Meriahnya Gebyar Merdeka RW 06 yang Didukung LAZIS Wahdah

Tim Fundraising LAZIS Wahdah Jakarta (Adi Juli) sedang melakukan aksinya bagi-bagi leaflet dan snack kepada peserta karnaval dan jalan santai Gerbyar Merdeka RW 06 pada Ahad (18/8) di depan gerbang Komplek Rawa Bambu 1

 

JAKARTA- Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 74, RW 06 Rawa Bambu 1, Kelurahan Pasar Minggu telah mengadakan berbagai macam perlombaan selama sebulan ini. Pada Ahad (18/18) yang berlokasi di Jl. B (Depan SDN 04/05) Pagi Rawa Bambu 1, Pasar Minggu diadakan acara penutupannya yang diawali degan karnaval, jalan santai, dan sepeda hias dengan panitia utamanya dari GARS (Gabungan Anak Rawa Bambu Satu).

Tujuan diadakan kegiatan ini berdasarkan penuturan dari Bapak Dai, Ketua RT 08 adalah untuk menjaga silaturrahim antara warga RW 06 dan menjalin kebersamaan. “Saya beranggapan ini antusias sekali ya, 1). untuk menjaga silaturrahiim antar warga RW 06, 2).menjalin kebersamaan…,Mumpung sekarang diadakan di jalan raya supaya kelihatan lebih meriah gitu..”, ujarnya.

Di tengah dominasi warna merah putih yang dikenakan warga yang ikut karnaval dan jalan santai, kemeriahan acara Gebyar Merdeka ke 74 RW 06 kali ini didukung oleh LAZIS Wahdah selaku Lembaga Amil Zakat Nasional dengan ikut berpartisipasi dalam hal pendanaan dan membagi-bagikan snack gratis kepada semua peserta karnaval dan jalan santai yang jumlahnya ada 510 peserta yang berasal dari 14 RT di RW 06 berdasarkan keterangan yang dikutip dari salah satu panitianya.

“…Antusias masyarakat cukup tinggi banget mas karena ini acara tahunan, setahun sekali, sudah gitu koordinasi dari warga-warga dan panitia cukup baik..”, ujar Deni, salah satu panitia acara ini.

“Untuk kedepannya kita pengen lebih sukses, lebih meriah, semoga setiap tahun selalu ada… jumlah peserta di 14 RT ada 510 peserta”, tambahnya.

Harapan dari diadakannya acara ini, Bapak Erik selaku Ketua RW 06 menginginkan semangat juang masyarakat tetap terus terjaga dan semangat mempertahankan NKRI juga demikian.

“…Jadi kelihatan semangat juang bangsa ini masih terus terjaga khususnya di Jakarta yang kita pantau , tapi saya yakin di provinsi lain juga masih sangat tinggi….Lihat aja itu tua muda, 70 an, 1 tahun semua ikut jalan santai beberapa kilometer….Dari situ kelihatan semangat mereka ..Semoga NKRI mereka tetap terjaga , itu yang kita harapkan…”ungkapnya kepada Tim Media LAZIS Wahdah Jakarta, Ahad (18/8). [rsp].

**


Umur kita mungkin tidak sampai 100 tahun, tapi pahala Sedekah kita bisa lebih dari seratus tahun.

💰 Mari bersama LAZIS Wahdah kita bantu Program Berkah Merdeka, donasi bisa disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) nomor rekening : 773 800 8008 a.n LAZIS Wahdah Jakarta Sedekah dan konfirmasi transfer (wa/sms) ke 0811 9787 900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

Kaji Konsep Pendidikan Al-Qur’an Ulama Bugis,  Ustadz Zaitun Raih Gelar Doktor

Suasana ujian terbuka sidang promosi doktor Ustadz Zaitun Rasmin di kampus UIKA Bogor, Jum’at (16/08/2019)

(Bogor) Wahdahjakarta.com -, Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin meraih gelar doktor dalam bidang Pendidikan Agama Islam di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor. Gelar doktor pendidikan Islam diraih Ustadz Zaitun setelah berhasil mempertahankan disertasi beliau dalam sidang terbuka promosi doktor yang digelar pada  Jum’at (16/08/2019) sore.

