6 Konsep Zero Waste dan Kajiannya dalam Al-Qur’an

Seminar Illmiah Muslimah dengan tema “Zero Waste, There is No Planet B”, Makassar, Sabtu (30/11/2019)

(Makassar) Wahdahjakarta.com – Seminar Illmiah Muslimah dengan tema “Zero Waste, There is No Planet B” sukses digelar oleh Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) Pusat, bekerjasama dengan Lembaga Dakwah Kampus Mahasiswa Pecinta Mushalla (LDK MPM) Al-Fajri Universitas Fajar (Unifa), di Ballroom Edelweis Unifa, Jalan Prof. Abdurahman Basalamah Kota Makassar, Sabtu (30/11/2019).

Seminar dibuka langsung oleh Ibu Dr. Erniati selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Fajar.

Dalam sambutannya, dia mengapresiasi kegiatan seminar ini. “Ibu bangga dengan adanya kegiatan seperti ini, dan mari sama-sama perhatikan lingkungan dimulai dari diri kita,” ujar dia.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dua materi, yang dimulai dengan kajian ilmiah berjudul “Planet plastic 2050”, oleh Ibu Ellyyana said.

Mengawali materinya, Ellyyana meminta komitmen peserta untuk bersama mengurangi sampah dan merawat Bumi. Karena menurut dia, Bumi saat ini sedang dalam keadaan sakit dan memerlukan perawaratan, salah satunya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Mengapa lingkungan harus dijaga dan dilindungi? Yakni untuk generasi kita kedepannya. Karena bukan hanya kita yang akan tinggal di bumi ini namun anak cucu kita juga. Saya menuntut generasi milenial untuk bersama-sama merawat bumi kita,” tutur Tim penilai Adiwiyata Nasional tahun 2012-2018 ini.

Salah satu cara memelihara bumi menurut Kepala bagian tata usaha BBKSDA Sul-sel ini adalah dengan konsep Zero Waste, yakni program hidup untuk mengurangi adanya sampah serta mengadakan pengelolaan terhadap sampah tersebut.

Ellyana kemudian menyebutkan 6 konsep zero waste, yakni Sustainable agriculture, Education, Industrial design, Community development, Sustainable economics development, Sustainable energy, architecture.

“Kita menjadi agen perubahan untuk diri kita dan keluarga serta orang lain dari agen-agen ini, maka mari kita melakukan perubahan kecil yang berdampak besar dengan melakukan 5R, yakni Refuse, reduce, reuse, recycle, rot,” tambah dia.

Untuk mempertegas pentingnya pelestarian Bumi, hadir sebagai pemateri kedua, dokter Muhyina Nur, Daiyah Muslimah Wahdah Islamiyah, dengan materinya “Save Our Earth, Back to qur’an”.

Muhyina mengawali materinya dengan membuka cakrawala peserta yang hadir dengan menyatakan bahwa Islam bukan hanya ritual keagamaan saja, namun di dalamnya juga terdapat adab dan akhlaq termasuk dalam menjaga lingkungan bumi, sebagaimana dalam Alquran surah Al-Mulk ayat 15.

“Kedudukan Bumi dalam Alquran yakni dijadikan sebagai tempat berjalan, tempat hidup dan berkembang biak, tumbuhnya generasi kita selanjutnya. Kita mau mewariskan bumi yang lebih indah untuk generasi kita selanjutnya,” pungkas dia.

Bumi itu lanjut Muhyina adalah tempat segala macam kebutuhan dan keperluan, bahkan Allah dan RasulNya melaknat bagi manusia yang mengotori sumber air, sebagaimana disebutkan dalam surah Az-zukhruf ayat 10 bahwa bumi ini tempat manusia dilahirkan, ditumbuhkan, dimatikan sampai dibangkitkan lagi.

“Dalam Alquran Allah memuliakan manusia di hadapan malaikat tentang penciptaan khalifah di muka bumi. Siapa penghuni bumi sebelum manusia? Yaitu bangsa jin yang merusak dan menumpahkan darah. Maka Allah menciptakan manusia sebagai khalifah untuk menjaga bumi yang sebelumnya rusak,” terang praktisi kesehatan di Rumah Sakit Wihdatul Ummah Makassar ini, sambil mengutip penggalan surah Al-baqarah ayat 2.

