Dukung Ekonomi Syariah, KPMI dan LIMA Event Siap Bantu UKM

Foto bersama anggota KPMI setelah konferensi pers Muslim Lifestyle Fest 2019.

(JAKARTA) Wahdahjakarta.comKPMI (Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia) dan PT. LIMA Armada Utama menyatakan kesiapannya dalam menggodok perekonomian syariah di Indonesia, utamanya dalam pengembangan produk halal.

Ketua KPMI, Rachmat Sutarnas Marpaung melihat adanya komitmen dari pemerintah untuk membangun pondasi sistem ekonomi syariah melalui Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019 – 2024 yang baru saja diresmikan bulan Mei 2019.

Diharapkan dengan MEKSI tersebut, Indonesia bisa menjadi pemain utama sebagai produsen industry halal global pada 2024.

Tertulis dalam rilis media, KPMI senantisa merangkul semua pihak untuk berkolaborasi menguatkan rantai nilai produk halal pada sektor potensial yang berdaya saing tinggi, seperti makanan,minuman, pariwisata, busana muslim, media, farmasi dan kosmetik.

Kemudian, penguatan sektor keuangan syariah, penguatan sektor UMKM sebagai penggerak utama rantai nilai produk halal, dan penguatan ekonomi digital terutama perdagangan (e-commerce) dan keuangan (teknologi finansial).

“Jadi, merchant-merchant yang kita lihat datanya tumbuh namun butuh permodalan, nanti disitu kita bekerjasama dengan fintech syariah untuk memberikan modal” ujar Rachmat saat wawancara dengan media setelah konferensi pers Muslim Lifestyle Fest di Hall Cendrawasih JCC Senayan (30/8/2019).

Tak hanya itu, untuk kegiatan ekspor dan impor, KPMI mengadakan pelatihan dan penyuluhan untuk mengedukasi para pengusaha ataupun calon pengusaha muslim dalam mengembangkan usahanya bedasarkan prinsip syariah sesuai contoh Rasulullah SAW.

“Kita punya pelatihan ekspor sudah 58 angkatan, total anggota KPM Eksport Learning Club itu sudah 4.000 orang dan kita sudah menghasilkan sekitar 180 ekportir baru dari yang tadinya gak bisa eksport.” papar Rachmat singkat.

Tak hanya itu, PT. Lima Event sebagai penyelenggara acara juga memfasilitasi para pengusaha muslim dalam pengurusan sertifikasi halal untuk setiap produk yang dipasarkan.

Abu Yudhis Tejo, Organizer Pesta Jajanan Halal saat diwawancarai media pasca pembukaan Muslim Lifestyle Fest 2019.

“Seperti kata gubernur, kota Jakarta akan menjadi kota wisata Halal, makanya produk-produknya harus halal, bukan cuma halal, yang mengelola produknya harus amanah dan tersertifikasi BNSP. Kita akan fokus di tenan-tenan event, karena kita pikir kalau dakwah halal ke konsumen butuh waktu panjang, kita ambil strategi dengan mensertifikasi penyedia makanannya” ujar Abu Yudhis Tejo selaku Organizer Pesta Jajanan Halal Muslim Lifestyle Fest dari LIMA Event.

Abu Yudhis membocorkan, pasca event Muslim Lifestyle Fest, akan ada pendampingan fasilitas dalam sertifikasi kehalalan produk untuk pelaku usaha kuliner.

“Setelah event ini nanti kita akan buat lagi pendampingan, jadi kita gak menguber-uber event. Kita akan adakan lagi yang secara rutin sertifikasi halal dan food-food tender sebagai salah satu follow up nya.”pungkasnya. (fry)

Gubernur : Biar Nanti Bukan Ibukota, Pasar Syariah Tetap Besar di DKI

Anies Baswedan saat berpidato dalam sambutan pembukaan Muslim Lifestyle Fest 2019

(JAKARTA) Wahdahjakarta.com — Dalam pidato sambutannya pada pembukaan acara Muslim Lifestyle Fest kemarin(30/8/2019), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sempat menyinggung soal pengaruh pemindahan ibukota terhadap perkembangan pasar ekonomi syariah di Jakarta. Anies menyebut pemindahan tersebut tidak berpengaruh besar terhadap pasar.

