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, yang disinyalir terdapat korban meninggal dunia tersebut, dengan menggunakan peralatan sederhana.

Berdasarkan keterangan dari Relawan LAZIS Wahdah Muhammad Syukri Turusi, dua hari yang lalu, tepatnya pada Minggu (28/04/2019) ditemukan sesosok mayat di bawah jembatan Desa Talang Boseng.

Penemuan mayat itu, lanjut Syukri, kemudian mengarahkan relawan untuk melakukan pencarian korban kembali di tempat yang sama, berasal dari laporan warga setempat, yang menyebutkan mayat yang ditemukan sebelumnya masih berhubungan keluarga dengan dua korban yang masih dicari di lokasi, asal Desa Kertapati Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Relawan bersama warga karena terbatas alat harus mencari korban dengan cara tradisional yakni menjajal tanah dengan menggunakan kayu untuk membuka jalur aroma mayat yang kemungkinan merupakan korban jiwa banjir yang terjadi,” ungkap Syukri.

Dia berharap semoga kegiatan pencarian korban lebih diintensifkan lagi oleh Pemerintah dan relawan, mengingat waktu yang semakin bertambah, akan memperburuk kondisi korban meninggal dunia.

 

Relawan Lazis Wahdah

Pada kecamatan yang sama, Relawan LAZIS Wahdah juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak, tepatnya di Desa Abu Syakim Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah.

Bantuan berupa sembako dan makanan siap saji kepada warga, yang diterima langsung oleh Camat Pondok Kelapa Rismawati bersama kordinator posko pengungsian dan Bintara Pembina Desa (BABINSA) setempat.

“Alhamdulillah ada perhatian dari para Relawan sehingga bantuannya disalurkan ke warga kami. Termasuk LAZIS Wahdah, semoga kegiatannya terus berlanjut,” tutur Rismawati. (*rls)