6 Kiat Pembuka Ceramah Yang Mengesankan

Diklat Da’i dan Khatib

6 Kiat/Cara Pembuka Ceramah Yang Mengesankan
Setiap penceramah ingin membuat keseluruhan ceramahnya teratur dan runtut, sehingga enak didengar.Karena itu, awali ceramah dengan baik. Permulaan yang baik memudahkan kalimat-kalimat selanjutnya.Yang lebih penting lagi, awal yang baik mencuri perhatian pendengar daan menanamkan di benak mereka bahwa ceramah anda lain dari yang lain. Berikut ini beberapa trik yang membantu anda mengawali ceramah.

1. Sapaan Kepada Pendengar

Ini untuk lebih mengakrabkan dengan pendengar.Anda juga bisa memberi apresiasi atau pujian atas prestasi yang dilakukak mereka.Bisa juga menyebutkan faedah dan pahala yang dijanjikan oleh Allah bagi yang menghadiri majelis ilmu.

2. Kisah yang Menakjubkan

Yaitu kisah yang mengandung hikmah atau pelajaran.Bisa berupa penggalan cerita dari kisah Nabi, kisah salaf, atau bahkan kisah yang terjadi hari ini. Cara ini disulai banyak orang. Sebab kisah memberikan contoh yang lebih realistis bukan sekadar teori. Orang lebih mudah menangkap sesuatu yang nyata dan riil. Tapi anda harus selektif memilih cerita. Jangan asal mengisahkan cerita yang korelasinya dengan materi tidak kuat. Sehingga terkesan dipaksakan dan tidak sesuai.

3. Fakta Yang Mengejutkan

Fakta disini adalah kenyataan riil yang terjadi di masyarakat dan tidak direka-reka. Mengungkapkan fakta untuk mengajak pendengar mengamati kenyataan atau fenomena yang selama ini terabaikan. Misalnya realita hubungan remaja dan pemuda masa kini, bid’ah dan syirik kontemporer, dan fenomena-fenomena lainnya. Untuk itu lengkapi dengan data yang benar biar tidak terkesan mengada-ada.

Baca Juga  Kekuatan Tarbiyah dan Tandzim

4. Deskripsi Tema

Yaitu menjelaskan maksud tema dan batasan-batasannya. Bisa juga mengungkapkan manfaat atau sebab anda mengupas masalah tadi. Sebutkan manfaat atau kerugian jika tidak mengetahui tema tersebut. Setelah itu anda dapat menjelaskan secara lebih detail atau normatif. Misalnya anda menjelaskan sebab-sebab membicarakan tema shaum. Kemudian menerangkan defenisinya dari segi bahasa dan istilah, pahala, manfaat, dan kesalahan yang sering dilakukan.

5. Fenomena Dua Sisi Ekstrim Berkaitan Tema

Misalnya, mengkomparasikan antara makruf dan munkar atau sunnah dengan bid’ah. Beri batasan yang jelas agar pendengar tidak rancu dan menafsirkan sendiri-sendiri.

6. Mengingatkan Peristiwa yang Masih Hangat dan Mengaitkannya dengan Tema

Cara ini sangat membantu jika anda mengetengahkan tema lama atau yang sudah sering disampaikan. Dengan memberi contoh baru, pendengar seakan diingatkan kembali. Cara ini lebih baik jika dibawakan dengan intospeksi agar pendengar lebih tersentuh.
Silahkan mencoba.
(Sumber: Majalah Ar-Risalah Edisi 99 Vol.IX No.3)

Posted in Tarbiyah and tagged .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan