Murid-Murid SD IMS Khalifa Salurkan Donasi Melalui LAZIS Wahdah

(Tangsel) wahdahjakarta.com – Bertepatan dengan acara Wisuda Tahfidz Juz 30 SD IMS Khalifa, Bintaro, Tangerang Selatan pada Senin (13/5), LAZIS Wahdah yang diwakilli langsung oleh Direktur LAZIS Wahdah Jakarta, Ust. Yudi Wahyudi dan jajarannya hadir pada acara tersebut.

Kehadiran Tim LAZIS Wahdah Jakarta dalam rangka serah terima donasi dari pundi/celengan murid-murid SD IMS Khalifa yang dirangkaikan dengan kajian Syaikh Dr Nabil Ahmad yang bertemakan “Menjadi Ahlul Qur’an dan Perbaikan Bacaan Qur’an”

Bapak Habibi selaku Kepala Sekolah Eksternal SD IMS Khalifa dan Wakil Bidang Keagamaan menuturkan bahwa ini suatu pengalaman tersendiri bagi murid-murid di sini untuk turut peduli dan berbagi dengan sesama melalui pundi sedekah LAZIS Wahdah.

“Semoga kerjasama dengan LAZIS Wahdah tetap terjalin kedepannya, dan semoga LAZIS Wahdah tetap menjadi lembaga yang amanah”, ujar Bapak Habibi

“Anak-anak di sini antusias dalam berinfaq. Disamping itu, Kami juga selalu mengingatkan. Selain itu, kedatangan syaikh menambah antusias anak-anak”, tambahnya. (rsp)

**

 

Menebar Hidayah ke Pedalaman Kalimantan

Ustadz Agus (bejubah putih)

(Mempawah) Wahdahjakarta.com — Daerah-daerah terpencil di Indonesia masih banyak yang terpinggirkan. Tak hanya di sisi ekonomi dan sosial, para penduduknya juga tak mendapatkan pendidikan keagamaan yang kurang layak.

Sejak lama, daerah Pontianak yang kebanyakan dihuni oleh suku dayak memang beragama kristen. Namun ternyata, nun jauh disana, tepatnya di Kecamatan Toho, Mempawah masih ada komunitas muslim yang menghuni daerah tersebut. Meski jumlahnya tak banyak.

Ditempuh sejauh puluhan kilo, dengan durasi waktu dua hingga tiga jam lamanya, dengan berbagai macam tampilan alam yang mengesankan. Gunung-gunung, hutan lebat dipinggir jurang, dan jauhnya perjalanan menjadi kisah tersendiri bagi ustadz Agus Muliono.

Sudah setahun lamanya, ia bersama sang istri hijrah dari Makassar menuju Mempawah. Selama itu pula, ada banyak lika-liku, dan kisah yang ia hendak bagi. Ia mengatakan, dahulunya, Mempawah ini adalah bagian dari Kabupaten Pontianak. Jaraknya tak jauh dari ibu kota Provinsi Kalimantan Barat.

“Saya rasa muslim di Toho butuh kita bantu. Sebab, masyarakat masih sangat awam dengan Islam,” tutur ustadz Agus.

Kerap kali ada beberapa kejadian yang membuatnya harus mengelus dada. Saat sebagian masyarakat ada yang tak peduli dengan apa yang ia sampaiakan. Bahkan beberapa kali dakwahnya sengaja diperlambat dan kajiannya tiba-tiba dibatalkan.

“Pernah saya sudah buat janji. Tapi qadarullah, jauh-jauh saya kesana, malah dibatalkan begitu saja. Saya hanya bisa mengelus dada. Mungkin ini bagian dari cara Allah memantapkan dakwah saya,” katanya, sebagaimana dalam penyampaiannya beberapa waktu yang lalu.

Ia bercerita, saat berusaha menjajal medan Mempawah, hujan yang deras membuatnya basah kuyup. Ia juga sempat kecelakaan dan mengharuskan ia beristirahat beberapa waktu. Sementara motornya yang sudah tua, juga harus diperbaiki, meski kondisi perekonomiannya saat itu juga melesuh.

“Saya harus kuat. Karena dakwah itu pekerjaan mulia. Nabi saja tidak mengeluh meski sering diancam dibunuh,” tandasnya.

Ustadz Agus adalah alumni program Tadribut ad Du’at atau Sekolah Dai Wahdah Islamiyah. Ia ditugaskan di Mempawah, mengemban tugas dakwah dan telah melewati masa satu tahun. []

 

https://wp.me/paJg5M-3DR

 

#laziswahdah #wahdahislamiyah #wahdah #sedekah #zakat #sahabatdermawan #mudahsedekah #ayosedekah #tarbiyah #ramadhan #berkahramadhan #berkahhidayah #daiqu