Adab-Adab Shalat [04]

Adab-Adab Shalat [04]

Sambungan dari Tulisan Sebelumnya

 Diantara adab-adab Shalat yang hendaknya diperhatikan dan dijaga adalah;  menunggu shalat setelah selesai Shalat dan menjaga Shalat sunnah Rawatib

  1. Menunggu Shalat Setelah  Selesai Shalat

Dianjurkan menunggu Shalat setelah  selesai Shalat, seperti menunggu Shalat  Isya  setelah Shalat  Maghrib,  sambil diisi dengan dzikir,  membaca atau menghafal Al-Qur’an, mempelajari ilmu,  dan menghadiri majelis ilmu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

Setelah Shalat duduk di Masjid membaca Al-Qur’an dan menunggu Shalat berikutnya

Para Malaikat senantiasa mendoakan salah seorang dari kalian selama ia di tempat Shalatnya (menunggu Shalat berikutnya), dan selama tidak berhadats (batal wudhu). Para Malaikat itu berdo’a: Ya Allah ampunila dia, ya Allah rahmatilah dia. Salah seorang dari kalian senantiasa mendapatkan pahala Shalat selama Shalat (berikutnya) yang menahannya (untuk tetap di tempat shalatnya). Tidak ada yang menahannya untuk pulang dahulu kepada keluargnya (di rumah)  kecuali shalat (yang dia tunggu). (Muttafaq ‘alaih).

  1. Menjaga Shalat Sunnah Rawatib

Menjaga Shalat Sunnah Rawatib, tidak menyepelekan,  dan merasa ringan meninggalkannya,  karena melaksanakan shalat rawatib menambah kedekatan kepada Allah dan menambal kekurangan yang terdapat dalam pelaksanaan Shalat Fardhu seseorang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seorang Muslim shalat sunnah 12 raka’at selain shalat fardhu melainkan Allah bangunkan untuknya sebuah rumah di surga“. (HR. Muslim).

Dua belas rakaat yang dimaksud dalam hadits ini adalah shalat sunnah rawatib sebelum dan setelah shalat Fardhu yang terdiri atas;  empat raka’at sebelum dzuhur,  dua raka’at setelah Dzuhur, dua raka’at setelah Maghrib,  dua raka’at setelah Isya,  dan dua raka’at sebelum Subuh.

Ummu Habibah radhiallahu anha mengatakan Aku tidak pernah meninggalkan shalat rawatib sejak Ibu sejak mendengar sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang hal tersebut demikian pula kamar dan Norman mengatakan hal yang sama

  1. Tekun Melaksanakan Shalat Sunnah Qabliyah Subuh

Khusus Rawatib qabliyah Subuh hendaknya lebih diperhatikan karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sangat tekun melaksanakannya, berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu anha berkata,  “Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak menekuni suatu shalat sunnah pun setekun  beliau melaksanakan shalat sunnah dua rakaat sebelum Subuh”. (Muttafaq alaih).

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menjelaskan keutamaanya dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiallahu Anha bahwa beliau bersabda;

 “Dua  rakaat salat sunnah sebelum subuh lebih baik daripada dunia beserta isinya”.  (HR. Muslim).

Bersambung ke tulisan berikutnya. [sym].

Sumber: Panduan Adab-Adab Shalat Untuk Meraih Kesempurnaan Shalat, Syaikh Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah.

Posted in Kajian, Tarbiyah, Tazkiyah and tagged , , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.