Asmaul Husna (30):  Al-‘Adlu (Yang Maha Adil)

 Asmaul Husna (30):  Al-‘Adlu (Yang Maha Adil)

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala;

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا ۚ

Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil”. (Qs.Al-An’am:115).

 إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan”. (Qs. An-Nahl: 90).

Al-‘adlu artinya Allah subhanahu wa ta’ala hanya melakukan sesuatu yang pantas dan sudah seharusnya dilakukan. Oleh karena itu Allah subhanahu wa ta’ala menghukumi dengan kebenaran, tidak condong, sehingga berlaku zalim kepada hambaNya.

Allah subhanahu Wa Ta’ala memberi hambaNya sebagian dari kandungan nama al-‘adlu ini. Yaitu  ketika menciptakan, menyempurnakan, dan membentuk manusia dalam bentuk yang paling baik. Kemudian memerintahkannya untuk merenungi penciptaan dirinya dan penciptaan langit dan bumi supaya mengetahui bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala benar-benar telah menciptakan manusia dengan keadilan dan kebenaran.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman;

وَفِي أَنْفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ ﴿ ٢١

Dan juga pada dirimu sendiri maka Apakah kamu tiada memperhatikan”. (Qs. Adz-Dzariat: 21).

قُلِ انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَمَا تُغْنِي الْآيَاتُ وَالنُّذُرُ عَنْ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿ ١٠١

“Katakanlah; perhatikanlah apa yang ada dilangit dan dibumi tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”. (Qs. Yunus: 101).

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda setiap kali seorang hamba dirundung sebuah masalah dan kesedihan kemudian dia berdoa;

اللهم إني عبدك وابن عبدك وابن أمتك ناصيتي بيدك ماض في حكمك عدل في قضاؤك ، أسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك أو أنزلته في كتابك أو علمته أحدا من خلقك أو استأثرت به في علم الغيب عندك أن تجعل القرآن ربيع قلبي و نور صدري وجلاء حزني وذهاب همّي وغمّي

“Ya Allah Sesungguhnya aku adalah hambaMu anak hambaMu cucu hambaMu umbul-umbul ku ada ditanganmu keputusanmu berlaku pada ketetapan-mu adil padaku aku memohon dengan semua asmamu yang engkau bubuhkan kepada satu atau engkau turunkan dalam kitab MU atau yang Kau ajarkan kepada orang hambaMu Apa yang kau simpan sendiri pada pengetahuan Ghaib Mu ya Allah jadikanlah Alquran penyejuk hatiku cahaya dadaku menghilang kesedihanku dan pengusir duka dan nestapa”.

Maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala pasti akan menghilangkan masalah dan kesedihan yaitu diganti dengan rasa bahagia.

Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga mengajarkan kita sebuah doa;

اللهم أرنا الحق حقاً وارزقنا اتباعه وأرنا الباطل باطلاً وارزقنا اجتنابه اللهم إني أعوذ بك من الظلم والظلمات, الله إني أسألك العدل في الغضب والرضا

Ya Allah tunjukkanlah kepada kami kebenaran sebagai sebuah kebenaran kemudian karuniakan kepada kami kemampuan untuk mengikutinya dan tunjukkanlah kepada kami kebatilan sebagai sebuah kebatilan kemudian karuniakan kepada kami kemampuan untuk meninggalkannya Ya Allah aku berlindung kepadamu dari dan kegelapan Ya Allah berikan aku keadilan dalam kondisi marah dan tidak marah”.

(Syarh Singkat Asmaul Husna, Musthafa Wahbah).

Posted in Aqidah, Artikel and tagged , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.