Keajaiban dan Keutamaan Malam Pertama bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah (syahrun mubarak).  Ia datang membawa beragam kebaikan dan keutamaan.  Keutamaannya bermula sejak malam pertama.  Sebagaiamana dikabarkan oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sllam melalui hadits berikut.

” إذا كان أول ليلة من شهر رمضان صفدت الشياطين ومردة الجن ، وغلقت أبواب النار فلم يفتح منها باب ، وفتحت أبواب الجنة فلم يغلق منها باب ، وينادى مناد كل ليلة : يا باغي الخير أقبل ويا باغي الشر أقصر ، ولله عتقاء من النار وذلك كل ليلة “

Jika malam pertama bulan Ramadhan telah masuk maka para dedengkot setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan tidak ada satu pintupun yang dibuka,  pintu-pintu surga dibuka dan tidak ada satu pintu pun yang ditutup,  dan setiap malam ada seruan yang memanggil,  wahai para pencari kebaikan bergegaslah,  wahai para pencari keburukan tahanlah diri kalian,  dan setiap malam ada yang dibebaskan dari neraka oleh Allah“. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syekh Al-Albani).

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,  Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda:

” أتاكم شهر رمضان شهر مبارك فرض الله عليكم صيامه تفتح فيه أبواب الجنة ،وتغلق فيه أبواب الجحيم ، وتغل فيه مردة الشياطين ، وفيه ليلة خير من ألف شهر من حُرم خيرها فقد حُرم “

“Bulan Ramadhan telah mendatangi kalian,  bulan yang penuh berkah.  Pada bulan ini Allah mewajibkan kepada kalian berpuasa.  Pada bulan ini pula pintu-pintu surga dibuka,  pintu-pintu neraka ditutup, dan para dedengkot setan dibelenggu.  Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan,  siapa yang terhalangi dari kebaikan malam tersebut maka ia telah terhalangi (dari kebaikan yang banyak).  (HR. Nasai).

Imam An-Nawawi mengutip perkataan Al-Qadhi ‘Iyadh tentang makna, “Pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu”, “Kemungkinan yang dimaksud adalah makna lahiriahnya dan hakikinya, bahwasannya dibukanya pintu-pintu surga, dan ditutupnya pintu-pintu neraka serta dibelenggunya setan-setan merupakan tanda masuknya bulan suci Ramadhan dan pengagungan terhadap kemuliaan bulan Ramadhan. Dibelenggunya setan agar meraka tidak dapat mengganggu dan menggoda orang-orang beriman”.

Dan kemungkinan yang dimaksud adalah makna majazi (metaforik), yang dimaksud adalah banyaknya pahala dan ampunan, serta berkurangnya gangguan dan godaan setan, sehingga mereka seolah-olah menjadi seperti terikat. Hal ini didukung oleh riwayat lain yang berunyi, “pintu-pintu langit dibuka, dan para dedengkot setan dibelenggu”.

Al-Qadhi Iyadh juga berkata, “Boleh jadi maksud pintu-pintu surga dibuka adalah ibarat tentang dibukanya pintu-pintu ketaatan oleh Allah pada bulan ini tidak seperti pada bulan lain secara umum, seperti puasa, qiyam (shalat Tarawih), serta pebuatan lainnya dan meninggalkan pelanggaran terhadap syariat. Ini merupakan diantara sebab masuk surga dan pintu-pintunya.

Kesimpulan:

  • Keutamaan bulan Ramadhan bermula sejak malam pertama masuknya bulan Ramadhan.
  • Jika bulan Ramadhan masuk maka pintu-pintu surga dan pintu kebaikan dibuka serta pintu-pintu neraka dan keburukan ditutup.
  • Pada bulan Ramadhan setan-setan dibelenggu, maknanya setan dibelenggu secara hakiki ata beraksud dimudahkannya melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan.

Wallahu a’lam bis Shawab (sym)

Sambut Imam Palestina, Anies Baswedan: Kita Semua Adalah Saudara Dekat

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyambut para imam Palestina di Balai Kota , Ahad (05/05/2019).

(Jakarta) Wahdahjakarta.com-, Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Anies Baswedan menyambut para imam Palestina, Ahad (05/05/2019). Kedatangan para para imam dari tanah Palestina ke Indonesia untuk mengimami shalat Tarawih di berbagai Masjid di tanah air.

“Mereka akan sujud bersama dengan saudara-saudaranya di tanah yang telah merdeka ini”, tulis Anies melalui fans page resminya, Ahad (05/05/2019) siang.

Mantan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan ini menganggap kehadiran para imam Palestina ke Balaikota sebagai sebuah kehormatan.

“Sebuah kehormatan bisa menyambut kedatangan, persis begitu mendarat di Jakarta. Mereka kemudian menuju ke Balai Kota”, ujarnya.

Kepada delegasi para imam Anies menyampaikan, sambutan yang diberikannya bukan hanya karena mereka imam dari Palestina. Tapi karena lebih dari itu Palestina dan Indonesia adalah saudara dekat.

“Kami katakan, bahwa kami menyambut Anda bukan saja karena statusnya sebagai Imam dari Al-Aqsha, tapi karena kita semua adalah saudara dekat”, ucapnya.

Bangsa Indonesia lanjut Anies juga pernah merasakan dijajah. “Kami tahu rasa sakitnya dijajah”, ungkapnya.

Seperti dikatakan Prof. Fatah dalam sambutannya tentang pentingnya pendidikan untuk perjuangan, kami tegaskan bahwa Indonesia melakukan perjuangan menuju kemerdekaan dengan ilmu dan pendidikan juga.

“Para perintis kemerdekaan hampir semua adalah pendidik, guru, kaum terdidik yang juga pejuang politik. Perjuangan itu dilakukan di berbagai front”, jelas penggas gerakan Indonesia Mengajar ini.

Ia juga menegaskan, komitmen Indonesia kepada perjuangan Palestina bukan basa-basi.

“Kami akan selalu bersama, siap mendukung perjuangan Palestina sampai kapanpun, sampai Masjidil Aqsha kembali berada di tanah merdeka bagi bangsa Palestina”, tegasnya.

 

Berikut sambutan Gubernur Anies selengkapnya:

Para Imam dari Tanah Palestina tiba di Tanah Air. Kedatangannya mengiringi masuknya kita ke bulan Ramadan. Mereka hadir di Indonesia untuk menjadi Imam Salat Tarawih di berbagai masjid di Indonesia. Mereka akan sujud bersama dengan saudara-saudaranya di tanah yang telah merdeka ini.

Sebuah kehormatan bisa menyambut kedatangan, persis begitu mendarat di Jakarta. Mereka kemudian menuju ke Balai Kota.

Kami bersilaturahim dengan delegasi para Imam Palestina ini, serta Prof. Dr. Abd al-Fattah El-Awaisi dari Akademi Riset Baitul Maqdis (ISRA) dan teman-teman dari Yayasan Sahabat Al-Aqsha.

Kami katakan, bahwa kami menyambut Anda bukan saja karena statusnya sebagai Imam dari Al-Aqsha, tapi karena kita semua adalah saudara dekat. Bangsa Indonesia juga pernah merasakan dijajah. Kami tahu rasa sakitnya dijajah. Seperti dikatakan Prof. Fatah dlm sambutannya tentang pentingnya pendidikan untuk perjuangan, kami tegaskan bahwa Indonesia melakukan perjuangan menuju kemerdekaan dengan ilmu dan pendidikan juga. Para perintis kemerdekaan hampir semua adalah pendidik, guru, kaum terdidik yang juga pejuang politik. Perjuangan itu dilakukan di berbagai front.

Komitmen Indonesia kepada perjuangan Palestina bukan basa-basi. Kami akan selalu bersama, siap mendukung perjuangan Palestina sampai kapanpun, sampai Masjidil Aqsha kembali berada di tanah merdeka bagi bangsa Palestina.

Temuilah sebanyak mungkin rakyat Indonesia. Tinggalkan jejak kebaikan sebanyak mungkin, dan jadikanlah Ramadan ini, menjadi bulan terbaik bagi kita semua.

Talieratkan simpul persaudaraan antara bangsa Palestina dan bangsa Indonesia. Semoga merdunya suaramu jadi pemantik doa kolosal utk kemerdekaan bangsamu. Semoga sujudmu di tanah merdeka di Nusantara ini membawa keberkahan yang bisa mengantarkanmu untuk membuat tempat sujudmu di Baitul Maqdis jadi tanah yang merdeka bagi bangsa Palestina.