Setelah mengapresiasi acara yang digadang akan menjadi penggerak motor ekonomi syariah nasional tersebut, anies juga mengungkapkan optimismenya dalam pengembangan industri halal di Jakarta.

Menurutnya, sudah seharusnya konsepsi bisnis berbasis syariah dan gaya hidup halal (halal lifestyle) tertanam kuat dan menjadi pondasi yang menggerakkan roda perekonomian bangsa. Mengingat populasi muslim di Indonesia tertinggi di dunia, yaitu 87 % dari total penduduk Indonesia sebanyak 261 juta jiwa, atau sebesar 12,7 %-nya muslim di dunia ada di Indonesia.

Jumlah populasi muslim tersebut menciptakan pasar baru produk-produk halal yang ternyata perputaran bisnisnya sangat potensial dalam 3 tahun terakhir.

“Jakarta ada 10,3 juta jiwa, dan bila diperhitungkan dengan sekelilingnya, 28-30 juta penduduk kita menyumbang 17-18 persen dari Gross Domestic Product (GDP). Artinya Jakarta adalah salah satu mesing penting dalam menggerakkan perekonomian.” papar Anies.

Dalam rilis tertulis, pada tahun 2017, Global Islamic Forum mengkalkulasi total belanja masyarakat muslim dunia dari berbagai sektor halal seperti makan dan minum, farmasi, kosmetik, busana muslim, wisata dan media hiburan halal serta keuangan syariah telah mencapai US$ 2,1 triliun yang nilainya setara dengan 0,27 persen dari total produk bruto dunia.

Global Islamic Economic Forum memperkirakan tahun 2023 perputaran ekonomi syariah akan mencapai US$ 3 triliun atau sekitar Rp 45 ribu triliun rupiah, linier dengan pertumbuhan penduduk muslim dunia.

Saat ini, Indonesia baru di peringkat 11 dan 15. Sedangkan untuk sektor seperti keuangan Islam, halal travel dan halal kosmetik/farmasi, Indonesia masuk dalam 10 besar. Halal travel menduduki posisi tertinggi yaitu di nomer 4.

Anies menyebut, untuk travel dan pariwisata, Jakarta memiliki kontribusi hampir separuh terhadap pendapatan pariwisata Indonesia.

“Jakarta kontribusinya 41% terhadap pendapatan pariwisata Indonesia, sehingga kalau kita bicara tentang peluang, maka disini adalah pasar yang amat besar dan pasar itu belum tersentuh secara sistemik untuk dibangun sebagai sebuah sebuah industri halal.” tutur anies.

“Jadi Jakarta walaupun sebagai Ibukota atau tidak, pasarnya tetap besar” ujarnya.

Terakhir, anies menyampaikan harapan dan dukungannya terhadap festival ekonomi syariah terbesar di Indonesia itu.

“Sudah saatnya Indonesia menjadi pemain utama ekonomi syariah,” tandas Anies.(fry)

Indonesia Muslim LifeStyle Festival, Peradaban Baru Ekonomi Syariah Nusantara

Foto bersama Gubernur dengan duta besar Arab Saudi serta pengurus Muslim Lifestyle Fest.

(JAKARTA) Wahdahjakarta.com — Indonesia Muslim Lifestyle Festival (Muslim Life Fest) resmi dibuka gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta Covention Center, Senayan (30/8/2019).

Pameran industri halal dan syariah terlengkap di indonesia ini diadakan selama tiga hari yakni dari 30 Agustus hingga 1 September 2019.

Pada event ini ditampilkan serangkaian program seminar dan workshop bisnis, mulai dari pelatihan ekspor, digital marketing, konseling bisnis, hingga pengurusan legalitas usaha dan sertifiksi halal.

Acara ini juga memfasilitasi para Pengusaha dan calon pengusaha dalam mengembangkan usahanya lewat forum bisnis, investor forum, dan bussiness marketing dengan Internasional Buyers serta kompetisi social entrepeneurship.

Acara yang digadang akan menjadi lahan besar bagi pengusaha muslim ini terselenggara berkat kolaborasi antara Lima Event berkolaborasi, Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islm Indonesia (PULDAPII), Yayasan Alumni Pesantren Islam Al lrsyad Tengaran (YAPIAT) – Puldapia.

