Puasa Ramadhan ditambah Puasa Syawal Seperti 30+6=360

 

Puasa Ramadhan ditambah Puasa Syawal Seperti 30+6=360

30+6=36 Tapi bagi Allah 30+6 menjadi 360. Koq bisa? Tidak ada yang tidak bisa bagi Allah. Allah maha kuasa dan maha berkehendak.

Rumus 30+6=360 ini berlaku dalam puasa Ramadhan ditambah puasa Syawal. karena Allah melipatgandakan amalan sesuai kehendak-Nya.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam;

من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر

“Siapa yang puasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh”. (HR. Muslim).

Dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berpuasa Ramadhan, maka puasa sebulan sama dengan sepuluh bulan (300 hari), dan puasa enam bulan di bulan Syawal sama dengan puasa dua bulan (60 hari), sehingga sempurna setahun, karena “Siapa yang berbuat baik maka baginya sepuluh kali lipat [Qs. Al-An’am: 160”. (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Ibnu Khuzaimah).

Jadi pahala puasa Ramadhan ditambah dengan puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan puasa setahun (dalam penanggalan hjiriah) atau 360 hari.

Para Ulama Hanabilah dan Syafi’iyah mengatakan, puasa enam hari di bulan Syawal  setelah puasa Ramadhan setara dengan puasa wajib selama setahun. []

 

 

Jadilah Seperti Bunga

Saat ada seseorang yang mengatakan hal-hal buruk tentang kita, jangan pernah membalasnya dengan sesuatu yang tak baik. Jadikan perkataan dan perbuatan yang menyakiti itu sebagai pemacu diri menjadi pribadi yang lebih positif

Pastinya kamu tahu seperti apa orang yang memiliki kepribadian positif dan negatif. Jangan sampai tertular yang buruk, ya

Menjadi Muslim, berarti menjadi pribadi yang agung. Menjadi insan pemaaf meski seringkali disakiti. Baginya, membalas keburukan dengan yang serupa adalah kesia-siaan

Jika seseorang melakukan keburukan terhadapmu, terlebih khusus lagi jika mereka adalah kerabat-kerabatmu, sahabat-sahabatmu, mereka berbuat buruk kepadamu, baik melalui lisan mereka maupun perbuatan mereka, maka balaslah mereka dengan kebaikan

Jika mereka memutus silaturahmi denganmu, maka sambunglah kembali silaturahmi tersebut. Jika mereka berbuat zholim kepadamu, maka maafkanlah

Kawan

jadilah seperti bunga

yang memberikan keharuman bahkan terhadap tangan yang menghancurkan (Ali bin Abi Thalib Rhadiyallahu)

Artikel: Apotek Wahdah