Tempuh Perjalanan Laut 11 Jam, LAZIS Wahdah Distribusikan Bantuan Banjir Morowali Utara

Relawan Lazis Wahdah

Relawan Lazis Wahdah menuruni kapal KM. Buana Jaya 

(Morowali Utara) Wahdahjakarta.com -, Setelah menempuh perjalanan laut selama 11 jam, relawan Lazis Wahdah tiba di lokasi terdampak banjir Morowali Utara. Tim relawan bersama masyarakat distribusi bantuan berangkat dua hari sebelum lebaran Idul Fitri 1440 H.

Dalam perjalanannya, kapal  KM. Buana Jaya yang ditumpangi relawan beberapa kali dihantam badai laut. Dua desa tujuan yang paling parah terendam banjir, yakni Desa Kalombang dan Desa Tirongan Atas, Kec. Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara.

Banjir di Morowali Utara merendam pemukiman warga, tempat ibadah dan bahkan merusak jalan dan jembatan. Beberapa warga juga terpaksa dievakuasi menggunakan perahu.

Asbullah Abu Anas, relawan LAZIS Wahdah menyebutkan, bantuan yang disalurkan berupa beras, sarden, mie instan, air mineral, dan biskuit serta bahan-bahan pokok lainnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh tim relawan di lokasi, di dua Desa tersebut, setidaknya ada 330 unit rumah yang terendam, sementara lima diantaranya hanyut terbawa arus.

“Petugas juga disiagakan untuk mengevakuasi. Kita gunakan perahu kecil untuk menjangkau masyarakat yang masih bertahan di rumah-rumah panggung mereka,” tuturnya, Senin (3/5/2019).

Asbullah menyebutkan, saat ini banjir mulai surut. Namun, tidak menutup kemungkinan, banjir bertambah jika hujan masih terjadi di kawasan itu.

Hingga berita ini diterima redaksi, relawan masih terus melakukan melakukan pendistribusian bantuan. Hal ini dikarenakan bantuan masih sangat minim.

Banjir Morowali Utara

Relawan lazis Wahdah menyambangi rumah warga terdampak banjir Moqowali Utara.

Ayo #SahabatDermawan kita bantu warga yang terdampak bencana banjir Morowali Utara :

 

  1. Donasi Online https://sedekahplus.com/campaign/93/peduli-banjir-morowali
  2. Transfer langsung melalui Bank Syariah Mandiri (BSM) dengan no.rekening 499 900 9005 an. LAZIS Wahdah Peduli Negeri, untuk amanah pencatatan harap menambakan nominal 300 setiap transfer contoh Rp 1.000.300.
  3. Informasi dan konfirmasi transfer melalui Call Center LAZIS Wahdah 085315900900

 

💌 LAZIS Wahdah “Melayani dan Memberdayakan”

Tetap Istiqamah Beribadah, Meski Ramadhan Telah Berlalu

 

Mengisi bulan Ramadhan dengan ragam ibadah merupakan karunia Allah yang tak terhingga. Oleh karena itu di akhir Ramadhan, setelah menyempurnakan puasa Ramadhan Allah menyuruh orang-orang beriman untuk membesarkan Allah dan mensyukuriNya (Qs.2:185)

Salah satu manifestasi mensyukuri nikmat kemudahan beribadah pada bulan Ramadhan adalah istiqamah melakukan ibadah setelah Ramadhan. Yakni menjaga keberlangsungan ibadah Ramadhan di luar bulan Ramadhan. Karena bagi seorang Muslim ibadah dan amal shaleh tidak boleh berhenti sama sekali dengan selesainya bulan Ramadhan.

Hal ini sejalan dengan hakikat taqwa yang merupakan tujuan puasa dan ibadah-ibadah lainnya. Tentu saja taqwa yang dikehendaki adalah bukan taqwa musiman pada waktu-waktu tertentu saja. Tapi taqwa sepanjang hayat. Bertaqwa dimanapun dan kapanpun, sebagaimana wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kata lain dari taqwa sepanjang hayat, kapan dan dimanapun berada adalah istiqamah. Konsisten dan kontiniu melakukan kebaikan, ibadah, dan amal shaleh serta meninggalkan larangan Allah. Istiqamah juga mengandung arti terus berada di atas jalan kebaikan, dengan berpindah dari satu ibadah kepada ibadah yang lain.