Dengan menyajikan berbagai inspirasi gaya hidup halal dan berbasis syariah, Muslim Lifestyle Fest menjadi momentum bagi Indonesta dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah keuangan dan ekonomi syariah dunia 2024.

“Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung luar biasa hingga acara ini terselenggara dengan baik.” ujar Direktur Lima Event, Deddy Andu

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pun turut mengapresiasi festival ekonomi syariah pertama yang dibuat oleh KPMI ini dan mendukung penuh akan pelaksanaan setiap event yang terselenggara.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berpidato pada pembukaan Muslim Lifestyle Fest 2019lo

“Saya melihat, Indonesia Muslim Lifestyle Festival menelurkan konsep gelaran yang berbeda. Bukan sekedar mengajak umat mengenal produk-produk halal, tetapi juga menyuguhkan pemikiran-pemikiran cemerlang tentang bagaimana mengimplementasikan fiqih-fiqih muamalah kontemporer untuk menjawab dinamika kebutuhan masyarakat yang ingin hijrah pada gaya hidup halal” paparnya dalam rilis tertulis.

Terakhir, Ketua KPMI Rachmat Sutarnas Marpaung menuturkan harapan agar acara tersebut tidak hanya menggaung untuk sementara, tetapi ada follow back seperti lahirnya pengusaha muslim baru yang lebih mengutamakan sunnah Rasulullah SAW.

“Kami berharap semoga pameran ini tidak sekadar menjadi tempat berkumpulnya para pelaku usaha muslim semata, melainkan juga khittah (jalan) dalam melahirkan wirausahawan muslim yang menjalankan usaha berdasarkan ajaran Rasulullah SAW yang berbasis HTB, yakni Halal, Thayyib dan Barakah” ucapnya pada rilis tertulis.(fry)

PERNYATAAN SIKAP MAJELIS ORMAS ISLAM (MOI) TENTANG RADIKALISME DI INDONESIA

PERNYATAAN SIKAP MAJELIS ORMAS ISLAM (MOI) TENTANG RADIKALISME DI INDONESIA

 

بسم الله الرحمن الرحيم

Mencermati dengan seksama perkembangan isu radikalisme di Indonesia, maka dengan ini, mengharap rahmat, hidayah, dan ridha Allah ﷻ, Majelis Ormas Islam (MOI) menyampaikan sikap sebagai berikut:

  1. Bahwa gerakan radikalisme adalah gerakan dengan ciri

(a) Menolak NKRI, dasar negara Pancasila dan UUD 1945

(b) Bersikap Rasialis, memaksakan kehendak dengan kekerasan, pembunuhan dan pemberontakan

(c) Melakukan upaya-upaya melemahkan ketahanan bangsa dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan akhlak

(d) Aktif melakukan upaya disintegrasi seperti Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang selalu memprovokasi rakyat Papua untuk memisahkan diri

  1. Mencegah dan menangkal infiltrasi pemikiran radikal di tubuh umat Islam, khususnya dari gerakan:
  • Khawarij yang saat ini berwujud gerakan ISIS dan Jama’ah Takfir wal Hijrah
  • Syiah yang saat ini banyak membuat korban umat Islam di Timur Tengah, begitupun dalam sejarah peradaban dunia seperti kisah Bani Qaramithah dan Shafawiyah di tahun 930 M yang telah menghilangkan jutaan nyawa Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja)
  • Muktazilah atau kelompok Liberalis Rasionalis yang menolak nilai-nilai Islam kalau tidak sesuai dengan logika dan kemauan mereka. Contoh terakhir untuk hal ini adalah desakan mereka agar segera disahkannya RUU P-KS (Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual)
  • Aliran-aliran yang telah dinyatakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia seperti Ahmadiyah
  1. Mewaspadai kebangkitan gerakan Islamphobia dan gerakan radikalisme Anti Islam
  2. Menghimbau para tokoh untuk berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan atau wacana yang tidak tepat dan bisa menimbulkan kegaduhan dalam kehidupan berbangsa
  3. Semua pihak diharapkan untuk bersungguh-sungguh mengantisipasi dan mengatasi gerakan radikalisme melalui Tindakan Persuasif, Dialog, dan Penegakan Hukum

 

Jakarta, 28 Dzulhijjah 1440 H/29 Agustus 2019 M

 

 

Ketua Presidium MOI

Drs. H. Mohammad Siddik, MA.