 

Baca Juga: FMDKI  Sukses Gelar Seminar Ilmiah Muslimah ‘’Zero Waste, There is No Planet B”

“Untuk mempertegas bahwa manusia hanya bisa hidup di bumi saja, tidak ada planet lain, Allah menyebutkan dalam banyak ayat, diantaranya adalah Dalam Alquran surah Hud ayat 61, manusia diperintahkan untuk memakmurkan bumi maka wajib baginya untuk menjaga bumi. Ayat lainnya ada dalam Alquran surah ke 7 ayat 85 dan surah Ar-rum ayat 41,” tambah dia.

Setelah menyebutkan kerusakan-kerusakan yang terjadi pada Bumi seperti kebakaran dan penggundulan hutan, serta budaya menghasilkan sampah, Daiyah Wahdah Islamiyah ini memberikan contoh bentuk ketidakramahan manusia dalam beribadah yakni berlebihan dalam berwudhu atau menggunakan air.

“Wudhu Rasulullah hanya 1 sha atau 1 genggam atau 1 gelas dan mandinya Rasulullah itu hanya 1 mud atau 3-4 sha saja. Maka kita perlu memindset agar tidak buang-buang air,” jelas dia.

“Yang bisa dilakukan untuk melestarikan Bumi adalah dengan meminimalisir penggunaan listrik yang berlebihan dan kadang mubazir, contohnya adalah charger ponsel yang terus dicolok, lampu yang menyala disiang hari, dan lainnya,” tutup dia.

Seminar ini dihadiri oleh ratusan muslimah yang berasal dari kalangan Mahasiswa dan Umum.

Selain Seminar Ilmiah Muslimah ini, FMDKI Pusat juga memiliki banyak kegiatan kemuslimahan lainnya, diantaranya adalah pembinaan keislaman Muslimah di kampus-kampus, Temu Aktivis Dakwah Kampus Nasional, Gebyar Mahasiswi Muslimah Indonesia, Kajian Ramadhan Ilmiah Muslimah (KARIMAH), dan lain-lain.

Laporan: Rustam Hafid.

FMDKI  Sukses Gelar Seminar Ilmiah Muslimah ‘’Zero Waste, There is No Planet B”

FMDKI  Sukses Gelar Seminar Ilmiah Muslimah ‘’Zero Waste, There is No Planet B”

(Makassar)- Wahdahjakarta.com— Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) Pusat sukses menggelar Seminar Ilmiah Muslimah dengan tema Zero Waste, There is No Planet B  di Ballroom Edelweis Universitas Fajar, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/11/2019).

Seminar yang dihadirisi ratusan Muslimah ini menghadirkan dua pemerhati lingkungan sebagai narasumber, Ellyana Said dan dokter Muhyina Nur serta dihadiri ratusan Muslimah.

 

Kordinator Panitia Pengarah Azizah Sudriman mengatakan, syariat Islam yang sempurna ini telah melarang segala bentuk pengrusakan alam baik langsung maupun tidak langsung.

 

Bumi yang luas ini merupakan amanah dari Allah Azza Wa Jalla sebagai tempat untuk beribadah kepada-Nya sampai waktu yang telah ditentukan.

 

“Jika terjadi kerusakan di bumi pada dasarnya itu adalah ulah umat manusia yang harus segera disadari disertai adanya langkah perbaikan,” tutur Azizah.

 

Ellyana Said, yang juga sebagai Kepala bagian Tata usaha Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan mengatakan.

 

“Zero waste (bebas limbah) bukanlah berarti sama sekali tidak bersampah. Maksudnya menggunakan sampah kita secara lebih produktif sehingga menggunakan apa saja yang dapat digunakan ulang dan tidak ada yg terbuang. Zero Waste mencakup 5 R (refuse, reduce, reuse, recycle, rot),” ujarnya.

 

Sedangkan dokter Muhyina Nur selaku Praktisi dakwah Muslimah Kesehatan pun menyampaikan bahwa telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an Q.S Ar-Rum: 41 bahwa kerusakan di darat dan dilautan disebabkan oleh perbuatan tangan manusia.

 

“Banyak kerusakan di bumi yg terjadi seperti kebakaran hutan, kerusakan hutan,  budaya  nyampah, berlebihan menggunakan energi seperti penggunaan listrik, menyakiti binatang dan sebagainya,” paparnya.