UZR, sapaan akrab ustadz Zaitun menulis disertasi dengan mengkaji konsep pendidikan tahfizh Al-Qur’an ulama Bugis, KH. Lanre Said dengan judul disertasi, “Mafhum Tarbiyah Tahfizhil Qur’an ‘inda Alim Bugisi Lanre Said.

Disertasi yang ditulis dalam bahasa Arab tersebut dibimbing oleh tiga pakar pendidikan UIKA Bogor, yakni Prof. Dr. Didin Hafidhuddin, MS, (co promotor), Adian Husaini, Ph.D (promotor), dan Dr. Endin Mujahidin, M.Si (promotor).

Ustadz Zaitun (tengah) bersama para penguji dan promotor usai ujian terbuka sidang promosi doktor.

“Ini (bahasa Arab) luar biasa dari disertasi ini”, ujar seorang hadirin yang turut menyaksikan sidang terbuka promosi doktor Ustadz Zaitun. Yang luar biasa juga, UZR menjalani kuliah S3 dan penulisan disertasi disela-sela kesibukan beliau sebagai pimpinan gerakan da’wah Wahdah Islamiyah dan amanah dakwah lainnya. Bahkan proses penyusunan disertasi sempat tertunda karena agenda keumatan yang harus beliau dahulukan.

“Sungguh pencapaian ini bukan sebatas selesainya program belajar seorang mahasiswa Pasca Sarjana, namun pencapaian ini adalah balut-balut keberkahan yang energinya biiznillah akan terurai pada langkah perjuangan yang lebih tertata, pada semangat yang kembali dan terus menyala, pada ukhuwah yang semakin kuat terjaga”, ujar ketua Dewan Syuro DPP WI Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil.

Gurutta Lanre Said termasuk sosok yang mula-mula membuka pesantren khusus penghafal Al-Qur’an (tafizhul qur’an) di Kajuara Tujutuju Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. []

 

LAZIS Wahdah-Al Hijaz Salurkan Hewan Qurban Untuk Napi di LAPAS Cibinong

Penyaluran hewan qurban (domba 3 ekor) di LAPAS Pondok Rajek Cibinong pada Senin (12/8).

 

(Cibinong) Wahdahjakarta.com- Memasuki hari tasyrik pertama di bulan Dzulhijjah, LAZIS Wahdah berkerjasama dengan Yayasan Al Hijaz Al Khairiyah menyalurkan hewan qurban di LAPAS Pondok Rajek Cibinong pada Senin (12/8). LAPAS yang mulai beroperasi semenjak januari 2008 ini aktif menyelenggarakan penyembelihan hewan qurban beberapa tahun ini.

Suasana senja menyelimuti Tim LAZIS Wahdah Jakarta bersama 5 santri Al Hijaz Al Khairiyah ketika menyelusuri jalanan penuh dengan keheningan. Di sisi kiri dan kanan jalan penuh dengan kuburan tidak membuat gentar sedikit pun tim yang mengantarkan hewan qurban bagi napi/tahanan di sana.

10 menit menjelang maghrib, Tim LAZIS Wahdah Jakarta sampai di lokasi bersama 5 santri. Santri yang masih di bawah umur harus menunggu di luar.

“Untuk masuk ke LAPAS ini butuh laporan terlebih dahulu dan memberitahukan securitynya bahwa kita diminta untuk menemui salah seorang ustadz di sini. Waktu itu, orang yang kita temui tidak berada di tempat. Lalu, serah terima hewan qurban diterima oleh salah seorang pembina mental dan keislaman napi/tahanan di sana, Bapak Yudi”, ujar Korlap dari LAZIS Wahdah Jakarta, Rudisa Putra.

Bapak Yudi mewakili pengurus LAPAS dan Napi/tahanan di sana mengucapkan terimakasihnya kepada LAZIS Wahdah dan Yayasan Al Hijaz atas pemberian hewan qurban ini. “Kami mengucapkan terimakasih atas pemberian hewan qurban ini kepada LAZIS Wahdah dan Hijaz….”, sahutnya ketika dimintai testimoninya dari Tim Media LAZIS Wahdah Jakarta. [rsp]

**

Siswa Penghafal Qur’an SMP & SMA Wahdah Cibinong Potong Hewan Qurban

Para santri didampingi oleh musrif(pembina) memotong daging sembelihan hewan qurban Dzulhijjah 1440 H di area asrama pesantren.