 

  • ••┈┈•┈┈•⊰✿✿⊱•┈┈•┈┈•••

Majelis Ormas Islam

Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) – Persatuan Umat Islam (PUI) – Wahdah Islamiyah (WI) – Mathla’ul Anwar (MA) – Jam’iyatul Washliyah – Al-Irsyad Al-Islamiyah – Al-Ittihadiyah – Hidayatullah – Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) – Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-Indonesia (BKsPPI) – Persatuan Islam (Persis) – Syarikat Islam (SI)

Mahasiswa Indonesia di Saudi Arabia Harumkan Nama Bangsa di Ajang HPAIR 2019

Andi Subhan Husain mahasiswa tahun terakhir di Fakultas Hukum dan Ilmu Politik King Saud University yang  berhasil mengharumkan nama bangsa dengan meraih juara pertama pada Policy Solutions to Humanitarian Crises Impact Challenge by UNHCR dalam ajang Harvard Project for International Relation (HPAIR) 2019.

Wahdahjakarta.com-, Andi Subhan Husain yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa tahun terakhir di Fakultas Hukum dan Ilmu Politik King Saud University  berhasil mengharumkan nama bangsa dengan meraih juara pertama pada Policy Solutions to Humanitarian Crises Impact Challenge by UNHCR dalam ajang Harvard Project for International Relation (HPAIR) 2019. Pada ajang tersebut, Andi Subhan bekerja sama dengan empat anggota timnya; dari USA yang sedang menempuh pendidikan di The University of Tokyo, dari United Arab Emirates University dan dua delegasi dari India; satu bekerja sebagai konsultan untuk The Hon. Chief Minister’s Office di pemerintah India dan satu lagi bekerja di media.

Solusi kebijakan publik yang diajukan sehingga berhasil menjadi pemenang pertama adalah menjawab isu pendidikan untuk anak-anak para pengungsi. Tim ini berhasil meyakinkan dewan juri dari UNHCR tentang darurat akses pendidikan yang setara antara anak-anak pengungsi dan yang lainnya, baik pendidikan tingkat dasar, tingkat lanjutan ataupun pendidikan menengah atas. “Noor” (Nama Proposal Project yang diajukan) menyambungkan antara pelajar lokal dengan anak-anak para pengungsi bahkan pada tahapan berikutnya meyambungkan anak-anak para pengungsi dengan para pelajar di seluruh dunia. Karena ilmu adalah cahaya, maka dengan ilmulah kita bisa menerangi kegelapan dunia dari kebodohan dan ketidakadilan (Filosofi Project). Dengan cahaya ilmu, semoga kita bisa mewujudkan perdamaian dunia.

HPAIR adalah proyek tahunan yang diadakan oleh Harvard University setahun dua kali, yaitu di Amerika dan Asia. Didirikan sejak tahun 1991, HPAIR telah menyelenggarakan 55 konferensi di 12 negara tuan rumah yang berbeda. Untuk pelaksanaan di Amerika, acara diadakan di Harvard University, sedangkan untuk pelaksanaan di Asia tergantung dari negara mana yang menang bidding. Biasanya HPAIR yang diadakan di Harvard berlangsung sekitar awal tahun, sedangkan HPAIR yang di Asia  sekitar pertengahan tahun. Untuk tahun 2019 ini, dilaksanakan di Nur-Sultan (Astana), Kazakhstan pada tanggal 16 – 20 Agustus 2019. Kazakhstan adalah jantung Asia Tengah, memiliki lokasi geopolitik yang sangat strategis antara Uni Eropa, Rusia dan China.

Forum HPAIR sebagai wadah pertukaran bagi pelajar dan profesional muda untuk berdiskusi serta memahami isu terkini di bidang ekonomi, politik, dan sosial yang  yang dihadapi oleh masyarakat kawasan Asia-Pasifik. Tahun ini, HPAIR memiliki 6 trek yang terdiri dari Social Policy and Justice; Art, Media, & Culture; Governance & Geopolitics; Technology & Innovation; Energy & Environmental Sustainability; dan Global Markets & Economy.