 

Olehnya itu dokter Muhyina Nur mengajak peserta agar setiap kita menjaga kebersihan di mulai dari diri kita sendiri.

 

“Seharusnya kita sebagai manusia menjaga kebersihan lingkungan, memanfaatkan barang gunakan untuk kemaslahatan diri dari berbagai penyakit serta perbuatan tabdzir dan Israf. Mari memperbaiki bumi kita dengan (mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil dan mulai perbaiki sekarang),” harapnya.

 

Laporan: Muhammad Akbar

Pertama Kali, LPPOM MUI Sertifikasi Halal ‘Resto On Train’ PT. KAI

 

Logo LPPOM MUI

(Bogor) Wahdahjakarta.com – Untuk pertama kalinya, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) mengeluarkan sertifikat halal untuk perusahaan yang bergerak di bidang bisnis restaurant on train.

Sertifikat halal ini diberikan kepada PT Reska Multi Usaha yang diwakili oleh Agung Wahyu, Ketua Komite Halal Internal pada 28 November 2019, di Gedung Global Halal Centre, Bogor.

Bisnis perusahaan yang merupakan anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini berfokus pada pengelolaan dan pelayanan makanan dan minuman di setiap perjalanan kereta api.

Proses sertifikasi halal pada restaurant on train ini menjadi hal yang baru bagi LPPOM MUI. Sampai saat ini, sekitar 200 menu dan 9 dapur produksi sudah tersertifikasi halal.

Berdasarkan catatan Jurnal Halal menunjukkan bahwa resto on train merupakan yang pertama kali di Indonesia, bahkan mungkin dunia. Ir. Muti Arintawati, M.Si, Wakil Direktur LPPOM MUI pun membenarkan hal ini.

“Bagi kami, ini suatu hal yang baru. Karena selama ini kami belum pernah mensertifikasi dapur yang ada di kereta. Artinya, bisnis proses di perusahaan ini pun kita butuh waktu untuk memahaminya,” ungkapnya.

Menurut Muti, proses sertifikasi halal restaurant on train ini membutuhkan diskusi khusus dengan tim audit, yang pada akhirnya memutuskan bahwa audit terkonsentrasi di dapur. Sedangkan untuk penyajian, hanya dilakukan sampling di salah satu gerbong.

Berdasarkan keterangan dari Agung, pengajuan sertifikasi halal PT Reska Multi Usaha sudah dilakukan sejak 2017.

Namun, sempat terkendala karena adanya perubahan kebijakan internal. Pada akhirnya, perusahaan membentuk tim khusus, yakni Komite Halal Internal, agar proses sertifikasi halal dapat segera didapatkan.

Setelah melalui proses audit dan pemenuhan kriteria Sistem Jaminan Halal (SJH), akhirnya pada 22 November 2019, PT Reska Multi Usaha mendapatkan notifikasi bahwa sertifikat halalnya sudah terbit. Ini menjadi sejarah baru dalam perjalanan PT Reska Multi Usaha.

“Proses sertifikasi halal ini merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi kami. Dari sana, kami mendapatkan saran untuk mengatur dapur kami menjadi lebih baik lagi. Yang terpenting, kami sudah mulai memahami teknis implementasi Sistem Jaminan Halal (SJH),” ujar Agung.

Menurut Muti, hal tersulit setelah mendapat sertifikasi halal adalah komitmen dalam mempertahankan SJH. Ia berharap, tim Komite Halal Internal PT Reska Multi Usaha tak berhenti untuk menyebarkan pemahaman tentang halal yang sama kepada seluruh karyawannya.

“Dengan begitu, kalau ada satu hal yang salah, bisa langsung disadari dan ditindak,” paparnya.

Selain 9 dapur produksi di 9 wilayah, PT Reska Multi Usaha juga memiliki 13 kafe yang tersebar di Indonesia, bernama Loko Café. Sertifikasi halal terhadap 13 kafe tersebut menjadi target PT Reska Multi Usaha selanjutnya. (YN)

Sumber : http://halalmui.org/mui14/main/detail/restoran-di-kereta-sudah-halal

Kenapa aku selalu diuji? Allah menjawab: Sebab Kamu Mampu

Ujian akan senantiasa Allah turunkan kepada kita sebagai hamba-Nya, maka bila kamu mengaku dirimu beriman, tentu Allah akan datangkan sebuah ujian kepadamu.