(BOGOR) Wahdahjakarta.com — Siswa atau santri Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1440 bertepatan dengan 11 Agustus 2019. Hari Raya yang dirangkaikan dengan pemotongan hewan qurban, tidak luput juga dilakukan pengelola Pondok Tahfidz Al Quran Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor, beserta para santrinya.

“Alhamdulillah untuk tahun 2019 ini, pelaksanaan penerimaan dan penyaluran hewan kurban terdiri dari sapi 1 ekor dan domba sebanyak 16 ekor. hewan kurban ini diperoleh dari orang tua santri maupun donatur.” ujar Muhammad Hamka, Kepala Sekolah SMP Qur’an Wahdah Islamiyah Cibinong-Bogor.

Sebagaimana tahun -tahun sebelumnya, para santri tidak diizinkan pulang ke rumah, tujuannya agar santri dapat mengikuti proses pelaksanaan Shalat Idul Adha, pemotongan hewan qurban serta penyaluran daging kepada masyarakat.

Naufal Zaki, Santri Kelas 9 SMP, asal Cileungsi Bogor mengaku sangat terkesan dengan pelaksanaan hewan kurban ini. Karena dapat merasakan pengalaman baru dan mengetahui bagaimana teknik dari pemotongan yang benar dan sesuai syar’i karena dibimbing langsung oleh para pembina maupun pengurusn pondok.

“Saya senang dan santai dengan teman teman mengikuti proses pemotongan dan penyaluran hewan kurban, karena punya pengalaman baru” ujar santri yang telah hafal 21 juz ini.

Sebelum proses pemotongan, kegiatan di dahului oleh pelaksanaan shalat Idul Adha. Tampil sebagai Khotib dan Imam Kepala SMA Qur’an Wahdah Cibinong, ustadz Agusman di halaman sekolah.

Redaksi : Anwar Aras

TEBAR SEMBAKO, BAHAGIAKAN PEMULUNG

Penyaluran paket sembako untuk pemulung dhuafa di RTM Kelapa Dua, Gg.Sarian, RT 01 RW 11 , Depok pada Kamis (8/8)

DEPOK- Yayasan Nashir wa Taujih melalui kepala divisi lapangannya, Abu Abdillah berkerjasama dengan LAZIS Wahdah dan Muslimah Wahdah Depok dalam penyaluran sembako untuk dhuafa yang mata pencahariannya sehari-hari adalah dengan memulung. Bantuan disalurkan langsung di rumah-rumah pemulung yang terdiri dari 12 KK yang berlokasi di RTM Kelapa Dua, Gg. Sarian RT 01 RW 11 , Depok pada Kamis (8/8).

Menurut penuturan Abu Abdillah, Bantuan ini berasal dari seorang masyaikh dari Saudi Arabia yang mana saat ini sedang menderita penyakit kanker. “Alhamdulillah donasi diberikan oleh salah satu masyaikh dari Saudi Arabia yang ternyata beliau terkena penyakit kanker, beliau pingin berbagi. Mudah-mudahan kita do’akan… Kita minta do’a dari temen-teman semuanya untuk keasehatan beliau”, ujarnya saat diwawancarai Tim Media LAZIS Wahdah Jakarta pada Kamis (8/8).

“Harapan Kami adalah mudah-mudahan dengan bantuan yang Kami berikan yang tidak seberapa nilainya tapi in syaa Allah bermanfaat buat mereka, buat mereka istiqamah lagi, lebih semangat untuk liqo dirosa dan tarbiyah”, tambahnya.

Di antara penerima manfaat bantuan ini, Ibu Yayah dan Ibu Ayem merasa terharu dan senang dengan bantuan yang diberikan serta mengucapakan terimakasih kepada LAZIS Wahdah dan Tim yang menyalurkan serta ucapan terimakasih kepada syaikh yang memberikan donasi. Ibu Yayah dan Ibu Ayem yang sehari-hari berkerja sebagai ibu rumah tangga dan pemulung ini juga aktif di kegiatan halaqoh dirosa (belajar Quran) dan tarbiyah binaan Muslimah Wahdah Depok yang diadakan di salah satu rumah warga di sana.