Seleksi untuk mengikuti kegiatan ini sangat kompetitif, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Mulai dari english proficiency dari internal kampus apalagi Andi Subhan setiap hari berbahasa arab di kelas,  seleksi berkas, penulisan esai, seleksi wawancara hingga persiapan visa dan sponsor setelah menerima surat undangan. Andi Subhan terpilih sebagai salah satu dari (sekitar) 500 delegasi dari 60-an negara di dunia pada trek Social Policy and Justice.

Adapun delegasi Indonesia yang mengikuti HPAIR Asia 2019 sebanyak 9 orang yang berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Parahyangan, Politeknik Caltex Riau dan Andi Subhan yang juga pernah menjadi koordinator komisi politik PPI Dunia periode 2016-2017 menjadi delegasi Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Luar Negeri. []

Nasehat Untuk Calon Ibu

nasehat untuk calon ibu

Dear Calon Ibu

Jadilah perempuan yang bisa membuat anak-anakmu kelak berkata “Ibuku inspirasiku”, kau adalah madrasah pertama untuk anak-anakmu kelak.

Artinya sebelum kau benar menjadi seorang ibu maka kau dituntut untuk terus membekali dirimu dengan ilmu, karena dengan ilmu itulah kau bisa mengajari anak-anakmu bagaimana menjalani hidup dengan penuh kebijakan hati.

Jadikanlah dirimu shalehah, agar dengan keshalehan diri yang dimiliki kau dapat menginspirasi anak-anakmu kelak

Karena bila kau sudah bijaksana menjaga dirimu dengan baik dan benar, maka bukan hal yang sulit lagi untuk kau mengajari anak-anakmu menjadi seperti dirimu, yaitu selalu bijak, baik, benar menurut Allah.

Jadikanlah hatimu cantik, agar anak-anakmu selalu belajar mempercantik hatinya melalui kecantikan hati yang kau miliki

Karena bekal yang paling berharga dari seorang ibu adalah bukan ketika ia telah mampu mewarisi kecantikan fisiknya pada sang anak.

Jadikanlah dirimu lembut dengan baiknya akhlaq, agar anak-anakmu menjadi pribadi yang tumbuh dengan baiknya akhlaq mulia.

Jika sudah baiknya akhlaq yang menjadi identitasnya dalam menjalani hidup, maka sudah pasti hidup yang ia milikipun akan selalu menjadikannya pribadi yang baik dan bahkan lebih baik dari masa kemasa (Humairo)

……………………….
Kurangi main-main tanpa tujan. Kamu itu calon ibu, kamu itu calon madrasah pertama bagi anak-anakmu kelak. Maka mulai dari sekarang, bersungguh-sungguhlah dalam belajar.

 

LAZIS Wahdah Hadiri Workshop Manajemen Masjid dan Fundraising

Pelatihan Manajemen Masjid dan Penggalangan Dana yang diisi oleh salah satu pemateri dari BAZNAS, M. Arifin Purwakananta (Dirut BAZNAS), pada Sabtu (24/8) di STEI Tazkia, Sentul, Bogor

 

(Bogor) Wahdahjakarta.com—Pelatihan Manajemen Masjid dan Penggalangan Dana telah terselenggara di Aula (ruangan seminar) STEI Tazkia, Sentul, Bogor pada Sabtu (24/8). Workshop yang diadakan oleh IFI yang berkerjasama dengan STEI Tazkia berlangsung lancar dan sukses.

Banyak peserta yang hadir mayoritas berasal dari DKM Masjid, sisanya dari LAZNAS di antaranya LAZIS Wahdah. Jika ditotalkan jumlah peserta ada dikisaran 100 an, sebagian besar ikhwan dan sisanya akhwat.

“Alhamdulillah, Kami diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini. Kami dari LAZ tertarik mengikuti pelatihan ini karena untuk meningkatkan pengetahuan kami tentang penggalangan dana. Selain itu kami juga dapat bersilaturrahim dengan Ust.Muhammad Jazir selaku Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan, dan Bapak Arifin Purwakananta selaku Dirut BAZNAS, dan pemateri lainnya yang tidak kalah hebatnya”, ujar Rudisa Putra, dari LAZIS Wahdah Jakarta.