Dan satu hal yang harus kamu tahu, bahwa ujian sebenarnya jalan agar dosa-dosamu dihapus. Sebab itulah mengapa kamu harus mampu bersabar dan qana’ah atas apa yang terjadi.

Maka jadikan ujian sebagai ladang penghapus dosamu, dan jangan pernah kamu mengeluhkannya dengan terus menyebut Allah tidak adil, bila tidak ingin dosamu malah bertambah.

Allah tidak akan memberi ujian kepadamu diluar batas kemampuanmu, maka bersabarlah! Karena ujian yang tengah kamu hadapi hanyalah sementara.

Sebab Allah telah berjanji dalam Alquran bahwa dibalik kesusahan akan ada kemudahan. Maka jangan pernah kamu khawatir masalah tak berakhir, karena pasti semuanya akan berakhir bila telah tiba waktunya

Kenapa aku selalu diuji? Allah menjawab: Sebab Kamu Mampu. (Humairoh/Apotek  Wahdah)

Seminar Ilmiah Muslimah Tentang Pelestarian Lingkungan Digelar di Makassar, Catat Waktunya!

Seminar Muslimah yang digelar FMDKI, Photo: Dok.FMDKI

(Makassar) Wahdahjakarta.com — Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) Pusat akan menggelar Seminar Ilmiah Muslimah  tentang pelestarian lingkungan di Ballroom Edelweis Universitas Fajar, Jalan Prof. Abdurahman Basalamah Kota Makassar, Sabtu (30/11/2019) esok.

 

Seminar dengan tema “Zero Waste, There is No Planet B” ini direncanakan akan menghadirkan dua pemerhati lingkungan sebagai pemateri, diantaranya adalah Ellyana Said dan dokter Muhyina Nur.

 

Ellyana Said adalah Kepala bagian Tata usaha Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan serta sebagai tim penilai Adiwiyata Nasional tahun 2012-2018.

Sedangkan dokter Muhyina Nur sendiri adalah Praktisi dakwah Muslimah Kesehatan.

Keduanya akan bergantian membawakan materi dengan dua topik, “Planet Plastik 2050” dan “Save Our Earth, Back to Qur’an”.

Baca Juga: Batasan Aurat Wanita dan Laki-Laki

Dalam keterangan tertulisnya, Azizah Sudirman selaku Kordinator Panitia Pengarah mengatakan, syariat Islam yang sempurna ini telah melarang segala bentuk pengrusakan alam baik langsung maupun tidak langsung.

 

Menurut dia, setiap kaum muslimin bahkan diwajibkan menjaga kelestarian lingkungannya agar tetap terjaga untuk menjadi tempat tinggal umat manusia. Bumi yang luas ini merupakan amanah dari Allah Azza Wa Jalla sebagai tempat untuk beribadah kepada-Nya sampai waktu yang telah ditentukan.

 

“Jika terjadi kerusakan di bumi pada dasarnya itu adalah ulah umat manusia yang harus segera disadari disertai adanya langkah perbaikan,” tutur Azizah.

 

Dari dasar itulah menurut Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) ini sehingga FMDKI Pusat menggelar kegiatan ini.

 

Seminar ini ditargetkan akan dihadiri oleh 700 Muslimah yang terdiri atas Mahasiswa dan umum.

Dalam penyelenggaraan kegiatan, FMDKI Pusat bekerjasama dengan Lembaga Dakwah Kampus Mahasiswa Pecinta Mushalla (MPM) Al-Fajri Universitas Fajar. [RH/Sym].

Wahdah Islamiyah Siap Bina Masjid Megah yang Viral di Gowa

Pengurus DPD Wahdah Islamiyah Gowa bersama Puang Busli di depan Masjid Megah di tengan hutan yang tengah viral

Gowa (Wahdahjakarta.com) – Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah (DPD WI) Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan akan membina Masjid megah di tengah hutan yang tengah viral beberapa hari terakhir.

Hal ini mengemuka saat pengurus DPD Wahdah Islamiyah Gowa mengunjungi masjid yang tereltak di dusun Langkoa yang terletak di Desa Bontoloe Kecamatan Bontolempangan Kab. Gowa Sulsel  ini.

Masjid yang dibangun oleh pengusaha asal Sengkang Kab. Wajo Sulsel ini beberapa hari terakhir menjadi bahan perbincangan netizen.

