Di Ummat Fest 2018, Ketua Wahdah Ungkap Rahasia Sukses Dakwah WI di 34 Provinsi

Ketua Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Qasim Saguni dalam diskusi dakwah, “Ayo Tarbiyah” di arena ajang Ummat Fest 2018 Celebes Convention Center (CCC) Makassar, Jum’at (14/12/2018)

(Makassar) wahdahjakarta.com— Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah (WI), ustadz Ir. Muhammad Qasim Saguni, MA mengungkapkan, rahasia sukses perkembangan dakwah Wahdah Islamiyah yang telah menjangkau 34 Provinsi di Indonesia adalah kaderisasi melalui sistim halaqah tarbiyah (pembinaan intensif).

Hal itu disampaikan Ustadz Qasim saat berbicara dalam Diskusi Dakwah “Ayo Tarbiyah” sebagai rangkaian Umat Fest 2018 di Celebes Convention Center (CCC), Jl. Tanjung Bunga, Makassar, Jum’at (14/12/2018).

“Mereka yang dikirim sebagai dai-dai adalah kader, lahir dari tarbiyah dan di sana mereka juga menjadikan tarbiyah sebagai motor penggeraknya,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari wahdah.or.id.

Tarbiyah yang dimaksud, lanjut pendiri WI ini adalah pembinaan intensif dengan sistem halaqah (kelompok kecil) dengan jumlah peserta yang terbatas dan memiliki program serta kurikulum yang teratur. Inilah lanjut Ustadz Qasim yang membedakan belajar melalui sistim halaqah dengan ta’lim umum dan atau program dakwah umum lainnya.

“Kalau dalam dakwah umum pesertanya banyak, tidak terbatas, berbeda dengan tarbiyah yang pesertanya dibatasi (dalam satu halaqah),” ujar mantan Sekretaris Jenderal WI ini.

Aspek lain yang menjadi nilai khas dari program pembinaan intensif melalui halaqah tarbiyah kata Magister Kajian Islam ini adalah interaksi yang intens antara Murabbi (Pengajar/mentor) dengan mutarabbi (murid). Bahkan murabbi terlibat secara langsung dalam mengontrol dan memantau perkembangan peserta tarbiyah.

Dalam tarbiyah ada beberapa program yang dijalankan yakni tahsinul qira’ah (perbaikan bacaan Al-Qur’an), hafalan al-Qur’an, hafalan hadits. Pelaksanaan program tersebut dikontrol oleh murabbi sebagai pengajar. Bagaimana bacaan al-Qur’annya, bagaimana perkembangan pemahamannya, bagaimana pengamalannya dan sebagainya,” jelas ustadz Qasim.

Pengontrolan inilah yang menurut ustadz yang juga praktisi pengobatan Thibun Nabawi ini akan berpengaruh terhadap output atau pun hasilnya.

Saat ini Wahdah Islamiyah telah memiliki cabang di 34 Provinsi dan 193 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Yang terbaru adalah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Lombok Utara yang diresmikan dan dikukuhkan padan Jum’at (14/12/2018). [ed:sym].

Posted in Berita and tagged , , , , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.