Ibnu Rajab al-Hambali mengatakan tentang makna istiqamah, “Menempuh jalan (agama) yang lurus (benar) dengan tidak berpaling ke kiri maupun ke kanan. Istiqamah ini mencakup semua bentuk ketaatan (kepada Allah) lahir dan batin, dan meninggalkan semua bentuk larangan-Nya”.

Seorang Muslim yang istiqamah selalu berpindah dari satu ibadah ke ibadah lainnya. Degan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas amal shaleh dan ibadahnya. Ketaannya tidak putus oleh pergantian musim kebaikan. Ia lanjutkan kebaikan yang dilakukannya dengan kebaikan lainnya. Karena ia menyadari, hidupnya adalah untuk beribadah kepada Allah.

Istiqamah Itu  Nikmat

Istiqamah merupakan karamah sekaligus nikmat yang sangat agung dari Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikannya sebagai wasiat utama kepada sahabat yang bertanya tentang Islam.

Wahai Rasulullah, Katakan kepadaku suatu perkataan tentang Islam yang saya tidak butuh lagi bertanya tentangnya kepada selainmu”, kata Sufyan bin Abdillah Ats-Tsaqafi kepada Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Ucapkanlah, aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah”, jawab Rasulullah. (Muslim).

Istiqamah juga merupakan perintah Allah Ta’ala, sebagaimana dalam surah Hud ayat 112;

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ

Istiqamahlah kamu sebagaimana kamu diperintahkan”.

Istiqamah Setelah Ramadhan

Salah satu tanda sukses menjalani ibadah  Ramadhan adalah berlanjutnya keshalihan, ketaatan dan kebaikan yang telah dilakukan di luar Ramadhan. Shalat berjamaah, membaca al-Qur’an, tetap bersedekah, konsisten mengenakan hijab menutup aurat, menaklukkan hawa nafsu, menjaga lisan, dan meninggalkan apa saja yang tak berguna di kehidupan akhirat. Termasuk Sunnah menggenapkan kebaikan Ramadhan dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal yang pahalanya setara dengan puasa setahun lamanya.

Jangan hentikan ragam keshalihan dan kebajikan itu saat Ramadhan berakhir, karena hidup dan mati kita hanya untuk Allah, dan bukan untuk Ramadhan.[]

 

 

 

 

Bahagia Itu Sederhana, Jangan Bandingkan Hidupmu dengan Orang Lain

Definisi bahagia tidak sama bagi setiap orang. Setiap orang mempunyai indikator masing-masing, yang disesuaikan dengan keinginan dan tujuan yang hendak dicapai

Ada orang-orang yang merasa bahagia karena bisa menghirup udara bebas dan bisa menikmati betapa indahnya dunia, ada juga yang bahagia jika memiliki banyak harta dan teman, dan tak sedikit pula orang akan merasa bahagia jika hasrat dan ambisinya telah berhasil terpenuhi

Bisa jadi kamu belum merasa bahagia hingga saat ini dikarenakan kamu belum mengizinkan hatimu untuk merasa bahagia. Mungkin kehidupan ini terlalu berat untuk kamu hadapi, setiap hari yang kamu rasakan hanyalah masalah yang datang silih berganti. Kamu merasa hanya nasib buruk yang datang kepadamu

Meski berat, cobalah untuk merasa bahagia meskipun dengan hal yang kecil. Sempatkanlah senyum setiap pagi walaupun cobaan dalam hidupmu begitu berat. Percayalah kebahagiaan akan menyertai hati dan harimu

Hal sederhana yang bisa membuat bahagia adalah berhenti membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain, dan belajarlah mensyukuri apapun yang kamu miliki.

Sebab syukur itu adalah kuncinya. Jika hatimu selalu qanaah, merasa cukup dengan yang ada, maka kamu tidak akan lagi merasa kekurangan. Tidak akan lagi merasa menjadi manusia yang melarat. Sebab kamu telah yakin dengan garis takdir yang Allah telah tentukan.

 

Artikel: Apotek Wahdah