Adab Mendatangi dan Memasuki Masjid (1)

Adab Mendatangi dan Memasuki  Masjid  (1)

Masjid  merupakan tempat yang mulia dan suci. Oleh karena itu harus diagungkan, sebab mengagungkannya merupakan bagian dari mengangkan syi’ar-syi’ar Allah. Sebagaimana firman Allah, “Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.” (Terj. Qs. Al-Hajj: 32).

Salah satu bentuk pengagungan dan penghormatan terhadap Masjid adalah menjaga adab saat mendatangi dan memasuki Masjid. Tulisan ini memaparkan beberapa adab yang hendaknya diperhatikan ketika mendatangi dan memasuki  Masjid.

  1. Mengenakan Pakaian yang Terbaik, Rapi dan Sopan

Dianjurkan dan disunnahkan berhias dengan mengenakan pakaian terbaik, rapi, dan sopan ketika mendatangi dan memasuki Masjid. Hal ini berdasarkan  perintah Allah Ta’ala dalam surah Al-A’raf ayat 31;

 يَابَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (Q.S. al-a’raf: 31).

Ayat tersebut berisi perintah mengenakan pakaian yang terbaik ketika hendak masuk Masjid. Bahkan tidak mengapa seseorang mengkhususkan pakaian tertentu untuk shalat, terutama shalat Jum’at. Imam Abu Daud meriwayatkan Sunannya satu hadits dari  Muhammad bin Yahya bin Hibban radhiyallahu ‘anhu bahwa, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“أَنْ يَتَّخِذ ثَوْبَيْنِ لِيَوْمِ الْجُمُعَةِ سِوَى ثَوْبَيْ مِهْنَتِهِ”

Hendaknya seseorag memiliki dua pakaian; (pakaian khusus) untuk hari Jum’at selain pakaian kerja.” (HR. Abu Daud 1078 dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih abu Daud,No. 953)

  1. Bersiwak

Bersiwak atau membersihkan gigi merupakan satu Sunnah Rasul yang sangat ditekankan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa bersiwak dapat mensucikan mulut dan mendatangkan ridha Allah Ta’ala.

Diantara waktu yang sangat dianjurkan bersiwak adalah ketika hendak shalat. Bahkan andaikan tidak khawatir mempersulit ummatnya Nabi ingin menyuruh ummatnya bersiwak setiap hendak berwudhu dan shalat. Imam Bukhari dan lmam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

 “لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ”.

‘Kalaulah tidak memberatkan bagi ummatku maka sungguh akan kuperintahkan mereka bersiwak setiap (sebelum) melakukan Shalat“. (HR. Bukhari, No. 887 dan Muslim, No. 252).

  1. Tidak Mendatangi Masjid dalam Keadaan Mulut dan Badan Berbau

Dilarang mendatangi dan memasuki Masjid setelah makan bawang merah, putih atau yang sejenisnya melainkan membersihkannya terlebih dahulu.

Di dalam kitab Shahihain Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwasanya Nabi melarang orang yang baru selesai makan bawang untuk memasuki Masjid. Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda :

“مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ، وَالثُّومَ، وَالْكُرَّاثَ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا، فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ”

Barangsiapa yang memakan bawang putih atau bawang merah serta daun bawang maka jangan sekali-kali mendekati masjid kami, karena sesungguhnya Malaikat terganggu dengan apa-apa yang manusia terganggu dengannya“.(HR. Bukhari nomor 855 dan Muslim No. 564).

Bawang dan daun bawang bukanlah makanan yang haram, akan tetapi dilarang bagi yang akan melaksanakan shalat di Masjid memakannya karena dapat menimbulkan aroma yang tidak sedap dan mengganggu orang-orang yang shalat. Bahkan yang terganggu dengan bau bawang bukan hanya manusia, tapi para Malaikat juga turut terganggu, sebagaimana disebutkan  dalam hadits di atas.

Larangan ini berlaku pula pada semua yang mengandung bau tidak sedap dan menggangu penciuman orang lain, seperti bau rokok, bau mulut karena berhasir-hari tidak bersiwak (sikat gigi), atau bau badan karena keringat atau jarang mandi  dan baju dalaman yang telah dipakai berhari-hari tanpa diganti. Bersambung insyaAllah. [ed:Sym].

Posted in Akhlaq, Artikel and tagged , .

Tinggalkan komentar Anda dengan kata-kata yang sopan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.