“Kami dari kelompok pengajian dirosa mengucapkan terimakasih banyak kepada LAZIS Wahdah dan tim dari bapak ustadz semuanya…”, ujar Ibu Yayah. [rsp]

**

“Tebar Qurban Untuk Pemulung”
Bagi Dermawan yang ingin menyalurkan hewan qurbannya untuk pemulung dhuafa bisa disalurkan melalui LAZIS Wahdah dengan cara:

1. Pilih Jenis Qurban
– Kambing Mulai Harga Rp 1.550.000,- / Ekor
– Sapi Mulai Harga Rp 2.300.000,- / Orang atau Rp 16.100.000,- / Ekor
2. Transfer langsung melalui Bank Syariah Mandiri (BSM) dengan no.rekening 459 900 9006 an. LAZIS Wahdah Qurban
3.Informasi dan Konfirmasi Transfer: 08119787900 (wa/sms) atau (021) 2237 3844 (tlp) atau datang langsung ke Kantor LAZIS Wahdah Jakarta yang beralamat di Jl.L, No.5, RT 06 RW 06, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

(Kami masih menerima Qurban hingga hari Tasyrik, sd Rabu 14 Agustus 2019)

💌 LAZIS Wahdah
“Melayani dan Memberdayakan”
#berkahqurban #sedekah #zakat #sedekahsejutaquran#markazquranwahdah #arafah #selfreminder #puasasunnaharafah#iduladha

Ayo Bantu Pengembangan Rumah Tahfidz Apung

Kunjungan LAZIS Wahdah ke Rumah Tahfidz Apung pada Sabtu (3/8)

JAKUT–Tim LAZIS Wahdah yang diwakili langsung oleh Direktur LAZIS Wahah Jakarta, Ust.Yudi Wahyudi dan Ust. Saripuddin (Manager Divisi Pemberdayaan LAZIS Wahdah Jakarta) berkunjung ke Rumah Tahfidz Apung yang berlokasi di kampung nelayan, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara pada Sabtu (3/8).

Kunjungan ini sebagai tahap awal dalam penyaluran bantuan dengan melihat kondisi yang ada, apa-apa yang dibutuhkan baik dari segi sarana dan prasarana rumah tahfidz maupun santrinya. Dalam kunjungan pertama ini, LAZIS Wahdah sebagai Lembaga Amil Zakat Naional menyalurkan beberapa mushaf Al Qur’an sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar santri di sana.

“Alhamdulillah, kita sudah berjalan beberapa tahun ini, kita fokus membina anak-anak bagaimana untuk memperbaiki akhlak mereka baik dari segi mengajinya, dari segi pelajaran agamanya….dan juga kita banyak program di sini termasuk di Rumah Tahfidz Apung ini, in syaa Allah kita melakukan pengembangan/memperluas Rumah Tahfidz Apung ini karena tiap hari anak-anak semakin bertambah, semakin banyak dan kita membutuhkan sarana prasarana belajar untuk kenyamanan anak-anak kita dalam belajar, anak-anak kita dalam mnuntut ilmu…”, ujar Sulaiman, selaku pengajar di Rumah Tahfidz Apung dan juga pengurus Yayasan Cikal Cendekia Salsabila.

Sulaiman menuturkan bahwa jumlah santri di rumah tahfidz apung kurang lebih 120 anak. Selain itu jumlah santri di rumah tahfidz muara baru yang mana masih di bawah Yayasan Cikal Cendekia Salsabila ada 250 anak.

“Usia SD kurang lebih kalo di Rumah Tahfidz Apung 80 an anak, sisanya itu sekitar 40 SMP dan SMA. Di Muara Baru, Rumah Tahfidz Anak Nelayan, usia SD itu ada sekitaran 150 anak, sisanya SMP dan SMA…Alhamdulillah kita juga sudah kuliahkan 9 anak sekaligus sebagai pengajar…”, ungkap Sulaiman saat diwawancarai Tim Media LAZIS Wahdah Jakarta.