Puang Busli sang pendiri masjid mengatakan, rencananya masjid yang belum diberi nama ini akan diresmikan pada tahun 2021.

Pria kelahiran Sengkang 70 tahun yang lalu ini menyebutkan, tujuan awal pembangunan masjid adalah sebagai tempat shalat karyawan kebun kopi miliknya.

Kebun kopi bernama Nirmala Bukit Celebes ini ujar dia memperkejakan 28 karyawan yang tiap hari bekerja mengolah kebun kopi jenis Arabica ini. “Alhamdulillah bisa membantu warga desa untuk menjadikannya mata pencaharian,” ungkap dia, Rabu (27/11/2019).

Masjid yang ornamen dalamnya dipenuhi batuan Granit ini aktif digunakan pula oleh warga desa untuk beribadah shalat, juga ramai digunakan shalat Tarawih di bulan Suci Ramadhan.

“Masjid ini insya Allah sangat terbuka untuk pengelolaan dan pembinaannya agar ibadah di dalamnya lebih maksimal,” tambah dia.

Dalam pembinaan jamaah dan pemaksimalan fungsi masjid ini, Puang Busli menyambut baik tawaran
Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah (DPD WI) Gowa yang akan mengutus Da’i untuk pengelolaan masjid tersebut.

“Alhamdulillah sudah ada perbincangan tadi, dan Insya Allah kami akan mengutus Da’i Wahdah Islamiyah secepatnya ke tempat ini untuk membantu mengaktifkan Taman Pendidikan Alquran (TPA) untuk anak-anak serta majelis taklim untuk warga setempat,” tutur Andi Tajuddin, Ketua DPD Wahdah Islamiyah Gowa.

Da’i yang akan diutus tambah Andi Tajuddin rencananya juga akan menjadi imam masjid, khususnya menyambut bulan Suci Ramadhan.

“Insya Allah nanti bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) WI Bontolempangan dalam pengontrolan Da’i,” jelas Andi Tajuddin.

Masjid yang dinamakan warga sekitar sebagai masjid 12 kubah ini ditempuh kurang lebih 2,5 jam dari kota Makassar.

Pasca viralnya di Media sosial, sang pendiri masjid memilih untuk membatasi komunikasi dengan wartawan atau pengunjung.

Pembangunan masjid ini lanjut dia, ikhlas lillahi ta’ala untuk ibadah, dan dia menyayangkan jika disalahtafsirkan untuk tujuan lain, apalagi sampai pada tuduhan radikal. (*rls)

Laporan: Rustam Hafid (Departemen Infokom dan Humas DPP Wahdah Islamiyah).

Kolaborasi Maziska Perumpel II- LAZIS Wahdah Salurkan Donasi Untuk Markaz Qur’an

Depok (wahdahjakarta.com)- Pada Senin (4/11) Majlis Ta’lim Maziska Perumpel II menyalurkan donasi sebanyak Rp. 27 Jt melalui LAZIS Wahdah. Donasi ini berhasil terhimpun dari anggota pengajian Maziska Perumpel II, melalui Lazis Wahdah disalurkan kepada Markaz Qur’an Wahdah Jakarta Utara (MQW Jakut).

MQW Jakarta Utara yang resmi menempati kantor baru di Jl.Teratai No.8, Rawabadak, Koja, Jakarta Utara saat ini sedang membutuhkan dana untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar terutama fasilitas seperti papan tulis, kursi, dan fasilitas lainnya termasuk operasional markaz. Dengan adanya donasi dari Maziska Perumpel II, pelayanan untuk peserta dan pengajar bisa ditingkatkan sehingga menambah nyaman suasana belajar dan mengajar.

Kegiatan belajar mengajar di MQW Jakarta Utara terus mengalami peningkatan. Saat ini telah dibuka kelas desain graphis untuk anak-anak muda yang ingin belajar design. Disamping itu program inti dari MQW Jakarta Utara seperti Dirosa, Tahsin, dan Bahasa Arab mengalami peningkatan jumlah peserta tiap bulannya.

Serah terima donasi telah resmi dilaksanakan pada acara Musyawarah Pleno DPW WI Jakarta-Depok, yang berlokasi di Aula RM Pondok Laras, Kelapa Dua, Depok pada Jumat (8/11). Donasi secara simbolis diberikan oleh Ketua LAZIS Wahdah Jakarta, Ust.Yudi Wahyudi mewakili pihak donatur dan diterima oleh Ust. Saripudin selaku pimpinan MQW Jakarta Utara yang didampingi Ust. Ilham Jaya selaku Ketua DPW WI Jakarta-Depok.

