Adab-Adab dalam Shalat (1)

Hukum Shalat Berjama’ah

Adab-Adab dalam Shalat (1)

Berikut ini beberapa adab dalam shalat;

  1. Menghadap kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan penuh keinginan dan harap serta kecintaan, dengan penuh perhatian perhatian dan semangat serta rindu untuk bermunajat kepada Allah Azza wa Jalla.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman;

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Karena  itu Ingatlah kamu kepadaku niscaya aku ingat pula kepadamu dan bersyukurlah kepadaku dan janganlah kamu mengingkari nikmat Ku”.  (Qs.Al Baqarah: 152).

  1. Berpenampilan yang baik sebelum masuk shalat dengan memilih pakaian yang bersih, memakai minyak wangi dan bersiwak.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman;

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

Wahai anak Adam pakailah pakaianmu yang indah di setiap memasuki masjid untuk shalat”, (Qs. Al-A’raf: 31).

Ayat ini menunjukan anjuran berhias dengan mengenakan pakaian terbaik ketika datang ke Masjid untuk menunaikan Shalat.

  1. Lakukanlah sesuatu yang sangat mendesak (seperti makan) sebelum shalat agar selama shalat hati anda tidak disibukkan dengan selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda;

لا يقوم أحدكم إلى الصلاة وهو  بحضرة الطعام ولا هو يدفعه الأخبثان الغائط والبول

Janganlah salah seorang diantara kalian melakukan salat sedang Ia di hadapan makanan dan dan jangan pula ia salat sedang ia menahan buang air besar atau buang air kecil”. (HR. Ibnu Hibban).

Berdasarkan hadits ini para Ulama memandang makruh hukumanya shalat jika makanan telah tersajikan, sebagaimana makruh pula hukumanya shalat sambil menahan hasrat buang air. Alasannya karena hal itu dapat mengganggu dan mengurangi kekhusyukan shalat. Namun jika hal itu dilakukan tidak membatalkan shalat. Artinya shalatnya tetap sah.

  1. Ketika Mendatangi shalat berjalanlah dengan tenang, tidak berlari-lari tidak terburu-buru sehingga membuat nafas tersengal-sengal atau membuat keributan yang mengganggu orang lain.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda;

Apabila panggilan salat telah berkumandang maka janganlah kalian mendatanginya dengan terburu-buru.   Datangilah  Shalat dengan tenang, apa yang kalian dapatkan dari shalat maka lakukanlah dan apa yang tertinggal dari shalat maka sempurnakanlah setelah imam salam” (HR.Muslim).

Ini  menunjukkan bahwa dianjurkan bagi orang pergi menuju shalat untuk tidak melakukan perbuatan yang sia-sia  dengan tangannya, berkata dengan perkataan yang buruk dan melihat sesuatu yang buruk. Dianjurkan  untuk sungguh-sungguh dalam menjauhi apa apa yang biasa dijauhi oleh orang yang sedang shalat, dan apabila ia telah sampai ke masjid dan menunggu shalat maka harus lebih serius lagi dalam menjauhi hal-hal yang telah disebutkan tadi”. (Syarah Nawawi ‘Ala Muslim). Bersambung insya Allah. [sym].

Sumber: Panduan Adab-Adab dalam Shalat Untuk Meraih Kesempurnaan Shalat, Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah, hlm. 16-19.

Posted in Akhlaq and tagged , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.