“Kita sangat membutuhkan beberapa kebutuhan, yang paling penting adalah sarana prasarana belajar, seperti misalnya karpet, lemari, perpustakaan untuk buku, Al Qur’an, papan tulis, alat tulis, dan lain sebagainya… Dan juga beberapa kebutuhan-kebutuhan seperti pendidikan baik itu dari buku, Al Qur’an hafalan yang paling penting sebenarnya karena dalam tahun ini kita fokus ke tahfidzul Qur’an. kita membutuhkan Al Qur’an hafalan itu untuk memudahkan anak-anak dalam menghafal”, tambahnya. [rsp]

**


1. Pilih Jenis Qurban
– Kambing Mulai Harga Rp 1.550.000,- / Ekor
– Sapi Mulai Harga Rp 2.300.000,- / Orang atau Rp 16.100.000,- / Ekor
2. Transfer langsung melalui Bank Syariah Mandiri (BSM) dengan no.rekening 459 900 9006 an. LAZIS Wahdah Qurban
3.Informasi dan Konfirmasi Transfer: 08119787900 (wa/sms) atau (021) 2237 3844 (tlp) atau datang langsung ke Kantor LAZIS Wahdah Jakarta yang beralamat di Jl.L, No.5, RT 06 RW 06, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

💌 LAZIS Wahdah
“Melayani dan Memberdayakan”
#berkahqurban #sedekah #zakat#sedekahsejutaquran #markazquranwahdah#RumahTahfidzApung #selfreminder #iduladha

Gempa M 7,4 Guncang Wilayah Jawa dan Sumatera, Berpotensi Tsunami

 

(JAKARTA) Wahdahjakarta.com – Gempa bermagnitudo 7,4 terjadi pada Jumat malam (2/8), pukul 19.03 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa tersebut berkedalaman 10 km dan berlokasi 147 km barat daya Sumur, Banten. Gempa berpotensi tsunami di beberapa wilayah.

BMKG menginformasikan peringatan dini tsunami untuk wilayah Banten, Bengkulu, Jawa Barat dan Lampung. Berikut ini wilayah dengan kategori yang berbeda berdasarkan pemodelan:

• Pandeglang bagian selatan (Banten) – Siaga
• Pandeglang Pulau Panaitan (Banten) – Siaga
• Lampung-Barat Pesisir-Selatan (Lampung) – Siaga
• Pandeglang bagian Utara (Banten) – Waspada
• Lebak (Banten) – Waspada
• Tanggamus Pulau Tabuan (Lampung) – Waspada
• Sukabumi Ujung-Genteng (Jabar) – Waspada
• Tanggamus Bagian Timur (Lampung) – Waspada
• Lampung-Selatan Kep. Krakatau (Lampung) – Waspada
• Lampung-Selatan Kep. Legundi (Lampung) – Waspada
• Lampung-Barat Pesisir-Tengah (Lampung) – Waspada
• Lampung-Barat Pesisir-Utara (Lampung) – Waspada
• Bengkulu-Utara Pulau Enggano (Bengkulu) – Waspada
• Kaur (Bengkulu) – Waspada
• Lampung-Selatan Kep. Sebuku (Lampung) – Waspada
• Bengkulu-Selatan (Bengkulu) – Waspada
• Serang Bagian Barat (Banten) – Waspada
• Seluma (Bengkulu) – Waspada

Status ‘Siaga’ merekomendasikan masyarakat di wilayah dimaksud untuk memperhatikan dan segera melakukan evakuasi. Sedangkan status ‘Waspada,’ masyarakat direkomendasikan untuk memperhatikan dan segera menjauhi pantai dan tepian sungai.

“Pantauan pusdalops BNPB mencatat gempa terasa kuat di Kabupaten Pandeglang selama 5 – 10 detik. Masyarakat dilaporkan panik dan keluar rumah.” tulis Agus Wibowo
Plh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB.

Kabupaten ini berjarak 85 km dari sumber gempa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota di sekitarnya. Sementara itu, BPBD Lampung Selatan melaporkan guncangan terasa 1 – 5 detik.

TRC saat ini sedang memantau air laut dan mengimbau masyarakat tetap waspada.