“… Saya Arifin Purwakananta mengucapkan selamat kepada Lembaga Amil zakat Nasional, LAZIS Wahdah , semoga dapat diterima oleh masyarakat dan memiliki program-program yang berguna dan bermanfaat ,mengentaskan kemiskinan, dan menyebarkan dakwah Islam seluas-luasnya di Bumi Allah”, ujar Bapak Arifin Purwakananta kepada Tim Media LAZIS Wahdah Jakarta pada Sabtu (24/8). []

**

Meriahnya Gebyar Merdeka RW 06 yang Didukung LAZIS Wahdah

Tim Fundraising LAZIS Wahdah Jakarta (Adi Juli) sedang melakukan aksinya bagi-bagi leaflet dan snack kepada peserta karnaval dan jalan santai Gerbyar Merdeka RW 06 pada Ahad (18/8) di depan gerbang Komplek Rawa Bambu 1

 

JAKARTA- Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 74, RW 06 Rawa Bambu 1, Kelurahan Pasar Minggu telah mengadakan berbagai macam perlombaan selama sebulan ini. Pada Ahad (18/18) yang berlokasi di Jl. B (Depan SDN 04/05) Pagi Rawa Bambu 1, Pasar Minggu diadakan acara penutupannya yang diawali degan karnaval, jalan santai, dan sepeda hias dengan panitia utamanya dari GARS (Gabungan Anak Rawa Bambu Satu).

Tujuan diadakan kegiatan ini berdasarkan penuturan dari Bapak Dai, Ketua RT 08 adalah untuk menjaga silaturrahim antara warga RW 06 dan menjalin kebersamaan. “Saya beranggapan ini antusias sekali ya, 1). untuk menjaga silaturrahiim antar warga RW 06, 2).menjalin kebersamaan…,Mumpung sekarang diadakan di jalan raya supaya kelihatan lebih meriah gitu..”, ujarnya.

Di tengah dominasi warna merah putih yang dikenakan warga yang ikut karnaval dan jalan santai, kemeriahan acara Gebyar Merdeka ke 74 RW 06 kali ini didukung oleh LAZIS Wahdah selaku Lembaga Amil Zakat Nasional dengan ikut berpartisipasi dalam hal pendanaan dan membagi-bagikan snack gratis kepada semua peserta karnaval dan jalan santai yang jumlahnya ada 510 peserta yang berasal dari 14 RT di RW 06 berdasarkan keterangan yang dikutip dari salah satu panitianya.

“…Antusias masyarakat cukup tinggi banget mas karena ini acara tahunan, setahun sekali, sudah gitu koordinasi dari warga-warga dan panitia cukup baik..”, ujar Deni, salah satu panitia acara ini.

“Untuk kedepannya kita pengen lebih sukses, lebih meriah, semoga setiap tahun selalu ada… jumlah peserta di 14 RT ada 510 peserta”, tambahnya.

Harapan dari diadakannya acara ini, Bapak Erik selaku Ketua RW 06 menginginkan semangat juang masyarakat tetap terus terjaga dan semangat mempertahankan NKRI juga demikian.

“…Jadi kelihatan semangat juang bangsa ini masih terus terjaga khususnya di Jakarta yang kita pantau , tapi saya yakin di provinsi lain juga masih sangat tinggi….Lihat aja itu tua muda, 70 an, 1 tahun semua ikut jalan santai beberapa kilometer….Dari situ kelihatan semangat mereka ..Semoga NKRI mereka tetap terjaga , itu yang kita harapkan…”ungkapnya kepada Tim Media LAZIS Wahdah Jakarta, Ahad (18/8). [rsp].

**


Umur kita mungkin tidak sampai 100 tahun, tapi pahala Sedekah kita bisa lebih dari seratus tahun.

💰 Mari bersama LAZIS Wahdah kita bantu Program Berkah Merdeka, donasi bisa disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451) nomor rekening : 773 800 8008 a.n LAZIS Wahdah Jakarta Sedekah dan konfirmasi transfer (wa/sms) ke 0811 9787 900 (mohon dengan menyertakan bukti transfer)

Kaji Konsep Pendidikan Al-Qur’an Ulama Bugis,  Ustadz Zaitun Raih Gelar Doktor

Suasana ujian terbuka sidang promosi doktor Ustadz Zaitun Rasmin di kampus UIKA Bogor, Jum’at (16/08/2019)

(Bogor) Wahdahjakarta.com -, Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin meraih gelar doktor dalam bidang Pendidikan Agama Islam di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor. Gelar doktor pendidikan Islam diraih Ustadz Zaitun setelah berhasil mempertahankan disertasi beliau dalam sidang terbuka promosi doktor yang digelar pada  Jum’at (16/08/2019) sore.