Selamat menjalankan Ibadah di Bulan Suci Ramadan bagi semua…! #ABW

Sumber: Fan Page @Aniesbaswedan

 

Adab dan Etika Puasa

 

Orang yang berpuasa hendaknya tidak hanya meninggalkan makan dan minum serta pembatal puasa lainnya. Hendaknya puasa disempurnakan dengan menjaga dan memperhatiakan adab serta etika berpuasa.

Berikut ini beberapa adab yang hendaknya diperhatikan oleh orang yang berpuasa.

1. Berniat Sejak Malam

Orang yang berpuasa hendaknya berniat puasa sejak malam. Paling lambat niat puasa sebelum terbit fajar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

“Siapa yang tidak berniat puasa sejak malam sebelum terbit fajar maka tidak sah puasa baginya”. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Majah).

Ketentun ini berlaku bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan atau puasa qadha. Adapun puasa Sunnah boleh berniat setelah terbit fajar atau terbit mata hari, dengan syarat belum makan dan minum atau melakukan pembatal puasa.

2. Makan Sahur

Dianjurkan makan sahur. Hal ini merupakan anjuran Nabi Muhammad shallalhu ‘alaihi wa sallam;

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةً.

“Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dianjurkan pula bersahur dengan kurma (tamr). Karena kurma merupakan menu sahur terbaik, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam;

نعم سحور المؤمن التمر

“Sebaik-baik (menu) makan sahur seorang Mu’min adalah tamr (kurma).” (HR. Abu Dawud: ).

Jika tidak ada kurma, maka dapat bersahur dengan makan apa saja yang halal. Paling minimal bersahur dengan meminum air putih, sebagaimana anjuran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam;

تسحروا ولو بجرعة من ماء

Bersahurlah!meski hanya dengan –meminum-seteguk air”. (HR. Ibnu Hibban).

Makan sahur lebih utama diakhirkan sebagaimana kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan, Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata :

Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu melaksanakan shalat’’. Anas bertanya kepada Zaid: “Berapa jarak antara adzan dan sahur ?”. Dia menjawab : ‘seperti lama membaca 50 ayat’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan disunnahkannya mengakhirkan makan sahur hingga dekat dengan waktu Shubuh.

  1. Menyegerakan Berbuka dan Berbuka dengan Kurma 

Dianjurkan menyegerakan berbuka jika waktu maghrib telah masuk. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَزَالُ النّاَسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ.

“Umat manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa. (Muttafaq ‘alaih).

Dianjurkan berbuka dengan ruthab (kurma segar), jika tidak ada maka dengan tamr (krma masak), dan jika tidak maka berbuka dengan apa saja, namun hendaknya diawali dengan air putih.

Anas bin Malik menceritakan tentang buka puasa Nabi. Dia berkata, “Nabi biasa berbuka dengan ruthab (kurma segar) sebelum mengerjakan shalat. Jika beliau tidak mendapatkan ruthab, maka beliau berbuka dengan beberapa buah tamr (kurma masak yang sudah lama dipetik) dan jika tidak mendapatkan tamr, maka beliau meminum air.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

  1. Berdo’a Ketika Berbuka Puasa

Disunnahkan berdo’a ketika berbuka puasa dengan do’a yang dicontohkan oleh Nabi.

Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma meriwayatkan, “Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika berbuka puasa selalu membaca:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ.

Telah hilang rasa haus dan telah basah urat-urat, serta  pahala telah telah ditetapkan, insya Allah.” (HR. Abu Daud).

  1. Menghindari Rafats, Kata-kata Kotor dan Dusta

Orang yang berpuasa hendaknya meninggalkan kata-kata kotor, rafats, dan dusta. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan tentang hal ini dalam sabdanya,

إِذَا كَانَ يَوْمَ صَوْمَ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ

 “.. Apabila pada hari seseorang di antara kamu berpuasa, maka janganlah ia berbuat rafats …” (HR. Bukhari)

Rafats adalah  kata-kata kotor/jorok yang menjurus pada perbuatan maksiat.

Nabi Shallallahualaihi wasallam juga memperingatkan bahaya dusta bagi orang yang berpuasa. Beliau bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan tetap melakukannya, maka Allah tidak akan menghiraukan orang itu meskipun  meninggalkan makanan dan minumannya (berpuasa).” (Bukhari)]

Dan hendaknya orang yang berpuasa meninggalkan semua perbuatan haram, seperti ghibah (menggunjing), perkataan jorok dan dusta. Karena  perbuatan haram tersebut dapat mengurangi bahkan menghapus pahala puasanya. (sym)