“Alhamdulillah dengan adanya donasi untuk Markaz Qur’an Wahdah Jakarta Utara ini sangat membantu sekali untuk operasional markaz. Dengan nilai yang Rp.27 Jt akan dikeluarkan Rp.4,5 Jt/bulannya untuk kebutuhan markaz dan pengajarnya sampai 6 bulan”, ungkap Ust. Saripudin.

“Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu sampainya donasi ini ke markaz quran. Di antaranya ucapan terimakasih kepada Bapak Rahmat, anggota Majlis Ta’lim Marizka Perumpel II dan LAZIS Wahdah”, tambahnya.

Markaz Quran Wahdah selain di Jakut saat ini telah tersebar di Depok (3 lokasi), Jaktim, dan Jaksel (2 buah). Semoga dengan semakin banyak yang terlibat, maka Dakwah Qur’ani akan semakin tersebar.[rsp]

Fenita Arie Tadabbur Qur’an Bareng Da’iyah Wahdah Islamiyah di Hijrah Fest 2019

Makassar (wahdahjakarta.com) – Hari terakhir roadshow hijrah fest makassar menghadirkan Hijab squad ( fenita arie, Mulan Jamila, Bersama daiyah nasional Wahdah Islamiyah ustadzah Harisa Tipa Abidin,S.Pdi atau akarab disapa Ummu Khalid, bertempat di i Hall Celebes convention center Makassar.

Dalam majelis Hijrah khusus Muslimah didepan ribuan peserta tersebut ustadzah menyampaikan pentingnya hijrah paripurna sebagai konsekwensi dari keberislaman dan keimanan.

“ Ujian dalam proses hijrah adalah hal yang tak dapat di elakkan, baik yang sifatnya pribadi maupun yang datang dari lingkungan, Olehnya itu ustadzah Harisa Tipa mengajak Mulan dan fenita Arie untuk merenungi firman Allah dalam surah fushilat ayat 30-32

“ Orang-orang yang mengatakan: “Tuhan Kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Fushshilat: 30-32) Mereka yang istiqomah dari ujian keimana Maka Allah Akan menjanjikan Syurga

Firman Allah: tatanazzalu ‘alaiHimul malaa-ikatu (“Maka malaikat akan turun kepada mereka.”) Mujahid, as-Suddi, Zaid bin Aslam dan anaknya berkata: “Yaitu ketika [datang] kematian, para malaikat itu mengatakan: alaa takhaafuu (‘Janganlah kamu merasa takut.’) Mujahid, ‘Ikrimah dan Zaid bin Aslam berkata: “Yaitu dari perkara akhirat yang kalian hadapi.” Walaa tahzanuun (‘dan janganlah kalian merasa sedih.’) atas perkara dunia yang kalian tinggalkan, berupa anak, keluarga, harta atau utang piutang. Karena sesungguhnya Kami akan menggantikan hal itu untuk kalian.

Wa abshiruu bil jannatillatii kuntum tuu’aduun (“Dan bergembiralah kamu dengan [memperoleh] surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”) lalu mereka diberikan kabar gembira dengan hilangnya keburukan dan tercapainya kebaikan. Yaitu Allah Ta’ala memberikan keamanan dari rasa takutnya dan menyejukkan pandangan matannya, kecuali hal itu bagi seorang mukmin merupakan sesuatu yang menyujukkan jiwa, karena hidayah yang diberikan Allah kepadanya, juga karena amal yang dilakukannya di dunia.

Demikian Ummu khalid Menutup Majelis Hijrah di hijrah Fest 2019 Makassar.

Orang Tua Diminta Ceritakan Kondisi Palestina Kepada Anak-Anak

Sekjen DPP Wahdah Islamiyah Ustadz Syaibani Mujiono. Photo: Wahdah.or.id

Makassar (Wahdahjakarta.com)- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI), Ustadz Syaibani Mujiono mengimbau para orang tua turut serta berpatisipasi dalam melakukan edukasi tentang Palestina.