UZR, sapaan akrab ustadz Zaitun menulis disertasi dengan mengkaji konsep pendidikan tahfizh Al-Qur’an ulama Bugis, KH. Lanre Said dengan judul disertasi, “Mafhum Tarbiyah Tahfizhil Qur’an ‘inda Alim Bugisi Lanre Said.

Disertasi yang ditulis dalam bahasa Arab tersebut dibimbing oleh tiga pakar pendidikan UIKA Bogor, yakni Prof. Dr. Didin Hafidhuddin, MS, (co promotor), Adian Husaini, Ph.D (promotor), dan Dr. Endin Mujahidin, M.Si (promotor).

Ustadz Zaitun (tengah) bersama para penguji dan promotor usai ujian terbuka sidang promosi doktor.

“Ini (bahasa Arab) luar biasa dari disertasi ini”, ujar seorang hadirin yang turut menyaksikan sidang terbuka promosi doktor Ustadz Zaitun. Yang luar biasa juga, UZR menjalani kuliah S3 dan penulisan disertasi disela-sela kesibukan beliau sebagai pimpinan gerakan da’wah Wahdah Islamiyah dan amanah dakwah lainnya. Bahkan proses penyusunan disertasi sempat tertunda karena agenda keumatan yang harus beliau dahulukan.

“Sungguh pencapaian ini bukan sebatas selesainya program belajar seorang mahasiswa Pasca Sarjana, namun pencapaian ini adalah balut-balut keberkahan yang energinya biiznillah akan terurai pada langkah perjuangan yang lebih tertata, pada semangat yang kembali dan terus menyala, pada ukhuwah yang semakin kuat terjaga”, ujar ketua Dewan Syuro DPP WI Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil.

Gurutta Lanre Said termasuk sosok yang mula-mula membuka pesantren khusus penghafal Al-Qur’an (tafizhul qur’an) di Kajuara Tujutuju Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. []

 

LAZIS Wahdah-Al Hijaz Salurkan Hewan Qurban Untuk Napi di LAPAS Cibinong

Penyaluran hewan qurban (domba 3 ekor) di LAPAS Pondok Rajek Cibinong pada Senin (12/8).

 

(Cibinong) Wahdahjakarta.com- Memasuki hari tasyrik pertama di bulan Dzulhijjah, LAZIS Wahdah berkerjasama dengan Yayasan Al Hijaz Al Khairiyah menyalurkan hewan qurban di LAPAS Pondok Rajek Cibinong pada Senin (12/8). LAPAS yang mulai beroperasi semenjak januari 2008 ini aktif menyelenggarakan penyembelihan hewan qurban beberapa tahun ini.

Suasana senja menyelimuti Tim LAZIS Wahdah Jakarta bersama 5 santri Al Hijaz Al Khairiyah ketika menyelusuri jalanan penuh dengan keheningan. Di sisi kiri dan kanan jalan penuh dengan kuburan tidak membuat gentar sedikit pun tim yang mengantarkan hewan qurban bagi napi/tahanan di sana.

10 menit menjelang maghrib, Tim LAZIS Wahdah Jakarta sampai di lokasi bersama 5 santri. Santri yang masih di bawah umur harus menunggu di luar.

“Untuk masuk ke LAPAS ini butuh laporan terlebih dahulu dan memberitahukan securitynya bahwa kita diminta untuk menemui salah seorang ustadz di sini. Waktu itu, orang yang kita temui tidak berada di tempat. Lalu, serah terima hewan qurban diterima oleh salah seorang pembina mental dan keislaman napi/tahanan di sana, Bapak Yudi”, ujar Korlap dari LAZIS Wahdah Jakarta, Rudisa Putra.

Bapak Yudi mewakili pengurus LAPAS dan Napi/tahanan di sana mengucapkan terimakasihnya kepada LAZIS Wahdah dan Yayasan Al Hijaz atas pemberian hewan qurban ini. “Kami mengucapkan terimakasih atas pemberian hewan qurban ini kepada LAZIS Wahdah dan Hijaz….”, sahutnya ketika dimintai testimoninya dari Tim Media LAZIS Wahdah Jakarta. [rsp]

**