10 Tips Agar Bumil dan Janin Tetap Sehat

 

Hai Bunda, apakah ini adalah kehamilan pertama Anda? Wah selamat ya. Mau tahu beberapa tips singkat soal kehamilan pertama dan kesehatan janin?

Kami punya 10 tips sehat untuk menjaga kehamilan sepanjang 9 bulan 10 hari nanti, agar janin di kandungan Anda lahir dalam kondisi sehat walafiat.

 

Tips 1

Jangan menunda untuk kontrol pada dokter setelah Anda tahu bahwa Anda hamil. Penting sekali lho untuk mengetahui kondisi perkembangan bayi di dalam perut Anda.

Tips 2.

Ubah kebiasaan makan Anda, apabila tadinya doyan makan yang tidak sehat, maka harus makan yang sehat-sehat saja. Hindari junk food, hindari juga minuman bersoda dan beralkohol.

Tips 3.

Berolahraga agar tubuh tetap bugar dan tidak gampang terserang penyakit. Tubuh yang metabolismenya baik, akan lebih mudah menghadapi problem-problem seperti morning sick dan lain sebagainya.

Tips 4.

Selalu disiplin mengikuti anjuran dokter sehingga kandungan Anda selalu sehat dan jauh dari masalah.

Tips 5.

Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan sehingga kebutuhan nutrisi dapat tercukupi. Hindari makanan-makanan kalengan yang nutrisinya tak sebanyak makanan segar.

 

Tips 6.

Rajin membawa buku dan browsing info kehamilan dari sumber yang dapat dipercaya. Jangan hanya mendengarkan apa yang dikatakan orang.

Tips 7.

Berhenti merokok ya, bunda. Rokok berbahaya sekali untuk perkembangan dan kesehatan janin. Bila Anda meneruskan merokok, bisa-bisa kesehatan si kecil akan terganggu.

Tips 8.

Hindari mengonsumsi sembarang obat kimia dan obat tradisional tanpa berkonsultasi pada dokter Anda.

Tips 9.

Mintalah resep tambahan atau multivitamin pada dokter apabila memang kondisi Anda lemah dan mudah jatuh sakit.

Tips 10.

Ajak pasangan untuk mulai hidup sehat, mengonsumsi makanan sehat, dan juga berhenti merokok.

 

Sumber: Fimela

Artikel : Apotek Wahdah

Syarh Singkat Shahih Bukhari (002): Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi

Syarh Singkat Shahih Bukhari (002): Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi

Oleh: Ustadz Rahmat Badani, Lc., MA.

Kitab Permulaan Wahyu

Bab: Permulaan Wahyu

Hadis 2

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ الْحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْيُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ فَيُفْصَمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِي الْمَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ الْوَحْيُ فِي الْيَوْمِ الشَّدِيدِ الْبَرْدِ فَيَفْصِمُ عَنْهُ وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا.

Dari Aisyah Ibu Kaum Mu’minin, bahwa Al Harits bin Hisyam bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai Rasulullah, bagaimana cara turunnya wahyu turun kepada engkau?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Terkadang datang kepadaku seperti suara gemerincing lonceng dan cara ini yang paling berat buatku, lalu terhenti sehingga aku dapat mengerti apa yang disampaikan. Dan terkadang datang Malaikat menyerupai seorang laki-laki lalu berbicara kepadaku maka aku ikuti apa yang diucapkannya“. Aisyah berkata: “Sungguh aku pernah melihat turunnya wahyu kepada Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu hari yang sangat dingin lalu terhenti, dan aku lihat dahi Beliau mengucurkan keringat.

 

Pelajaran Hadits:

 

  1. Al Harits bin Hisyam adalah saudara kandung musuh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu ‘Amru bin Hisyam Abu Jahal. Al Harits memeluk agama islam pada peristiwa Fathu Makkah dan Ia termasuk sahabat Nabi yang mulia. Al Harits meninggal dunia pada peperangan Negeri Syam sebagai seorang syahid.
  2. Hadis ini menjelaskan 2 cara/proses turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu melalui suara gemerincing lonceng dan berubahnya Malaikat Jibril menjadi rupa seorang laki-laki. Kedua cara ini boleh jadi adalah yang paling sering terjadi kepada Nabi, karena ada hadis-hadis lainnya yang menunjukkan cara/proses lainnya seperti; Melalui suara yang menyerupai bunyi lebah, ilham, mimpi yang benar, berjumpa dengan Malaikat Jibril dalam bentuk aslinya, firman Allah saat Isra Mi’raj, dan sebagainya. Namun diantara ulama ada yang menafsirkan bahwa beberapa cara-cara tersebut kembali kepada 2 cara yang disebutkan dalam hadis di atas.
  3. Suara lonceng terdiri dari dua unsur; pertama adalah kuatnya suara lonceng tersebut, kedua adalah suara gemerincing yang dihasilkannya. Unsur pertama(kuatnya suara lonceng itu) adalah apa yang dimisalkan oleh Nabi dengan wahyu yang dibawa oleh Malaikat Jibril dalam hadis ini. Adapun unsur kedua maka ia bukanlah maksud Nabi dalam hadis ini, karena suara gemerincing lonceng telah dilarang di dalam agama Islam sebagaimana hadis Muslim bahwa para Malaikat menjauh dari suara lonceng. Karenanya pula tatkala Nabi hendak mengadakan lonceng sebagai penanda masuknya waktu shalat, maka Allah mengajarkan yang lebih baik kepadanya yaitu adzan melalui mimpi 2 orang sahabat; Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi dan Umar bin Khattab radiyallahu ‘anhuma.
  4. Makna “shalshalah” dimaknai sebagai wahyu Allah yang disampaikan oleh Malaikat Jibril, atau ia adalah suara kepakan sayapnya.
  5. Datangnya wahyu seperti kuatnya suara lonceng adalah yang terberat bagi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, artinya wahyu itu sangat berat bagi Nabi namun yang terberat adalah jenis di atas. Hal ini juga menjadi salah satu penafsiran “Qaulan Tsaqilan” di dalam surah Al Muzzammil: 5.
  6. Hadis ini menunjukkan bahwa Malaikat Jibril dapat merubah penggambaran dirinya seperti seorang pria. Dan cara penerimaan wahyu ini adalah yang paling mudah menurut Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam karena beliau seakan berbicara kepada seorang manusia biasa sebagaimana hadis Jibril yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab tentang makna Islam, Iman, dan Ihsan.
  7. Terdapat tambahan riwayat dalam hadis ini yang merupakan ucapan Aisyah radiyallahu ‘anha dimana beliau mensifatkan beratnya proses turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad, dimana beliau sampai berkeringat pada musim yang sangat dingin.

Penulis : Rachmat Badani Lc., MA.

Artikel : Wahdahjakarta.com