Gempa dirasakan kuat di sejumlah wilayah seperti Pandenglang, Lebak, Lampung Selatan, Bengkulu, Sukabumi-Jawa, Depok, hingga Jakarta.

Guncangan dari gempa tersebut membuat warga berhamburan keluar rumah dan gedung bertingkat.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan terus memantau informasi resmi dari pemerintah, serta tidak terpancing informasi palsu yang mungkin beredar melalui media sosial.

Yuk, Bangun Kembali Asrama Penghafal Al-Qur’an yang Terbakar

Asrama santri yang terbakar

Wahdahjakarta.com -, Kebakaran melanda Pondok Pesantren Abu Bakr Ash-Shiddiq Wahdah Islamiyah di Jalan H Parojai, Desa Taccorong, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 10.30 Wita, Rabu (31/7).

Peristiwa itu terjadi saat santri sedang belajar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, tiga gedung asrama putra ludes dilalap api.

Penyebab kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek listrik atau korsleting dari salah satu ruangan pondok penghafal Alqur’an itu.

Pimpinan Pondok Pesantren Abu Bakr Ash-Shiddiq Bulukumba, Ustaz A. Muhammad Syawal, SHI., mengatakan barang-barang di dalam pesantren yang ikut terbakar, yakni 71 lemari tempat penyimpanan pakaian santri beserta ranjang milik para santri yang berjumlah 71 orang.

“Taksiran kerugian sekitar Rp 350.000.000,” ujarnya melalui rilis.

Pasca kebakaran itu, kegiatan penggalangan dana guna membantu memulihkan kondisi di Pondok Pesantren Abu Bakr Ash-Shiddiq Bulukumba pun dilakukan, di antaranya dari Lazis Wahdah Bulukumba.

Bagi Anda yang ingin membantu dengan menyalurkan donasi, bisa melakukan transfer dana ke Bank Syariah Mandiri (BSM) dengan nomor rekening: 747 000 22 33, atas nama Lazis Wahdah Bulukumba. Konfirmasi donasi ke nomor telepon: 08114180233.

Sumber: Pilarindonesia.com

 

Kemenag : Idul Adha Jatuh pada 11 Agustus 2019

Sidang Isbat Kemenang 1 Zulhijjah 1440 H

(Jakarta) Wahdahjakarta.com — Kementrian Agama (Kemenag) memutuskan Idul Adha 10 Zulhijah ditetapkan jatuh pada 11 Agustus 2019 seusai menggelar sidang isbat penentuan 1 Zulhijah 1440 H. Hal tersebut disampaikan saat konferensi pers di Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019).

“Dengan demikian, kita putuskan bahwa 1 Zulhijah jatuh pada hari Jumat, 2 Agustus 2019, dengan begitu bahwa 10 Zulhijah atau hari raya Idul Adha jatuh ada Ahad, 11 Agustus 2019. Itulah hasil sidang isbat ada malam ini,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Muhammadiyah Amin.

Dalam menentukan posisi hilal, Kemenag juga berkoordinasi dengan pemantau yang disebarkan ke 92 titik hilal di seluruh Indonesia. Amin menjelaskan, dari keseluruhan, sudah terdapat 10 pemantau yang melihat keberadaan hilal.

“Untuk melakukan konfirmasi atas posisi hilal tersebut, maka pada saat ini kita lihat sebanyak 92 titik. Berdasarkan laporan dari beberapa area yang melibat hilal dan telah disumpah ada 10 titik yang melihat langsung,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua MUI Abdullah Jaidi mengingatkan agar perayaan Idul Adha ini dijadikan momentum untuk bersyukur. Sekaligus mempererat ikatan persaudaraan seusai pilpres.

“Intinya bahwa dalam menyongsong Idul Adha, marilah kita umat silam menjadikan momentum sebagai hari saya bersyukur, hari raya berkorban,” tuturnya.

“Harapan kami, MUI, bahwa agar setelah selesainya kita melaksanakan pilres, marilah kita, khususnya umat Islam, bangsa Indonesia kembali bersama dalam menyongsong masa depan Indonesia lebih baik,” lanjutnya.

Sumber : detik.com