“Untuk para orang tua agar menceritakan kepada anak-anak tentang kondisi saudara-saudara kita di Palestina dan mendorong mereka semangat belajar Agama dengan baik, mendoakan saudara-saudara di sana dan menjadi pelajaran agara mereka semakin taaat kepada Allah dan berbakti kepada orang tuanya”, ujarnya melalui sambungan telepon .

Selain itu ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat Muslim di tanah air dan di luar negeri untuk membantu perjuangan rakyat Palestina dengan do’a dan harta.

‘‘Untuk kita warga Indonesia bantulah saudara-saudara kita dengan do’a dan harta kita, bisa disalurkan di lembaga- kemanusian  termasuk kita di wahdah Islamiyah, kita telah rutin bekerja sama dengan lembaga kemansuia  yang ada di Indnesia maupun di luar negeri dalam menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita di Palestina”, ucapnya penuh harap.

Kepada rakyat Indonesia secara umum Wahdah juga mengimbau agar peduli dan menjukkan solidaritas kepaa perjuangan rakyat Palestina. Karena konstitusi negara Republik Indonesia menentang penjajahan Israel terhadap Palestina.

“Kita pahami bersama, Undang-undang dasar kita (UUD 45) kita begitu tegas menyebutkan, ‘kemerdekaan ialah hak segala bangsa’, maka ini menjadi poin penting bagi kita sebagai muslim dan rakyat Indonesia bahwa setiap orang berhak hidup tenang tentaram di dunia ini”, jelasnya.

Oleh karena itu ia juga berharap pemerintah RI dapat memainkan peran penting dalam menghentikan penjajahan dan kedzaliman Israel terhadap Palestina.

 

“Kepada pemangku kebijakan di negeri ini kiranya bisa mengupayakan perdamaian untuk mengambalikan hak-hak warga negara Palestina”, tandasnya. []

 

Perhatian Ke Palestina Kurang, Israel Makin Mengancam Al-Aqsha

(YERUSALEM) wahdahjakarta.com – Ancaman Israel terhadap Masjid Al-Aqsa dan Gerbang Al-Rahma semakin memburuk, Wakil Direktur Departemen Keagamaan Palestina,  Najeh Bkeerat mengatakan kepada Pusat Informasi Palestina bahwa ancaman yang meningkat ini lantaran agresi Israel dan kurangnya pencegahan negara-negara Arab, regional, internasional dalam menanggapi hal ini, Ahad (17/11/2019).

Bkeerat menambahkan bahwa kurangnya kesadaran tentang pentingnya perjuangan Palestina, Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa di antara warga Palestina, Arab, dan Muslim adalah alasan lain meningkatnya bahaya Israel. Bab Al-Rahma dibuka kembali pada bulan Februari untuk pertama kalinya sejak 2003, sebelum ditutup lagi oleh Israel sebulan kemudian.

“Otoritas pendudukan Israel berusaha mengirim pesan kepada dunia, melalui agresi mereka, bahwa mereka menerapkan kontrol ketat atas Masjid Al-Aqsa,” imbuhnya.

Bkeerat menjelaskan bahwa semakin banyak pelanggaran terhadap kesucian situs itu, Israel menunjukkan bahwa negara pendudukan sedang mempersiapkan sesuatu terhadap Suaka Suci tersebut.

Dia tidak mengesampingkan peningkatan jumlah pemukim Yahudi yang menyerang Masjid Al-Aqsa adalah bagian dari kampanye sayap kanan Israel untuk menarik lebih banyak dukungan.

“Kita tidak boleh tinggal diam mengenai konspirasi yang dirancang melawan Masjid Al-Aqsa. Kita bisa melakukan ini dengan memperkuat hubungan kita dengan Masjid Al-Aqsa dan orang-orang Yerusalem,” katanya.

Untuk mencapai tujuan ini, pejabat Waqaf Yerusalem menyerukan media Palestina, Arab dan Islam untuk melawan narasi palsu Israel dan pihak yang pro-Israel dengan menerbitkan fakta tentang kota suci dan apa yang terjadi di sana.

Bkeerat juga menyerukan para intelektual dan pejabat Palestina dan Arab untuk melakukan apa pun yang mereka bisa untuk melindungi Masjid Al-Aqsa dan Yerusalem dari rencana jahat Israel.

Sumber: https://mujahiddakwah.com/2019/11/ancaman-israel-terhadap-masjid-al-aqsa-semakin-meningkat/